November 20, 2022

STRATEGI BISNIS DALAM WIRAUSAHAWAN

 (@V40-RAHMAT)




Dalam dunia bisnis, Anda akan selalu dihadapkan dengan persaingan. Untuk bisa bertahan dan makin berkembang, strategi bisnis menjadi hal yang Anda perlukan.

Tujuan strategi bisnis adalah mencapai tujuan usaha dengan efektif dan efisien. Tujuan usaha yang dimaksud diantaranya yaitu profit maksimal, serta bertahan dalam persaingan.

Dengan memiliki strategi, usaha Anda akan lebih terarah dalam mencapai tujuannya. Untuk lebih jelasnya, kita simak penjelasan lengkapnya.

Pengertian Strategi Bisnis

Strategi bisnis dapat diartikan sebagai serangkaian usaha untuk mencapai tujuan usaha. Strategi tersebut menjadi acuan pengelolaan usaha agar dapat bertahan di tengah persaingan, serta bisa makin berkembang.

Terdapat perbedaan konsep strategi bisnis menurut para ahli, diantaranya yaitu:

1. Pearce dan Robinson (2013)

Strategi merupakan rencana ‘cara main’ di dalam sebuah perusahaan.

Dimana hal itu yang memberikan kesadaran perusahaan atas tujuan usahanya serta bagaimana, kapan dan di mana harus menghadapi kompetitor atau rival bisnisnya.

2. Solihin (2012)

Strategi dalam bisnis berbeda dengan strategi korporat. Strategi dalam bisnis, fokus untuk meningkatkan posisi bersaing sebuah produk maupun jasa dari sebuah perusahaan pada segmen tertentu.

3. Dewanti (2008)

Merujuk pada buku kewirausahaan, strategi berarti pola perilaku yang ditujukan untuk mencapai visi dari sebuah organisasi atau perusahaan lewat berbagai misi-misinya.

Dari beberapa konsep di atas, dapat disimpulkan juga bahwa strategi bisnis adalah alat untuk perencanaan jangka panjang berskala besar suatu organisasi atau perusahaan.

Dengan harapan, menggunakan strategi tersebut dapat membantu sebuah bisnis mencapai keunggulan yang bersifat kompetitif.

Prinsip Strategi Bisnis

Untuk dapat menghasilkan strategi bisnis yang tepat dan juga jitu dalam mencapai tujuan usaha, maka Anda perlu memahami prinsip-prinsip dasarnya.

Adapun prinsip-prinsip dasar dalam membuat strategi usaha/ bisnis adalah:

1. Berdasarkan Data

Pembuatan strategi tidak bisa hanya didasarkan pada insting, perkiraan atau asumsi saja. Anda memerlukan data yang akurat sebagai dasarnya.

Untuk memperoleh data akurat, maka Anda perlu mengadakan riset untuk menganalisa.

Dengan data akurat, Anda bisa mengambil langkah tepat sebagai upaya mencapai tujuan usaha.

Bisa data pola perilaku konsumen, kebutuhan juga keinginannya, serta fluktuasi penjualan maupun keluhan atas produk Anda.

Dari data-data tersebut, Anda bisa lebih mudah membuat keputusan terkait kelangsungan usaha, serta peningkatan penjualan guna memaksimalkan keuntungan.

2. Pendekatan Bisnis yang Tepat

Untuk bisa memastikan strategi yang akan dijalankan, maka sebelumnya Anda perlu melakukan pendekatan.

Pastikan pendekatan tersebut sesuai dengan bisnis yang Anda jalankan.

Terdapat beberapa pilihan metode pendekatan yang bisa Anda coba terapkan. Metode tersebut diantaranya seperti:

Analisa SMART. Tujuannya untuk menguji sekaligus mengetahui kuantitatif dari suatu kegiatan. Dari situ akan diketahui nilai ideal sebuah aktivitas, berupa peta analisa SMART yang berisi peningkatan aktivitas atau kegiatan

Analisa SWOT yang membantu memecahkan masalah dengan menilai rencana yang akan dijalankan. Caranya yaitu dengan membandingkan faktor internal (strength & weakness) dan faktor eksternal (threat & opportunity)

Teori optimasi, untuk menilai kondisi juga kendala saat ini. Penilaian berdasarkan pada sarana prasarana, personil, peralatan dan juga anggaran.

3. Penentuan Strategi dengan Spesifik

Dengan mengacu pada data sebagai hasil riset, selanjutnya Anda bisa menentukan strategi secara detil atau spesifik.

Lakukan breakdown untuk membagi strategi berdasarkan masing-masing bidang dalam sebuah bisnis atau usaha. Bukan hanya untuk bisnis berskala besar saja, tetapi ini berlaku untuk usaha kecil juga.

Tujuannya, agar lebih mudah mengaplikasikan strategi tersebut dalam usaha Anda sesuai dengan perencanaan. Sebab sudah ada strategi di tiap-tiap bidang sesuai kebutuhan.

4. Evaluasi

Setelah strategi diaplikasikan pada tiap-tiap bidang, jangan lupa untuk melakukan pemantauan. Dengan begitu Anda bisa segera melakukan evaluasi ketika hasilnya tidak sesuai harapan.

Pembagian strategi secara spesifik dan berdasarkan data, membuat Anda lebih mudah dalam mengevaluasi performa strategi sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala.

Melalui pemantauan juga evaluasi, Anda dapat lebih cepat mengidentifikasi adanya ancaman bisnis yang harus segera diberikan tindakan pencegahan.

Di samping itu, Anda juga lebih mudah mengidentifikasi peluang bisnis yang harus segera dimanfaatkan.

Contoh Strategi Bisnis

Menjalankan bisnis wajib didukung dengan adanya strategi. Dengan begitu potensi pengembangan atau setidaknya kemampuannya untuk bertahan di tengah persaingan lebih besar.

Berikut ini adalah beberapa contoh strategi bisnis yang mungkin bisa Anda jadikan inspirasi.

1. Akuisisi

Strategi ini fokus pada perluasan jangkauan juga basis pelanggan. Contoh paling dekat ialah Facebook yang mengakuisisi WhatsApp, Instagram dan beberapa platform lainnya.

Dengan mengakuisisi kompetitor, Facebook berhasil memperluas jangkauan dan juga basis pelanggannya. Kompetitor berkurang, usahanya pun kian berkembang.

2. Diferensiasi Produk

Dengan cara ini, memungkinkan Anda untuk memiliki pasar sendiri. Hal terpentingnya adalah selalu berinovasi serta berani tampil beda.

Menjadi pioneer dan bukan sekedar pengikut yang berharap dapat mengulang kesuksesan kompetitor.

3. Membuka Peluang Baru

Banyak sekali perusahaan startup bermunculan. Kebanyakan dari mereka membuka peluang dengan strategi yang terkesan mengambang.

Hal tersebut dilakukan, untuk memberi kesempatan bagi para kompetitor mengikuti jejak mereka, sehingga jasa atau produk tersebut makin dikenal.

Namun di sisi lain, mereka menyimpan sebagian strategi sebagai formula pengembangan usaha. Tepatnya ketika masyarakat sudah menerima dan makin banyak yang menjalankannya.

4. Digital Marketing

Kemajuan teknologi yang tidak dapat dibendung lagi, menjadikan berbagai bidang beralih ke mode digitalisasi. Tidak terkecuali bidang pemasaran.

Hal ini juga bisa Anda jadikan salah satu bentuk strategi untuk menjaga usaha Anda bertahan bahkan berkembang.

Anda bisa memanfaatkan social media yang terus meningkat penggunanya sebagai media pemasaran.

Bisa juga melalui content marketing yang juga kian populer serta menarik perhatian.

Digital marketing memungkinkan Anda untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Anda juga lebih mudah dalam membangun brand awareness sekaligus kepercayaan pelanggan.

Dengan metode pemasaran tersebut, Anda juga bisa menekan anggaran promosi, sehingga bisa dialokasikan untuk produksi ataupun pengembangan.

Manfaatkan teknologi sebagai bagian dari strategi. Sebab kelangsungan usaha Anda juga bergantung pada kemampuannya mengimbangi laju teknologi dan perubahan pola perilaku masyarakat saat ini.

5. Bermain Harga

Strategi yang satu ini paling kerap digunakan oleh pebisnis guna menarik perhatian. Menjadi produk versi ekonomis guna memenuhi kebutuhan konsumen, efektif dalam meningkatkan penjualan dan bertahan di tengah persaingan.

Menawarkan desain serta kualitas yang nyaris serupa dengan versi premiumnya. Produk versi ekonomis berhasil menggaet pelanggan dengan harganya yang lebih ringan.

Meskipun begitu, bukan berarti produk Anda harus bertahan sebagai pilihan kedua. Setelah memiliki pelanggan loyal, saatnya meluncurkan produk yang berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar