November 13, 2022

Tahapan Membangun Budaya Perusahaan


 Rajib Fahmi (@V27-Rajib)

ABSTRAK

Budaya Perusahaan atau organisasi mengandung norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. budaya organisasi yang kuat merupakan pembentuk kinerja organisasi yang tinggi. Kinerja yang tinggi mampu menciptakan motivasi yang dapat meningkatkan produktifitas dan efektifitas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari budaya organisasi terhadap kinerja karyawan dengan motivasi sebagai variabel interverning. motivasi kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja karyawan,budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja karyawan, budaya organisasi berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja karyawan,budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan secara tidak langsung terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja karyawan sebagai variabel interverning. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa budaya organisasi lebih efektif mempengaruhi kinerja secara langsung tanpa melalui motivasi kerja.

Kata kunci : Budaya perusahaan atau Organisasi, Motivasi Kerja,dan Kinerja

 

PENDAHULUAN

Budaya perusahaan merupakan keyakinan dan perilaku yang menentukan bagaimana karyawan dan manajemen perusahaan berinteraksi dan menangani transaksi bisnis di dalam maupun ke luar. Seringkali, budaya perusahaan hanya tersirat, tidak didefinisikan secara tegas, dan berkembang secara organik dari waktu ke waktu dari sifat kumulatif orang-orang yang dipekerjakan perusahaan.

Budaya Perusahaan merupakan sumber identitas bagi karyawan perusahaan sebagai sebuah semangat bersama (collective spirit) yang membimbing cara melihat, berpikir, merasa, dan berperilaku di dalam menghadapi persaingan bisnis yang sedang dihadapi oleh perusahaan.

Budaya perusahaan merupakan keyakinan, nilai, kepercayaan, dan norma yang disepakati bersama yang menjadi ciri perusahaan dan diikuti oleh seluruh elemen perusahaan. Budaya perusahaan memberikan kerangka acuan umum bagi elemen perusahaan yang dapat digunakan untuk menafsirkan proses dan fakta di lingkungan perusahaan; bahkan dapat memberikan dampak image perusahaan keluar.

Budaya perusahaan akan tercermin dalam berpakaian, jam kerja, pengaturan kantor, tunjangan karyawan, turnover karyawan, keputusan perekrutan, perlakuan terhadap klien, kepuasan klien, dan setiap aspek operasi perusahaan lainnya.

 

PEMBAHASAN

 

Pentingnya Budaya Perusahaan

Budaya perusahaan menjadi penting karena dapat mendukung tujuan bisnis yang penting. Karyawan, misalnya, mungkin tertarik pada perusahaan yang budayanya mereka identifikasi, yang pada gilirannya dapat mendorong retensi karyawan dan perolehan bakat baru. Bagi perusahaan yang berfokus pada inovasi, memupuk budaya inovasi dapat menjadi penting untuk mempertahankan keunggulan kompetitif sehubungan dengan paten atau bentuk kekayaan intelektual lainnya. Demikian pula, budaya perusahaan juga dapat berperan dalam memasarkan perusahaan kepada pelanggan dan masyarakat luas, sehingga berfungsi ganda sebagai bentuk hubungan masyarakat.Budaya perusahaan adalah kumpulan Tata Nilai (values), Keyakinan Dasar (Falsafah) dan Artefak yang menentukan  perilaku dan identitas suatu organisasi perusahaan.  Budaya Perusahaan merupakan bagian dari strategi perusahaan, berfungsi membantu mengarahkan jalannya perusahaan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam Visi dan Misi.

 

Tipe /Jenis Budaya Perusahaan

  • Budaya Klan (Clan); Budaya klan terutama ada di organisasi yang lebih tradisional dibandingkan organisasi digital. Karena perusahaan-perusahaan ini seringkali milik keluarga, seringkali ada fokus untuk memelihara karyawan melalui hubungan antar pribadi atau program pendampingan. Tujuan hal ini semua dilakukan untuk menciptakan perasaan keluarga besar yang sesungguhnya.
  • Budaya Hirarkis (Hierarchy); Budaya hierarkis juga ada dalam organisasi tradisional. Bisnis memiliki banyak struktur dengan kekuasaan dan pengambilan keputusan di puncak (sentral). Akibatnya, hanya pimpinan puncak dan yang ditunjuk yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan. Akibatnya, karyawan lain merasa tidak dianggap dan tidak berdaya. Jadi, meskipun jenis budaya organisasi ini seringkali sangat efisien, namun tidak ideal untuk mendorong kreativitas atau inovasi.
  • Budaya Pasar (Market); Budaya pasar dirancang untuk bisnis yang berbasis digital yang ingin berkembang. Jadi, budaya ini sangat berorientasi pada hasil, menghargai kompetisi internal dan memberi penghargaan kepada pemenang. Oleh karena itu, ini adalah budaya di mana semua karyawan diharapkan berada didalam persaingan antar mereka. Mereka yang secara konsisten berhasil akan memperoleh imbalan finansial atau peluang promosi yang signifikan.

Tahapan membangun budaya perusahaan

1) Tentukan Nilai Inti Perusahaan

Nilai-nilai perusahaan adalah dua atau tiga kata yang pemilik atau pendiri ingin seseorang pikirkan segera ketika nama perusahaan muncul di benaknya. Ini adalah kata-kata yang akan diterapkan dan dikaitkan dengan merek perusahaan. Baik perusahaan yang berfokus untuk mendapatkan kepercayaan klien melalui pendekatan tradisional, agresif dalam membuka pasar baru, atau merupakan perusahaan rintisan di mana setiap orang memiliki suara dalam langkah selanjutnya, penting untuk mengekspresikan nilai-nilainya dalam beberapa kata yang dipilih dengan baik.

 

 

2) Tetapkan Tujuan Budaya Perusahaan yang Realistis

Tujuan seputar budaya perusahaan harus berhubungan dengan keragaman, inklusi dan nilai-nilai bersama. Pemilik perusahaan perlu mempertimbangkan mengapa mereka memulai perusahaan pada awalnya dan apa yang ingin mereka capai. Budaya perusahaan harus mencerminkan ide-ide ini. Ini harus menjadi pesan positif untuk menginspirasi karyawan dan orang lain.

 

 

3) Libatkan Karyawan dalam Proses

Budaya perusahaan menantang untuk diukur dan dievaluasi efektifitasnya. Untuk meningkatkannya, karyawan perlu dilibatkan, kumpulkan umpan balik menggunakan survey keterlibatan karyawan. Pastikan hasilnya anonim untuk mendapatkan tanggapan mereka yang sebenarnya. Pertahankan dialog terbuka, dan monitor terus pemikiran karyawan tentang budaya perusahaan.

 

 

4) Teladan Pimpinan.

Budaya dibentuk oleh bagaimana para pemimpin perusahaan bertindak. Setiap pemimpin perlu secara internal dan eksternal mencerminkan nilai-nilai perusahaan dan menjadi pendukung terkuatnya. Dia tidak boleh melafalkan pernyataan misi sebagai solusi untuk segalanya, tetapi harus mencontohkan apa yang diperjuangkan perusahaan.Sebagai seorang pemimpin, maka perlu memimpin dengan memberi contoh dan juga sangat transparan. Ada kemungkinan seorang pimpinan merasa telah menerapkan budaya dengan baik, tetapi karyawan tetap tidak akan percaya; jika belum ada bukti. Menjadi transparan, bahkan ketika itu kondisinya sulit, akan sangat membantu melestarikan budaya yang sebelumnya hanya angan angan.

 

 

5) Agen Budaya Perusahaan.

Setiap perusahaan memilikinya: karyawan yang hidup, makan, dan mematuhi serta menerapkan budaya dan membantu semua orang memahami sebagai bagian dari perusahaan dan apa yang diperjuangkan oleh perusahaan. Karyawan seperti ini adalah pendukung terbesar dalam implementasi budaya perusahaan karena mereka mencintai perusahaan.

 

 

 

REFRENSI

 

Survey Legend; 4 Types of Organizational Cultures (+ Best Culture Examples)

Lumapps; What are the Four Types of Corporate Culture? (And How to Choose Yours)

Investopedia; Corporate Culture Definition: Characteristics and Importance Explained

https://repository.unair.ac.id/1843/1/gdlhub-gdl-s1-2013-moerdaniso-26740-5.abstr-k.pdf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.