Desember 04, 2022

Identitas Branding untuk Hak Milik Bisnis


@V35-Kamaludin        

Abstrak

        Persepsi merek dari konsumen mempengaruhi untuk mendapatkan kepercayaan merek yang memiliki banyak hal untuk loyalitas merek. Bagi pelaku bisnis, ketika persaingan menciptakan pilihan yang tak terbatas, perusahaan mencari cara untuk terhubung secara emosional dengan pelanggan, menjadi tak tergantikan, dan menciptakan hubungan seumur hidup. Sebuah merek yang kuat menonjol di pasar yang sangat padat. Agar sebuah perusahaan dapat memiliki brand yang kuat, maka dilakukanlah aktifitas membangun merk atau dikenal dengan istilah branding.

Pendahuluan

        Brand sendiri saat ini diartikan sebagai identitas diri yang membedakan antar sesama baik manusia, produk, maupun tempat. Sedangkan branding adalah sebuah kegiatan komunikasi, mempekuat, mempertahankan sebuah brand dalam rangka memberikan perspektif kepada orang lain yang melihatnya.Menurut Kotler (2009), branding merupakan nama, istilah, tanda, simbol, rancangan atau kombinasi dari semuanya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa atau kelompok penjual dengan untuk membedakannya dari barang atau jasa pesaing. 

Pembahasan

        Brand identity merupakan asosiasi merek yang unik yang menunjukkan janji kepada konsumen. Agar menjadi efektif, identitas merek perlu beresonansi dengan konsumen, membedakan merek dari pesaing, dan mewakili apa organisasi dapat dan akan lakukan dari waktu ke waktu. (Ghodeswar, 2008). Brand identity mempunyai elemen-elemen yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeferensiasi sebuah produk, adapun elemennya ;

  1. Nama Brand
    Nama brand adalah yang pertama dan mungkin ekspresi terbesar atau wajah dari suatu produk.
  2. Logo
    Logo adalah tampilan grafis dari nama brand atau perusahaan. Kekuatan simbol tidak boleh dianggap remeh karena manusia cenderung menjadi lebih mudah menerima citra.
  3. Slogan (Tagline)
    Slogan brand adalah kalimat yang mudah dikenal dan diingat yang seringkali menyertai nama brand dalam program komunikasi pemasaran. Tujuan utama slogan adalah mendukung citra brand.
  4. Kisah Merek
    Kisah dapat menjadi lebih dan lebih penting dalam kehidupan perusahaan. Sebagai suatu konsep, kisah bahkan memenangkan tempat berpijak yang penting dalam perdebatan tentang cara brand masa depan akan dibentuk. 
        Lebih lanjut, Reid (2006) mengemukakan beberapa langkah dalam membentuk brand identity, yaitu sebagai berikut:
  1. Membuat rancangan bisnis, visi dan misi, dan beberapa hal yang menunjukkan bahwa merek tersebut berbeda dengan lainnya.
  2. Melakukan survey atau wawancara kepada masyarakat mengenai persepsi mereka terhadap suatu merek.
  3. Melakukan penelitian terhadap merek pesaing yang memiliki kemiripan.
  4. Membuat logo, tagline, dan hal-hal lainnya yan mendukung dalam pembentukan brand identity.
  5. Melakukan survey secara berkala mengenai persepsi masyarakat terhadap merek tersebut.
        Dalam suatu bisnis yang dijalankan perusahaan, aktivitas branding sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan branding mempunyai banyak fungsi dalam suatu bisnis. Adapun fungsi branding dalam suatu bisnis yaitu ;
  • Sebagai Pembeda
    Fungsi branding dalam suatu bisnis yang pertama adalah sebagai pembeda. Setiap produk yang mempunyai brand yang kuat, maka konsumen akan mudah untuk membedakannya dengan brand perusahaan lain.
  • Untuk Promosi Dan Daya Tarik
    Jika suatu produk memiliki brand kuat dan terkenal, maka hal tersebut akan menjadi daya tarik untuk konsumen. Sehingga, produk akan lebih mudah untuk dipromosikan kepada masyarakat.
  • Membangun Citra Perusahaan
    Fungsi lain dari branding adalah untuk membangun citra perusahaan. Jika suatu perusahaan memiliki citra yang bagus, maka produk dari perusahaan akan mudah dikenal oleh orang lain. Citra yang bagus juga dapat menunjukkan bahwa kualitas produk dari perusahaan tersebut tidak perlu diragukan.
  • Alat Pengendali Pasar
    Setelah aktivitas branding dilakukan, maka produk perusahaan akan memiliki nama yang dikenal. Tentunya, hal ini akan memudahkan perusahaan untuk mengendalikan pasar. Pengendalian pasar ini bisa dilakukan karena masyarakat luas sudah mengenal dan mengingat produk perusahaan dengan baik.
  • Untuk Mempengaruhi Psikologi Konsumen
    Fungsi terakhir branding dalam bisnis adalah untuk mempengaruhi psikologi konsumen. Jika suatu produk sudah memiliki brand yang kuat, maka konsumen akan percaya dan menganggap perusahaan tersebut profesional.
Kesimpulan
        Agar sebuah perusahaan dapat memiliki brand yang kuat, maka dilakukanlah aktifitas membangun merk atau dikenal dengan istilah branding. Nama Brand adalah yang pertama dan mungkin ekspresi terbesar atau wajah dari suatu produk. Untuk membangun suatu brand yang bisa dikenal masyarakat luas, maka butuh waktu yang cukup lama. Berdasarkan hal tersebut, sangat jelas bahwa apa itu branding merupakan wajah dari perusahaan yang penting untuk suatu bisnis.

Daftar Pustaka

Modul Pertemuan 14 Mata Kuliah Kewirausahaan III. 2022. Universitas Mercu Buana. Jakarta.

Ibnu. (2020, April 16). Apa itu Branding? Berikut Pengertiannya dan Perbedaanya dengan Marketing. Oleh accurate.id dalam : https://accurate.id/marketing-manajemen/apa-itu-branding/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.