Desember 02, 2022

IDENTITAS MEREK MENJADI IKON SUATU PRODUK / PERUSAHAAN


Oleh : Tasya Reviana Azhari (@V28-TASYA)


ABSTRAK

Artikel ini membahas tentang identitas merek menjadi ikon suatu produk atau perusahaan. Latar belakang dari artikel ini yaitu banyaknya bisnis umkm sekarang yang mulai memasarkan produknya tetapi tidak memiliki identitas merek, sehingga para konsumen kurang percaya terhadap produk yang dijual. Artikel ini disusun bertujuan agar masyarakat yang ingin membuat suatu bisnis menyadari bahwa sebuah bisnis memerlukan identitas merk yang jelas dan memiliki ciri khas agar para konsumen dapat lebih percaya pada saat membeli produk yang dipasarkan.

Kata Kunci : Bisnis, Merek, Identitas, Logo.


PENDAHULUAN

Kata "Brand" sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Sebagian orang menganggap identitas merek berkaitan dengan logo perusahaan, karena dengan adanya identitas brand, pembisnis dapat membentuk persepsi orang terhadap bisnisnya. Sama seperti identitas pribadi, identitas merek adalah 'bumbu khusus' bisnis yang membedakan dari bisnis sejenis lainnya.

Merek dapat menambah image sebuah produk. Konsumen cenderung memilih produk yang bermerek karena lebih bisa dipercaya dan merasa aman. Kebutuhan mengelola merek akan lebih dirasakan oleh usaha yang menghadapi pesaingan ketat di pangsa pasarnya. Adanya beberapa manfaat merek tersebut, maka sukses membangun bisnis adalah dengan mengelola merek produk yang dimiliki.

Produk yang baik akan lebih mudah dikenal jika memiliki merek tertentu. Identitas merek dikatakan sebagai karakteristik khas dari sebuah merek. Identitas merek terdiri atas nama, logo, slogan suatu merek yang menggambarkan citra perusahaan atau produk tersebut. Dengan demikian identitas merek dapat diartikan sebagai persepsi merek yang khas dari sebuah perusahaan yang ingin disampaikan perusahaan sehingga membentuk persepsi konsumen mengenai merek tersebut.Keunikan identitas merek ini didefinisikan oleh konsumen bahwa merek tersebut tidak hanya memiliki produk yang baik tetapi juga memiliki reputasi yang baik, kualitas yang baik, serta memberi gengsi tersendiri bagi konsumen. 

Persoalan citra merek merupakan salah satu hal yang juga harus diperhatikan perusahaan.Tanpa citra merek yang positif dan kuat, sangatlah sulit untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan yang sudah ada. Citra merek dapat diartikan sebagai penglihatan dan kepercayaan yang terpendam di benak konsumen sebagai cerminan asosiasi yang tertahan di ingatan konsumen. Dengan adanya pandangan dan pemikiran konsumen tentang suatu poduk dapat menimbulkan kepercayaan terhadap merek yang berujung pada loyalitas konsumen.

Kepercayaan merek merupakan adanya harapan atau kemungkinan yang tinggi merek tersebut akan mengakibatkan hasil yang positif terhadap konsumen. Dari sudut pandang konsumen, kepercayaan merek merupakan suatu keyakinan akan suatu merek terhadap adanya pemuasan kebutuhan dilihat dari kredibilitas, integritas, keunggulan yang diletakkan pada merek tertentu.

Loyalitas merek merupakan suatu konsep yang sangat penting dalam strategi pemasaran. Keberadaan konsumen yang loyal pada merek sangat diperlukan agar perusahaan dapat bertahan. Loyalitas merek sebagai suatu ukuran keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek yang mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya seorang pelanggan beralih ke merek lain yang ditawarkan oleh kompetitor, terutama jika pada merek tersebut didapati adanya perubahan, baik menyangkut harga ataupun atribut lainnya (Aaker, 2009). Seorang pelanggan yang sangat loyal kepada suatu merek tidak akan dengan mudah memindahkan ketergantungannya ke merek lain, apa pun yang terjadi dengan merek tersebut.


PEMBAHASAN

Identitas Merek

Identitas merek terkait mengenai nama, logo, warna, tagline, dan simbol sebuah merek. Identitas merek merupakan asosiasi merek yang unik yang menunjukkan janji kepada konsumen. Agar menjadi efektif, identitas merek perlu memiliki resonansi dengan consume. Hal ini bertujuan untuk dapat membedakan merek dengan pesaing, serta dapat menjelaskan apa yang akan dilakukan perusahaan dalam menjaga keberlanjutannya.


Citra Merek

Citra merek merupakan serangkaian asosiasi yang ada dalam benak konsumen terhadap suatu merek, biasanya terorganisasi menjadi suatu makna. Citra merek juga dikatakan sebagai penglihatan dan kepercayaan yang terpendam di benak konsumen sebagai cerminan asosiasi yang tertahan di ingatan konsumen. Citra merek dapat diukur melalui tiga kategori:

1. Favorability of brand association

Suatu merek menciptakan sikap yang positif jika atribut dan manfaat merek tersebut dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.

2. Strength of brand association

Asosiasi yang terbentuk dari informasi yang masuk kedalam ingatan konsumen dan bagaimana

informasi tersebut bertahan sebagai bagian dari brand image

3. Uniqueness of brand association

Merek yang unik dan menarik mampu menimbulkan asosiasi yang kuat di dalam pikiran pelanggan


Kepercayaan Merek

Kepercayaan merek merupakan kemampuan merek untuk dipercaya, bersumber pada keyakinan konsumen bahwa produk tersebut mampu memenuhi nilai yang dijanjikan, dan didasarkan pada keyakinan konsumen bahwa merek yang ditawarkan mampu mengutamakan kepetingan konsumen, (Delgado, 1999). Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi kepercayaan terhadap merek.Ketiga faktor ini merupakan tiga entitas yang tercakup dalam hubungan antara merek dan konsumen, (Lau dan Lee, 1999). Hubungan ketiga faktor tersebut dengan kepercayaan merek dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Brand characteristic mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan analisa dan evaluasi konsumen untuk mempercayai suatu merek. Hal ini disebabkan oleh konsumen melakukan penilaian sebelum percaya pada merek, meliputi tingkat komitmen akan nilai unik yang diasosiasikan terhadap merek.

2. Company characteristic yang ada di balik suatu merek juga dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut. Pengetahuan konsumen tentang perusahaan yang ada di balik merek suatu produk merupakan dasar awal pemahaman konsumen terhadap merek suatu produk. Karakteristk ini meliputi reputasi suatu perusahaan, motivasi perusahaan yang diinginkan, dan integritassuatu perusahaan.

3. Consumer-brand characteristic merupakan dua kelompok yang saling mempengaruhi. Karakteristik ini meliputi kemiripan antara konsep emosional konsumen dengan kepribadian merek, kesukaan terhadap merek, dan pengalaman terhadap merek.


Loyalitas Merek

Loyaliats merek sebagai suatu ukuran keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek. Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya seorang pelanggan beralih ke merek lain yang ditawarkan oleh pesaing, terutama jika pada merek tersebut didapati adanya perubahan baik menyangkut harga atau atribut lainnya, (Aaker, 2009). Terdapat dua aspek dari loyalitas merek, yaitu: perilaku (behavioral) dan sikap (attitude). Perilaku meliputi pembelian secara berulang dari sebuah merek, sedangkan sikap meliputi tingkat komitmen akan nilai unik yang diasosiasikan terhadap merek (Chaudhuri dan Holbrook, 2001).


Manfaat Identitas Merek

1. Distribusi 

Adanya identitas merek, pada distributor akan lebih percaya untuk menyalurkan produk atau jasanya. Konsumen dan masyarakat yang percaya dengan brand tersebut akan berdampak baik terhadap distributor.

2. Kesetiaan Konsumen

Konsumen yang sudah mengetahui brand akan mendapatkan manfaat mengenai loyalitas atau kesetiaan konsumen. Dengan menjaga kualitas produk atau jasa yang di tawarkan maka pembisnis memiliki kesempatan yang besar untuk memperoleh kesetiaan konsumen. Dengan begitu secara tidak langsung, pembisnis juga akan menambah pendapatan. Karena konsumen akan selalu membeli atau mengkonsumsi produk atau jasa dari bisnis tersebut saat ia merasa butuh.

3. Mendapatkan Referensi Profesional

Bisa mendapatkan rekomendasi dari profesional dengan mudah, karena mereka menilai brand tersebut memiliki kredibilitas yang tinggi. Sehingga dengan mudah para profesional akan memberikan rekomendasi saat ada orang yang sedang mencari produk atau layanan dari bisnis tersebut.


Fungsi Merek

Menurut David Haigh seorang CEO dan ahli dalam bidang branding, merek memiliki 3 fungsi Utama, yaitu :

1. Navigation

Sebagai panduan bagi konsumen untuk menentukan pilihan terhadap sebuah produk/layanan. Ketika sudah begitu banyaknya produk dan layanan serupa yang ditawarkan di pasaran, sangat memungkinkan muncul kebingungan bagi konsumen untuk menentukan pilihan. Merek di sini berfungsi sebagai panduan bagi konsumen dalam memilih produk/layanan.

2. Reassurance

Merek berfunsi sebagai media yang dapat mengkomunikasikan kualitas intrinsik dari produk atau layanan dan meyakinkan pelanggan bahwa mereka telah membuat pilihan yang tepat.

3. Engagement

Brand dapat berfungsi sebagai alat yang dapat menciptakan keterikatan antara produk/jasa dengan pelanggan. Hal ini dapat dilakukan ketika pelanggan memiliki persepsi bahwa dirinya terwakili oleh brand tertentu.


Tipe Branding

Terdapat 5 tipe dari aktivitas branding, diantaranya :

1. Co-Branding

Co-branding dikenal juga sebagai kemitraan merek, mencakup beberapa jenis kolaborasi branding yang biasanya melibatkan merek setidaknya dua perusahaan. Setiap merek dalam aliansi strategis tersebut berkontribusi pada identitasnya sendiri untuk menciptakan merek yang melebur dengan dukungan logo unik, pengenal merek dan skema warna. Co-branding dilakukan untuk menggabungkan kekuatan pasar, kesadaran merek, asosiasi positif, dan kekuatan dua merek atau lebih untuk “memaksa” konsumen membayar premi yang lebih besar bagi mereka.

2. Digital Branding

Digital Branding adalah salah satu konsep Pemasaran yang bisa dilakukan para pebisnis yang mulai melek akan teknologi. Pemanfaatan teknologi informasi, menjadi satu faktor bagaimana sebuah trik Digital Branding berhasil dilakukan. Secara sederhana, Digital Branding didefinisikan sebagai metode pemanfaatan teknologi untuk memasarkan produk atau bisnis yang anda miliki saat ini, tujuan nya sudah jelas yakni untuk meningkatkan omset penjualan dan profit dalam bisnis yang sedang anda kelola saat ini.

3. Personal Branding

Personal Branding adalah tentang bagaimana seseorang mengembangkan dan memaksimalkan potensi/ketrampilan diri (skill), perilaku (behaviour) dan memahami nilai unggul (value) apa yang ingin dilakukan dan ingin dicapai dalam dirinya.

Oleh karena itu, personal branding ini dibagi menjadi 2 macam yaitu :

Alami (natural) : seseorang yang dengan alami sudah melakukan personal branding tanpa disadarinya.

Buatan (by design) : seseorang yang dengan sengaja menciptakan personal brandingnya untuk mencapai hal tertentu.

4. Cause Branding

Cause Branding adalah bisnis  berorintasi laba yang bekerja sama dengan bisnis nirlaba untuk tujuan tertentu. Sebuah kolaborasi yang saling menguntungkan karena bisnis Nirlaba menerima dorongan dalam donasi dan bisns berorientasi laba akan menerima dorongan dari sisi branding.

5. Country Branding

Country branding adalah sebuah aktifitas dari sebuah negra dalam memperkenalkan atau semakin memperkenalkan negranya melalui potensi yang dimilikinya. Indonesia dalam hal in melakukan AKtifitas Country Branding melalui Program Wonderful Indonesia.


Cara Membangun Identitas Merek

1. Buat Kesan yang Unik 

Agar mudah diingat oleh orang, buatlah kesan yang unik atau yang berbeda dari brand. Dengan melalui gambar yang iconic, slogan yang mudah diingat dan menarik, suasana yang berbeda, dan berkesan dan berbagai macam lainnya. Ingatlah bahwa kesan pertama merupakan hal yang penting, jadi jangan sampai mengecewakan konsumen saat kedatangannya yang pertama.

2. Konsisten

Konsistensi sangat dibutuhkan untuk memudahkan konsumen mengingat suatu brand. Jika tidak konsisten atau sering mengubah gaya atau ciri khas bisnis, maka konsumen akan sulit mengingatnya bahkan mungkin mereka merasa bingung dan aneh.

3. Berbeda

Berikan sesuatu yang berbeda dari kompetitor. Untuk menciptakan sesuatu yang berbeda pembisnis dapat melakukan riset terlebih dahulu ke pasar. Selain itu, pembisnis juga dapat melihat pesaing, cari tahu kekurangan pesaing kemudian terapkan solusi atau penawaran yang lebih di brand tersebut.

4. Berhubungan / Interaksi

Sebuah bisnis pasti dibangun dalam suatu wilayah di mana mereka memiliki nilai dan budaya sendiri.

Dalam membangun brand, pembisnis juga harus memperhatikan nilai dan budaya yang ada. Salah satu caranya adalah dengan menyesuaikan cara komunikasi dengan karakteristik bisnis dan konsumen.

5. Komunikasi Langsung

Komunikasi langsung ini berkaitan dengan pelayanan yang diberikan. Dengan cara memberikan ruang untuk konsumen melakukan komunikasi dengan brand tersebut.


Elemen Penting dalam Identitas Merek

1. Logo

Logo adalah bagian yang paling dikenal dari sebuah merek. Logo merupakan satu bagian penting dari brand identity. Meskipun logo bukan keseluruhan dari identitas sebuah merek, namun logo adalah elemen penting dalam proses branding. Karena logo berhubungan dengan bisnis dan produk, mulai dari produk, media sosial, website, media promosi lain, kartu nama, proposal kerja sama dan lain sebagainya.

2. Bentuk Menarik

Bentuk yang menarik mencakup banyak hal seperti kemasan, cara penyajian, interior toko, desain website, desain media sosial, penampilan karyawan serta layanan kepada konsumen.

3. Warna

Studi mengenai “dampak warna pada pemasaran” manyatakan bahwa 90% orang akan mengambil keputusan secara cepat untuk membeli produk atau tidak karena alasan warna. Produk dengan warna yang lebih menonjol dari yang lain dikatakan dapat lebih dikenali dan diingat oleh konsumen. Selain itu, warna juga memengaruhi bagaimana konsumen melihat “kepribadian” dari merek tersebut.

4. Bahasa

Gunakan bahasa yang sesuai dengan identitas merek. Jika identitas yang dibangun adalah merek yang mewah, maka gunakan bahasa yang profesional. Namun jika identitas yang dibentuk lebih kasual, maka cobalah untuk lebih banyak bicara menggunakan bahasa yang lebih akrab.

5. Template

Elemen ini biasanya ditemukan dalam hal surat menyurat dan dokumen. Membuat template untuk hal semacam ini akan memberikan bisnis tersebut tampilan dan nuansa yang lebih terpadu, kredibel, dan profesional.

6. Konsistensi

Konsistensi menjadi elemen yang dapat menumbuhkan atau bahkan menghancurkan identitas merek. Ini karena konsisten dibutuhkan dalam seluruh elemen pembentuk identitas.

7. Fleksibilitas

Fleksibilitas memungkinkan penyesuaian dalam promosi, slogan, dan bahkan memodernisasi serta modifikasi identitas untuk membuat konsumen tertarik. Namun dalam hal ini ada hal yang perlu diperhatikan yakni penyesuaian yang dibuat harus konsisten di seluruh elemen merek.

8. Dokumen

Salah satu cara paling efektif untuk memastikan bahwa identitas merek dibangun dengan konsisten adalah dengan membuat seperangkat pedoman dan mendokumentasikan segala hal yang harus dan tidak boleh dilakukan. Menciptakan panduan yang jelas dan terpadu akan memudahkan pemasar dalam membangun identitas merek agar terus sejalan dengan identitas yang telah ditentukan.

9. Emosi

Sesuatu akan lebih dikenal dan terasa lebih dekat jika terhubung secara emosional. Identitas merek yang kuat dapat membangun hubungan emosional dengan konsumen. Ini merupakan dasar yang kuat untuk membangun hubungan yang langgeng antara konsumen dengan merek.

10. Promosi

Melakukan promosi merupakan cara yang harus ditempuh untuk memperkenalkan merek kepada target pasar. Ini adalah cara agar indentitas merek suatu produk dapat diketahui.


KESIMPULAN

Brand identity adalah elemen kasat mata yang dibuat perusahaan untuk menyampaikan pesan, visi-misi, serta nilai-nilai perusahaan kepada calon pelanggan. Brand identity biasanya ditampilkan dalam bentuk simbol atau logo perusahaan yang dibentuk sebagai karakter (persona), dengan tujuan agar lebih dikenal. Di sisi lain, brand identity juga berkaitan dengan karakter perusahaan dalam merespon kebutuhan konsumen, apakah terkesan sebagai perusahaan untuk anak muda, perusahaan santai, disiplin, dan sebagainya.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. “Semua Hal Tentang Brand Identity Yang Perlu Anda Ketahui.” Jurnal, 12 Dec. 2019, 

Darisman, Aris. “Apa Itu Identitas Merek/Brand Identity.” BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif, 24 June 2020. 

Nugroho, Andy. “Pentingnya Membangun Brand Identity Bagi Perusahaan.” Qwords, 16 Sept. 2020.

Zebuah, Ade Jermawinsyah. “Analisis Identitas Merek, Loyalitas Merek, Citra Merek, Dan Kepercayaan Merek Toyota.” Jurnal Manajemen Pemasaran, vol. 12, no. 2, 2018, pp. 61–68.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.