Desember 01, 2022

Pentingnya Pelatihan Keahlian SDM dalam Bisnis



Abstrak

Adanya langkah yang diambil perusahaan dalam pelatihan SDM menjadi usaha yang tepat untuk meningkatkan potensi karyawan dalam mencapai tujuan akhir perusahaan. Dengan adanya pelatihan, maka akan terbentuk SDM yang berkualitas terlebih diera digitalisasi dan globalisasi saat ini, persaingan yang ketat menyebabkan tekanan yang tinggi pula dalam perusahaan. Perusahaan perlu merencanakan langkah-langkah apa saja yang harus diperjuangkan agar bisnisnya mampu bersaing secara global.

Kata kunci : Pelatihan, SDM, Kewirausahaan


Pendahuluan

Dewasa ini, semakin ketatnya persaingan bisnis membuat perusahaan bersikap kompetitif dalam mengembangkan bisnisnya. Perusahaan yang berkualitas dan hebat, akan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. SDM yang memadai akan membantu tercapainya peningkatan keuntungan dalam bisnis, di sinilah dibutuhkan pelatihan dan pengembangan SDM untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Pada dunia yang kompetitif saat ini siapa yang mampu bertahan dan memberikan sesuatu yang dibuthkan oleh pasar maka dialah yang menang.

Pembahasan

  • Pelatihan dan Pengembangan SDM

Seorang ahli ekonomi yakni Rivai dan Simamora menjelaskan opinininya mengenai pelatihan, menurutnya yang dikatakan pelatihan adalah suatu proses yang sisitematis untuk mengubah tingkah laku karyawan dalam rangka meningkatkan upaya mencapai tujuan perusahaan. Sedangkan menurut Robert L. Manthis, pengembangan adalah kegiatan yang memiliki kaitan erat dengan peningkatan keahlian karyawan untuk pertumbuhan dan perkembangan suatu organisasi. Sehingga dari 2 definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan dan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan serangkain upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk memberdayakan, menambah kemampuan, dan membina keahlian para karyawannya guna mencapai tujuan organisasi.


  • Prinsip- prinsip Metode Pelatihan dan Pengembangan

Prinsip-prinsip tersebut di antaranya adalah :

1. Motivasi

Perusahaan harus membangun motivasi karyawan setinggi mungkin, karena dengan motivasi yang tinggi maka kemauan karyawan untuk mencapai tujuan akhir perusahaan semakin dimaksimalkan.

2. Laporan kemajuan

Departemen SDM harus selalu melakukan pencatatan kemajuan kerja karyawan, hal ini sangat diperlukan agar perusahaan dapat mengevaluasi seberapa jauh kemampuan dan kontibusinya dalam menyukseskan perusahaan.

3. Perbedaan individu

Pengembangan pelatihan harus didasarkan pada karakter dan latar belakang setiap karyawan, karena seperti yang kita ketahui bahwa setiap individu memiliki cara kerja yang berbeda.

4. Praktek

Semua metode pengembangan yang telah dilakukan oleh perusahaan harus di praktekkan secara langsung oleh karyawan dan dilakukan pemantauan, hal ini guna mengetahui kesalahan-kesalahan yang perlu diperbaiki.


  • Kewirausahaan

Kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai suatu usaha seorang individu dalam melakukan identifikasi, pengembangan, serta pembawaan visi misi ke dalam kehidupan yang berjuang pada dibentuknya usaha. Sedangkan orang yang menjalankan wirausaha ini disebut dengan wirausahawan. Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya mengenai kewirausahaan, J.B Say (1803) berpendapat bahwa wirausaha merupakan seorang pengusaha yang memiliki kemampuan dalam mengelola, mengorganisasikan, dan berani menanggung semua resiko dalam penciptaan peluang usaha. Sementara ahli lain yakni Penrose (1963) berpendapat bahwa kegiatan wirausaha mencakup identifikasi peluang- peluang dalam sistem ekonomi. Adanya kegiatan wirausaha ini bertujuan untuk menghasilkan sesuatau yang memiliki nilai tambah lebih dibandingkan sebelum produk itu diolah, guna mendorong semangat serta mensosialisasikan pengaruh wirausaha terhadap orang lain, dan untuk memenuhi kesejahteraan dan segala kebutuhan manusia.


  • Ciri dan Karakteristik Wirausaha

1. Selalu berpikiran positif

Dalam menjalankan bisnis, seorang wirausahawan haru selalu berpikiran positif karena hal ini akan mempengaruhi hasil dan prospek kerja pebisnis tersebut.

2. Berani mengambil segala resiko

Seorang wirausahawan tidak akan takut akan kegagalan karena adanya kegagalan akan dijadikan sebagai alat pembenahan diri dan batu loncatan bisnis yang ia jalankan. Dari adanya kegagalan inilah bisnisnya mampu tumbuh lebuh baik.

3. Berorientasi pada masa depan

Seorang wirausahawan harus berpikiran visioner dan selalu merencanakan inovasi-inovasi jangka panjang, ia harus peka akan lingkungan sekitar untuk dikembangkan menjadi bisnis.

4. Selalu percaya diri

Seorang wirausahawan akan selalu percaya diri dalam setiap langkah yang diambilnya, karakter ini berkaitan erat dengan berani mengambil resiko.

5. Berorientasi pada hasil

Seorang wirausahawan akan selalu memikirkan hasil akhir dari bisnisnya, kepuasan konsumen akan selalu menjadi acuannya dalam memperbaiki dan mengembangkan bisnis.


Daftar Pustaka

T. Hani, Handoko. Manajeman Personalia dan Sumber Daya Manusia (Yogyakarta : BPFE Yogyakarta, 20221), 103. Diakses dari http://digilib.uinsby.ac.id/1126/3/Bab%202.pdf

Maldona dan Siswanto, Perencanaan Tenaga Kerja Tinjauan Inegratif (Malang: UIN- Maliki Press, 2012), 217 Diakses dari http://digilib.uinsby.ac.id/1126/3/Bab%202.pdf

Rahma, A. (2022). Apa Itu Wirausaha dan Pengertian Kewirausahaan dalam Bisnis. Diakses pada 22 November Pukul 17.13 dari https://majoo.id/solusi/detail/pengertian-wirausaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.