Desember 04, 2022

STRATEGI MEMPERKUAT BRAND IDENTITY UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN


Oleh: Fhiladelvia (@V25-Fhiladelvia)

ABSTRAK

Brand identity adalah "wajah" perusahaan, di mana penilaian pertama yang memengaruhi minat konsumen dimulai dari identitas merek. Ketika sebuah perusahaan memiliki ciri khas yang tercermin dalam identitasnya, konsumen lebih mudah mengenali karakteristik produk perusahaan tersebut. Elemen brand identity terdiri dari nama brand, logo, slogan dan kisah merek. Banyak strategi yang dapat diterapkan untuk menguatkan brand identity, diantaranya yaitu brand positioning, riset pasar dan competitor, desain dan warna logo, komunikasi dengan konsumen dan sebagainya. Brand identity ini penting sekali bagi sebuah bisnis untuk membangun loyalitas dan kepercayaan konsumen terhadap bisnis yang dikembangkan.

Kata Kunci: brand, identitas bisnis


PENDAHULUAN

Tingkat persaingan bisnis di Indonesia sangat ketat. Hal ini terjadi karena setiap perusahaan senantiasa berusaha untuk dapat meningkatkan pangsa pasar dan meraih konsumen baru. Perusahaan harus dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat agar usahanya dapat bertahan dan memenangi persaingan, sehingga tujuan dari perusahaan tercapai. Pada dasarnya, semakin banyak pesaing, maka semakin banyak pula pilihan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang sesuai dengan harapannya. Dewasa ini, konsumen sangat sulit di jaga kesetiaannya, mengingat banyak sekali konsumen yang lebih teliti, lebih menuntut, lebih pintar untuk memilih produk atau pun jasa dengan kualitas terbaik dan harga termurah, serta sangat sulit untuk dipuaskan keinginannya oleh perusahaan. Konsumen tidak hanya berperan sebagai pembeli dari sebuah produk atau jasa yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan, namun konsumen juga berperan sebagai sumber penghasilan tetap apabila ia melakukan pembelian yang berulang dan rutin. Untuk mencapai loyalitas konsumen secara konstan, perusahaan membedakan dirinya melaui identitas merek. Identitas merek dikatakan sebagai karakteristik khas dari sebuah merek. Konsumen dapat mengambil keputusan produk mana yang akan dibeli dengan melihat merek apa yang dipakai serta manfaat apa yang didapatkan oleh produk tersebut.

PEMBAHASAN

A. Identitas Brand

Idetitas brand atau brand identity adalah suatu nama yang menggambarkan janji kepada konsumen. Identitas brand perlu untuk berresonasi dengan konsumen agar menjadi efektif. Identitas brand juga merupakan sesuatu yang menjadi pembeda dengan merek perusahaan lain dan menggambarkan suatu kegiatan yang akan dilakukan oleh organisasi suatu perusahaan kedepannya.

Elemen brand adalah upaya visual bahkan kadangkala fisik yang bertindak mengidentifikasi dan mendeferensiasi suatu produk atau jasa perusahaan. Elemen brand formal seperti nama, jenis logo, dan slogan bersatu membentuk identitas visual suatu brand atau perusahaan. (Kotler & Pfoertsch, 2008). Beberapa elemen brand identity adalah sebagai berikut:

  1. Nama Brand, merupakan yang pertama dan mungkin ekspresi terbesar atau wajah dari suatu produk. Nama yang dipilih dengan baik untuk suatu perusahaan, produk, atau jasa dapat menjadi aset berharga, seperti halnya brand itu sendiri. Nama brand akan digunakan dalam segala bentuk komunikasi antar perusahaan dengan konsumen prospektifnya (Kotler & Pfoertsch, 2008).
  2. Logo, merupakan tampilan grafis dari nama brand atau perusahaan. Kekuatan simbol tidak boleh dianggap remeh “karena manusia cenderung menjadi lebih mudah menerima citra dan simbol dibanding yang lainnya, logo yang kuat dapat memberi kohesi dan membangun kesadaran identitas brand, memudahkan pengenalan dan ingatan kembali” (Kotler & Pfoertsch, 2008).
  3. Slogan (Tagline), merupakan kalimat yang mudah dikenal dan diingat yang seringkali menyertai nama brand dalam program komunikasi pemasaran. Tujuan utama slogan adalah mendukung citra brand yang diproyeksikan oleh nama dan logo brandAdanya identitas brand memberikan persepsi yang khas dari perusahaan untuk konsumen agar dapat mengenal suatu produk yang telah ditawarkan kualitasnya. Brand adalah petunjuk yang digunakan oleh konsumen. (Kotler & Pfoertsch, 2008).
  4. Kisah Merek. Kisah dapat menjadi lebih dan lebih penting dalam kehidupan perusahaan. Sebagai suatu konsep, kisah bahkan memenangkan tempat berpijak yang penting dalam perdebatan tentang cara brand masa depan akan dibentuk.

B. Pentingnya Brand Identity

1. Kepribadian
Identitas merek adalah representasi visual dari nilai-nilai dan “kepribadian” merek bisnis. Desain identitas pada dasarnya menentukan nada merek, dan dapat digunakan untuk membangkitkan perasaan tertentu pada audiens. Identitas merek harus dirancang untuk mengomunikasikan pesan perusahaan secara keseluruhan dan mempromosikan tujuan bisnis.

2. Konsistensi
Mengembangkan identitas merek memungkinkan terciptanya pesan yang konsisten di semua materi pemasaran. Setiap bagian harus berbagi gaya inti dan elemen desain yang sama untuk membuat paket branding yang kohesif.

3. Diferensiasi       
Identitas merek membantu perusahaan lebih unggul dari persaingan dan memposisikan merek dengan benar. Mengembangkan desain identitas yang kreatif dan profesional dapat membantu bisnis lebih unggul dihadapan pelanggan potensial di pasar.

4. Kesadaran
Menciptakan identitas merek memastikan bahwa merek Anda berada di depan dan di tengah semua materi pemasaran, sehingga membantu meningkatkan kesadaran merek. Semakin banyak tempat merek Anda muncul, semakin terhubung dengan konsumen dan semakin diingat.

5. Loyalitas
Identitas merek yang efektif dapat membantu membangun loyalitas dan kepercayaan pelanggan terhadap merek karena memungkinkan pelanggan membuat hubungan antara produk dan perusahaan.

C. Strategi Membangun Brand Identity

Setiap perusahaan pasti memiliki brand. Dalam meningkatkan reputasi suatu brand adalah hal yang tidak mudah. ada beberapa strategi yang harus diperhatikan ketika ingin meningkatkan suatu brand, yaitu sebagai berikut:

  1. Barang harus berkesan dan unik
  2. Konsisten dalam meningkatkannya
  3. Brand tidak boleh sama dengan perusahaan lain
  4. Berhubungan atau Interaksi
  5. Komunikasi dilakukan secara langsung

Reid (2006) mengemukakan beberapa langkah dalam membentuk brand identity, yaitu sebagai berikut :

  1. Membuat rancangan bisnis, visi dan misi, dan beberapa hal yang menunjukkan bahwa merek tersebut berbeda dengan lainnya.
  2. Melakukan survey atau wawancara kepada masyarakat mengenai persepsi mereka terhadap suatu merek.
  3. Melakukan penelitian terhadap merek pesaing yang memiliki kemiripan.
  4. Membuat logo, tagline, dan hal-hal lainnya yang mendukung dalam pembentukan brand identity.
  5. Melakukan survey secara berkala mengenai persepsi masyarakat terhadap merek tersebut.

Selain strategi diatas, terdapat juga enam poin penting dalam menciptakan brand identity yang kuat, konsisten, dan menarik, antara lain:

1. Brand positioning harus jelas
Bagian pertama dalam menciptakan identitas merek adalah menentukan tujuan dan posisi merek bisnis. Brand Positioning mengatakan apa produk yang ditawarkan dan mengapa produk tersebut adalah pilihan yang lebih baik daripada pesaing. Ini menginformasikan strategi perusahaan saat membuat logo, memutuskan palet warna, dan lainnya.

2. Riset pasar dan kompetitor secara menyeluruh
Saat ingin memulai bisnis, wirausahawan perlu mengetahui adakah bisnis serupa di luar sana. Jika telah melakukan riset, tentunya akan lebih mudah dalam Menyusun strategi dan konsep sehingga dapat lebih tepat dalam mengolah perbedaan pada bisnis yang dibuat dengan kompetitor.

3. Konsistensi
Konsistensi sangat dibutuhkan untuk memudahkan konsumen kamu mengingat brand. Jika tidak konsisten atau sering mengubah gaya atau ciri khas bisnis, maka konsumen akan sulit mengingatnya bahkan mungkin mereka merasa bingung dan aneh.

4. Logo bukan satu-satunya elemen brand identity
Logo memang memiliki peran tersendiri dalam mengembangkan brand identity yang dapat membuat konsumen dengan mudah mengenali bisnis kamu. Namun logo bukan satu-satunya elemen penting untuk mengembangkan identitas brand. Perlu elemen lain yang tak kalah penting untuk membangun identitas. Misal, cara menyapa pelanggan, cara melayani pelanggan.

5. Palet warna yang menarik
Pemilihan warna logo juga sangat penting dalam brand identity. Setiap warna memiliki arti psikologi, seperti warna biru yang menunjukkan ketenangan dan warna merah serta kuning yang mengungkapkan gairah dan energi. Bergantung pada warna atau warna warna yang digunakan, emosi itu dapat disesuaikan.

6. Menampilkan ciri khas
Ciri khas merupakan hal yang perlu dikedepankan dalam membentuk brand identity. Ingatan yang lekat dalam benak pelanggan sehingga mereka mau melakukan repeat order.


KESIMPULAN

Dengan demikian, kesuksesan sebuah bisnis dapat dilihat berdasarkan bagaimana bisnis atau produk yang ditawarkan tersebut dipandang unik oleh masyarakat atau konsumen. Lebih dari sekedar pemasaran, branding merupakan keseluruhan efek yang menciptakan identitas tak terlupakan oleh konsumen. Apabila sebuah brand sudah memiliki brand identity yang kuat, pasti akan mudah dikenali oleh banyak orang. Bahkan, konsumen bisa menjadi sangat loyal karena telah memiliki persepsi yang baik terhadap brand tersebut.

Jadi, selain menjadi pembeda dari kompetitor, brand identity juga dapat menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan customer loyalty.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ibnu. (2020, Desember 1). Brand Identity: Pengertian, Manfaat Dan Tips Dalam Membangunnya. Retrieved from accurate.id.

Oscario, A. (2013). Pentingnya Peran Logo dalam Membangun Brand. Humaniora4(1), 191-202.

Zullaihah, R., & Setyawati, H. A. (2021). Analisis Pengaruh Iklan, Identitas Merek, dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Minat Beli Ulang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi (JIMMBA)3(1), 169-184.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.