Rabu, Oktober 30

AYAM BAKAR MADURA

Dalam kondisi ekonomi yang sedang melemah akhir-akhir ini, banyak usaha yang mengalami kebangkrutan, namun terdapat sebuah bisnis yang terus berkembang. Bisnis apakah itu? BISNIS KULINER.

Jumat, Oktober 18

ALAT BANTU UNTUK PEKERJAAN SOLDER PADA KOMPONEN ELEKTRONIKA


HAND VICE EQUIPMENT SEBAGAI ALAT BANTU KERJA

Oleh BOY RAJA SAHAT TARULI TUA SITUMORANG ( @P08-BOY)

Dalam sebuah pekerjaan teknik maupun non teknik, peralatan adalah sebuah pelengkap yang sangat penting bagi mununjangnya kenyamanan, keselamatan dan peningkatan pencapaian hasil kerja atau pencapaian target. 

Pengembangan Produk Kaos Custom

Oleh Ardian Subagaya (@P-37

Kebutuhan primer manusia untuk menjalani masa hidup ada 4 sektor, yaitu pangan, papan dan sandang. 

1. Pangan: kebutuhan makanan
2. Papan: kebutuhan bertempat tinggal
3. Sandang: kebutuhan pakaian

Kemudian yang akan dibahas pada kesempatan kali ini adalah pada sektor sandang yaitu pakaian.

Kamis, Oktober 17

Pengembangan Produk Perangkat Lunak dengan Metode yang Kekinian

Oleh: Dwicandra Ekastrya (@P22-DWICANDRA)

Perkembangan dunia bisnis saat ini memang bisa dibilang sangat cepat sekali. Banyak sekali bisnis-bisnis baru yang bermunculan sebagai start-up yang meramaikan pasar baik di dalam maupun luar negeri. Sebagian besar dari start-up tersebut sudah mulai sadar akan peran teknologi informasi sehingga merasa perlu untuk membuat aplikasi mobile untuk menjangkau calon pelanggan lebih luas.

Pengambangan Produk Baru Tas Selempang Wanita

Oleh : Nur Syaifuddin (@P39-NUR)


Keberadaan sebuah tas bagi seseorang terutama wanita sudah menjadi suatu keharusan. Saat ini, pasar untuk tas wanita masih sangat luas karena tas merupakan salah satu kebutuhan wajib wanita. Umumnya wanita selalu menyertakan tas untuk melengkapi penampilannya, terutama saat mereka sedang berpergian. Untuk penunjang stylish wanita, ada banyak jenis tas yang berbeda ukuran dan modelnya yang wanita gunakan di setiap aktivitas. 

Pengembangan Bisnis ala Startup menggunakan Design Thinking

Dalam menjadi praktisi bisnis atau wirausahawan, kita perlu mengetahui apa yang akan kita lakukan dan publikasikan kepada calon konsumen atau mitra kita untuk tau dengan objek atau jasa yang kita ingin buat.

Pengembangan Produk Makanan Semur Ikan Lele

Ikan Lele, secara ilmiah terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatra Barat), ikan maut (Gayo), ikan seungko (Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia), ikan 'keli' untuk lele yang tidak berpatil sedangkan disebut 'penang' untuk yang memiliki patil (Kalimantan Timur).

PENGEMBANGAN PRODUK MAKANAN DORI SAMBAL MATAH

Pengembangan produk Dori Sambal Matah

Oleh : Irwan Herdiansyah (@P29-IRWAN)

Abstrak

Pengembangan produk sangat penting dilakukan untuk membentuk dan membuat inovasi baru, seperti kita ketahui pangsa pasar pada saat ini atau di era sekarang ini sangat pesat perkenbangannya dalam berbagai sektor, kita sebagai produsen harus bisa mencari ide dan inovasi baru terhadap produk yang akan kita jual dan yang akan kita pasarkan, mengutip dari artikel yang saya buat pengembangan produk makanan sangat besar peluangnya.
produk olahan makanan pada era sekarang ini sangat besar peluang dan marketnya, dari mulai jenis olahan makanan tradisional, makanan nusantara, dan makanan khas daerah begitu sangat di minatin, disini kita harus pintar dalam berinovasi dan mengembangkan produk olahan makanan yang ada agar menarik dan tidak membosankan pelanggan sehingga market akan terus berjalan.
DORI SAMBAL MATAH
produk olahan berbahan dasar ikan ini banyak di minati dalam berbagai olahan, kita banyak menemukan olahan yang berbahan dasar ikan. Misalkan pecel lele, ikan bakar, pepes ikan, gulai ikan, dan lain lain.
saya di sini ingin mengembangkan produk olahan yang berbahan dasar ikan yang bisa di makan bersamaan dengan nasi bahkan bisa di jadikan cemilan, banyak kalangan anak muda yang sering membeli cemilan yang instan namun sehat dan bergizi.
dori sambal matah adalah inovasi baru yang saya kembangkan untuk memberikan inovasi baru dalam olahan makanan yang berbahan ikan.
seperti kita ketahui banyak sekali persaingan di dunia kuliner pada saat ini. Di sini kita di tuntut untuk kreatif dan inovatif serta mempunyai ide ide bagus untuk di kembangkan, dalam hal ini saya yakin pengembangan produk yang saya kembangkan bisa bersaing di jajaran kuliner lain.
ada beberapa keunikan dari produk olahan makanan yang saya kembangkan diantaranya :
1. Berbahan dasar ikan dori
2. Denagn toping utama sambal matah
3. Di goreng chrispy
4. Banyak parian rasa dan toping yang kami sajikan
5. Penyajian dilakukan dengan kekinian simpel dan mudah di bawa 
6. Tentunya nilai gizi yang terkandung dalam ikan dori terjaga
Referensi :
https://cookpad.com/id/cari/fillet ikan dori

Pengembangan Product Baru Pada Big Data Pada Industri 4.0

Pengembangan Product Baru Pada Big Data Pada Industri 4.0

oleh : @p18-Tri

Perkembangan Industri Dunia saat ini telah memasuki era baru yaitu tahapan Revolusi Industri 4 atau pada zaman now lebih sering kita dengar dengan Industri 4.0 , Pertama kali konsep ini berasal dari sebuah proyek strategis pemerintah Jerman dalam pemanfaatan teknologi canggih system komputerisasi di bidang manufacturing.
Presentasi Industri 4.0 pertama kali dipublikasikan pada event Hannover Fair tahun 2011. Kemudian pada bulan Oktober 2012, Tim Kerja Industry 4.0 memaparkan rekomendasi pelaksanaan Industri 4.0 kepada pemerintah federal Jerman. Anggota kelompok Tim kerja Industri 4.0 diakui sebagai bapak pendiri dan perintis Industri 4.0.
Revolusi Industri 4.0
Konsep Industri 4.0

Era Industri 4.0 ini merupakan konsep baru dari Jerman untuk mengubah proses manufaktur dengan mengintegrasikan system informasi dalam mata rantai produksi mulai dari lini awal disain produk, proses produksi, pendistribusian, pelayanan (after sales) hingga perbaikan produk (updating).
Konsep dari Industri 4.0 ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas fabrikasi dengan mengurangi waktu proses produksi, pemasaran, pendistribusian sehingga meningkatkan efisiensi serta menekan biaya secara keseluruhan.
Terdapat empat prinsip kerja dalam Industri 4.0. Prinsip-prinsip ini membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengimplementasikan skenario-skenario Industri 4.0.

4 Pilar Industri 4.0
Revolusi Industri 4.0
Industri 4.0 memiliki empat pilar fungsional yaitu Big Data, Internet of Things, Internet of Services dan Cyber Security.
1. Internet of Things
Merupakan peningkatan Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan satu sama lain melalui jaringan cyber – Internet of Things (IoT).
2. Big Data
Peningkatan kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan data fisik secara digital dengan memadukan data-data digital dengan data sensor, dan data lainnya yang terkait. Proses ini mengumpukan data mentah dan selanjutnya akan di proses agar menghasilkan informasi data yang lebih kompleks.
3. Technical assistance
Yang pertama adalah peningkatan kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia dengan mengumpulkan dan membuat visualisasi informasi secara menyeluruh agar bisa membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah secara lebih cepat dan akurat.
Kedua, kemampuan sistem siber-fisik (robotik) untuk membantu manusia secara fisik dengan melakukan serangkaian tugas yang beresiko, terlalu berat, atau tidak aman bagi manusia.
4. Artificial Intelligence
Ada beberapa pengertian dari Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan ini :

“Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas” – H. A. Simon (1987)
“Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik dari manusia” – Rich and Knight (1991)

“Bagian dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia” – Idhawati Hestiningsih
Dari beberapa definisi diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa AI (Artificial Intelligence) / kecerdasan buatan merupakan sebuah teknologi komputer atau mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia.
Secara sederhananya kuranglebihnya, sebuah instruksi pintar yang diberikan kepada program maupun mesin sehingga si komputer atau mesin dapat mengumpulkan data, mempelajari kebiasaan, dan kemudian dapat mengambil keputusan sendiri.

Revolusi Industri
Revolusi Industri 4.0
Fourth Industrial Revolution – Industri 4.0 yang mulai menyebar di seluruh penjuru dunia saat ini akan terjadi fenomena massal rontoknya kelas menengah atas diseluruh dunia. Diprediksi akan akan banyak perusahaan-perusahan besar gulung tikar.
Revolusi industri keempat merupakan era digital ketika semua mesin terhubung melalui sistem internet atau cyber system. Situasi ini akan membawa dampak perubahan besar di masyarakat.
Contoh kasus, televisi yang selama ini menjadi satu-satunya media hiburan dan informasi perlahan mulai ditinggalkan.
Sebaliknya banyak masyarakat (publik) yang justru beralih ke kanal media sosial (facebook, youtube, Instagram, dll). Baik dalam beriklan produk, mencari informasi, hiburan dan lain-lain.
Perebutan konsumen antara taksi konvesional, ojek, transportasi umum dengan Taksi dan ojek online adalah soal kasus lainnya, dimana perubahan alur pemesanan konsumen transportasi dari menelpon via operator taksi, diambil alih oleh system jaringan cyber sehingga konsumen dapat langsung berinteraksi dengan pengemudi taksi online atau ojek online.
Inilah gejala baru revolusi industri keempat.

Dalam era yang baru, persaingan semakin keras. Pengusaha nasional Chairul Tanjung menyebut the winner takes all, pemenang mengambil semuanya. Jadi akan banyak yang tergilas.
Dengan era teknologi ini, ada fenomena yang perlu diperhatikan. The winner takes all, pemenang selalu mengambil keseluruhan pasar.
Di ranah cyber sendiri Google bisa mengambil alih hampir keseluruhan pasar dari Yahoo, yang notabene lebih dahulu exist didunia maya.
Berkat teknologi Artificial Intelligence yang diterapkan pada google, sehingga mesin pencari google dapat mengumpulkan data, mempelajari dan menyajikan pengalaman yang lebih baik untuk penggunanya.
Revolusi Industri adalah ketika kemajuan teknologi yang besar disertai dengan perubahan sosial ekonomi dan budaya yang signifikan.
Pada revolusi industri pertama, dari akhir 1700 sampai pertengahan 1800an, menandai transisi dari pembuatan barang menggunakan tangan dengan beralih ke mesin. Dimulai di Inggris dan diadopsi di Belgia, Prancis, AS dan menjalar ke negara-negara lain.
Hal itu dimungkinkan dengan memanfaatkan tenaga air dan uap. Selanjutnya pengembangan peralatan mesin dan pabrik, yang menyebabkan perubahan besar-besaran. Yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sementara revolusi industri kedua dimulai pada akhir 1800-an. Sebagian besar sebagai hasil dari penemuan listrik. Diantaranya era produksi massal dan jalur perakitan. Penyebaran teknologi yang luas seperti transportasi, telegraf, kereta api, gas dan air. Situasi ini menimbulkan pergerakan manusia dan informasi tidak seperti sebelumnya.
Sementara itu, revolusi industri ketiga muncul saat pengenalan komputer dan elektronik digital lainnya di tahun 1950an. Di antara perubahan kunci adalah otomasi, yang menyebabkan kenaikan fabrikasi bagi Cina.
Tugas dan keterampilan skill tak lagi menjadi primadona, ketika perakitan, diserahkan ke mesin. Dari sudut pandang konsumen dan budaya, era ini sering teridentifikasi dengan perubahan mendalam akibat diperkenalkannya televisi dan komputer pribadi.
Pada setiap tahapan revolusi industri ini memiliki dampak sosial ekonomi dan budaya yang besar, beberapa baik, beberapa buruk.
Kebutuhan dasar, seperti makanan dan pakaian, menjadi lebih tersedia. Perdagangan meningkat. Populasi melonjak saat orang berpindah dari daerah pedesaan ke kota.
Pada saat yang sama, polusi yang lebih banyak menyebabkan konsekuensi kesehatan yang serius, dan kondisi perburuhan yang tidak aman mengakibatkan keresahan pekerja.
Negara-negara yang mempelopori revolusi industri pertama mendominasi yang kedua juga. Peran Amerika yang kuat membantu AS menjadi pemimpin global di bidang manufaktur, yang menjadikan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 1913.
Selama revolusi ketiga, AS mulai menyerahkan peran pabrikan utamanya ke Cina karena perusahaan perusahaan di Cina menginvestasikan mesin produksi dan pendidikan industri dan memberikan kebijakan perdagangan yang murah.
Pada saat ini era itu mulai tergerus dengan lahirnya era digital yang menjadi penanda era globalisasi gelombang ketiga, dengan meletusnya revolusi industri keempat.

Era Industri 4.0
Era-Industri-4.0
Revolusi Industri 4.0
Pada revolusi industri 4.0 pada perkembangannya akan banyak yang menekankan kepada kemampuan Artificial Inteligence yang mampu menggerakkan robot-robot yang “lebih pintar” dan “tidak pernah mengeluh” sehingga banyak pekerjaan yang dikerjakan tenaga manusia digantikan dengan yang lebih murah, efisien dan berkualitas lebih tinggi.
Sebagai contoh apabila tadi diatas terjadi kegaduhan antara manusia dengan manusia ( supir taksi konvensional, supir angkot dengan supir taksi online ) maka ke depannya supir supir ini akan tergerus oleh mobil otonom yang dapat berjalan tanpa perlu supir.
Para pekerja dipabrik akan tergerus oleh robot – robot yang dapat melakukan produksi secara terus menerus tanpa pernah mengeluh dan lebih efisien.

PENGEMBANGAN PRODUK PESAWAT DALAM NEGERI CN235 PT-DI (DIRGANTARA INDONESIA)


PENGEMBANGAN PRODUK PESAWAT DALAM NEGERI
CN235 PT-DI (DIRGANTARA INDONESIA)
Oleh 
LUKMAN WIBISONO (@P38-LUKMAN) 

Indonesia adalah Negara kepulauan yang sangat besar dan luas, dan termasuk Negara Kepulauan Terbesar di Dunia. Di dalam Negara Kepulauan yang besar ini juga banyak SDM yang sangat bagus untuk Industri KeDirgantaraan Nasional. Indonesia adalah Negara satu-satunya di Asia Tenggara yang mampu memproduksi Pesawat Terbang.
Awal mula keterlibatan Bangsa Indonesia dalam Industri Dirgantara adalah saat Pemerintahan Kolonial Hindia-Belanda. Pada era pemerintah kolonial Belanda, tidak ada program desain pesawat terbang, melainkan mereka melakukan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan lisensi, evaluasi teknis dan keselamatan untuk semua pesawat yang beroperasi di seluruh Indonesia. Pada tahun 1914, Bagian Uji Terbang (Bagian Uji Terbang) didirikan di Surabaya dengan tugas untuk mempelajari kinerja penerbangan pesawat di wilayah tropis.
Kemudian pada tahun 1930, diikuti oleh pembentukan Bagian Produksi Pesawat (Bagian Pembuatan Pesawat Udara) yang menghasilkan pesawat AVRO-AL Kanada, dimana badan pesawat yang dimodifikasi terbuat dari kayu lokal. Fasilitas manufaktur ini kemudian dipindahkan ke Lapangan Udara Andir atau Lapangan Terbang Andir (sekarang Bandara Husein Sastranegara).



Pada tahun 1937, delapan tahun sebelum kemerdekaan Indonesia, dari permintaan pengusaha lokal dan beberapa pemuda Indonesia, yang dipimpin oleh Tossin membangun pesawat terbang di sebuah bengkel yang berlokasi di Jl. Pasirkaliki, Bandung. Mereka menamakannya pesawat PK. KKH. Pesawat ini pernah mengejutkan dunia penerbangan saat itu karena kemampuannya yang dapat terbang ke Belanda, Tiongkok dan sebaliknya. Sebelum ini, sekitar tahun 1922, Indonesia bahkan telah terlibat dalam modifikasi pesawat di rumah pribadi di Jl. Cikapundung, Bandung.
Pada tahun 1938, atas permintaan LW. Walraven dan MV. Patist - desainer PK. KKH - pesawat kecil dibangun di bengkel di Jl. Kebon Kawung, Bandung.
ERA KEMERDEKAAN
Pada tahun 1946, Biro Perencanaan & Konstruksi didirikan di TRI-Udara atau Angkatan Udara Indonesia (sekarang disebut TNI-AU). Disponsori oleh Wiweko Supono, Nurtanio Pringgoadisurjo, dan Sumarsono, sebuah lokakarya yang khusus didirikan di Magetan, dekat Madiun, Jawa Timur. Dari bahan sederhana sejumlah Zogling, pesawat ringan NWG-1 pun dibuat. Kemudian pada tahun 1948 mereka berhasil membuat mesin pesawat pertama, ditenagai oleh mesin Harley Davidson, yang disebut WEL-X. Dirancang oleh Wiweko Supono, pesawat itu kemudian dikenal sebagai RI-X
. 
Era ini ditandai dengan munculnya sejumlah klub aeromodelling yang menyebabkan lahirnya pelopor teknologi penerbangan, bernama Nurtanio Pringgoadisuryo. Tetapi mereka harus menghentikan kegiatan ini karena Pemberontakan Madiun komunis dan agresi Belanda.
Pada periode ini kegiatan penerbangan dilakukan sebagai bagian dari revolusi fisik untuk kebebasan nasional. Pesawat yang tersedia disini dimodifikasi untuk misi tempur. Agustinus Adisutjipto adalah sosok yang paling luar biasa dalam periode ini, yang merancang dan menguji terbang sebuah pesawat serta menerbangkannya dalam pertempuran udara. Pada tahun 1953 kegiatan ini dilembagakan menjadi Seksi Percobaan (Bagian Percobaan). Dikelola oleh 15 anggota, yang berada di bawah pengawasan Komando Depot Perawatan Teknik Udara, dipimpin oleh Mayor Udara Nurtanio Pringgoadisurjo.
Berdasarkan desain Nurtanio, pada 1 Agustus 1954, bagian tersebut berhasil menerbangkan prototipe 'Si Kumbang', sebuah pesawat yang terbuat dari full logam dengan satu tempat duduk dan dibuat sebanyak tiga unit.

UPAYA MEMBANGUN INDUSTRI PESAWAT
Lima faktor utama yang mengarah pada pendirian IPTN adalah: Ada beberapa orang Indonesia yang sejak lama bermimpi untuk membangun pesawat terbang dan mendirikan industri pesawat terbang di Indonesia; beberapa orang Indonesia yang memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membangun pesawat terbang dan industri pesawat terbang; beberapa orang Indonesia selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan, mereka juga sangat berdedikasi untuk memanfaatkan keahlian mereka untuk pendirian industri pesawat terbang; beberapa orang Indonesia yang ahli dalam pemasaran dan penjualan pesawat terbang untuk lingkup nasional dan internasional; kemauan politik dari Pemerintah yang berkuasa.
Semuanya dimulai oleh Bacharuddin Jusuf Habibie, seorang pria yang lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Ia lulus dari Aachen Technical High Learning, Departemen Konstruksi Pesawat, dan kemudian bekerja di MBB (Masserschmitt Bolkow Blohm), sebuah industri pesawat terbang di Jerman sejak 1965. Segera Habibie membentuk tim sukarela. Dan pada awal 1970 tim dikirim ke Jerman untuk mulai bekerja dan mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang penerbangan di HFB / MBB, tempat Habibie bekerja, untuk melaksanakan perencanaan awal mereka.

Ketika ia akan mendapatkan gelar doktornya pada tahun 1964, ia memiliki keinginan kuat untuk kembali ke negaranya untuk berpartisipasi dalam program pembangunan Indonesia di bidang industri penerbangan. Pada bulan September 1974, ATTP menandatangani perjanjian dasar untuk kerjasama lisensi dengan MBB, Jerman dan CASA, Spanyol untuk produksi helikopter BO-105 dan pesawat sayap tetap NC-212.

Selama 24 tahun terakhir pendiriannya, IPTN telah berhasil mentransfer teknologi penerbangan yang canggih dan mutakhir, sebagian besar dari belahan bumi barat, ke Indonesia. IPTN telah menguasai desain pesawat, pengembangan, dan manufaktur komuter regional kecil hingga menengah.




CN-235 PRODUCT DEVELOPMENT

·         Strategi Pengembangan Produk Baru
Pengembangan produk baru CN235 ini adalah Joint-Venture dengan perusahan dirgantara asal Spanyol CASA. Research & Development dilakukan bersama sama PT-DI & CASA dengan kesepakatan Transfer Teknologi.

·         Penciptaan Ide
Ide penciptaan produk ini awalnya adalah keperluan Angkut Militer. Namun banyaknya peminat pesawat ini menginginkan fungsinya menjadi Pesawat Komersial.

·         Pengembangan dan Pengujian Konsep
Pengembangan Desain produk ini dimulai pada tahun 1980. Prototype pertama pesawat ini diproduksi oleh CASA dengan nama “Elena” terbang pada November 1983. Dan prototype kedua bernama “Tetuko” yang di produksi oleh IPTN (Sekarang PT-DI) terbang pada Desember 1983.

·         Pengembangan Strategi Pemasaran
Produksi massal pada tahun 1986, untuk 10-100 versi. PT-DI sudah memproduksi lebih dari 220 versi untuk di Impor ke luar negeri. Sedangkan CASA sudah memproduksi lebih dari 330 versi. Pemasaran Produk ini kebanyakan ke Negara Asia & Afrika. Karena di Eropa sudah ada CASA.

·         Pengembangan Produk
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya PT-DI sudah memproduksi lebih dari 220 versi untuk di Impor ke luar negeri. Produk utamanya adalah :
o   CN235-220 untuk Sipil
o   CN235-220 untuk Militer Transport
o   CN235-220 untuk Misi Spesial
Belakangan ini juga ada rumor PT-DI akan menambahkan fiture gunships untuk CN235.


DAFTAR PUSTAKA


USAHA NASI KUNING / NASI UDUK SEBAGAI PENGISI LAPAR DI PAGI HARI

Oleh : Aprila Eki Priatna (@N21-APRILA)



      Nasi kuning / Nasi uduk adalah salah satu varian nasi yang banyak kita temui di seluruh penjuru tanah air. Rasanya yang gurih, membuat banyak sekali lauk yang cocok untuk dipadukan dengan Nasi ini.  Lauk dan sayur pelengkap dari nasi uduk sendiri bisa berupa tempe orek, telur yang dimasak dengan berbagai cara, tahu tempe teri kering, ayam goreng, jeroan, empal, urap-urap, dan masih banyak lainnya. Tidak boleh ketinggalan juga yaitu sambal dan krupuk.



  • SURVEY
    Mencari kebutuhan dan keingin warga sekitar tentang sebuah pangan, dan mencari bahan" pokok yang di butuhkan.
  • MELAKUKAN PENJUALAN
    Dalam melakukan pejualan di usahakan dalam sekali kecil dulu sambil mencari tau keingin dari konsumen agar penjualan dapat meningkat.
  • PENGEMBANGAN PRODUK
    Setelah mendapatkan banyak keinginan konsumen mulai menambahkan beberapa produk agar lebih banyak mendapkan perhatian dari konsumen.
  • MEMPERTAHANKAN KUALITAS
    Ini adalah bagian yang paling sulit mempertahankan mutu dan kualitas agar pelanggan selalu senang datang dan membeli produk yang di jual, di karenakan terkadang produk tidak sesuai dengan si pembeli oleh karena itu harus ada interaksi antara pedagang dengan pembeli saat ada perubahan yang terjadi.



Selasa, Oktober 15

Kenapa Perlu Adanya Pengembangan Produk?


Oleh : Fitriani Nur Afifah (@N14-FITRIANI)


Salah satu strategi untuk memperpanjang daur hidup produk (life cycle product) sehingga produk tidak mengalami tahap decline. Pengembangan produk ini diperlukan jika produk sudah memasuki tahap maturity yaitu, dimana produk perusahaan mengalami titik jenuh, ditandai dengan tidak terjadi penambahan konsumen sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu. Jika produk sudah mencapai tahap ini, dan perusahaan tidak segera melakukan strategi untuk menarik perhatian konsumen dan para pedagang. Hal ini akan mengakibatkan keuntungan yang diperoleh semakin menurun serta penjualan yang cenderung turun.

Siklus hidup suatu produk yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu : introduce, growth, maturity dan decline.

1) Tahap Introduce aLias Perkenalan
Pada tahap introduce ini produk baru lahir dan belum ada target konsumen yang tahu sehingga dibutuhkan pengenalan produk dengan berbagai cara kepada target pasar dengan berbagai cara.

2) Tahap Growth aLias Pertumbuhan
Ketika berada pada tahap growth ini, konsumen mulai mengenal produk yang perusahaan produksi dengan jumlah penjualan dan laba yang meningkat pesat dibarengi dengan promosi yang kuat. Hal ini akan menyebabkan semakin banyak penjual dan distributor yang turut terlibat dengan tujuan untuk mengambil keuntungan dari meningkatnya permintaan pasar terhadap produk perusahaan tersebut.

3) Tahap Maturity aLias Kedewasaan
Di tahap maturity ini produk perusahaan mengalami titik jenuh hal tersebut ditandai dengan tidak terjadi penambahan konsumen yang ada sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu. Jika produk sudah mencapai tahap ini, dan perusahaan tidak segera melakukan strategi untuk menarik perhatian konsumen dan para pedagang. Hal ini akan mengakibatkan keuntungan yang diperoleh semakin menurun serta penjualan yang cenderung turun.

4) Tahap DecLine aLias Penurunan
Pada tahap decline produk perusahaan mulai ditinggalkan konsumen untuk beralih ke produk lain karena produk tersebut sudah tidak memenuhi kebutuhan konsumen atau ada produk lain yang lebih bagus baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hal ini akan mengakibatkan jumlah penjualan dan keuntungan yang diperoleh produsen dan pedagang akan menurun drastis atau perlahan tapi pasti dan akhirnya mati.

Referensi :

ANALISA PENGEMBANGAN PRODUK BARU PADA RINTISAN USAHA WALLTS

ANALISA PENGEMBANGAN PRODUK BARU PADA RINTISAN USAHA WALLTS


Oleh : Gayatri Destyarini (@N25-GAYATRI)
41917110012

          Wallts adalah salah satu pemain baru di industri fashion, fokus memproduksi produk berupa dompet. Dompet yang dibuat oleh Wallts berbeda dari dompet lainnya yang menggunakan bahan kulit maupun imitasi, Wallts memproduksi dompet dengan bahan kanvas yang menjadi ciri khasnya. Untuk dapat bertahan di industri fashion, Wallts harus dapat mengembangkan produk baru dengan baik, agar dapat memenangkan persaingan yang ketat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan produk baru pada rintisan usaha Wallts didasarkan pada teori Kotler. Penelitian ini menggunakan metode kualitatatif dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi langsung kepada  informan yang  mengetahui  mengenai proses  pengembangan produk  pada  Wallts.  Hasil  dari penelitian ini didapatkan bahwa Wallts telah melakukan proses pengembangan produk baru sesuai dengan teori Kotler, hanya saja untuk poin pengembangan dan pengujian konsep, Wallts tidak melakukan analisis market ke segi konsumen yang lebih luas, karena pengembangan produk harus mencakup produsen dan keinginan dari konsumen. 
Hasil gambar untuk wallts

           Industri fashion tidak terlepas dari adanya sebuah produk. Dengan semakin banyaknya pelaku bisnis fashion, Wallts harus mampu mengembangkan produk baru yang unik, sehingga memiliki perbedaan dari produk lain yang sejenis. Dengan mengembangkan produk baru, akan terjadi sebuah daur hidup produk, karena usia produk yang semakin menua, jika produk tidak dikembangkan, perusahaan akan merugi karena pelanggan akan bosan dengan produk tersebut. Dalam mengembangkan sebuah produk, ada 8 tahap diantaranya, pemunculan gagasan, penyaringan gagasan, pengembangan dan pengujian konsep, pengembangan strategi pemasaran, analisis bisnis, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi. 




Pencarian gagasan

          Wallts telah melakukan proses pencarian gagasan dengan baik, pencarian gagasan dilakukan dengan teknik brainstorming antara bagian pengembangan produk dengan owner. Gagasanpun datang dari luar seperti dari konsumen maupun dari kompettior 

Penyaringan Gagasan
          Wallts  sudah  cukup  baik  dalam  menyaring  gagasan,  cara  yang  dilakukan  adalah  dengan mendiskusikan bersama dalam bentuk FGD dan membuat skala prioritas dari gagasan tersebut, sehingga gagasan yang mendapatkan nilai paling tinggi akan dipilih, dan paling rendah akan dibuang. 
Pengembangan dan Pengujian Konsep
          Wallts telah melakukan pengembangan dan pengujian konsep, hanya saja pengembangan dan pengujian konsep ini hanya dilakukan kepada teman-teman terdekat dari Wallts, tidak dilakukan kepada konsumen yang potensial seperti konsumen yang sudah pernah membeli,  dan calon konsumen pada social media. 

Hasil gambar untuk wallts     Hasil gambar untuk wallts  
Pengembangan Strategi Pemasaran
          Wallts mampu menjelaskan target marketnya yaitu anak muda umur 16-28 tahun karena cocok dengan produknya yang colourfull. Lalu Wallts juga mampu menerapkan harga jual yang pas kepada target marketnya, dibandingkan pesaingnya yang menjual harga lebih tinggi dari Wallts. Dan Wallts pun mampu membuat rencana penjualan jangka panjang dengan cara menambah titik distribusi dan menambah penjualan langsung ke konsumen dengan online. 
Analisis Bisnis
          Wallts dapat memetakan persaingan dan mengetahui kompetitor mereka mulai dari kompetitor lokal maupun internasional. Wallts mampu bersaing dengan produk yang menggunakan bahan berbeda, dan menjual harga dibawah pesaing dengan fitur-fitur yang lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. 
Pengembangan Produk
          Wallts sudah melakukan tahapan mengkonversi dari hanya ide yang berupa gambar produk menjadi bentuk produk dengan tahapan awal yaitu sample, lalu lanjut ke tahapan produksi. Kemasan pun dipikirkan oleh Wallts dengan sangat baik, dengan memfasilitasi konsumen untuk menggunakan ulang (re-use) kemasan menjadi celengan. Usage testing pun diuji pada saat proses Quality Control dimana di periksa semua kondisi dan kegunaan dari produk tersebut. Pola strategi pemasaranpun dipikirkan dengan terlebih dahulu memfoto produk sebelum menjualnya, sebagai panduan katalog konsumen maupun distributor untuk memilih produk mana yang akan dipilihnya untuk dibeli atau dijual kembali. 

Hasil gambar untuk wallts
Pengujian Pasar
          Wallts juga sudah mampu memberikan informasi mengenai produk yang paling laku terjual dilihat dari tipe dompetnya. Hal ini mengartikan bahwa Wallts sudah dapat mengetahui bagaimana konsumen dan penyalur mengelola, memakai dan membeli ulang produk tersebut dan seberapa luas pasarnya dalam produk tersebut. Sehingga hal ini dapat dijadikan bahan untuk memproduksi produk selanjutnya, dimana Wallts harus memproduksi produk dengan desain yang digemari oleh konsumen. 
Komersialisasi
          Wallts telah mendistribusikan produk ke enam titik distribusi. Wallts juga mengerti dan tahu kapan harus produksi disesuaikan dengan jangka waktu pendistribusian produk baru yang ditetapkan oleh pihak distributor yaitu setiap tiga bulan sekali. Produk yang sudah di distribusikan selama tiga bulan dan belum laku terjual, maka akan Wallts tarik, dan diganti dengan produk baru, sehingga produk yang dijual di titik distribusi akan selalu baru dan berganti, sehingga konsumen akan senang dengan pilihan produk Wallts yang beragam dan berganti secara berkala.

Referensi :
JURNAL ANALISA PENGEMBANGAN PRODUK BARU WALLTS Oleh M. Adzwin dan Grisna Anggadwita, Universitas Telkom

Daur Ulang Plastik Menjadi Kerajinan Cantik

Oleh : Wahyu Denis Kurniawan (@N05-WAHYU)

Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat. (Liputan6.com/Triyasni)

Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar nomor dua di dunia setelah Tiongkok. Meski begitu, pengelolaan sampah plastik masih rendah, tanggung jawab perusahaan terhadap sampah-sampah mereka pun minim.

Data Sustainable Waste Indonesia (SWI), kurang dari 10% sampah plastik terdaur ulang dan lebih 50% tetap berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Ada lebih dari 380 TPA di Indonesia setidaknya 8.200 hektar yang sebagian akan atau sudah penuh,” kata Dini Trisyanti, Direktur SWI dalam temu media di Jakarta, pekan lalu.

Plastik adalah salah satu bahan kemasan yang sangat populer dan sering digunakan. Namun, kepopuleran plastik ini justru menjadi bahaya tersendiri bagi para manusia karena jika sudah dibuang, bahan ini sangat sulit untuk diurai. Karena itulah kita sebagai pengguna plastik harus menaruh perhatian lebih pada masalah ini, salah satunya adalah dengan melakukan daur ulang plastik yang sudah pernah kita gunakan.
Mengurangi sampah dengan cara daur ulang menjadi solusi saat ini. Sampah-sampah yang didapat  kemudian diolah menjadi berbagai kerajinan. Kerajinan tersebut berupa tas, dompet, hiasan rumah, celengan, dan bros. 


Cara Daur Ulang Sampah Plastik

Daur ulang limbah atau sampah plastik ini mengacu pada menyimpan serta memproses ulang plastik tersebut sehingga menjadi produk lain yang memiliki kegunaan. Adapun cara mendaur ulang sampah plastik adalah sebagai berikut:

  1. Kenali jenis plastiknya terlebih dahulu. Ini akan mempermudah Anda untuk melakukan penyortiran nantinya.
  2. Jika sudah, mulailah menyortir sampah plastik yang Anda punya, bisa berdasarkan warna ataupun kandungan resinnya.
  3. Setelah itu, mulailah membersihkan sampah-sampah plastik tersebut supaya Anda tidak lagi jijik untuk memegangnya dengan tangan secara langsung.
  4. Jika diantara plastik-plastik tersebut masih ada yang bisa Anda gunakan, gunakan saja yang biasa disebut dengan teknik Reuse. Misalnya botol plastik bekas sabun, Anda bisa memakainya untuk menyimpan cairan sabun lagi ataupun cairan lainnya yang sebaiknya tidak ditujukan untuk konsumsi.
  5. Tetapi jika Anda lebih tertarik untuk mengubah sampah-sampah tersebut menjadi bijih plastik, Anda bisa mengikuti tahapan-tahapan yang ada di bawah ini:
      

    • Pastikan plastik bersih dari berbagai kontaminer, entah itu kertas, plastik tipe yang lainnya ataupun sisa isi yang masih ada di dalamnya.
    • Untuk plastik yang berongga, seperti botol perlu dipipihkan terlebih dahulu, bisa dengan cara menginjaknya atau jika Anda punya Anda bisa menggunakan mesin pres saja.
    • Jika sudah, mulai masukkan plastik ke dalam mesin pencacah plastik supaya plastik-plastik tersebut berubah menjadi serpihan-serpihan yang lebih kecil.
    • Selanjutnya, lakukan pemisahan antara serpihan plastik yang ringan dengan serpihan plastik yang berat. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan bantuan air ataupun mesin khusus. Tujuan pemisahan ini adalah untuk memastikan agar sampah plastik jenis yang satu dengan jenis yang lainnya tidak tercampur, karena masing-masing jenis plastik tersebut menghasilkan produk akhir yang juga tidak sama.
    • Setelah itu, cuci serpihan-serpihan plastik dengan menggunakan deterjen supaya tidak ada lagi kontaminan yang tersisa. Kemudian, gunakan mesin khusus untuk membedakan jenis resin plastik, lalu keringkan.
    • Setelah kering, lelehkan plastik tersebut untuk mempermudah membentuknya kembali. Bisa dibentuk menjadi bentuk yang baru ataupun dibentuk menjadi butiran-butiran plastik.
 

sumber gambar : google.com