Juni 06, 2022

Ayo Kenali Komoditas Ekspor Indonesia!

Oleh : @T16-Senora


Setidaknya ada lima komoditas ekspor paling besar yang dimiliki oleh Indonesia, kelima komoditas paling besar tersebut adalah:

1. Komoditas Karet

Perlu Anda ketahui bahwa Indonesia adalah negara penghasil karet paling besar kedua di dunia, untuk itu jangan heran bisa karet dijadikan sebagai suatu komoditas utama di Indonesia. Produk karet Indonesia banyak dikirimkan ke beberapa negara maju, seperti Jepang, China, dan Amerika.

 

2. Produk Tekstil

Banyaknya jumlah industri tekstil di Indonesia berhasil meningkatkan devisa dalam negeri.

 

3. Kelapa Sawit

Kelapa sawit adalah produk yang biasa dijadikan sebagai bahan baku pembuatan sabun, minyak goreng, mentega, dan beberapa produk kecantikan. Sebagian besarnya akan diekspor berupa minyak inti sawit palm kernel oil, dan minyak sawit. Biasanya, Indonesia akan mengirim kelapa sawit dalam jumlah besar ke negara India, Pakistan, hingga Cina.

4. Produk Hasil Hutan

Indonesia adalah salah satu negara tropis yang mempunyai banyak sekali hutan, sehingga industri kayu di Indonesia memiliki prospek perkembangan yang bagus. Beberapa hasil hutan yang dikirim ke luar negeri adalah pulp kertas dan kayu.

 

5. Kakao

Perlu Anda ketahui bahwa Indonesia adalah negara penghasil biji kakao ketiga paling banyak di dunia. Nantinya, biji kakao ini akan diolah menjadi coklat atau makanan lain. Produk biji kakao yang akan dikirim keluar negeri ini adalah produk yang sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia.

Peluang Bisnis Ekspor Bagi Pemula

Mohamad Rizki Trisnaryanto
Nim : 41620110046

Pendahuluan 

Mengekspor produk keluar negeri tak lagi sulit. Itu sebabnya, para pebisnis lokal mulai melirik peluang untuk melebarkan sayap dengan menjual produknya ke negara lain. Apalagi banyak kemudahan dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah agar para pelaku UMKM dapat Go Digital dan Go Global. Ada cukup banyak kebijakan pemerintah dalam menunjang kemudahan melakukan bisnis ekspor kepada pelaku usaha kecil, menengah, maupun perusahaan besar. Hal ini dikarenakan bisnis ekspor mendorong perekonomian negara.

Menurut Presiden, partisipasi UMKM dalam ekonomi digital sangat penting karena menjadi pintu UMKM untuk masuk dalam rantai perdagangan global. Pemerintah pun tengah giat mengangkat UMKM naik kelas lewat program-program kewirausahaan yang dilakukan bekerjasama dengan berbagai pihak. Tentunya ini angin segar bagi pelaku UMKM sekaligus kesempatan untuk meluaskan bisnis hingga pasar global.

Pilih Produk Ekspor yang Menjanjikan

Pelajari dan lakukan analisa produk secara detail dari mulai bahan baku, tempat penyimpanan, maupun cara penggunaannya. Sebaiknya memilih produk yang tidak memiliki masa kadaluarsa atau yang waktu kadaluarsanya panjang, serta bisa digunakan atau dikonsumsi oleh orang dalam jumlah banyak, memilih produk yang proses penjualannya menggunakan sistem pre-order sebagai solusi minim modal.

Pilih negara berdasarkan karakter dan budaya masyarakatnya, atau yang Anda tahu pasti merupakan segmen pasar yang cocok dan akan menyukai produk yang di ekspor. Lakukan analisa pasar dan jika perlu informasi penjualan mengenai produk pesaing (jika ada), dan juga tata cara pelaksanaan ekspor di negara tersebut. Misalnya, peluang ekspor produk halal, tidak hanya ke negara-negara dengan mayoritas masyarakat beragama Islam tapi juga dapat mlirik negara-negara di luar itu, karena peminatnya produk halal cukup banyak. 

Dokumen Ekspor

Persiapkan dokumen ekspor yang lengkap, seperti invoice, packing list, dan bill of landing ini juga akan memudahkan proses administrasi ketika produk memasuki negara tujuan. Selain itu penting juga untuk UMKM siap ekspor memiliki sertifikasi sesuai dengan produk yang  dimiliki, serta cari tahu juga sertifikasi apa saja yang diminta oleh negara tujuan ekspor. 

Marketing

Persiapkan dokumen ekspor yang lengkap, seperti invoice, packing list, dan bill of landing ini juga akan memudahkan proses administrasi ketika produk memasuki negara tujuan. Selain itu penting juga untuk UMKM siap ekspor memiliki sertifikasi sesuai dengan produk yang kamu miliki, serta cari tahu juga sertifikasi apa saja yang diminta oleh negara tujuan ekspor. 

Mengikuti pameran produk ekspor dan menggunakan fitur business meeting yang disediakan oleh penyelenggara pameran produk ekspor sangat bermanfaat untuk memperkenalkan produk kepada para pengunjung pameran yang sebagian besar adalah calon pembeli dari negara lain. Tak hanya brand awareness produk yang akan semakin meningkat, kamu juga dapat memperluas jaringan bisnis dan mendapatkan informasi yang valid seputar tata cara ekspor.

Refferensi 

https://www.harapanrakyat.com/2020/11/cara-menjadi-eksportir-pemula/

https://keeppack.id/cara-ekspor-barang-yang-wajib-diketahui-pebisnis-pemula/

https://www.finansialku.com/cara-memulai-bisnis-ekspor-modal-kecil/




Ekspor untuk Industri Kecil

Ekspor untuk Industri Kecil

Oleh : Sandy Faizal Harist (@T10-Sandy)

Pandemi Covid-19 bukanlah menjadi halangan untuk melakukan ekspor. Industri Kecil di Indonesia harusnya melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk ekspor ke berbagai negara. Beberapa produk makanan minuman ekspor meningkat. Saat ini beberapa negara mulai pemulihan ekonomi yang semakin membaik. Ini merupakan peluang ekspor pasca pandemic

Langkah awal untuk menembus pasar ekspor adalah dengan menetapkan produk andalan dan negara tujuan ekspornya. Industri Kecil dapat melakukan riset pasar ekspor, adaptasi produk dan mencari informasi ketentuan di dalam negeri dan persyaratan di negara tujuan ekspor. Selanjutnya, Industri Kecil hendaknya memanfaatkan dukungan dari pemerintah, asosiasi dan BUMN serta perwakilan dagang Indonesia di luar negeri. Dengan memanfaatkan internet dengan melakukan digital, marketing di berbagai website maupun media sosial. Industri Kecil juga sebaiknya mengikuti program peningkatan SDM ekspor berupa pelatihan dan pendampingan ekspor maupun berbagai webinar. 

Ada empat langkah yang harus ditempuh pelaku usaha hingga produknya bisa diekspor, yakni persiapan administrasi, legalitas sebagai eksportir, persiapan produk ekspor, dan persiapan operasional.

Persiapan Administrasi

Sebagai badan usaha yang akan melakukan bisnis internasional tentunya harus mempunyai kantor yang bersifat permanen atau memiliki kontrak dalam jangka waktu panjang, beserta perlengkapan dan peralatan pendukung lainnya.

Selain itu, pelaku usaha juga harus mempunyai jaringan komunikasi dan tenaga operasional yang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, serta menyiapkan company profile sebagai bahan informasi dan promosi kepada calon pembeli.

Legalitas sebagai Eksportir

Kemudian, calon eksportir juga harus mempersiapkan legalitas yang dibutuhkan untuk mengekspor produknya. Beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan di antaranya, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Nomor Pokok Wajib Pokok (NPWP), serta dokumen lain yang dipersyaratkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Setelah persyaratan di atas dipenuhi, pelaku usaha juga harus menyiapkan dokumen lainnya seperti kontrak penjualan, faktur perdagangan, Letter of Credit (L/C), Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), Bill of Lading (B/L), polis asuransi, packing list, Surat Keterangan Asal, surat pernyataan mutu, dan wessel export untuk eksportir.

Persiapan Produk Ekspor

Sambil persyaratan di atas dilengkapi, pelaku usaha sebelumnya harus dapat mengetahui ketentuan persyaratan internasional atau ketentuan permintaan pasar luar negeri, misalnya kuantias, kualitas, pengemasan, pelabelan, penadanaan dan waktu pengiriman.

"Pelaku usaha juga harus mengkalkulasi biaya-biaya yang diperlukan mulai dari ongkos produksi hingga pemasaran, sehingga bisa menetapkan harga jual produk," katanya.

Selain itu, pelaku usaha juga harus bisa memastikan produksi yang kontinyu, sehingga tidak akan kelimpungan saat mendapatkan pesanan dalam jumlah yang besar.

Persiapan Operasional

Di sisi lain, pelaku usaha juga harus memperhatikan hal operasional lainnya, seperti proses ekspor, prosedur dan dokumen ekspor. Serta mulai mengenali kebijakan dan peraturan ekspor-impor, serta strategi ekspor.

Para pelaku Industri Kecil masih perlu meningkatkan pengetahuan akan akses pasar global, maka pasar ekspor produk-produk pada saat ini masih didominasi dari negara lain seperti Vietnam dan Thailand. Hal ini menunjukkan Indonesia perlu memanfaatkan peluang pasar ekspor.

Untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut dan bersaing dengan negara lain, faktor penting yang harus diperhatikan oleh Industri Kecil adalah pemenuhan keamanan dan mutu produk sesuai standar-standar yang ditentukan, penggunaan teknologi proses yang efisien dan inovatif, serta pengembangan produk menyesuaikan dengan permintaan pasar.

SEJARAH AWAL MUNCULNYA TRADING FOREX DI INDONESIA & DUNIA

Oleh : Elsania (T04-Elsania)


ABSTRAK

Trading merupakan salah satu aktivitas jual beli di pasar uang dimana bertujuan untuk mendapatkan nilai profit yang besar dalam waktu yang singkat. Trading sendiri memiliki banyak kelebihan seperti kemudahan dalam mengakses dimana trader dapat melakukan aktivitas trading dimana saja maupun kapan saja selama memiliki akses internet yang memadai untuk trading.

 

PENDAHULUAN

Trading adalah melakukan pertukaran barang atau jasa dari satu pihak ke pihak lain. Kegiatan trading mendasari tiap individu untuk menukarkan barang atau jasa hasil produksi mereka dengan kebutuhan pribadi masing-masing. Kegiatan trading paling awal dikenal sebagai barter, bentuk pertukaran paling sederhana sebelum alat tukar seperti uang ditemukan. Setelah ditemukannya mata uang, kegiatan trading mengalami perubahan. Proses pertukaran menjadi jauh lebih efisien dengan munculnya pembagian penawaran (jual) dengan permintaan (beli). Karena peningkatan efisiensi ini, individu memiliki potensi untuk mendapat keuntungan atau profit dibanding modal awalnya.

Ada sejarah panjang sebelum akhirnya kita dapat melakukan trading forex semudah hari ini. Jauh sebelum masyarakat mengenal online trading, kebanyakan masyarakat Indonesia melakukan trading secara manual. Dimana dalam transaksi tersebut kita harus menyertakan transaksi yang melibatkan layanan dari instansi perbankan terlebih dahulu sehingga transaksi trading membutuhkan proses yang panjang.

Namun sekarang, kita dapat mengakses pasar forex dari aplikasi di smartphone atau platform online. Inovasi tersebut membuat kitat bisa melakukan trading dengan nyaman, kapan saja, dan dimana saja.

 

PEMBAHASAN

Trading Forex Di Dunia

Sejarah Trading forex diawali dengan gold standard system. Gold standard system adalah sistem penukaran sejumlah nilai mata uang pada sejumlah emas. Sistem yang muncul pertama kali pada tahun 1875 ini dianggap sebagai momentum penting lahirnya pasar uang dunia. Gold standard system membuat banyak negara menyiapkan cadangan emas untuk melakukan pertukaran mata uang.

Sebelum gold standard system diterapkan, emas dan perak lah yang dijadikan sebagai alat tukar pembayaran internasional. Namun sistem pertukaran ini tidak berlangsung lama karena nilai dari emas dan perak yang tidak stabil. Sayangnya, sama seperti sistem penukaran emas dan perak sebelumnya, gold standard system juga tidak berlangsung lama. Sistem ini harus goyah di awal Perang Dunia I karena negara-negara blok berseteru.

Perseteruan ini kemudian berujung pada inflasi di berbagai negara. Gold standard system terus goyah sampai tidak bekerja sama sekali sampai Perang Dunia I berakhir. Sebelum terjadinya Perang Dunia II, sistem ini sempat dicoba untuk dibenahi, namun tidak berhasil.

Lalu jelang Perang Dunia II berakhir, beberapa negara yang tergabung dalam Blok Barat, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Jepang memulai satu aliansi untuk membuat sistem moneter yang lebih kokoh, mengingat gold standard system yang sudah tidak bisa diselamatkan.

Di tahun 1944 akhirnya dibuatlah Bretton Woods System yang mewakili sistem pengelolaan moneter internasional. Bretton Woods System mengatur hal-hal penting, seperti metode penggunaan kurs valuta asing tetap, penerapan USD sebagai mata uang utama pengganti dari gold standard system, sekaligus membentuk tiga badan pemantau aktivitas ekonomi internasional.

Yaitu International Monetary Fund, International Bank for Reconstruction and Development, dan General Agreement on Tariffs and Trade. Seiring berjalannya waktu, Bretton Wood System harus kembali hancur karena terlalu berusaha melindungi USD yang menjadi mata uang utama. Momentum masalah terbesar sistem ini dihadapi di tahun 1970 saat cadangan emas Amerika Serikat jadi sangat sedikit.

 

Hal tersebut membuat Departemen Keuangan AS tidak memiliki cukup emas untuk menanggung USD di Bank Sentral dunia. Akhirnya pada tahun 1971, USD resmi tidak lagi menjadi nilai tukar utama, yang sekaligus menjadi tanda runtuhnya sistem Bretton Wood System. Sebagai gantinya, dibuatlah World Trade Organization yang kemudian menjadi cikal bakal dunia trading saat ini.

Trading Pertama di Indonesia

Trading forex di Indonesia pertama kali muncul di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) tahun 1999. BBJ menjadi tempat utama pengendalian trading mata uang asing sekaligus menjadi tempat dilakukannya trading forex dengan cara konvensional. Jadi jika ingin melakukan trading saat itu, Anda harus datang langsung ke BBJ.

Sementara regulasi resmi yang mengatur trading baru menyusul dikeluarkan pada tahun 2000. BBJ adalah gabungan beberapa perusahaan dari 19 sektor komoditas dan 10 perusahaan pasar modal. BBJ mengurus semua jenis perdagangan berjangka, termasuk kelapa sawit, kopi, minyak mentah, dan juga emas.

Transaksi perdagangan komoditi ini dilakukan di bawah pemantauan ketat dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Bappebti adalah badan yang mengatur keuangan secara resmi di Indonesia sejak tahun 1997. Pada saat itu trading forex belum boleh dilakukan.

Sistem trading pada saat itu masih menggunakan sistem Open Outcry dengan offer dan bid. Sistem Open Outcry ini serupa lelang, dimana trading dilakukan di ruang perdagangan khusus dan para trader berada di sana. Para trader melakukan penawaran dan pembelian secara terbuka, prosesnya dilakukan dengan seruan (berteriak) dan memperagakan gerakan tangan khusus. Itu sebabnya harus dilakukan secara langsung.

Karena keputusan mengambil tawaran atau tidak harus dibuat langsung di tempat. Beberapa trader diperbolehkan melakukan trading dengan perangkat elektronik hanya jika sudah mendapatkan izin terlebih dahulu. Sejarah online trading Indonesia sebelum forex adalah trading indeks Hangseng, Nikkei, dan Kospi.

Aset awal yang dijual di sini adalah Dollar Yen atau dikenal dengan sebutan Dex yang memiliki volatilitas yang tidak begitu bagus. Beberapa orang Indonesia yang melakukan trading forex harus menggunakan jasa pialang dari luar negeri karena pialang di Indonesia belum memperdagangkan forex secara resmi. Bahkan saat itu regulasinya pun belum ada.

Dari sinilah masyarakat mulai mengenal trading forex. Trading forex dirasa jauh lebih praktis daripada trading komoditi. Ini juga yang jadi alasan beberapa perusahaan pialang mulai merintis tren trading forex di Indonesia. Akhirnya di tahun 2011, dibentuklah sebuah regulasi untuk mengatur perdagangan valuta asing serta indeks yang dikategorikan dalam komoditas dalam pasar berjangka. Itu sebabnya trading forex tetap berada di bawah pengawasan Bappebti dan Kementerian Perdagangan sampai hari ini.

Trading Forex Indonesia Saat Ini

Trading forex kini sudah jadi aktivitas trading yang sederhana dan mudah dilakukan. Apalagi setelah ada regulasi yang mengatur hal ini, trading forex semakin bertumbuh dengan pesat di Indonesia. Jumlah trader forex dari Indonesia juga terus meningkat sepanjang tahun.

Awalnya trading forex di Indonesia ini hanya dianggap sebagai upaya investasi yang menjanjikan. Namun seiring berjalannya waktu, trading forex tidak hanya dianggap sebagai cara berinvestasi, tetapi juga salah satu cara berbisnis untuk memperoleh profit dalam jumlah besar. Beberapa trader bahkan menjadikan trading forex sebagai pekerjaan utama mereka dalam memperoleh penghasilan.

 

KESIMPULAN

Trading adalah aktivitas yang dilakukan di pasar finansial. Kegiatan ini bukanlah sekadar proses jual beli barang atau jasa biasa. Tujuan aktivitas ekonomi ini adalah melakukan jual beli dalam waktu singkat untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Trading forex saat ini sudah banyak dikenal dan diterima oleh masyarakat. Tidak heran jika banyak orang mulai tertarik untuk mempelajari lebih banyak tentang trading forex, mulai dari cara melakukan trading hingga tips dan trik agar seseorang bisa mendapat profit dari trading forex.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://www.gicindonesia.com/jurnal/artikel/sejarah-awal-munculnya-trading-forex-di-indonesia-dunia/

https://www.pelatihanprofitinternasional.com/apa-sih-yang-dimaksud-dengan-trading/

 

Memulai Ekspor bagi para pemula

Prosedur Memulai Ekspor dan Komoditas Ekspor Indonesia 

oleh @T14-Septian


Dalam Permendag No.13/2012 tentang Ketentuan Umum bidang Ekspor, dijelaskan bahwa Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Jadi, walau produk yang Anda kirim hanya dalam skala kecil (kurang dari 50 kg) dan selama semua dalam rangka transaksi (bukan sampel gratis atau sebuah barang yang dikirim dalam rangka misi kemanusiaan misalnya), maka sah secara hukum dan ketentuan yang berlaku bahwa Anda telah melakukan kegiatan ekspor.

I. Prosedur memulai Ekspor bagi pemula

Berikut tips memulai ekspor untuk pemula:

1. Siapkan dokumen legalitas usaha untuk ekspor

Terdapat empat syarat dokumen legalitas bagi eksportir, yaitu :

SIUP (Surat Izin Perdagangan) oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten/Kota

TDP (Tanda Daftar Perusahaan) oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten/Kota

NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) oleh Kantor Pelayanan Pajak

NIK (Nomor identitas Kepabeanan) oleh Ditjen Bea Cukai


2. Siapkan dokumen ekspor

Dokumen ekspor yang utama

Invoice (dibuat oleh eksportir)

Packing list (dibuat oleh eksportir)

Bill of lading (dibuat shipping company bila laut / airway bill bila udara)

Dokumen tambahan

Certificate of origin (Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten / Kota)

Certificate of analysis (laboratorium)

Certificate of Phytosanitary (badan karantina untuk produk tumbuhan)

Dokumen tambahan lainnya sesuai permintaan pembeli

Dokumen yang diperlukan sebelum ekspor

Shipping Instruction dari eksportir ke Shipping line

PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) dari eksportir

Banyaknya dokumen ekspor yang diperlukan tergantung pada produk atau komoditas yang akan diekspor, prosedur di negara tujuan, dan permintaan dari pembeli yang pastinya berkaitan dengan perusahaannya.

3. Memanfaatkan fasilitas ekspor yang disediakan pemerintah dan berbagai instansi lainnya

situs http://djpen.kemendag.go.id/ Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) - Kementerian Perdagangan yang memiliki perwakilan perdagangan yaitu Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag) yang tersebar di lima benua. Melalui itu permintaan (inquiry) dari perusahaan luar negeri akan suatu produk, ringkasan pasar (market brief) dan intelijen pasar (market intelligence) suatu produk. Selain itu juga melalui Direktorat Perundingan Perdagangan Internasional (Ditjen PPI) terdapat lembaga bernama FTA Center (Free Trade Agreement) yang memiliki tiga tenaga ahli yaitu prosedur ekspor, promosi dan pemasaran, serta Implementasi Perjanjian Perdagangan. FTA Center sendiri saat ini berpusat di lima kota (Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar), UMKM dari Indonesia wilayah Barat, Tengah,dan Timur dapat menyesuaikan sesuai geografis terdekat serta berkonsultasi secara gratis dengan membuat janji terlebih dahulu agar dijadwalkan waktu konsultasi. Kemudian Kementerian Luar Negeri ada juga Direktorat Amerika dan Eropa, juga Asia dan Afrika yang terkoneksi dengan KBRI di berbagai negara (kemlu.go.id).

Tidak jarang, berbagai macam fasilitas pameran dagang luar negeri berupa booth dan business matching disediakan untuk pengusaha tak terkecuali UMKM.

4. Memanfaatkan social media untuk mendapatkan respon

Pada umumnya banyak yang mengeluhkan jika harus mencari informasi melalui pemerintah, baik tingkat kota, provinsi, maupun kementerian karena informasi yang ada terserak secara sporadis. Untuk itu pada tahap awal mendapatkan informasi, kita dapat mencari alternatif lain dengan manfaatkan jejaring seperti LinkedIn, Instagram, Twitter dan Facebook agar mendapatkan respon perihal informasi yang dibutuhkan. Melalui Direct Message pada masing-masing media sosial tersebut, Anda bisa terhubung langsung dengan lembaga atau personal yang dituju dengan menuliskan kata kunci nama yang ingin dicari.


II. Komoditas Produk Ekspor Indonesia

Berikut 10 Produk utama Ekspr oleh Indonesia

1. Udang

Negara tujuan ekspor :

Japan, Hong Kong, China, Singapore, Malaysia, Australia, Taiwan, Thailand, South Korea, Vietnam, USA, Belgium, England, Spain, French, Canada, Dutch, Italy, German.Japan, Hongkong, Cina, Singapore, Malaysia, Australia, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, USA, Belgia, Inggris, Spanyol, Prancis, Kanada, Belanda, Itali, Jerman


2. Kopi

Negara tujuan ekspor :

Brazil, Spain, Italy, Turk, Argentina, USA, England, India, China, Thailand, Japan, Vietnam, Pakistan, Malaysia, Hong Kong, Sri Lanka, Bangladesh, I gypt, Iran.


3. Minyak Kelapa Sawit

Negara tujuan ekspor :

India, China, Malaysia, Pakistan, Singapore, Banglades, Vietnam, Yordania, Tanzania, Afrika Selatan, Mesir, Iran, Mozambik, Jerman, Spanyol, Itali, Turki, Rusia, USA.


4. Kakao

Negara tujuan ekspor :

Malaysia, Singapore, Thailand, China, India, Japan, Philippine, Taiwan, Sri Lanka, USA, Brazil, Canada, German, Dutch, Russia, Swiss, Belgium, England, Moli.Malaysia, singapur


5. Karet dan Produk Karet

Negara tujuan ekspor :

Japan, Malaysia, Philippine, Australia, Thailand, Singapore, Hong Kong, Taiwan, Sri Lanka, South Korea, USA, England, German, Belgium, Italy, Dutch, Canada, PCA, Saudi Arabia, Egypt.


6. TPT

Negara tujuan ekspor :

USA, England, German, Panama, Italy, Canada, Mexico, Dutch, Spain, French, Japan, Australia, Singapore, Hong Kong, Sri Lanka, South Korea, PCA, Saudi Arabia, Ethiopia, Nigeria, Kenya, Tunisia, Sudan.


7. Alas Kaki

Negara tujuan ekspor :

USA, Belgium, England, French, Italy, German, Mexico, Spain, Canada, Chili, Panama, Turk, Japan, Malaysia, Thailand, South Korea, Australia, China, Hong Kong.


8. Elektronika

Negara tujuan ekspor :

Japan, Taiwan, South Korea, China, Malaysia, Hong Kong, Australia, Singapore, Thailand, Vietnam, German, Dutch, Italy, Belgium, Poland, USA, England, Denmark, French, Yunani.


9. Komponen Kendaraan Bermotor

Negara tujuan ekspor :

USA, French, England, German, China, Malaysia, Vietnam, Australia, Hong Kong, Japan, Singapore, Thailand, Sri Lanka, India, Pakistan, Philippine, USA, Canada, Belgium, Turk, PEA, South Africa, Iran, Saudi Arabia.


10. Furniture

Negara tujuan ekspor :

USA, French, England, Dutch, Belgium, Spain, German, Italy, Canada, Denmark, Sweden, Japan, Australia, Malaysia, Singapore, South Korean, Taiwan, China, PPCA, South Africa.


Referensi:

https://www.ukmindonesia.id/baca-artikel/98

http://ppei.kemendag.go.id/produk-unggulan-indonesia/

Ekspor

 

NAMA : YEHEZKIEL BILLY TYO SURLIA

NIM : 41620110044

(@T13-Billy)




Ekspor Adalah

Apa yang dimaksud dengan ekspor (export)? Dalam bidang ekonomi dan bisnis, pengertian ekspor adalah suatu kegiatan perdagangan dimana barang dan jasa di dalam negeri dijual dan dikirimkan ke luar negeri dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

Pendapat lain mengatakan, arti ekspor adalah suatu kegiatan ekonomi dimana terjadi proses penjualan dan pengiriman suatu produk (barang maupun jasa) dari dalam negeri ke negara lain dalam jumlah yang besar.

Pada umumnya kegiatan ekspor dilakukan karena kebutuhan di dalam negeri sudah terpenuhi dan ada permintaan dari negara lain. Proses kegiatan ekspor tersebut harus melalui bea cukai di negara pengirim dan penerima barang dengan syarat dan ketentuan yang berbeda-beda di setiap negara.

Pengertian Ekspor Menurut Para Ahli

Beberapa ahli di bidang ekonomi dan bisnis pernah menjelaskan apa itu ekspor, diantaranya adalah:

1. Marolop Tanjung

Menurut Marolop Tanjung (2011:63), pengertian ekspor adalah pengeluaran barang dari daerah pabeanan Indonesia untuk dikirim ke luar negeri dengan mengikuti ketentuan yang berlaku terutama mengenai peraturan kepabeanan.

2. Amir M. S

Menurut Amir M. S (2004:1), pengertian ekspor adalah upaya melakukan penjualan komoditas di Indonesia kepada negara lain, dengan mengharapkan pembayaran dalam valuta asing, serta melakukan komoditi dengan memakai bahasa asing.

3. Roselyn Hutabarat

Menurut Roselyn Hutabarat (1996:306), arti ekspor adalah kegiatan perdagangan dengan cara mengeluarkan barang dari dalam negeri ke luar wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku.

4. Bambang Triyoso dan Susilo Utomo

Menurut Bambang Triyoso dan Susilo Utomo (2004), pengertian ekspor adalah sistem perdagangan dengan cara mengeluarkan barang dari dalam negeri ke luar negeri dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. Kegiatan ekspor mencakup semua barang dan jasa yang dijual oleh sebuah negara ke negara lain, termasuk diantara barang-barang, asuransi, dan jasa-jasa pada periode tertentu.

5. J. Winardi

Menurut J. Winardi, pengertian ekspor adalah semua produk (barang dan jasa) yang dijual kepada penduduk Negara lain, ditambah dengan jasa-jasa yang diselenggarakan kepada penduduk Negara tersebut berupa pengangkutan permodalan dan hal-hal lain yang membantu ekspor tersebut.

Tujuan Ekspor Secara Umum

Pada dasarnya kegiatan ekspor dilandasi atas kesadaran bahwa setiap negara di dunia ini tidak ada yang benar-benar bisa mandiri dan saling membutuhkan satu sama lainnya. Suatu negara melakukan ekspor produksinya ke negara lain yang membutuhkan produk tertentu dan tidak dapat memenuhi kebutuhan akan barang tersebut.

Berikut ini adalah beberapa tujuan ekspor yang dilakukan oleh suatu negara atau perusahaan:

·         Untuk memperoleh keuntungan atau laba dalam bentuk devisa.

·         Untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi.

·         Untuk melakukan penetrasi atau membuka pasar baru di negara lain.

·         Untuk menciptakan iklim usaha dan ekonomi yang kondusif baik secara nasional maupun global.

·         Untuk mengendalikan harga produk ekspor di dalam negeri.

·         Untuk menjaga stabilitas kurs valuta asing terhadap mata uang dalam negeri.

Manfaat Ekspor Secara Umum

Kegiatan ekspor suatu negara sangat erat hubungannya dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Semakin tinggi aktivitas ekspor suatu negara maka iklim investasi dan pertumbuhan ekonominya juga semakin baik.

Berikut ini adalah beberapa manfaat ekspor yang bisa didapat oleh suatu negara:

·         Memperluas pasar produk lokal, kegiatan ekspor negara Indonesia merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pangsa pasar produk-produk dalam negeri.

·         Menambah devisa negara, transaksi yang terjadi dalam kegiatan ekspor akan menambah penerimaan devisa negara sehingga kekayaan negara akan bertambah.

·         Membuka lapangan pekerjaan, kegiatan ekspor juga akan berdampak pada jumlah lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Ekspor produk Indonesia ke negara lain akan meningkatkan kegiatan produksi dalam negeri yang tentunya membutuhkan banyak tenaga kerja.

Jenis-Jenis Ekspor

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ekspor dapat dibedakan menjadi dua jenis. Menurut N. Gregory Mankiw, kegiatan ekspor dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Ekspor Langsung

Definisi ekspor langsung adalah cara menjual suatu produk (barang atau jasa) dengan bantuan perantara atau eksportir yang ada di negara tujuan ekspor. Pada pelaksanaannya, penjualan terjadi melalui distributor atau perwakilan penjualan perusahaan.

Kelebihan cara ini adalah proses produksi yang terpusat di negara asal serta kontrol yang baik dalam proses distribusi. Sedangkan kelemahannya adalah adanya hambatan perdagangan dan proteksionisme dari negara tujuan ekspor, serta biaya akomodasi yang lebih besar untuk produksi dengan skala besar.

2. Ekspor Tidak Langsung

Definisi ekspor tidak langsung adalah cara menjual barang dengan melalui perantara/ eksportir di negara asal, kemudian dijual oleh perantara tersebut. Pada pelaksanaannya, kegiatan ekspor dilakukan melalui perusahaan manajemen ekspor (export managementcompanies) dan perusahaan pengekspor (export trading companies).

Kelebihan cara ini adalah sumber daya produksi terkonsentrasi dan tidak harus menangani kegiatan ekspor secara langsung. Sedangkan kelemahannya adalah kurangnya kontrol dan pengetahuan akan operasi di negara lain.

Potensi Ekspor untuk UMKM Indonesia

 Oleh : Gilang Ramadhan

(@T07-Gilang)


A. Pengertian Ekspor

Pada Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2021, ekspor merupakan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Daerah pabean merupakan suatu daerah milik Republik Indonesia yang terdiri dari wilayah darat, perairan, dan udara yang juga mencakup seluruh daerah tertentu yang berada dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Penjelasan sederhananya, arti ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri. Seseorang atau lembaga yang melakukan ekspor disebut dengan eksportir. Eksportir sendiri merupakan kegiatan badan hukum atau perseorangan yang melakukan kegiatan ekspor. Kegiatan ekspor yang dilakukan dalam skala besar tentunya akan melibatkan Bea Cukai sebagai pengawas lalu lintas suatu negara.

Aktivitas ekspor biasanya terjadi ketika suatu negara sudah mampu memproduksi barang atau jasa dengan jumlah yang besar dan kebutuhan dalam negeri sudah tercukupi. Hal ini mengakibatkan terjadinya kelebihan produksi barang tersebut untuk selanjutnya dapat dikirim untuk dijual di luar negeri. Saat melakukan kegiatan ekspor, maka negara tersebut akan menerima pemasukan yang biasa disebut sebagai devisa. Semakin sering suatu negara melakukan ekspor, maka akan semakin besar pula keuntungan devisa yang diperoleh.

B. Jenis Ekspor

Di Indonesia, terdapat 2 jenis ekspor, yaitu ekspor migas dan ekspor non-migas. Komoditas migas yaitu seperti minyak bumi dan gas. Sedangkan ekspor non-migas yaitu seperti hasil-hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, kerajinan, barang industri, dan mineral hasil tambang.

Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan ekspor:

·         Keadaan pasar di luar negeri

·         Keahlian eksportir dalam merebut pasar luar negeri

·         Iklim usaha yang diciptakan pemerintah

·         Ketentuan perjanjian Internasional

·         Komoditas ekspor untuk Indonesia yaitu karet, minyak sawit, gas alam, batu bara, hasil hutan, hingga produsen garmen dan tekstil

Setiap barang yang akan diekspor memiliki ketentuannya sendiri tergantung dari jenis barang tersebut. Tidak semua individu atau masyarakat mampu melakukan kegiatan ekspor. Hal ini dikarenakan kegiatan ekspor ada beberapa prosedur yang harus diikuti.

Kegiatan ekspor mampu menciptakan permintaan efektif baru yang membuat barang-barang di pasar dalam negeri mencari inovasi untuk menaikkan produktivitas. Kegiatan ekspor juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memperluas pasar di seberang lautan bagi barang-barang tertentu.

Ada dua cara yang dapat dilakukan dalam kegiatan ekspor, yakni ekspor biasa dan ekspor tanpa L/C. Perbedaan diantara keduanya yaitu terletak pada penggunaan letter of credit sebagai alat pembayaran. Kegiatan ekspor biasa akan melakukan penjualan ke luar negeri dengan segala ketentuan yang berlaku. Kemudian kegiatan ekspor biasa ditujukan kepada pembeli menggunakan L/C. Sedangkan kegiatan ekspor tanpa L/C dapat dilakukan jika departemen perdagangan sudah mengeluarkan izin khusus.

C. Tujuan Ekspor

Kegiatan ekspor mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut:

1. Mengendalikan Harga Produk

Sebuah negara yang melakukan kegiatan ekspor mampu memanfaatkan kapasitas yang berlebih pada suatu produk. Dengan begitu, negara tersebut dinilai mampu mengendalikan harga produk ekspor yang terjadi di negaranya.

Hal ini dikarenakan produk dalam negeri tersebut akan memiliki harga yang lebih murah saat bis diproduksi dengan mudah dan melimpah. Agar negara tersebut mampu mengendalikan harga di pasar, ia harus melakukan kegiatan ekspor ke negara lain yang membutuhkan produk tersebut.

2. Menambah Devisa Negara

Nilai kekayaan yang dimiliki oleh suatu negara dalam bentuk mata uang asing disebut dengan devisa. Adanya kegiatan ekspor bermanfaat untuk membuka peluang baru di luar negeri. Peluang tersebut akan menumbuhkan perluasan pasar domestik, investasi, dan devisa pada suatu negara.

3. Memperbanyak Lapangan Kerja

Secara tidak langsung, kegiatan ekspor yang dilakukan akan membuat adanya lapangan pekerjaan baru. Dengan begitu, kegiatan ekspor juga urut menekan angka pengangguran. Selain itu, pertumbuhan ekspor di suatu negara akan memunculkan lapangan pekerjaan yang menyebabkan turunnya angka kemiskinan.

D. Kebijakan Pemerintah untuk Mendorong Ekspor

 

Mengutip buku New Edition Pocket Book IPS & PKN SMP Kelas VII, VIII & IX yang ditulis oleh Shiva Devy (2017), ada beberapa kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor agar produk memiliki daya saing tinggi, antara lain adalah:

1. Diversifikasi Ekspor

Diversifikasi ekspor merupakan penganekaragaman barang ekspor yang dilakukan dengan memperbanyak macam dan jenis barang yang diekspor. Contohnya adalah Indonesia yang awalnya hanya mengekspor tekstil dan karet, kemudian menambah komoditas ekspor baru seperti rumput laut, kayu lapis, dan lainnya.

Penambahan macam barang yang diekspor dengan menambah macam barang disebut juga dengan diversifikasi horizontal. Sedangkan penambahan variasi barang disebut sebagai diversifikasi vertikal. Misalnya, mengolah karet terlebih dahulu menjadi berbagai macam ban mobil dan motor.

2. Subsidi Ekspor

Subsidi ekspor dilakukan dengan memberikan subsidi pada eksportir dalam bentuk keringanan pajak, tarif angkutan murah, kemudahan mengurus ekspor, dan kemudahan mendapat kredit dengan bunga rendah.

3. Premi Ekspor

Premi atau insentif bisa dilakukan untuk mendorong para produsen dan eksportir. Contohnya penghargaan atas kualitas barang yang diekspor, pemberian bantuan keuangan kepada pengusaha kecil dan menengah yang orientasi usahanya ekspor.

4. Devaluasi

Devaluasi merupakan kebijakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Kebijakan ini akan mengakibatkan harga barang ekspor di luar negeri apabila diukur dengan mata uang asing, sehingga bisa meningkatkan ekspor dan bersaing di pasar internasional.

5. Meningkatkan Promosi Dagang ke Luar Negeri

Pemasaran produk bisa ditingkatkan dengan mempromosikan produk yang hendak dijual ke luar negeri.

6. Menjaga Kestabilan Nilai Kurs Rupiah

Kestabilan nilai kurs rupiah terhadap mata uang asing menjadi hal yang penting. Apabila nilai kurs mata uang asing terlalu tinggi, maka para pengusaha yang bahan baku produksinya dari luar negeri akan kesulitan karena harus menyediakan dana lebih guna membayar pembelian barang dari luar negeri. Alhasil, harga barang yang diproduksi oleh pengusaha menjadi mahal.

7. Mengadakan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Internasional

Perjanjian kerja sama ekonomi internasional dapat memperluas pasar untuk produk dalam negeri di luar negeri. Ini juga dapat menghasilkan kontrak pembelian produk dalam negeri oleh negara lain. Misalnya, perjanjian kontrak pembelian LNG (Liquid Natural Gas) Indonesia yang dilakukan oleh Jepang dan Korea Selatan.

E. Potensi Ekspor bagi UKM Indonesia

Banyak UKM yang bingung mengenai apa saja produk yang memiliki nilai keunggulan dan berpotensi untuk diekspor. Lalu, banyak UKM juga bingung mengenai negara tujuan mana sajakah yang berpotensi untuk bisa melakukan ekspor. Bahkan, banyak UKM khawatir apakah mereka memiliki potensi yang sama kuatnya dengan Usaha Besar untuk melakukan ekspor. Apalagi, kontribusi ekspor UKM kita masih sedikit sekali sekitar 14%.

Potensi UKM untuk ekspor sebenarnya cukup besar . Akan tetapi, banyak UKM yang tidak memahami bagaimana melihat potensi ekspor. Salah satunya yang bisa kita lakukan adalah dengan cara melihat pola transaksi perdagangan ekspor yang dilakukan oleh Indonesia.

Pertama-tama, kita perlu melihat potensi ekspor pada suatu produk berdasarkan data transaksi ekspor sebelumnya. Berdasarkan transaksi ekspor non-migas (minyak & gas) pada tahun 2014-2018, Lemak dan Minyak Hewani & Nabati menempati jumlah ekspor terbesar dari Indonesia secara signifikan yaitu mencapai proporsi 16.1% dari total ekspor non-migas. Kondisi ini wajar, karena kita merupakan salah satu negara agraris terbesar, sehingga kita memiliki sumber daya yang berlimpah. Sedangkan permintaan minyak alternatif dari nabati tinggi sekali di pasar dunia. Sayangnya, masih sedikit UKM yang mengambil peluang ini dibandingkan Usaha Besar.

Selain itu, berikutnya transaksi ekspor terbesar juga dialami oleh Peralatan Elektronik (7.0%), Karet dan Artikelnya (5.2%), Kendaraan selain Kereta (4.5%), Mesin-Mesin (4.5%) serta lainnya yang di bawah proporsi tersebut. Oleh karena itu, usaha manufaktur masih jadi prioritas utama untuk pasar ekspor Indonesia. Namun sayangnya, Usaha Besar masih mendominasi industri manufaktur ini dibandingkan UKM. Jika UKM bisa lebih mengambil peluang bisnis manufaktur ini, maka dapat dipastikan bahwa UKM mampu bersaing dalam pasar ekspor.

Selanjutnya, kita juga harus melihat potensi produk yang masih banyak ruang untuk diekspor. Lemak dan Minyak Nabati, Kimia, dan Mesin-Mesin merupakan produk-produk yang memiliki potensi ekspor terbesar. Disini Lemak dan Minyak Nabati meskipun sudah 54% pasar ekspornya yang terealisasi, namun memiliki nilai pasar ekspor terbesar yang belum terealisasi sebesar 16.8 miliar USD (sekitar 229 triliun Rupiah). Di sisi lain, Mesin-Mesin hanya 41% potensi ekspornya yang sudah terealisasi, dengan menyisakan potensi ekspor sebesar 6.8 miliar USD (sekitar 92 triliun Rupiah). Ini menunjukkan bahwa industri manufaktur Indonesia, khususnya pada ketiga produk di atas, cukup memiliki nilai keunggulan dari segi sumber daya maupun biaya. Sehingga, bagi UKM yang memiliki produk-produk ini bisa segera rencanakan ekspor.

Dari data di atas, kita juga dapat melihat bahwa produk makanan dan tekstil yang banyak dimiliki oleh pelaku UKM Indonesia, juga memiliki potensi besar untuk pasar ekspor. Contohnya dalam tekstil, Pakaian (Apparel) masih memiliki sekitar 39% potensi ekspor yang belum terealisasi atau senilai 4 milyar USD (sekitar 54 triliun Rupiah). Lalu, Alas Kaki pun pun juga masih terdapat 33% potensi ekspor yang senilai 2.2 miliar USD (sekitar 30 triliun Rupiah). Sementara itu, Produk-Produk Makanan (Other Food Products) memiliki 52% potensi ekspor atau senilai 2.5 milyar USD (sekitar 34 triliun Rupiah). Bahkan, produk Cokelat, Kopi, dan Ikan juga merupakan produk yang masih memiliki potensi ekspor besar yang belum dilakukan.

Dengan melihat data ini, kita melihat bahwa tidak hanya Usaha Besar yang memiliki potensi besar untuk ekspor, tapi UKM pun juga memiliki pintu yang lebar untuk ekspor dengan memanfaatkan keunggulan produk-produk makanan dan tekstil di Indonesia.

 

 

 

F. Mekanisme UMKM untuk mengekspor produknya

Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan Ari Satria menjabarkan ada empat langkah yang harus ditempuh pelaku usaha hingga produknya bisa diekspor, yakni persiapan administrasi, legalitas sebagai eksportir, persiapan produk ekspor, dan persiapan operasional.

1. Persiapan Administrasi

Sebagai badan usaha yang akan melakukan bisnis internasional tentunya harus mempunyai kantor yang bersifat permanen atau memiliki kontrak dalam jangka waktu panjang, beserta perlengkapan dan peralatan pendukung lainnya.

Selain itu, pelaku usaha juga harus mempunyai jaringan komunikasi dan tenaga operasional yang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, serta menyiapkan company profile sebagai bahan informasi dan promosi kepada calon pembeli.

2. Legalitas sebagai Eksportir

Kemudian, calon eksportir juga harus mempersiapkan legalitas yang dibutuhkan untuk mengekspor produknya. Beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan di antaranya, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Nomor Pokok Wajib Pokok (NPWP), serta dokumen lain yang dipersyaratkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Setelah persyaratan di atas dipenuhi, pelaku usaha juga harus menyiapkan dokumen lainnya seperti kontrak penjualan, faktur perdagangan, Letter of Credit (L/C), Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), Bill of Lading (B/L), polis asuransi, packing list, Surat Keterangan Asal, surat pernyataan mutu, dan wessel export untuk eksportir.

3. Persiapan Produk Ekspor

Sambil persyaratan di atas dilengkapi, pelaku usaha sebelumnya harus dapat mengetahui ketentuan persyaratan internasional atau ketentuan permintaan pasar luar negeri, misalnya kuantias, kualitas, pengemasan, pelabelan, penadanaan dan waktu pengiriman.

"Pelaku usaha juga harus mengkalkulasi biaya-biaya yang diperlukan mulai dari ongkos produksi hingga pemasaran, sehingga bisa menetapkan harga jual produk," katanya.Selain itu, pelaku usaha juga harus bisa memastikan produksi yang kontinyu, sehingga tidak akan kelimpungan saat mendapatkan pesanan dalam jumlah yang besar.

4. Persiapan Operasional

Di sisi lain, pelaku usaha juga harus memperhatikan hal operasional lainnya, seperti proses ekspor, prosedur dan dokumen ekspor. Serta mulai mengenali kebijakan dan peraturan ekspor-impor, serta strategi ekspor.

Ari menambahkan, saat ini para pelaku usaha bisa mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Pusat Pelatihan Ekspor Daerah yang saat ini sudah ada di lima daerah. Pelatihan tersebut dipandu oleh para praktisi, sehingga materi yang diberikan bisa secara teknis.


Referensi

https://koperasi.kulonprogokab.go.id/detil/229/ini-mekanisme-umkm-untuk-tembus-ekspor

https://kumparan.com/berita-hari-ini/kebijakan-pemerintah-untuk-mendorong-ekspor-agar-produk-memiliki-daya-saing-1wDR9cdAIos/full

https://www.cnbcindonesia.com/mymoney/20220511125907-72-338113/mengenal-apa-itu-ekspor-impor-pengertian-tujuan-contohnya

https://www.ukmindonesia.id/baca-artikel/283