Jumat, Mei 10

Bisnis Konvensional, Nirlaba dan E-commerce


Oleh: Dwi arif rahman (41618010010)


Bisnis Konvensional
Konvensional atau yang lebih sering dikenal dengan bisnis offline adalah kegiatan atau
transaksi jual-beli yang dilakukan secara langsung, bertatap muka antara penjual dengan
pembeli.

Kelebihan dalam bisnis konvensional :
1.       Pembeli langsung dapat melihat produk yang akan dibeli sehingga pembeli tidak merasa rahgu akan produk yang akan dibeli, pembeli juga dapat memilih produknya sendiri.
2.       Umumnya bisnis konvensional memiliki tempat atau kios sendiri sehingga pembeli dapat mengunjungi kios dan dapat secara langsung bertemu dengan penjual.
3.       Memiliki banyak stok sehingga apabila sewaktu-waktu pembeli ingin membeli produk, mereka tidak perlu waktu yang lama untuk mendapatkan produk tersebut.
4.       Terjamin, karena selain dapat melihat barang secara langsung, pembeli juga dapat mengetahui penjual secara langsung  (face to face), sehingga tindakan penipuan minim terjadi.

Kekurangan dalam bisnis konvensional :
1.       Lingkup pemasarannya terbatas, jika ingin memperluas lingkup pemasaran, maka harus membuka cabang di daerah.
2.       Membutuhkan modal yang cukup besar karena biasanya bisnis konvensional memerlukan tempat untuk memasarkan produknya.
3.       Memerlukan banyak stok, ini juga berpengaruh terhadap modal yang dikeluarkan sehingga modal menjadi bertambah.
4.       Apabila pembeli ingin membeli barang, maka harus pergi ke toko tempat dijualnya barang tersebut.

Bisnis waralaba

waralaba adalah waralaba jika dalam bahasa Inggris yaitu dari kata “Franchising” dan jika dalam bahasa Francis yaitu “Franchise”, Merupakan hubungan bisnis atau usaha antara pemilik merek, produk maupun sistem operasioal dengan pihak kedua yang berupa pemberian izin dari pemakaian merek, produk dan sistem operasional dalam jangka waktu yang telah di tentukan sebelumnya.
Atau definisi lain dari waralaba adalah bentuk kerjasama bisnis atau usaha dengan memakai prinsip kemitraan, sebuah perusahaan yang sudah mapan baik itu dari segi sistem manajemennya, keuangannya maupun dari marketingnya serta adanya merek dari produk perusahaan yang sudah dikenal oleh masyarakat luas, dengan perusahaan ataupun individu yang memakai merek dari produk maupun sistem tersebut itulah yang disebut dengan waralaba

Keuntungan Waralaba
·         Manajemen bisnis telah terbangun
Bisnis waralaba memberikan keuntungan untuk berbisnis di bawah bendera bisnis lain yang sudah memiliki reputasi yang bagus. Ide, penamaan dan manajemen suatu bisnis telah di uji coba sebelumnya dan siap untuk di implementasikan pada lokasi yang baru.
·         Sudah dikenal masyarakat
Pemasaran bisnis waralaba cenderung lebih mudah, karena bisnis sebelumnya lebih terdahulu di kenal masyarakat. Dengan kata lain, biaya dan tenaga yang diperlukan untuk membangun reputasi bisnis tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan membangun bisnis baru.
·         Manajemen finansial yang lebih mudah
Investor cenderung lebih suka untuk memberikan modal pada bisnis yang telah kokoh dari segi finansial dan jaringan pemasaran. Dengan menggunakan bisnis waralaba, sistem manajeman finansial telah di tetapkan oleh pemilik waralaba utama, sehingga kita tidak perlu dipusingkan lagi dengan manajemen finansial seperti membangun bisnis baru.
·         Kerjasama bisnis telah terbangun
Orang yang membeli waralaba bisa mendapatkan keuntungan kerjasama yang telah terbangun sebelumnya oleh pemilik waralaba. Contohnya kerjasama dengan pemasok bahan baku, pihak periklanan dan juga pemasaran.

2. Kekurangan Bisnis Waralaba
·         Kurang kendali
Salah satu kekurangan dari bisnis waralaba adalah kurangnya kendali dari pembeli waralaba terhadap bisnisnya sendiri, karena semua sistem telah ditentukan oleh pemilik waralaba. Sehingga ruang gerak pembeli waralaba sangat terbatas. Ide-ide untuk berkreatifitas pun terkadang tidak bisa diaplikasikan, karena adanya perjanjian-perjanjian khusus.
·         Sangat terikat dengan supplier
Untuk mendapatkan keuntungan yang mencukupi, tentunya setiap pengusaha menginginkan modal yang kecil. Salah satu caranya adalah mencari supplier yang murah. Dengan menggunakan sistem waralaba, pihak pemasok barang pun telah ditentukan. Sehingga kita tidak bisa memilih lagi supplier yang lebih murah.
·         Ketergantungan pada reputasi waralaba lain
Salah satu kekurangan terbesar dari waralaba adalah tergantungnya reputasi waralaba terhadap waralaba yang lain. Jika waralaba yang lain melakukan kesalahan yang mengakibatkan rusaknya reputasi, maka hal ini juga akan mempengaruhi waralaba yang anda kelola.
·         Biaya waralaba
Pihak pemilik waralaba akan mengajukan biaya awal untuk membeli perjanjian waralaba. Kemudian biaya lanjutan untuk pelatihan dan dukungan bag.

Bisnis e-commerce

Perdagangan elektronik (Electronic commerce atau e-commerce ) yaitu penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektonik seperti internet, televisi, website, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Sedangkan E-Commerce menurut Kalakota dan Whinston (1997) dapat ditinjau dalam 4 perspektif berikut: Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.
Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.
Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui internet dan sarana online lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
·         Rizky, 2016 “pengertian e-commerce”. https://sanirizky.wordpress.com/2016/04/24/pengertian-proses-bentuk-bisnis-e-commerce/ (diakses 6 may 2019)
·         Budi, 2019 “pengertian bisnis online dan bisnis konvensional”. https://www.budiwahono.com/pengertian-bisnis-online-dan-bisnis-konvensional/ (diakses 6 may 2018)

Berwirausaha Kreatif dan Inovatif

oleh: Dwi arif rahman


Arti dari kata ‘kreatif’ sendiri adalah menciptakan sesuatu yang berbeda dari yang lain, atau menghubungkan hal-hal yang tadinya tidak berhubungan. Sedangkan arti dari kata ‘inovatif’ adalah menciptakan sesuatu yang belum pernah ada menjadi ada atau menciptakan sesuatu yang sama sekali berbeda. Hal-hal itulah yang sejatinya diperlukan para wirausahawan. Yang dimaksud dengan wirausahawan adalah pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausahawan. Wirausahawan adalah pionir dalam bisnis, inovator, penanggung resiko yang mempunyai penglihatan visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha. Fungsi kreativitas dalam proses inovasi merupakan pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektivitas dan efisiensi pada suatu sistem.

Ada dua aspek penting pada kreatifitas yaitu proses dan manusia. Proses yang berorentasi tujuan, yang di desain untuk mencapai solusi suatu permasalahan. Sedangkan manusia merupakan sumber daya yang menentukan solusi. Proses tetap sama, namun pendekatan yang digunakan dapat bervariasi. Antara wirausahawan yang satu dan yang lainnya pastilah melakukan cara atau strategi yang berbeda-beda dalam membangun bisnisnya. Cara atau strategi inilah yang menentukan hasil akhir yang dihasilkan. Semakin kreatif orang tersebut menggunakan peluang yang ada, maka semakin baik pula hasil dari bisnis yang mereka jalankan.

Namun memang dalam berpikir kreatif tidaklah semudah yang dibayangkan. Bagi anak-anak mungkin kreatifitas masih sangat luas karena pemikiran mereka masih dibebaskan. Tetapi semakin bertambah dewasanya seseorang, kreatifitas seakan-akan telah dikotak-kotakkan dan hal ini menjadi hambatan untuk seseorang berpikir kreatif. Hambatan tersebut bisa berasal dari banyak hal dan faktor, seperti hambatan yang dibuat sendiri. Hal ini terjadi karena adanya pengaruh pendidikan dan budaya, misalnya 1+1 = 2, apabila ada jawaban yang berbeda maka akan dianggap salah atau aneh.

Hambatan lainnya adalah tidak berusaha menentang kenyataan atau menerima apa adanya, misalnya orang tersebut terpaku dengan apa yang telah mereka alami selama ini, tidak mau keluar dari batasan-batasan yang ada sebelumnya, dan terpaku pada peraturan-peraturan yang telah membelenggu. Atau hambatan lainnya adalah hambatan yang paling sering ditemukan, yakni takut dianggap aneh atau bodoh. Orang tersebut menjadi tidak berani mengeluarkan  ide atau pendapat yang sebenarnya sudah dipikirkan dan ada dalam benak pikirannya, dan orang tersebut juga tidak percaya diri bahwa ide yang ada dalam pikirannya adalah ide yang sesungguhnya memang benar.

Hambatan-hambatan tersebut hendaknya diminimalisir atau justru dihilangkan karena dalam berwirausaha, kreatifitas sangatlah dibutuhkan dan jangan sampai hambatan menjadi permasalahan yang membuat ide kreatif kita tidak berkembang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kreatifitas wirausaha merupakan kemampuan seseorang untuk menuangkan ide dan gagasan melalui berfikir kreatif menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan, perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan.

Selain kreatif, hal lain yang diperlukan dalam berwirausaha adalah inovatif.  Dengan inovasi, wirausahawan menciptakan baik sumber daya produksi baru maupun pengelolahan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada.
Cara mengembangkan inovasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang pertama adalah wirausahawan tersebut harus mengenali hubungan. Banyak penemuan dan inovasi lahir sebagai cara pandang terhadap suatu hubungan baru dan berbeda antara objek, proses, bahan, teknologi dan orang. Untuk membantu kreatifitas, kita dapat melakukan cara pandang kita terhadap hubungan kita dengan lingkungan alam sekitar. Orang yang kreatif akan memiliki hubungan intuisi tertentu untuk dapat mengembangkan dan mengenali hubungan yang baru. Selain itu untuk dapat melakukan kreativitas agar dapat berimajinasi  yang inovatif gunakanlah otak bagian kanan, sedangkan otak bagian kiri digunakan untuk bekerja. Proses kreativitas yang inovatif meliputi pemikiran logis dan analitis terhadap pengetahuan, evaluasi dan tahap implementasi. Jadi bila kita ingin lebih kreatif, kita harus melatih dan mengembangkan kemampuan kedua otak kita tersebut. Dan yang terakhir, untuk menjadi seorang yang kreatif dan inovatif dalam berwirausaha, maka kita harus selalu berfikir positif agar dapat menjadi orang yang sukses.


DAFTAR PUSTAKA

Lestari, I., Tonapa, H., & Sopiana. (2016, 05 13). Sopiana Blogspot. Retrieved 06 04, 2017, from Kewirausahaan: http://sopianana.blogspot.co.id/2016/05/membangun-ide-kreatif-dan-inovatif.html. (DIAKSES 06 MAY 2019)

Ulum, A. (2011). Anharululum Blogspot. Retrieved 06 04, 2017, from Membangun Ide Kreatif dan Inovatif: http://anharululum.blogspot.co.id/2011/01/membangun-ide-kreatif-dan-inovatif.html (DIAKSES 06 MAY 2019)

Komunikasi Kaitannya Dengan Kepemimpinan

Oleh : Aris Akbar Setiawan (41618010012)

Abstrak


Komunikasi kepemimpinan merupakan salah satu topik yang menarik untuk dibahas keterkaitannya dengan komunikasi organisasi. Seorang pemimpin organisasi harus memiliki gaya komunikasi kepemimpinan yang tepat agar bisa membawa organisasinya mencapai tujuannya.

Komunikasi kepemimpinan yang baik akan memastikan tiap anggota organisasi bisa mengerjakan tugasnya dengan baik. Dalam komunikasi kepemimpinan, terdapat banyak aspek yang bisa diperhatikan. Banyak pula teori komunikasi kepemimpinan yang patut untuk diketahui bersama.

KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI



OLEH: Lu’lu Ilmaknun
ABSTRAK
            Kemampuan untuk melakukan advokasi, komunikasi dan mobilisasi orang menjadi sangat penting untuk dikuasai oleh para pemimpin. Banyaknya permasalahan dalam organisasi yang terjadi penting untuk didekati dengan berbagai konsep agar didapatkan kebijakan dan strategi sebagai solusi yang sesuai dengan kebutuhan dalam kerangka orang, tempat dan waktu. Salah satu konsep tersebut adalah konsep kepemimpinan dan gaya komunikasi.
KATA KUNCI: kepemimpinan dan komunikasi

Pentingnya Sebuah Model Bisnis

Oleh : Aris Akbar Setiawan (41618010012)

Abstrak

Mau mengembangkan bisnis yang sedang running saat ini? Semua bisnis harus memiliki bisnis model. Jika tidak jelas bisnis modelnya maka hal ini akan menyulitkan di masa depan. Orang sering mengatakan berbisnis sambil mencari bentuk dan menemukan bentuk. Secara ideal sebenarnya sebelum mulai berbisnis harus menentukan dulu bentuknya seperti apa. Namun yang terjadi pada kebanyakan bisnis adalah berjalan seperti “air mengalir”.Membuat bisnis baru atau pun yang sudah ada perlu dibuatkan bisnis modelnya agar jelas apa yang akan, sedang, dan sudah dikerjakan.

Kamis, Mei 9

Kepemimpinan dan komunikasi dalam organisasi

Hubungan Kepemimpinan dan Komunikasi Dalam Organisasi


KOMINIKASI
komunikasi/ko·mu·ni·ka·si/ n 1 pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak; 2 perhubungan;
-- dua arah komunikasi yang komunikan dan komunikatornya dalam satu saat bergantian memberikan informasi;
-- formal komunikasi yang memperhitungkan tingkat ketepatan, keringkasan, dan kecepatan komunikasi;
-- massa Kom penyebaran informasi yang dilakukan oleh suatu kelompok sosial tertentu kepada pendengar atau khalayak yang heterogen serta tersebar di mana-mana;
-- sosial komunikasi antarkelompok sosial dalam masyarakat;

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian berita dan ide dari suatu sumber berita ke suatu tempat tujuan. Sumber berita dan tempat tujuan dalam proses komunikasi itu berupa pikiran manusia. Berita-berita yang disampaikan itu misalnya berupa buah pikiran, uraian suatu hal atau kesan-kesan. Wujud berita itu dapat merupakan suatu perintah, permohonan, pertanyaan atau cara-cara pernyataan lainnya.(Ensiklopedi Administrasi)
Jadi komunikasi itu adalah proses dimana pesan disampaikan oleh komunikator kepada penerima. Pesan itu dapat berupa hasil pemikiran atau perasaan yang dimaksudkan untuk mengubah pengetahuan, sikap atau tingkah laku si penerima pesan.

KEPEMIMPINAN
Dalam bahasa Indonesia “pemimpin” sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.
Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang sama “pimpin”. Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda. Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan “pemimpin Pemimpin jika dialihbahasakan ke bahasa Inggris menjadi “LEADER”.

Daftar pustaka:
Kresensia. 2014. Hubungan Kepemimpinan dan Oraganisasi. Kompasiana. Dalam https://www.kompasiana.com/www.kresensia_01.com/hubungan-kepemimpinan-dan-komunikasi-dalam-organisasi_54f7a3ffa333112a1f8b464e. Diunduh15 April 2014.
Fauzi, Imfron. 2008. Model Kepemimpinan. Blogspot. Dalam https://imronfauzi.wordpress.com/2008/06/15/model-model-kepemimpinan/. Diunduh 15 Juni 2008.

model bisnis konvensional , Waralaba , E- Commerce


syahida nur afini 
@M20-SYAHIDA

Model bisnis adalah suatu cara yang paling mudah dan sederhana untuk mengggambarkan bisinis yang Anda pikirkan. Biasanya model bisnis menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah perusahaan menciptakan nilai-nilai sosial, ekonomi atau bentuk nilai lainnya.
Model bisnis juga merupakan salah satu inti utama dari perusahaan karena sebuah perusahaan harus memiliki cara untuk mendapatkan profit yang digunakan untuk bertahan hidup dan juga dapat digunakan untuk investasi jangka panjang.

 Bisnis Konvensional atau yang lebih sering dikenak dengan bisnis offline adalah kegiatan atau transaksi jual-beli yang dilakukan secara langsung, bertatap muka antara penjual dengan pembeli.


Kelebihan dalam bisnis konvensional :
1. Pembeli langsung dapat melihat produk yang akan dibeli sehingga pembeli tidak merasa rahgu akan produk yang akan dibeli, pembeli juga dapat memilih produknya sendiri.
2. Umumnya bisnis konvensional memiliki tempat atau kios sendiri sehingga pembeli dapat mengunjungi kios dan dapat secara langsung bertemu dnengan penjual.
3. Memiliki banyak stok sehingga apabila sewaktu-waktu pembeli ingin membeli produk, mereka tidak perlu waktu yang lama untuk mendapatkan produk tersebut
4. Terjamin, karena selain dapat melihat barang secara langsung, pembeli juga dapat mengetahui penjual secara langsung (face to face), sehingga tindakan penipuan minim terjadi.
Kekurangan dalam bisnis konvensional :
1. Lingkup pemasarannya terbatas, jika ingin memperluas lingkup pemasaran, maka harus membuka cabang di berbagai daerah.
2. Membutuhkan modal yang cukup besar karena biasanya bisnis konvensional memerlukan tempat untuk memasarkan produknya.
3. Memerlukan banyak stok, ini juga berpengaruh terhadap modal yang dikeluarkan sehingga modal menjadi bertambah.
4. Apabila pembeli ingin membeli barang, maka harus pergi ke toko tempat dijualnya barang tersebut.


Perdagangan elektronik (electronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran, penjualan, pembelian, pemasaran barang dan jasa yang mengandalkan sistem elektronik, seperti internet, televisi, atau jaringan komputer lainnya.
E-commerce melibatkan transfer dana dan pertukaran data elektronik, sistem manajemen dan pengumpulan data secara otomatis. E-commerce adalah salah satu bisnis yang paling sering digeluti oleh masyarakat di Indonesia karena memberikan keuntungan yang menjanjikan.
Jenis-Jenis E-commerce
Ada beberapa jenis e-commerce yang paling sering dipilih, antara lain:
1. E-commerce business to business (B2B)
Jenis bisnis B2B ini dilakukan oleh orang atau pihak yang saling berkepentingan dalam menjalankan bisnis, di mana keduanya saling mengenal dan mengetahui proses bisnis yang mereka lakukan.

Biasanya, jenis B2B dilakukan secara berkelanjutan karena kedua belah pihak saling mendapatkan keuntungan dan adanya kepercayaan satu sama lain. Contoh dari bisnis B2B adalah ketika dua perusahaan mengadakan transaksi jual beli secara onine, begitu juga dengan pembayaran yang tersedia menggunakan kartu kredit.

2. E-commerce business to consumer (B2C)
Jenis e-commerce B2C adalah bisnis yang dilakukan antara pelaku bisnis dengan konsumen. Sebagai contoh, produsen menjual produk ke konsumen secara online. Di sini, pihak produsen akan menjalankan bisnis dengan memasarkan produknya ke konsumen tanpa adanya feedback dari konsumen untuk melakukan bisnis kembali. Artinya, produsen hanya memasarkan produk atau jasa, sementara pihak konsumen hanya sebagai pembeli atau pemakai.

3. E-commerce consumer to consumer (C2C)
Jenis e-commerce consumer to consumer dilakukan antara konsumen dengan konsumen.  Misalnya, konsumen dari suatu produsen akan menjual kembali produk ke konsumen lainnya.

4. E-commerce consumer to business (C2B)
Jenis C2B adalah bisnis antara konsumen dan produsen. Bisnis tersebut dilakukan oleh konsumen kepada para produsen yang menjual produk atau  jasa. Sebagai contoh, konsmen akan memberitahukan detail produk atau jasa yang diinginkan secara online kepada para produsen. Nantinya, produsen yang mengetahui permintaan tersebut akan menawarkan produk atau jasa yang diinginkan konsumen.

Manfaat E-commerce
Ada beberapa manfaat e-commerce, yaitu:
1. Mempermudah komunikasi antara produsen dan konsumen.
2. Mempermudah pemasaran dan promosi barang atau jasa.
3. Memperluas jangkauan calon konsumen dengan pasar yang luas.
4. Mempermudah proses penjualan dan pembelian.
5.Mempermudah pembayaran karena dapat dilakukan secara online.
6. Mempermudah penyebaran informasi.

Waralaba merupakan suatu strategi yang dibangun dengan system, format bisnis, dan pemasaran yang bertujuan untuk mengembangkan jaringan usaha untuk mengemas suatu produk barang atau jasa dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati antara pemilik suatu merek dengan pemberian izin nya dan pihak kedua sebagai pemilik bisnis.
Keuntungan waralaba
1. brand sudah dikenal masyarkat
membuat proses pemasaran bisnis waralaba menjadi lebih mudah, apalagi bila produk yang dijual adalah produk yang dibutuhkan dan disukai oleh masyarakat.

2. Kerjasama usaha telah terbangun

Mereka yang membeli franchise sebuah brand akan mendapatkan keuntungan lain, yaitu kerjasama bisnis yang telah terbangun dengan baik sebelumnya. Beberapa contoh keuntungannya adalah dalam hal pemasok bahan baku untuk produk yang dijual, agensi periklanan dan pemasaran.

3. Kemudahan dalam manajemen finansial

Kebanyakan investor lebih suka memberikan modal pada sebuah bisnis yang terbukti kokoh dari segi finansial dan jaringan pemasaran. Bergabung dengan usaha waralaba memberikan keuntungan karena sistem manajemen finansial telah ditetapkan oleh pewaralaba. 
Kerugian waralaba

1. Kemudahan dalam manajemen finansial

Kebanyakan investor lebih suka memberikan modal pada sebuah bisnis yang terbukti kokoh dari segi finansial dan jaringan pemasaran. Bergabung dengan usaha waralaba memberikan keuntungan karena sistem manajemen finansial telah ditetapkan oleh pewaralaba. 

2. Adanya biaya waralaba

Hampir semua usaha waralaba menerapkan sistem fee kepada mitra mereka. Pemiliki franchise akan mengajukan biaya awal untuk membeli waralaba miliknya. 

3.  Pemotongan keuntungan

Selain biaya waralaba, mitra waralaba juga harus membayar royalti kepada franchisor, yaitu pemotongan dari sejumlah keuntungan yang Anda dapatkan. Jika ternyata keuntungan Anda hanya sedikit, maka keuntungan tersebut tetap dipotong untuk menutupi biaya royalti. 
 daftar pustaka 




Komunikasi dan model kepemimpinan


ABSTRAK
Kepemimpinan (leadership) adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam melakukan berbagai aktivitas di suatu organisasi, sedangkan komunikasi adalah proses penyampaian dan pertukaran informasi sekurang-kurangnya antara 2 pihak yang berperan sebagai pengirim (sender) dan penerima (receiver) dengan menggunakkan berbagai media yang ada.  Tipe kepemimpinan dalam mempengaruhi para anggotanya dapat berbeda-beda. Hal ini disebabkan latar belakang pemimpin,budaya, organisasi, pengikut dan lingkungan.Bentuk komunikasi yang dilakukan pemimpin antar individu yang memiliki perbedaan budaya akanmenimbulkan perbedaan karakter, sehingga membutuhkan penyesuaian agar kegiatan komunikasi dapat berjalan secara efektif.
 Kepemimpinan
Kepemimpinan (leadership) adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam melakukan berbagai aktivitas di suatu organisasi. Proses disini, bagaimana pemimpin menggunakan pengaruhnya untuk memperjelas tujuan organisasi pada bawahannya, memotivasi mereka untuk memcapai tujuan organisasi dan membantu menciptakan suasana kerja agar para karyawan bisa produktif dalam bekerja. Kepemimpinan merupakan hal yang penting untuk dimiliki seorang pemimpin, kemampuan untuk dapat mempengaruhi orang lain tanpa menggunakan kekuatan, sehingga orang yang dipimpinnya menerima sebagai sosok yang layak untuk memimpin.
Hal-hal yang menyebabkan seseorang menjadi pemimpin :
1.     Tradisi, menjadi pemimpin karena warisan/keturunan
2.     Kekuatan pribadi, menjadi pemimpin karena memiliki kemampuan, baik fisik maupun kecakapannya.
3.     Pengangkatan atasan, menjadi pemimpin karena diangkat oleh atasannya.
4.     Pemilihan, menjadi pemimpin berdasarkan hasil pemilihan yang sudah dilakukan Seorang pemimpin yang sukses adalah seseorang yang dapat menciptakan kerjasama antara internal environment, yakni keseluruhan perusahaan seperti karyawan, kegiatan produksi, pemasaran, administrasi, finansial, dan lainnya dengan external environment, yakni hal-hal luar yang dapat mempengaruhi perusahaan seperti perekonomian, teknologi, politik, kebijakan pemeritah, konsumen, kompetitor dan lainnya. 
Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian dan pertukaran informasi sekurang-kurangnya antara 2 pihak yang berperan sebagai pengirim (sender) dan penerima (receiver) dengan menggunakkan berbagai media yang ada. Komunikasi memiliki beberapa elemen penting, yaitu :
1.     Komunikasi melibatkan orang-orang, sehingga komunikasi yang efektif terkait dengan bagaimana orang-orang dapat berinteraksi satu sama lain dengan lebih efektif.
2.     Dalam komunikasi terjadi penyampaian dan pertukaran informasi dan pengertian, sehingga agar proses ini dapat terjadi dan dapat dipahami, maka pihak-pihak yang berkomunikasi perlu meyadari dan mengerti berbagai istilah dalam berkomunikasi.
3.     Komunikasi dapat berupa bentuk-bentuk simbolis seperti suara, huruf, angka, bahasa tubuh, dan lainnya.
Tujuan kepemimpinan yaitu membantu orang untuk menegakkan kembali, mempertahankan, dan meningkatkan motivasi para anggota organisasi. Jadi pemimpin adalah orang yang membantu orang lain untuk memperoleh hasil-hasil yang diinginkan. Contohnya yaitu di dalam suatu organisasi, manajer memberikan tugas-tugas kepada bawahannya untuk melakukan tugas tersebut dan memberikan hasil yang diinginkan oleh bawahan.
Kepemimpinan diwujudkan melalui gaya kerja atau cara kerja sama dengan orang lain yang konsisten. Cara seseorang berbicara dan bersikap kepada orang lain merupakan suatu gaya kerja yang dimilikinya. Kebanyakan orang mempunyai gaya kerja yang sistematis, teratur, sesuai aturan organisasi yang berlaku.
http://vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/menuutama/edukasi/988-kepemimpinan-dan-komunikasi
https://andipurwantangjaya.blogspot.com/2013/05/komunikasi-organisasi-dan-gaya.html


Model bisnis konvensional, waralaba, E-commerce


ABSTRAK
Pada dasarnya memulai bisnis online itu sangatlah mudah, banyangkan ketika kamu memulai usaha konvensional berapa modal yang harus kamu keluarkan belum lagi masalah resiko yang di hadapi, beda dengan bisnis online waktu flexibel, resiko kecil mudah dijalankan dan bisa buka 24 jam.
Bisnis Online
Bisnis Online adalah kegiatan atau transaksi jual-beli yang dilakukan melalui media internet untuk mendapatkan keuntungan (uang).
Kelebihan dalam berbisnis online :
1. Lingkup pemasarannya luas, tidak terbatas pada daerah sekitar.
2. Dapat dipasarkan ke seluruh nusantara bahkan sampai ke luar negeri.
3. Tidak memerlukan stok barang yang banyak / berlebih Dapat dilakukan dimanapun asalkan memiliki akses internet yang baik.
4. Barang yang dipesan akan dibungkus rapi serta langsung diantarkan ke tempat tujuan.
5. Tidak memerlukan modal yang besar.
Kekurangan dalam berbisnis online :
1.Karena produk tidak dapat dilihat secara langsung, maka hasil pesanan menjadi kurang meyakinkan.
2. Banyak situs bisnis online yang menipu konsumen sehingga konsumen harus lebih berhati-hati dalam memilih situs bekanja online.
3. Dalam mengantarkan barang pesanan, terkadang beberapa situs bisnis online mengantar barang tidak tepat pada waktunya.
Bisnis Konvensional Bisnis
Konvensional atau yang lebih sering dikenal dengan bisnis offline adalah kegiatan atau transaksi jual-beli yang dilakukan secara langsung, bertatap muka antara penjual dengan pembeli. Kelebihan dalam bisnis konvensional : Pembeli langsung dapat melihat produk yang akan dibeli sehingga pembeli tidak merasa rahgu akan produk yang akan dibeli, pembeli juga dapat memilih produknya sendiri.
Umumnya bisnis konvensional memiliki tempat atau kios sendiri sehingga pembeli dapat mengunjungi kios dan dapat secara langsung bertemu dnengan penjual.
Memiliki banyak stok sehingga apabila sewaktu-waktu pembeli ingin membeli produk, mereka tidak perlu waktu yang lama untuk mendapatkan produk tersebut.
Terjamin, karena selain dapat melihat barang secara langsung, pembeli juga dapat mengetahui penjual secara langsung  (face to face), sehingga tindakan penipuan minim terjadi.
Kekurangan dalam bisnis konvensional :
Lingkup pemasarannya terbatas, jika ingin memperluas lingkup pemasaran, maka harus membuka cabang di berbagai daerah.
Membutuhkan modal yang cukup besar karena biasanya bisnis konvensional memerlukan tempat untuk memasarkan produknya.
Memerlukan banyak stok, ini juga berpengaruh terhadap modal yang dikeluarkan sehingga modal menjadi bertambah.
Apabila pembeli ingin membeli barang, maka harus pergi ke toko tempat dijualnya barang tersebut.
4 Model bisnis waralaba
1. Apotek
Saat ini, untuk waralaba apotek telah bercokol brand-brand ternama. Sebut saja Kimia Farma, Apotek  Century, Apotek K-24, Apotek Guardian, dan jaringan Apotek Mitrasana, milik produsen obat PT Kalbe Farma. Untuk mendapatkan lisensi daari apotek tersebut, Anda harus merogoh kocek cukup besar karena harganya bisa mencapai miliaran.
2. Laundry
Selain apotek, bisnis laundry juga diproyeksikan masih bisa terus tumbuh dalam beberapa tahun mendatang. Hengki Cahyadi, pemilik waralaba Koko Laundry beralasan jasa laundry sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat perkotaan saat ini. Di sisi lain, usaha laundry tidak terpengaruh perlambatan ekonomi karena sudah menjadi kebutuhan dasar tersebut.
3. Isi Ulang Nitrogen
Bisnis isi ulang nitrogen memang tengah menjadi tren baru. Salah satu pewaralaba bisnis ini adalah Green Nitrogen. Saat ini, Green Nitrogen memiliki 600 gerai yang tersebar di SPBU Jabotabek, Bali hingga ke Medan. Dari jumlah itu 200 gelai milik mitra.
4. Cuci & Salon Kendaraan
Saat ini usaha cuci mobil dan motor terus berkembang pesaat. Maklum jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak. Kondisi ini melahirkan berbagai peluang usaha cuci dan salon kendaraan. Salah satunya dari Million Go Wash.
Definisi E-commerce dan E-Business
E-Commerce didefinisikan sebagai kegiatan menjual dan membeli barang dagangan dan/atau jasa melalui media internet atau jaringan komputer.
E-Business didefinisikan sebagai penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung seluruh kegiatan usaha dan dapat dilakukan dengan menggunakan Web , Internet, intranet , extranet , atau beberapa kombinasi dari semuanya. Jadi E-business ini tidak hanya menangani kegiatan jual beli saja melainkan semua kegiatan yang ada pada usaha tersebut termasuk didalamnya yaitu e-commerce.
Konsep E-commerce
E-commerce merupakan kepanjangan dari Electronic Commerce yang berarti perdagangan yang dilakukan secara elektronik. Seperti halnya e-mail (Electronic Mail) yang artinya sudah diketahui yaitu pengiriman surat secara elektronik.
https://www.budiwahono.com/pengertian-bisnis-online-dan-bisnis-konvensional/
http://ideusahabisnis.com/4-model-bisnis-waralaba-franchise-yang-menguntungkan/
https://nikeyulianah.wordpress.com/2012/10/15/definisi-konsep-dan-model-e-commerce-dan-e-business/



                                                MODEL-MODEL BISNIS


Perubahan yang luar biasa dalam persaingan, produksi, pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia antar manusia dengan perusahaan dengan pelanggan dan perusahaan dengan perusahaan lain,  menyebabkan pengukuran kinerjaperusahaan menjadi hal yang penting bagi manajemen untukmelakukan evaluasi terhadap performa perusahaan dan perencanaantujuan di masa mendatang.
 Selain digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaan, pemgukuran kinerja juga dapat digunakan sebagai dasar untukmenentukan system imbalan dalam perusahaan. Diperlukan suatustandar pengukuran kinerja yang tepat sebagai tolak ukur perusahaandalam mencapai tujuannya.
Bisnis adalah usaha menjual barang atau jasa yang dilakukan oleh perorangan, sekelompok orang atau organisasi kepada konsumen (masyarakat) dengan tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan/laba (profit).

Model-model bisnis :
             1. e-Commerce
Model bisnis yang ini terlihat sangat old-school. Polanya sudah diterapkan sejak era internet memasuki kehidupan manusia. Penjual akan langsung mendapatkan keuntungan dari produk yang mereka jual di situs mereka kepada masyarakat. Namun, model ini tetap dilakukan oleh sejumlah startup meski tergolong berat. Terutama dilakukan oleh sejumlah startup dengan modal yang terbatas, atau oleh produsen yang ingin meluaskan pasar mereka dengan cara yang tidak membutuhkan banyak biaya.
Kelebihan E-Commerce
Ada tiga aspek kelebihannya, yaitu:
1. Kelebihan bagi organisasi
a. Dapat memperluas pasar hingga pada taraf global/International
b. Mengurangi biaya pembuatan, pendistribusian, pengambilan dan pengelolaan
c. Meningkatkan Brand perusahaan
d. Dapat menyediakan pelayanan kepada pelanggan yang lebih baik
e. Mempercepat dan efesiensi proses bisnis
2. Kelebihan bagi pelanggan
a. Dapat memberikan layanan tanpa ada batasan waktu 1 x 24 jam
b. Mampu memberikan pilihan serta kecepatan dalam pengiriman
c. Dengan banyaknya pilihan pelanggan dapat membandingkan harga satu dengan lainnya
d. Dapat melakukan review komentar terkait produk
e. Dapat memberikan informasi lebih cepat
3. Kelebihan bagi masyarakat

a. Tidak perlunya perjalanan dalam kegiatan jual beli
b. Dapat mengurangi biaya produk, sehingga harga seharusnya dapat lebih terjangkau
c. Dapat membantu pemerintah dalam pemberian pelayanan publik
Kekurangan E-Commerce
Sementara kekurangannya dalam dua aspek, yakni:
1. Kekurangan dari segi teknis
a. Jika emplementasi buruk maka dapat terjadi kelemahan keamanan, keandalan dan standar sistem yang ada
b. Perubahan/perkembangan industri perangkat lunak sangatlah cepat
c. Jika terjadi kendala pada bandwidth, maka dapat terjadi kegagalan TI
d. Kesulitan dalam integrasi sistem
e. Terjadi masalah pada kompatibilitas sistem
2. Kekurangan dari segi non-teknis
a. Mahalnya biaya pembuatan/pembangunan sebuah sistem E-Commerce
b. Tingkat kepercayaan pelanggan yang kurang terhadap situs E-Commerce
c. Sulitnya untuk memastikan keamana dan privasi dalam setiap transaksi secara online
d. Kurangnya perasaan dalam kegiatan jual beli
e. Aplikasi ini terus berkembang dengan sangat cepat
f. Masih belum murah dan amannya akses Internet pada suatu negara tertentu.

           2. Bisnis waralaba adalah salah satu model bisnis yang banyak dilirik oleh para pengusaha saat ini, baik itu pebisnis baru/ pemula ataupun pebisnis yang sudah berpengalaman.
Keuntungan berbisnis waralaba :
1. Manajemen bisnis telah terbangun
2. Brand sudah dikenal masyarakat
3. Kemudahan dalam manajemen finansial
4.  Kerjasama usaha telah terbangun
5.  Dukungan dan keamanan yang lebih kuat
Kekurangan berbisnis waralaba
1.  Mitra waralaba kurang memiliki kendali
2.   Mitra waralaba terkait dengan pemasok
3. Terpengaruhi pada reputasi waralaba lain
4. Adanya biaya waralaba
5. Pemotongan keuntungan
        3. Bisnis Konvensional Bisnis
                   Konvensional atau yang lebih sering dikenal dengan bisnis offline adalah kegiatan atau transaksi jual-beli yang dilakukan secara langsung, bertatap muka antara penjual dengan pembeli. Kelebihan dalam bisnis konvensional : Pembeli langsung dapat melihat produk yang akan dibeli sehingga pembeli tidak merasa rahgu akan produk yang akan dibeli, pembeli juga dapat memilih produknya sendiri. Umumnya bisnis konvensional memiliki tempat atau kios sendiri sehingga pembeli dapat mengunjungi kios dan dapat secara langsung bertemu dnengan penjual.
                 Memiliki banyak stok sehingga apabila sewaktu-waktu pembeli ingin membeli produk, mereka tidak perlu waktu yang lama untuk mendapatkan produk tersebut. Terjamin, karena selain dapat melihat barang secara langsung, pembeli juga dapat mengetahui penjual secara langsung  (face to face), sehingga tindakan penipuan minim terjadi.
Kekurangan dalam bisnis konvensional :
  1. Lingkup pemasarannya terbatas, jika ingin memperluas lingkup pemasaran, maka harus membuka cabang di berbagai daerah.
  2. Membutuhkan modal yang cukup besar karena biasanya bisnis konvensional memerlukan tempat untuk memasarkan produknya.
  3. Memerlukan banyak stok, ini juga berpengaruh terhadap modal yang dikeluarkan sehingga modal menjadi bertambah.
  4. Apabila pembeli ingin membeli barang, maka harus pergi ke toko tempat dijualnya barang tersebut.
         4. Freemium
Model bisnis untuk startup ini menggabungkan dua kata: free dan premium. Model bisnis ini cukup digemari oleh para pelaku startup beberapa tahun belakangan. Sistemnya yang cukup simpel menjadi daya tarik tersendiri dari model bisnis freemium. Sistem kerja dari model bisnis ini adalah memberikan secara gratis sejumlah layanan dasar dari usaha mereka. Ketika ada konsumen yang ingin mendapatkan layanan yang lebih baik, maka barulah muncul skema biaya atau tarif kepada mereka. Contoh startup yang menerapkan model ini adalah Urbanhire. Berlangganan
Model bisnis ini biasanya digunakan oleh mereka yang menyediakan konten-konten menarik. Seperti e-book, majalah digital, musik streaming, dan film. Konsumen akan dikenakan tarif bulanan hingga tahunan untuk bisa menikmati layanan ini.
Contoh startup di model ini adalah Scoop. Startup ini menyediakan majalah digital yang hanya bisa diakses jika konsumen membayar biaya berlangganan. Tarifnya relatif lebih murah jika dibandingkan dengan membeli produk cetak dari majalah yang diinginkan. Untuk musik streaming ada Spotify yang juga menerapkan biaya berlangganan per bulan bagi konsumen. Ada diskon bagi konsumen yang membayar penuh selama satu tahun.
         5.  On-Demand
Model bisnis untuk startup yang satu ini tengah menjadi primadona di tanah air, juga dunia. Pasalnya, mereka memang menyediakan jasa yang bisa memenuhi kebutuhan pasar. Sehingga dapat dipastikan, jasa yang diberikan akan laris manis digunakan masyarakat. Dari mulai layanan transportasi online seperti Uber, Gojek, atau Grab yang sangat dibutuhkan masyarakat di perkotaan. Hingga layanan on-demand yang menyediakan  keperluan rumah tangga seperti Ahlijasa, Seekmi, atau Beres.
Model bisnis ini cukup sustainable karena kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Biaya pun bisa lebih ditekan, karena infrastruktur sudah tersedia. Startup hanya butuh mencari cara untuk mengembangkan produk saja.
6. Penjualan Langsung
Dalam bisnis online ini Anda hanya bertugas membuat dan memproduksi hal-hal yang diminati pasar. Untuk penjualan dan pemasaran akan menggunakan jasa orang lain dengan imbalan komisi dari hasil penjualan. Kondisinya memang mirip dengan reseller atau dropshiper. Produsen akan terbantu dalam memasarkan produk mereka karena dibantu oleh para pekerja lepas ini. Dengan sistem kerja yang tidak terikat, para pekerja lepas ini umumnya bekerja untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
7.  Barang Customized
Kreativitas menjadi poin yang “dijual” oleh pelaku startup yang satu ini. Mereka menyediakan produk dasar yang kemudian bisa dikustomasi oleh konsumen. Kemudian pihak startup akan menyediakan variasi dari produk dasar tersebut yang tentu saja punya harga yang berbeda. Benda-benda yang biasanya dikustomasi antara lain bingkai dan album foto, kalender, atau produk-produk cetakan lainnya. Bahkan sekarang sedang marak bisnis kaos dengan sentuhan personal. Tanpa harus membeli banyak, konsumen bisa mendapatkan desain yang eksklusif dengan harga yang relatif terjangkau.
8. Marketplace
Marketplace menjadi model bisnis untuk startup yang termasuk favorit. Anda cukup menyediakan tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli. Bisa dibilang, Anda adalah perantara alias makelar dalam model bisnis ini.
Pada umumnya, model bisnis ini terbagi dalam dua kategori. Yaitu marketplace Business-to-Business (B2B) yang menyasar sesama pengusaha dan menjual produk dalam skala besar. Lalu ada marketplace Business-to-Consumer (C2C) atau Business-to-Consumer(B2C) yang memberi kesempatan kepada produsen atau penjual untuk bertemu langsung dengan pembeli. Contohnya adalah Tokopedia dan Bukalapak.
9. Lelang Balik
Jika Anda sudah mengenal situs lelang eBay, maka model bisnis ini punya sistem kerja yang terbalik dari situs yang sudah dikenal di dunia tersebut. Pihak pembeli justru berperan laiknya penjual yang ada di situs eBay. Pihak yang mematok harga untuk dilelang bukan penjual, tapi justru pembeli. Ketika penjual sepakat dengan harga yang diajukan, maka pihak pembeli harus mengikuti syarat dan ketentuan yang sudah diberitahukan di awal. Salah satu startup yang sukses di model ini adalah Priceline.
10. Periklanan
Dalam model bisnis ini Anda akan menyediakan jasa penempatan iklan pada situs atau aplikasi yang diinginkan. Tentu saja yang sesuai dengan target market dari produk yang diiklankan. Mendapatkan uang dari iklan adalah satu hal yang mudah dan simpel. Meskipun hitungan satu klik iklan hanya beberapa rupiah saja, tapi jika dikalikan ribuan klik dan puluhan iklan yang dipasang maka nilainya akan tetap besar juga.
Daftar Pustaka