Senin, Juli 15


MANAJEMEN DAN FUNGSI DASAR MANAJEMEN



Dalam organisasi memiliki sumber daya yang baik adalah dengan menyerahkan pengelolaan oleh manajemen yang profesional agar sumber daya tersebut dapat memberikan kontribusi yang paling maksimal terhadap pencapaian tujuan organisasinya. Menurut para ahli pengertian manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan organisasi dengan bekerja sama dan melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya (Menurut Sawaldjo Puspopranoto). Sedangkan menurut dari para ahli lainnya seperti menurut (Malayu S.P. Hasibuan) Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai satu tujuan. Manajemen menurut (T.Hani Handoko) manajemen adalah bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan, dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia, pengarahan, kepemimpinan dan pengawasan. Dan yang terakhir manajamen menurut (Richard L. Daft) Manajemen adalah pencapaian sasaran-sasaran orgnisasi dengan cara yang efektif dan efesien melalui perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya organisasi.
Secara defenisi Manajemen dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan termasuk perencanaan dan pembuatan keputusan, pengorganisasian, piminan dan pengendalian yang diarahkan pada sumber daya organisasi tenaga kerja, keuangan, fisik, dan informasi yang bertujuan untuk mencapai sasaran organisasi dengan cara yang efesien dan efektif (R.W Griffin dalam bukunya yang berjudul Manajemen).

4 Fungsi Dasar Manajemen
Berdasarkan definisi diatas, jelas bahwa Manajemen dalam sebuah organisasi memiliki 4 Fungsi Dasar yaitu Perencanaan dan Pembuatan Keputusan, Pengorganisasian, Pimpinan dan Pengendalian yang
digunakan untuk mengelola sumber daya organisasinya sehingga mencapai sasaran yang ditentukan
secara efektif dan efisien. Berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai 4 Fungsi Dasar Manajemen.
Perencanaan (Planning)

Dalam definisi tersebut mengatakan bahwa fungsi dasar pertama dari Manajemen adalah Perencanaan dan Pembuatan keputusan. Pada dasarnya, Perencanaan atau Planning adalah menentukan Tujuan
Organisasi dan memutuskan cara yang terbaik untuk mencapainya. Sedangkan Pembuatan Keputusan adalah bagian dari Perencanaan yang berkaitan dalam memilih langkah-langkah atau tugas yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran organisasinya. Dalam perencanaan harus memiliki batas waktu
hingga kapan tugas-tugas tersebut harus dilaksanakan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas
tersebut.
Pengorganisasian (Organizing)
Setelah membuat perencanaan dan menetapkan langkah-langkah ataupun tugas-tugas untuk mencapai sasaran organisasi, fungsi manajemen selanjutnya adalah mengorganisir orang-orang yang tepat dan
sumber daya lainnya untuk menjalankan perencanaan yang ditetapkan. Pada dasarnya, yang dimaksud dengan Pengorganisasian (Organizing) adalahmendelegasikan tugas-tugas yang telah ditetapkan dalam perencanaan kepada individu ataupun kelompok yang terdapat dalam organsasi yang bersangkutan. Dalam fungsi Pengorganisasian terdapat pengelompokan kegiatan dan penyusunan Struktur Organisasi serta menjelaskan fungsi-fungsi dari setiap bagian dan sifat hubungan antara bagian-bagian tersebut
dalam Struktur organisasi tersebut.
Pemimpinan (Leading)
Setelah menetapkan Perencanan dan mengorganisir sumber daya yang diperlukan, Fungsi ketiga
Manajemen adalah Pemimpinan (Leading) atau ada yang menyebut fungsi manajemen ini sebagai
Pengarahan (Directing). Pemimpinan (Leading) dalam Manajemen adalah serangkaian proses yang
digunakan agar setiap anggota yang berada dalam organisasi dapat bekerjasama dalam mencapai
sasaran organisasi. Seorang Manajer harus dapat menuntun, mengarahkan, menggerakan dan
memotivasi serta mempengaruhi bawahan agar dapat melakukan tugas-tugas yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan/sasaran organisasi.
Pengendalian (Controlling)
Fungsi Manajemen yang terakhir adalah Pengendalian atau Controlling, Fungsi Pengendalian ini berkaitan dengan penghimpunan informasi-informasi yang digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap kinerja organisasi, memantau perkembangan tugas yang telah direncanakan sebelumnya dan mengambil tindakan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi.Dalam fungsi pengendalian ini, seorang manajer selalu mengawasi jalannya suatu tugas atau kegiatan yang terarah kepencapaian Tujuan Organisasi yang telah ditetapkannya.



DAFTAR PUSTAKA






Kamis, Juli 4

Manajemen Bisnis

ABSTRAK

Banyak orang mengatakan bahwa “Ide atau gagasan” mahal harganya. Tentunya

tidak sembarang ide, tetapi ide yang mempunyai nilai komersial dan ide itu ditulis dalam suatu rencana usaha atau rencana bisnis. Sebenarnya banyak orang mempunyai ide cemerlang, ide yang hebat-hebat serta mempunyai nilai komersial tinggi tetapi ide itu tetaplah hanya sekedar ide bahkan hanya sekedar impian yang numpang lewat, karena ide yang hebat tadi tidak pernah ditulis atau dikomunikasikan kepada pihak lain ataupun diimplementasikan.

Manajemen secara umum merupakan suatu proses dari serangkaian kegiatan mencakup perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengendalian/pengawasan dengan maksud untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Dalam hal ini, dasar-dasar manajemen sangat penting dipahami bagi seseorang yang sedang mengembangkan bisnis.

Efektif artinya, tidak asal tujuan tercapai meskipun dengan biaya, tenaga, waktu yang banyak, tetapi dimaksudkan dengan biaya yang seminim mungkin, hasilnya dapat memuaskan atau mendapatkan hasil yang bermanfaat terhadap masyarakat. Jadi singkatnya tujuan manajemen adalah mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya dengan pengorbanan yang sekecil mungkin. Dengan kata lain, untuk memperoleh efisiensi (daya guna) dalam kerja atau guna mendapatkan suatu teknik/metode dengan cara bagaimanakah yang sebaik-baiknya kita lakukan dengan menggunakan sumber-sumber yang terbatas dapat diperoleh hasil yang sebesar-besarnya.

Organisasi apa pun itu tentu perlu sebuah kegunaan manajemen yang bagus di dalamnya, baik organisasi itu dalam bentuk perusahaan, pemerintahan, kemahasiswaan ataupun organisasi sosial lainnya. Karena sebuah kesatuan manajemen tidak dapat bisa berjalan dengan baik andaikan tidak jelas tugas pokok dan fungsinya. Sudah banyak contoh masalah manajemen yang buruk dalam organisasi.

DAFTAR PUSTAKA
Budi. 2018. Pengertian Manajemen dan Empat Fungsi Dasar Manajemen.https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-manajemen-empat-fungsi-dasar-manajemen/
Amalia, Dina. 2017. Pengertian, Fungsi, dan Unsur-Unsur Manajemen.https://www.jurnal.id/id/blog/2017-pengertian-fungsi-dan-unsur-unsur-manajemen/
Andrias Harefa. (2008). Berwirausaha dari Nol 10 Kiat Sukses dengan ModalSeadanya. Jakarta: Gramedia.

Feddy Rangkuti. (2000). Business Plan, Teknik Membuat Perencanaan Bisnis danAnalisis Kasus. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Komunikasi Dalam Kepemimpinan

Abstrak

Komunikasi adalah usaha mendorong orang lain menginterprestasikan pendapat seperti apa yang dikehendaki oleh orang yang mempunyai pendapat tersebut. Komunikasi senantiasa muncul dalam proses organisasi. Barry Cushway dan Derek Lodge menggambarkan fungsi komunikasi dalam organisasi sebagai pembentuk. Komunikasi mempunyai andil membentuk atau membangun iklim organisasi juga berdampak pada membangun budaya budaya organisasi, yaitu nilai dan kepercayaan yang menjadi titik pusat organisasi. Tujuan komunikasi dalam proses organisasi tidak lain dalam rangka membentuk saling pengertian.
Pada dasarnya komunikasi di dalam organisasi terbagi kepada tiga bentuk, yaitu:

1.        Komunikasi Vertikal (atas ke bawah, sebaliknya)
            Artinya komunikasi yang disampaikan pimpinan kepada bawahan, dan dari bawahan kepada pimpinan secara timbal balik.
a.         Fungsi komunikasi ke bawah digunakan pimpinan untuk:
-          Melaksanakan kebijakan, prosedur kerja, peraturan, instruksi, mengenai pelaksanaan kerja bawahan
-          Menyampaikan pengarahan doktrinasi, evaluasi, teguran
-          Memberikan informasi mengenai tujuan organisasi, kebijakan orgnanisasi, insentif
b.        Fungsi komunikasi ke atas digunakan bawahan untuk:
-          Memberikan pengertian mengenai laporan presentasi kerja, saran, usulan, opini, permohonan bantuan dan keluhan
-          Memperoleh informasi dari bawahan mengenai kegiatan dan pelaksanaan pekerjaan bawahan dari tingkat yang lebih rendah.

2.        Komunikasi Horizontal
            Bentuk komunikasi secara mendatar, di antara sesama staf dan sebagainya. Komunikasi horizontal sering kali bersifat tidak formal. Fungsi komunikasi horizontal ini digunkana oleh dua pihak yang mempunyai level yang sama. Komunikasi ini berlangsung dengan cara tatap muka, melalui media elektronik seperti telepon, atau melalui pesan tertulis.
3.        Komunikasi Diagonal
            Bentuk komunikasi ini sering juga disebut komunikasi silang. Berlangsung dari seseorang kepada orang lain dalam posisi yang berbeda. Fungsi komunikasi ini digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level berbeda tetapi tidak mempunyai wewenang langsung kepada pihak lain.
Fungsi Komunikasi dalam Organisasi:
a.      Fungsi Informatif
            Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem proses informasi yang seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, baik, dan tepat waktu.
b.      Fungsi Regulatif
            Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi.
c.       Fungsi Persuasif
            Banyak pimpinan yang lebih suka untuk memersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab, pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
d.      Fungsi Integratif
            Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.
KESIMPULAN
       Komunikasi sangat berperan dalam organisasi. Karena semua pekerjaan dan aktivitas menggunakan komunikasi. Jadi, hendaknya dalam organisasi, seorang pemimpin yang baik, hendaknya menggunakan fungsi komunikasi yaitu persuasif, yaitu seorang pemimpin yang bisa mempengaruhi karyawannya agar mau bekerja dengan sukarela, melaksanakan tugasnya dengan perasaan senang karena pimpinan memintanya dengan hormat. Hal itu akan mempengaruhi psikologis karyawan, membuatkaryawan bekerja dengan optimal untuk bisa membantu atasannya.
DAFTAR PUSTAKA
·         Solihat, Manap. “kepemimpinan dan gaya komunikasi”.https://repository.unikom.ac.id/30685/1/kepemimpinan-dan-gaya-komunikasi-manap-solihat.pdf (diunduh 9 mei 2019)
·         Abdullah, Sandi. 2014. “kepemimpinan dan komunikasi” dalamhttps://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/menuutama/edukasi/988-kepemimpinan-dan-komunikasi (diakses 9 mei 2019)
·         Rizky, Rahma. “gaya kepemimpinan dan komunikasi dalam organisasi” dalamhttps://www.academia.edu/12131276/Gaya_Kepemimpinan_dan_Komunikasi_Dalam_Organisasi (diakses 9 mei 2019)

Jumat, Juni 28

Gaya Kepemimpinan


Sebelum kita membahas komunikasi dan gaya kepemimpinan kita harus tahu terlebih dahulu apa itu komunikas. Komunikasi adalah "suatu proses di mana seseorang atau beberapa orang, kelompokorganisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain". Adapun beberapa pengertian komunikasi menurut para ahli :
1.       Anderson
Mernurut Anderson, komunikasi merupakan proses yang dinamis. Proses ini secara konstan berubah sesuai dengan situasi yang berlaku.
2.       Anwar Arifin
Komunikasi menurut Anwar Arifin merupakan sebuah konsep multi makna. Dalam makna sosial, komunikasi merupakan proses sosial yang berkaitan dengan kegiatan manusia dan kaitannya dengan pesan dan prilaku.
3.       Atep Aditya Barata
Atep Aditya Barata mendefinisikan komunikasi sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan, berita, atau informasi yang terjadi diantara dua orang atau lebih. Proses ini dilakukan secara efektif agar pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh penerimanya.

kepemimpinan adalah sifat yang diterapkan individu yang bertindak sebagai pemimpin untuk mempengaruhi anggota kelompoknya untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah disepakati bersama.

Sifat-sifat Pemimpin

Beberapa sifat yang biasanya melekat pada diri seorang pemimpin, diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Intelejensi – Kemampuan bicara, menafsir, dan bernalar yang lebih kuat daripada para anggota yang dipimpin.
  2. Kepercayaan Diri – Keyakinan akan kompetensi dan keahlian yang dimiliki
  3. Determinasi – Hasrat untuk menyelesaikan pekerjaan yang meliputi ciri seperti berinisiatif, kegigihan, mempengaruhi, dan cenderung menyetir
  4. Integritas – Kualitas kejujuran dan dapat dipercaya oleh para anggota
  5. Sosiabilitas – Kecenderungan pemimpin untuk menjalin hubungan yang menyenangkan, bersahabat, ramah, sopan, bijaksana, dan diplomatis. Menunjukkan rasa sensitif terhadap kebutuhan orang lain dan perhatian atas kehidupan mereka
Gaya – gaya kepemimpinan dalam suatu organisasi :
1.      Kepemimpinan otokratis
Pemimpin sangat dominan dalam setiap pengambilan keputusan dan setiap kebijakan, peraturan, prosedur diambil dari idenya sendiri.
Kepemimpinan jenis ini memusatkan kekuasaan pada dirinya sendiri. Ia membatasi inisiatif dan daya pikir dari para anggotanya.
Pemimpin yang otoriter tidak akan memperhatikan kebutuhan dari bawahannya dan cenderung berkomunikasi satu arah yaitu dari atas (pemimpin) ke bawah (anggota). Jenis kepemimpinan ini biasanya dapat kita temukan di akademi kemiliteran dan kepolisian.
2.      Kepemimpinan birokratis
Gaya kepemimpinan ini biasa diterapkan dalam sebuah perusahaan dan akan efektif apabila setiap karyawan mengikuti setiap alur prosedur dan melakukan tanggung jawab rutin setiap hari.
3.      Kepemimpinan partisipatif
Dalam gaya kepemimpinan partisipatif, ide dapat mengalir dari bawah (anggota) karena posisi kontrol atas pemecahan suatu masalah dan pembuatan keputusan dipegang secara bergantian.
Pemimpin memberikan ruang gerak bagi para bawahan untuk dapat berpartisipasi dalam pembuatan suatu keputusan serta adanya suasana persahabatan dan hubungan saling percaya antar pimpinan dan anggota

4.      Kepemimpinan delegatif
Gaya kepemimpinan ini biasa disebut Laissez-faire dimana pemimpin memberikan kebebasan secara mutlak kepada para anggota untuk melakukan tujuan dan cara mereka masing-masing. Pemimpin cenderung membiarkan keputusan dibuat oleh siapa saja dalam kelompok sehingga terkadang membuat semangat kerja tim pada umumnya menjadi rendah
5.      Kepemimpinan transaksional
Kepemimpinan jenis ini cenderung terdapat aksi transaksi antara pemimpin dan bawahan dimana pemimpin akan memberikan reward ketika bawahan berhasil melaksanakan tugas yang telah diselesaikan sesuai kesepakatan. Pemimpin dan bawahan memiliki tujuan, kebutuhan dan kepentingan masing-masing.
6.      Kepemimpinan transfoemational
Gaya kepemimpinan transformasional dapat menginspirasi perubahan positif pada mereka (anggota) yang mengikuti. Para pemimpin jenis ini memperhatikan dan terlibat langsung dalam proses termasuk dalam hal membantu para anggota kelompok untuk berhasil menyelesaikan tugas mereka.
7.      Kepemimpinan melayani
Hubungan yang terjalin antara pemimpin yang melayani dengan para anggota berorientasi pada sifat melayani dengan standar moral spiritual. Pemimpin yang melayani lebih mengutamakan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi dari para anggota daripada kepentingan pribadinya.
8.      Kepemimpinan karismatik
Pemimpin yang karismatik memiliki pengaruh yang kuat atas para pengikut oleh karena karisma dan kepercayaan diri yang ditampilkan.
Para pengikut cenderung mengikuti pemimpin karismatik karena kagum dan secara emosional percaya dan ingin berkontribusi bersama dengan pemimpin karismatik.
Karisma tersebut timbul dari setiap kemampuan yang mempesona yang ia miliki terutama dalam meyakinkan setiap anggotanya untuk mengikuti setiap arahan yang ia inginkan.

9.      Kepemimpinan situasional
Pemimpin yang menerapkan jenis kepemimpinan situasional lebih sering menyesuaikan setiap gaya kepemimpinan yang ada dengan tahap perkembangan para anggota yakni sejauh mana kesiapan dari para anggota melaksanakan setiap tugas.
Gaya kepemimpinan situasional mencoba mengkombinasikan proses kepemimpinan dengan situasi dan kondisi yang ada.
Setidaknya ada 4 gaya yang diterapkan oleh pemimpin jenis ini, diantaranya:
  1. Telling-Directing (memberitahu, menunjukkan, memimpin, menetapkan),
  2. Selling-Coaching (menjual, menjelaskan, memperjelas, membujuk),
  3. Participating-Supporting (mengikutsertakan, memberi semangat, kerja sama),
  4. Delegating (mendelegasi, pengamatan, mengawasi, penyelesaian).


Daftar Pustaka

Model Bisnis Konvensional, Waralaba, dan E- Commerce

Dalam mengenali Model Bisnis ini ada beberapa bagian terpenting dalam merangkum sebuah bisnis mulai dari tata cara serta struktur finansialnya. Maka dari itu, ada 7 bagian yang harus diketahui yakni :
1. Customer Sesment
Yang dimana dimaksud, bagian ini menjelaskan siapa pelanggan potensial dari produk tersebut/anda. Serta berisi yang dimana profil orang tersebut memiliki masalah yang akan dipecahkan oleh bisnis anda. Untuk bisnis ecommerce yang berkembang sekarang ini, customer sesment mencakup antara pembeli dan penjual, untuk lebih mengenali para pelanggan/pembeli ada baiknya mengenali  atau mempelajari apa itu buyer pesona
2. Value Propositions
Blok ini berisikan nilai tambah yang akan membuat bisnis ini terlihat menarik dan berbeda dengan bisnis lainnya. Biasanya berupa solusi atau inovasi yang kita tawarkan dan menjadi keunggulan utama dalam memproduksi suatu usaha atau produk tersebut
3. Channel
Channel merupakan media bisnis yang akan kita gunakan untuk deliver solusi yang akan kita tawarkan untuk sampai kepada konsumen. Channel ini dapat berupa webbsite, aplikasi media online bahkan seorang sales person.
4. Product
Dimana product ini merupakan hasil penawaran terhadap pihak produsen kepada pihak konsumen. Untuk itu ada beberapa usaha untuk dapat memberi daya tarik seorang konsumen untuk dapat diminati dan dimiliki seorang pembeli.
5. Services
Suatu proses yang menciptakan dan menyampaikan jasa yang dibutuhkan konsumen. Dimana di dalamnya terdapat kegiatan yang dapat menarik perhatian konsumen dan mempertahankan konsumen untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan suatu perusahaan yang menjalankan bisnis.
6. Cost Structure
Dimana kita harus menentukan biaya apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan keseluruhan aktivitas bisnis. Untuk mempermudah, struktur biaya dapat diisi berdasarkan pada isian perincian keuangan tersebut.

Dan dari pada itu untuk menciptakan suatu usaha yang memungkinkan alangkag baiknya kita mempelajari bagian bagian tersebut dan dapat dilaksanakan sesuai kriteria dalam bidang perusahaan tersebut.


Kamis, Juni 27

Pengertian Manajemen


Pengertian Manajemen menurut para Ahli

  • Pengertian Manajemen menurut Sawaldjo Puspopranoto (2006:99), Manajemen adalah Proses untuk mencapai tujuan organisasi dengan bekerja bersama dan melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.
  • Pengertian Manajemen menurut Malayu S.P. Hasibuan (2000:2), Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efiesien untuk mencapai satu tujuan.
  • Pengertian Manajemen menurut T. Hani Handoko (2000:10), Manajemen adalah bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan, dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia, pengarahan, kepemimpinan dan pengawasan.
  • Pengertian Manajemen menurut Richard L. Daft (2002:8), Manajemen adalah pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya organisasi.

manajemen adalah mengelola sumberdaya organisasi baik human resources maupun sarana, lingkungan  dan keuangan yang ada secara efektif dan efisien untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi.

Fungsi Dasar Manajemen:

Perencanaan (Planning)

Dalam definisi tersebut mengatakan bahwa fungsi dasar pertama dari Manajemen adalah Perencanaan dan Pembuatan keputusan. Pada dasarnya, Perencanaan atau Planning adalah menentukan Tujuan Organisasi dan memutuskan cara yang terbaik untuk mencapainya.

Pengorganisasian (Organizing)

Setelah membuat perencanaan dan menetapkan langkah-langkah ataupun tugas-tugas untuk mencapai sasaran organisasi, fungsi manajemen selanjutnya adalah mengorganisir orang-orang yang tepat dan sumber daya lainnya untuk menjalankan perencanaan yang ditetapkan. Pada dasarnya, yang dimaksud dengan Pengorganisasian (Organizing) adalah  mendelegasikan tugas-tugas yang telah ditetapkan dalam perencanaan kepada individu ataupun kelompok yang terdapat dalam organsasi yang bersangkutan.

Pemimpinan (Leading)

Setelah menetapkan Perencanan dan mengorganisir sumber daya yang diperlukan, Fungsi ketiga Manajemen adalah Pemimpinan (Leading) atau ada yang menyebut fungsi manajemen ini sebagai Pengarahan (Directing). Pemimpinan (Leading) dalam Manajemen adalah serangkaian proses yang digunakan agar setiap anggota yang berada dalam organisasi dapat bekerjasama dalam mencapai sasaran organisasi.

Pengendalian (Controlling)

Fungsi Manajemen yang terakhir adalah Pengendalian atau Controlling, Fungsi Pengendalian ini berkaitan dengan penghimpunan informasi-informasi yang digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap kinerja organisasi, memantau perkembangan tugas yang telah direncanakan sebelumnya dan mengambil tindakan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi.
DAFTAR PUSTAKA:
BUDI KHO,2018, ‘’Pengertian Manajemen dan Empat Fungsi Dasar Manajemen’’
Indra Wardana,2013,’’Prinsip Dasar Manajemen’’