Rabu, Oktober 30

AYAM BAKAR MADURA

Dalam kondisi ekonomi yang sedang melemah akhir-akhir ini, banyak usaha yang mengalami kebangkrutan, namun terdapat sebuah bisnis yang terus berkembang. Bisnis apakah itu? BISNIS KULINER.

Jumat, Oktober 18

ALAT BANTU UNTUK PEKERJAAN SOLDER PADA KOMPONEN ELEKTRONIKA


HAND VICE EQUIPMENT SEBAGAI ALAT BANTU KERJA

Oleh BOY RAJA SAHAT TARULI TUA SITUMORANG ( @P08-BOY)

Dalam sebuah pekerjaan teknik maupun non teknik, peralatan adalah sebuah pelengkap yang sangat penting bagi mununjangnya kenyamanan, keselamatan dan peningkatan pencapaian hasil kerja atau pencapaian target. 

Pengembangan Produk Kaos Custom

Oleh Ardian Subagaya (@P-37

Kebutuhan primer manusia untuk menjalani masa hidup ada 4 sektor, yaitu pangan, papan dan sandang. 

1. Pangan: kebutuhan makanan
2. Papan: kebutuhan bertempat tinggal
3. Sandang: kebutuhan pakaian

Kemudian yang akan dibahas pada kesempatan kali ini adalah pada sektor sandang yaitu pakaian.

Kamis, Oktober 17

Pengembangan Produk Perangkat Lunak dengan Metode yang Kekinian

Oleh: Dwicandra Ekastrya (@P22-DWICANDRA)

Perkembangan dunia bisnis saat ini memang bisa dibilang sangat cepat sekali. Banyak sekali bisnis-bisnis baru yang bermunculan sebagai start-up yang meramaikan pasar baik di dalam maupun luar negeri. Sebagian besar dari start-up tersebut sudah mulai sadar akan peran teknologi informasi sehingga merasa perlu untuk membuat aplikasi mobile untuk menjangkau calon pelanggan lebih luas.

Pengambangan Produk Baru Tas Selempang Wanita

Oleh : Nur Syaifuddin (@P39-NUR)


Keberadaan sebuah tas bagi seseorang terutama wanita sudah menjadi suatu keharusan. Saat ini, pasar untuk tas wanita masih sangat luas karena tas merupakan salah satu kebutuhan wajib wanita. Umumnya wanita selalu menyertakan tas untuk melengkapi penampilannya, terutama saat mereka sedang berpergian. Untuk penunjang stylish wanita, ada banyak jenis tas yang berbeda ukuran dan modelnya yang wanita gunakan di setiap aktivitas. 

Pengembangan Bisnis ala Startup menggunakan Design Thinking

Dalam menjadi praktisi bisnis atau wirausahawan, kita perlu mengetahui apa yang akan kita lakukan dan publikasikan kepada calon konsumen atau mitra kita untuk tau dengan objek atau jasa yang kita ingin buat.

Pengembangan Produk Makanan Semur Ikan Lele

Ikan Lele, secara ilmiah terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatra Barat), ikan maut (Gayo), ikan seungko (Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia), ikan 'keli' untuk lele yang tidak berpatil sedangkan disebut 'penang' untuk yang memiliki patil (Kalimantan Timur).

PENGEMBANGAN PRODUK MAKANAN DORI SAMBAL MATAH

Oleh : Irwan Herdiansyah (@P29-IRWAN)

Abstrak

Pengembangan produk sangat penting dilakukan untuk membentuk dan membuat inovasi baru, seperti kita ketahui pangsa pasar pada saat ini atau di era sekarang ini sangat pesat perkenbangannya dalam berbagai sektor, kita sebagai produsen harus bisa mencari ide dan inovasi baru terhadap produk yang akan kita jual dan yang akan kita pasarkan, mengutip dari artikel yang saya buat pengembangan produk makanan sangat besar peluangnya.

Pengembangan Product Baru Pada Big Data Pada Industri 4.0

Perkembangan Industri Dunia saat ini telah memasuki era baru yaitu tahapan Revolusi Industri 4 atau pada zaman now lebih sering kita dengar dengan Industri 4.0 , Pertama kali konsep ini berasal dari sebuah proyek strategis pemerintah Jerman dalam pemanfaatan teknologi canggih system komputerisasi di bidang manufacturing.

PENGEMBANGAN PRODUK PESAWAT DALAM NEGERI CN235 PT-DI (DIRGANTARA INDONESIA)


Oleh : LUKMAN WIBISONO (@P38-LUKMAN) 

Indonesia adalah Negara kepulauan yang sangat besar dan luas, dan termasuk Negara Kepulauan Terbesar di Dunia. Di dalam Negara Kepulauan yang besar ini juga banyak SDM yang sangat bagus untuk Industri KeDirgantaraan Nasional. Indonesia adalah Negara satu-satunya di Asia Tenggara yang mampu memproduksi Pesawat Terbang.

USAHA NASI KUNING / NASI UDUK SEBAGAI PENGISI LAPAR DI PAGI HARI

Oleh : Aprila Eki Priatna (@N21-APRILA)


      Nasi kuning / Nasi uduk adalah salah satu varian nasi yang banyak kita temui di seluruh penjuru tanah air. Rasanya yang gurih, membuat banyak sekali lauk yang cocok untuk dipadukan dengan Nasi ini. 

Selasa, Oktober 15

Kenapa Perlu Adanya Pengembangan Produk?


Oleh : Fitriani Nur Afifah (@N14-FITRIANI)


Salah satu strategi untuk memperpanjang daur hidup produk (life cycle product) sehingga produk tidak mengalami tahap decline. Pengembangan produk ini diperlukan jika produk sudah memasuki tahap maturity yaitu, dimana produk perusahaan mengalami titik jenuh, ditandai dengan tidak terjadi penambahan konsumen sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu. Jika produk sudah mencapai tahap ini, dan perusahaan tidak segera melakukan strategi untuk menarik perhatian konsumen dan para pedagang. Hal ini akan mengakibatkan keuntungan yang diperoleh semakin menurun serta penjualan yang cenderung turun.

Siklus hidup suatu produk yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu : introduce, growth, maturity dan decline.

1) Tahap Introduce aLias Perkenalan
Pada tahap introduce ini produk baru lahir dan belum ada target konsumen yang tahu sehingga dibutuhkan pengenalan produk dengan berbagai cara kepada target pasar dengan berbagai cara.

2) Tahap Growth aLias Pertumbuhan
Ketika berada pada tahap growth ini, konsumen mulai mengenal produk yang perusahaan produksi dengan jumlah penjualan dan laba yang meningkat pesat dibarengi dengan promosi yang kuat. Hal ini akan menyebabkan semakin banyak penjual dan distributor yang turut terlibat dengan tujuan untuk mengambil keuntungan dari meningkatnya permintaan pasar terhadap produk perusahaan tersebut.

3) Tahap Maturity aLias Kedewasaan
Di tahap maturity ini produk perusahaan mengalami titik jenuh hal tersebut ditandai dengan tidak terjadi penambahan konsumen yang ada sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu. Jika produk sudah mencapai tahap ini, dan perusahaan tidak segera melakukan strategi untuk menarik perhatian konsumen dan para pedagang. Hal ini akan mengakibatkan keuntungan yang diperoleh semakin menurun serta penjualan yang cenderung turun.

4) Tahap DecLine aLias Penurunan
Pada tahap decline produk perusahaan mulai ditinggalkan konsumen untuk beralih ke produk lain karena produk tersebut sudah tidak memenuhi kebutuhan konsumen atau ada produk lain yang lebih bagus baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hal ini akan mengakibatkan jumlah penjualan dan keuntungan yang diperoleh produsen dan pedagang akan menurun drastis atau perlahan tapi pasti dan akhirnya mati.

Referensi :

ANALISA PENGEMBANGAN PRODUK BARU PADA RINTISAN USAHA WALLTS

ANALISA PENGEMBANGAN PRODUK BARU PADA RINTISAN USAHA WALLTS


Oleh : Gayatri Destyarini (@N25-GAYATRI)
41917110012

          Wallts adalah salah satu pemain baru di industri fashion, fokus memproduksi produk berupa dompet. Dompet yang dibuat oleh Wallts berbeda dari dompet lainnya yang menggunakan bahan kulit maupun imitasi, Wallts memproduksi dompet dengan bahan kanvas yang menjadi ciri khasnya. Untuk dapat bertahan di industri fashion, Wallts harus dapat mengembangkan produk baru dengan baik, agar dapat memenangkan persaingan yang ketat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan produk baru pada rintisan usaha Wallts didasarkan pada teori Kotler. Penelitian ini menggunakan metode kualitatatif dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi langsung kepada  informan yang  mengetahui  mengenai proses  pengembangan produk  pada  Wallts.  Hasil  dari penelitian ini didapatkan bahwa Wallts telah melakukan proses pengembangan produk baru sesuai dengan teori Kotler, hanya saja untuk poin pengembangan dan pengujian konsep, Wallts tidak melakukan analisis market ke segi konsumen yang lebih luas, karena pengembangan produk harus mencakup produsen dan keinginan dari konsumen. 
Hasil gambar untuk wallts

           Industri fashion tidak terlepas dari adanya sebuah produk. Dengan semakin banyaknya pelaku bisnis fashion, Wallts harus mampu mengembangkan produk baru yang unik, sehingga memiliki perbedaan dari produk lain yang sejenis. Dengan mengembangkan produk baru, akan terjadi sebuah daur hidup produk, karena usia produk yang semakin menua, jika produk tidak dikembangkan, perusahaan akan merugi karena pelanggan akan bosan dengan produk tersebut. Dalam mengembangkan sebuah produk, ada 8 tahap diantaranya, pemunculan gagasan, penyaringan gagasan, pengembangan dan pengujian konsep, pengembangan strategi pemasaran, analisis bisnis, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi. 




Pencarian gagasan

          Wallts telah melakukan proses pencarian gagasan dengan baik, pencarian gagasan dilakukan dengan teknik brainstorming antara bagian pengembangan produk dengan owner. Gagasanpun datang dari luar seperti dari konsumen maupun dari kompettior 

Penyaringan Gagasan
          Wallts  sudah  cukup  baik  dalam  menyaring  gagasan,  cara  yang  dilakukan  adalah  dengan mendiskusikan bersama dalam bentuk FGD dan membuat skala prioritas dari gagasan tersebut, sehingga gagasan yang mendapatkan nilai paling tinggi akan dipilih, dan paling rendah akan dibuang. 
Pengembangan dan Pengujian Konsep
          Wallts telah melakukan pengembangan dan pengujian konsep, hanya saja pengembangan dan pengujian konsep ini hanya dilakukan kepada teman-teman terdekat dari Wallts, tidak dilakukan kepada konsumen yang potensial seperti konsumen yang sudah pernah membeli,  dan calon konsumen pada social media. 

Hasil gambar untuk wallts     Hasil gambar untuk wallts  
Pengembangan Strategi Pemasaran
          Wallts mampu menjelaskan target marketnya yaitu anak muda umur 16-28 tahun karena cocok dengan produknya yang colourfull. Lalu Wallts juga mampu menerapkan harga jual yang pas kepada target marketnya, dibandingkan pesaingnya yang menjual harga lebih tinggi dari Wallts. Dan Wallts pun mampu membuat rencana penjualan jangka panjang dengan cara menambah titik distribusi dan menambah penjualan langsung ke konsumen dengan online. 
Analisis Bisnis
          Wallts dapat memetakan persaingan dan mengetahui kompetitor mereka mulai dari kompetitor lokal maupun internasional. Wallts mampu bersaing dengan produk yang menggunakan bahan berbeda, dan menjual harga dibawah pesaing dengan fitur-fitur yang lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. 
Pengembangan Produk
          Wallts sudah melakukan tahapan mengkonversi dari hanya ide yang berupa gambar produk menjadi bentuk produk dengan tahapan awal yaitu sample, lalu lanjut ke tahapan produksi. Kemasan pun dipikirkan oleh Wallts dengan sangat baik, dengan memfasilitasi konsumen untuk menggunakan ulang (re-use) kemasan menjadi celengan. Usage testing pun diuji pada saat proses Quality Control dimana di periksa semua kondisi dan kegunaan dari produk tersebut. Pola strategi pemasaranpun dipikirkan dengan terlebih dahulu memfoto produk sebelum menjualnya, sebagai panduan katalog konsumen maupun distributor untuk memilih produk mana yang akan dipilihnya untuk dibeli atau dijual kembali. 

Hasil gambar untuk wallts
Pengujian Pasar
          Wallts juga sudah mampu memberikan informasi mengenai produk yang paling laku terjual dilihat dari tipe dompetnya. Hal ini mengartikan bahwa Wallts sudah dapat mengetahui bagaimana konsumen dan penyalur mengelola, memakai dan membeli ulang produk tersebut dan seberapa luas pasarnya dalam produk tersebut. Sehingga hal ini dapat dijadikan bahan untuk memproduksi produk selanjutnya, dimana Wallts harus memproduksi produk dengan desain yang digemari oleh konsumen. 
Komersialisasi
          Wallts telah mendistribusikan produk ke enam titik distribusi. Wallts juga mengerti dan tahu kapan harus produksi disesuaikan dengan jangka waktu pendistribusian produk baru yang ditetapkan oleh pihak distributor yaitu setiap tiga bulan sekali. Produk yang sudah di distribusikan selama tiga bulan dan belum laku terjual, maka akan Wallts tarik, dan diganti dengan produk baru, sehingga produk yang dijual di titik distribusi akan selalu baru dan berganti, sehingga konsumen akan senang dengan pilihan produk Wallts yang beragam dan berganti secara berkala.

Referensi :
JURNAL ANALISA PENGEMBANGAN PRODUK BARU WALLTS Oleh M. Adzwin dan Grisna Anggadwita, Universitas Telkom

Daur Ulang Plastik Menjadi Kerajinan Cantik

Oleh : Wahyu Denis Kurniawan (@N05-WAHYU)

Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat. (Liputan6.com/Triyasni)

Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar nomor dua di dunia setelah Tiongkok. Meski begitu, pengelolaan sampah plastik masih rendah, tanggung jawab perusahaan terhadap sampah-sampah mereka pun minim.

Data Sustainable Waste Indonesia (SWI), kurang dari 10% sampah plastik terdaur ulang dan lebih 50% tetap berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Ada lebih dari 380 TPA di Indonesia setidaknya 8.200 hektar yang sebagian akan atau sudah penuh,” kata Dini Trisyanti, Direktur SWI dalam temu media di Jakarta, pekan lalu.

Plastik adalah salah satu bahan kemasan yang sangat populer dan sering digunakan. Namun, kepopuleran plastik ini justru menjadi bahaya tersendiri bagi para manusia karena jika sudah dibuang, bahan ini sangat sulit untuk diurai. Karena itulah kita sebagai pengguna plastik harus menaruh perhatian lebih pada masalah ini, salah satunya adalah dengan melakukan daur ulang plastik yang sudah pernah kita gunakan.
Mengurangi sampah dengan cara daur ulang menjadi solusi saat ini. Sampah-sampah yang didapat  kemudian diolah menjadi berbagai kerajinan. Kerajinan tersebut berupa tas, dompet, hiasan rumah, celengan, dan bros. 


Cara Daur Ulang Sampah Plastik

Daur ulang limbah atau sampah plastik ini mengacu pada menyimpan serta memproses ulang plastik tersebut sehingga menjadi produk lain yang memiliki kegunaan. Adapun cara mendaur ulang sampah plastik adalah sebagai berikut:

  1. Kenali jenis plastiknya terlebih dahulu. Ini akan mempermudah Anda untuk melakukan penyortiran nantinya.
  2. Jika sudah, mulailah menyortir sampah plastik yang Anda punya, bisa berdasarkan warna ataupun kandungan resinnya.
  3. Setelah itu, mulailah membersihkan sampah-sampah plastik tersebut supaya Anda tidak lagi jijik untuk memegangnya dengan tangan secara langsung.
  4. Jika diantara plastik-plastik tersebut masih ada yang bisa Anda gunakan, gunakan saja yang biasa disebut dengan teknik Reuse. Misalnya botol plastik bekas sabun, Anda bisa memakainya untuk menyimpan cairan sabun lagi ataupun cairan lainnya yang sebaiknya tidak ditujukan untuk konsumsi.
  5. Tetapi jika Anda lebih tertarik untuk mengubah sampah-sampah tersebut menjadi bijih plastik, Anda bisa mengikuti tahapan-tahapan yang ada di bawah ini:
      

    • Pastikan plastik bersih dari berbagai kontaminer, entah itu kertas, plastik tipe yang lainnya ataupun sisa isi yang masih ada di dalamnya.
    • Untuk plastik yang berongga, seperti botol perlu dipipihkan terlebih dahulu, bisa dengan cara menginjaknya atau jika Anda punya Anda bisa menggunakan mesin pres saja.
    • Jika sudah, mulai masukkan plastik ke dalam mesin pencacah plastik supaya plastik-plastik tersebut berubah menjadi serpihan-serpihan yang lebih kecil.
    • Selanjutnya, lakukan pemisahan antara serpihan plastik yang ringan dengan serpihan plastik yang berat. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan bantuan air ataupun mesin khusus. Tujuan pemisahan ini adalah untuk memastikan agar sampah plastik jenis yang satu dengan jenis yang lainnya tidak tercampur, karena masing-masing jenis plastik tersebut menghasilkan produk akhir yang juga tidak sama.
    • Setelah itu, cuci serpihan-serpihan plastik dengan menggunakan deterjen supaya tidak ada lagi kontaminan yang tersisa. Kemudian, gunakan mesin khusus untuk membedakan jenis resin plastik, lalu keringkan.
    • Setelah kering, lelehkan plastik tersebut untuk mempermudah membentuknya kembali. Bisa dibentuk menjadi bentuk yang baru ataupun dibentuk menjadi butiran-butiran plastik.
 

sumber gambar : google.com


PENGEMBANGAN PRODUK HIJAB MASA KINI

Sekarang perempuan mengenakan hijab tidak hanya sebagai kewajibannya sebagai muslimah untuk menutup aurat tetapi juga sudah menjadi tren fashion. Pengguna hijab ini mulai dari anak kecil hingga orang tua. Tidak dapat dipungkiri, tingginya kebutuhan hijab ini merupakan sebuah peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Sehingga tidak heran jika kini banyak pelaku bisnis yang menjual hijab sebagai bisnis utamanya. Agar bisnis hijab Anda  dapat bersaing, berkembang dan mendapatkan keuntungan yang terus meningkat maka Anda harus memiliki strategi pemasaran yang tepat. Lalu apa saja strategi pemasaran yang tepat untuk bisnis hijab? Berikut cara-cara yang dapat Anda lakukan.









SURVEY
Untuk memasarkan hijab sebaiknya Anda lakukan survey terlebih dahulu. Survey dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi seperti selera pasar, perkembangan model tren hijab, dan sebagainya. Survey dapat dilakukan secara sederhana, misal dengan bertanya kepada orang-orang sekitar, mengamati gaya, melakukan survey dengan bantuan internet. Dengan begitu hijab yang akan Anda jual merupakan hijab masa kini yang dibutuhkan dan inginkan konsumen. Jika Anda tidak melakukan survey dikhawatirkan hijab yang ditawarkan merupakan hijab model lama yang sudah tidak banyak peminatnya.

MEMBUAT BRAND
Nama brand juga dapat menjadi sebuah strategi untuk marketing. Buatlah nama brand atau nama toko yang unik dan mudah diingat oleh pembeli. Sehingga saat pembeli menceritakan pengalamannya menggunakan produk hijab Anda dapat langsung menyebutkan brand Anda. Selain itu, di setiap produk sebaiknya juga diberikan brand Anda agar orang lain dapat melihat dari orang yang memakainya.

PERHATIKAN KUALITAS
Strategi pemasaran yang selanjutnya yakni menetapkan harga yang sesuai dengan kualitas dari hijab Anda. Jika kualitas produk hijab bagus, maka Anda dapat menetapkan harga yang tinggi. Namun, jika kualitas hijab tidak terlalu bagus maka berikan harga yang rendah. Jangan menetapkan harga tinggi dengan kualitas yang rendah. Hal ini karena dapat menghambat perkembangan bisnis Anda. Sekarang konsumen semakin pintar jadi berikan harga yang kompetitif. Ingat, kompetitor Anda juga banyak, akan sangat mudah bagi konsumen untuk memilihnya. Agar konsumen atau pembeli tidak menghilang maka berikan harga dan produk yang bersaing. Akan lebih baik jika Anda bisa menjual hijab dengan kualitas yang baik dan harga yang cukup rendah.





PEMASARAN
Selanjutnya, Anda juga dapat menggunakan media digital untuk memasarkan bisnis hijab Anda. Dengan perkembangan teknologi, digital marketing merupakan  metode pemasaran yang efektif untuk diterapkan. Untuk pemasaran menggunakan media digital atau media sosial Anda dapat menggunakan seperti:
a. Facebook ads
Facebook ads merupakan fitur iklan atau pemasaran yang ditawarkan oleh Facebook. Anda dapat membuat iklan suatu fanpage yang sebelumnya sudah dibuat dengan jangkauan yang berbeda dan dapat diatur oleh pemasang iklan. Facebook ads merupakan media marketing yang cukup efektif pada saat ini.
b. Instagram
Selain Facebook, Anda juga dapat memanfaatkan instagram untuk berpromosi. Pengguna social media seperti instagram dari tahun ke tahun mengalami kenaikan sehingga ini merupakan peluang yang besar untuk memasarkan bisnis hijab Anda. Dengan begitu, produk hijab Anda akan semakin dikenal banyak orang.



Pengembangan Produk Baru


Pengembangan Produk Baru
“Minuman Sehat, Penuh Gizi dan Berpahala “
Oleh : Herry Andriyana ( @No1.Herry)
Hal-hal yang bisa dlakukan dalam menciptakan produk baru menurut laman anakmene.blogspot.com diantaranya adalah :
1.    Produk Unik dan Menarik
2.    Memanfaatkan Teknologi Modern Inovasi Produk
3.    MEningkatkan kualitas SDM
4.    Meningkatkan Pelayanan
Menciptakan sebuah produk baru membtuhkan ide ide yang segar dan penuh kreativitas. Menurut Kotler ,langkah langkah penting dalam pengembangan produk adalah sebagai berikut ;
a.    Pemunculan gagasan (idea generation)
b.    Penyaringan gagasan (idea screening)
c.     Pengembangan dan pengujian konsep (concept development & testing )
d.    Pengembangan strategi pemasaran (marketing strategy development)
e.    Analisis usaha ( business analysis)
f.      Pengembangan Produk ( product development )
g.    Pengujian Pasar ( Market Testing )
h.    Komersialisasi ( Commercialization )
Adapun beberapa faktor yang dapat menghambat pengembangan produk baru adalah sebagai berikut :
a.    Kekurangan Ide kreatif
b.    Pasar yang terbagi bagi
c.     Kendala sosial dan Pemerintahan
d.    Mahalnya biaya proses pengembangan produk baru
e.    Kekurangan Modal
f.      Waktu Pengembangan yang lebih cepat
g.    Siklus hidup produk yang pendek
Sedangkan faktor faktor pendorong keberhasilan sebuah produk diantaranya adalah :
a.    Financial Goals
b.    Sales & Market Growth
c.     Competitive Action
d.    Life Cycle
e.    Technology
f.      Regulation
g.    Material Cost & Availability
h.    Invention
Adapun ide untuk pengembangan produk baru yang akan dijalankan adalah membuat sebuah produk minuman kemasan yang sehat, penuh Gizi dan tentunya berpahala. Ide ini muncul setelah penulis mengikuti kajian tibbhun Nabawi yang dibawakan oleh dr. Zaidul Akbar. Dalam setiap kajian beliau menuturkan bahwa dalam mengobati sakit yang sekarang ini bisa dengan cara memulai mengganti apa yang ada dalam isi piring kita. Dalam hal ini adalah makanan dan minuman yang kita konsumsi. Zaman semakin maju, teknologi semakin canggih, tetapi sedikit sekali yang memperhatikan hal kesehatan terutama masalah makanan dan minuman. Generasi sekarang lebih memilih junk food dan minuman minuman kemasan yang kandungan kimianya sangat tinggi.

Memulai Usaha Pembuatan Lilin dari Sampah Plastik

Septi N Argadewi (@N02-SEPTI)
Apa yang terbesit di pikiran kita kalau denger kata “sampah”? Pasti sebagian dari kita ada yang ngerasa jijik, ada yang cuek aja, mungkin ada juga yang gak mau ngebahas, tapi kalau misalnya ternyata sampah ini bisa jadi sebuah keuntungan buat kita gimana? Kalau kita tau gimana cara mengolahnya pasti kita gak akan mikir gitu lagi, karena ternyata sampah plastik ini bisa kita jadikan sebagai peluang usaha yang menguntungkan loh. Plastik itu memang merupakan bahan elastomer yang secara komersial digunakan oleh masyarakat dan industri untuk membuat barang-barang, ada juga yang diolah jadi pembungkus atau packing dari suatu komoditas, dan masih banyak lainnya. Jaman sekarang ini kita sudah sering lihat, ada begitu banyak industri dari berbagai bidang yang berlomba-lomba menggunakan dan bahkan menciptakan plastik jenis baru untuk produk buatannya, tentunya semua itu disesuaikan dengan kegunaannya. Seperti misalnya kita sering lihat ada banyak makanan dan minuman olahan yang menggunakan berbagai macam jenis plastik, tujuannya itu yang untuk bisa menarik konsumen sebanyak mungkin. Mulai dari plastik berlapis alumunium foil, sampai plastik multilayer yang dianggap aman dan bisa menjaga produk tetap higienis. Makanya pada kali ini saya mau bahas tentang prospek usaha plastik, khususnya usaha pembuatan lilin dari sampah plastik ini.
parafin
1.) Kesiapan Peralatan dan Karakteristik Bahan Baku
Hal pertama yang harus kita perhatikan dalam memulai usaha ini adalah memahami karakteristik bahan bakunya. Kalau pada pembuatan lilin ini, jenis plastik yang bisa kita gunakan adalah jenis PET (Polyethyelene Terephthalate) yang biasanya digunakan untuk pembuatan botol plastik, dan kalau kita bakar kemasannya itu bisa digunakan untuk membuat lilin. Kenapa plastiknya jenis ini? Karena dengan menggunakan jenis PET untuk membuat lilin diharapkan bisa mengurangi limbah plastik yang makin hari makin diabaikan masyarakat. Jadi, dengan kita mengurangi volume limbah plastiknya, sampah-sampah palstik yang cuma dibuang itu akan menurunkan polusi lingkungan. Makanya kita jangan sampai salah memilih jenis plastiknya.
Selain itu, persiapan yang perlu kita lakukan adalah meliputi persiapan dalam pemilihan dan penyediaan tempat serta sarana dan prasarana untuk menunjang proses produksi. Persiapan dan pengadaan  bahan baku serta perlengkapan alat-alat dan mesin pengolah sampah plastik untuk langkah awal memulai suatu usaha. Persiapan bahan baku yang lengkap akan memudahkan saat proses produksi
2.) Kelebihan Produk
Kalau kita lihat, sekarang ini sudah ada banyak banget barang-barang maupun kerajinan tangan yang terbuat dari sampah plastik, ya karena memang harga produksinya jadi lebih murah dan plastik masih punya nilai ekonomis yang tinggi. Bahkan sampah plastik ini sudah menjadi produk fashion tersendiri yang berasal dari barang daur ulang, biasanya sih disebut dengan “Trash Fashion” atau singkatnya jadi “Trashion”. Nah dengan menjadi ‘trashion’ ini, produk-produk kerajinan daur ulang sampah kering nantinya bisa dinikmati gak cuma kalangan menengah ke bawah aja, tapi juga kalangan menengah atas yang biasanya sangat memperhatikan kualitas produk kerajinan yang mau dibeli.
Produk ini sebetulnya merupakan pengembangan dari pengolahan limbah sampah plastik yang diolah sedemikian rupa jadi produk yang lebih bermanfaat. Keunggulannya dari produk ini adalah memanfaatkan limbah sampah plastik yang kesannya gak berguna, tapi bisa diolah jadi sesuatu yang bisa bermanfaat. Lilin berbahan dasar limbah plastik ini juga bisa kita bentuk sesuai dengan keinginan kita, bisa lebih variatif, jadi bisa lebih meningkatkan nilai ekonomisnya
3.) Perolehan Bahan Baku
Sebetulnya untuk bahan bakunya sendiri kita gak perlu susah-susah sih, kalau mau gampang sebetulnya bahan bakunya ini bisa kita peroleh dari para pemulung atau pengepul sampah plastik dari berbagai daerah di sekitar rumah kita.
4.) Peluang Pasar
Peluang pasar dari lilin ini kalau dibilang sih punya prospek yang cukup cerah, kenapa? Karena dengan kita buat berbagai macam bentuk dan wangi dari lilin ini jadi bisa dijadikan gak cuma sebagai alat penerang saja, tapi juga bisa dijadikan sebagai hiasan di dalam atau di luar rumah. Selain, itu lilin ini juga bisa dijadikan sebagai buah tangan. Jadi lilin ini bisa menarik perhatian masyarakat dan bisa membuka peluang pasar yang cukup besar
  1. Strategi Pemasaran
Jadi, yang saya maksud dengan strategi pemasaran disini itu adalah strategi harga, proses promosi, dan cara distribusinya. Kalau secara umum sih, dalam proses pemasaran produk yang baru, sektor promosi iniah yang sangat penting untuk kita lakukan, karena dari sini nanti orang akan tau kalau kita punya produk baru yang kita jual. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mempromosikan produk, yaitu:
a.) Penyebaran informasi secara langsung
Cara yang satu ini yang paling simpel, gak butuh modal, dan bisa kita lakukan dimana aja dan kapan aja. Penyebaran informasi secara langsung ini kita lakukan dengan cara promosi dari mulut ke mulut, ya bisa dimulai dari keluarga, tetangga dan teman-teman kita. Nanti kalau sudah, diharapkan kita bisa memberi kejelasan produk yang lebih efektif dan setelah itu, diharapkan konsumen secara otomatis akan bisa menyebarkan keunggulan produk kita kepada orang lain lebih banyak lagi.
b.) Penyebaran informasi secara tidak langsung
Cara yang ini lebih ke cara konvensional, yaitu dengan menyebarkan brosur atau pamflet ke orang-orang atau juga bisa menempelkan poster di beberapa titik keramaian. Pokoknya isinya itu adalah kita menyampaikan dan menggambarkan keunggulan produk lilin buatan kita ini.
c.) Penyebaran informasi melalui sarana teknologi
Nah cara ini nih yang sekarang paling sering dipakai orang-orang, karena memang caranya yang gampang, praktis, dan juga gak perlu modal banyak. Semakin berkembangnya teknologi dan fasilitas internet, kita jadi lebih mudah melakukan promosi dan menjangkau ke tempat yang lebih jauh lagi. Jadi, promosi ini bisa kita lakukan melalui media sosial seperti facebook, twitter, instagram, .dll. Bisa juga via portal situs penjualan online, dan juga bisa melalui broadcast BlackBerry Messanger. Pokoknya masih banyak cara yang lainnya deh.
6.) Kebijakan Distribusi
Cara distribusi yang bisa kita lakukan adalah dengan menjualnya secara langsung kepada konsumen. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang berkaitan seperti toko, pusat oleh-oleh, minimarket juga perlu jadi kita bisa menitipkan produk di tempat itu.
Usaha pembuatan lilin dari sampah plastik gak cuma menguntungkan, tapi kita juga bisa memberikan dampak positif untuk lingkungan. 

Kampung Koran Bekas Yang Bersalin Rupa Dan Harga.. Oleh Elisa Apriani (@N03-ELISA)

Saat melihat koran bekas, yang terlintas di benak biasanya menjualnya ke pengepul koran atau menjadikannya bungkus apapun. Ataupun yang dianggap cukup dermawan adalah memberikannya kepada yang membutuhkan. Dengan kreasi koran bekas berdampak positif memberikan peningkatan pendapatan bagi warga yang menjadi pengrajin dan nasabah bank sampah..

Jiwa yang kreatif merupakan prasyarat untuk menghadirkan inovasi-inovasi segar. Orang yang kreatif biasa memiliki pemikiran yang berbeda. Kita bisa melihat suatu hal dari berbagai sudut. ketika kita diberi kertas koran, maka kita tidak cuma akan membacanya, tetapi bisa membentuknya jadi topi, kipas, penggaris, pengganjan pintu, maket, dan lain sebagainya. Orang kreatif memiliki alternatif solusi. Kemudian, untuk melahirkan inovasi, seseorang tak hanya perlu gagasan kreatif..😉😉😉
Dengan menabung sampah dan memproduksi kerajinan daur ulang, masyarakat  telah berkontribusi dalam perbaikan lingkungannya, sekaligus memperoleh pendapatan. Untuk saat ini banyak para komunitas berlomba-lomba mengajak masyarakat untuk lebih peduli lagi dengan lingkungan sekitar.. Penggiat Kampung Koran merupakan program pemberdayaan masyarakat sekaligus gerakan peduli lingkungan yang digagas oleh perusahaan Kompas Gramedia. Melalui program ini, warga diajak bertumbuh-kembang bersama untuk membangun dan mengembangkan lingkungan menuju tiga keselarasan, yakni selaras lingkungan, selaras finansial dan selaras sosial.



referensi : https://www.kompasgramedia.com/

PERKEMBANGAN PRODUK

PENGEMBANGAN PRODUK





Disusun oleh:

Febri Wahyu Utomo

41617110064

Jurusan Teknik Industri
Fakultas Teknik
Universitas MercubuanaJakarta
2019


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis strategi pengembangan produk.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan produk harus dilakukan secara proaktif untuk memperhatikan kinerja keuangan perusahaan (kinerja keuangan) sehingga apa yang diharapkan oleh konsumen di pasar juga dapat memenuhi harapan dari pemegang saham (pemegang saham).


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pengembangan produk baru atau menciptakan produk baru merupakan tugas yang sering terlupakan. Pada saat salah satu ataupun beberapa produk yang sedang dipasarkan itu berada pada tahap “kedewasaan” , maka pengusaha haruslah mulai memanfaatkan keuntungan yang diperolehnya dari produk yang berada pada tahap tersebut untuk mengembangkan ide penciptaan produk baru. Produk baru inilah yang diharapkan nantinya dapat menggantikan produk lama yang sedang jaya tersebut. Untuk alasan tersebutlah penulis membuat makalah dengan judul Pengembangan Produk.

1.1  Rumusan Masalah
a.       Apakah yang dimaksud dengan pengembangan produk?
b.      Apa saja tujuan pengembangan produk?
c.       Bagaimanakah tahap – tahap dalam pengembangan produk?


1.1  Tujuan
a.       Mengetahiu  devinisi pengembangan produk dan strategi pengembangan produk
b.      Mengetahui tujuan pengembangan produk
c.       Mengetahui tahap – tahap dalam pengembangan produk


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengembangan Produk
Dalam dunia bisnis dan marketing, istilah pengembangan produk (product development) sudah lazim dibicarakan, dibahas dan dianalisis. Secara umum, pengembangan produk dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan perusahaan untuk menambah manfaat, ciri, desain dan layanan pada barang dan jasa.
Pengertian pengembangan produk telah banyak dikemukakan para ahli, antara lain ;
a.         Assaury (1996) mengatakan bahwa pengembangan produk (product development) adalah suatu kegiatan atau aktifitas yang dilakukan dalam menghadapi kemungkinan perubahan suatu produk ke arah yang lebih baik sehingga dapat memberikan daya guna maupun daya pemuas yang lebih besar.
b.      Stanton (1996) mengatakan bahwa pengembangan produk (product development) adalah suatu istilah yang terbatas mneliputi kegiatan teknis, seperti riset produk, rekayasa dan desain.
c.       Guiltinan (1991) mengatakan bahwa pengembangan produk (product develpoment) adalah suatu kebutuhan dan keinginan yang selalu berubah mengakibatkan adanya segmen baru atau adanya persaingan dan perubahan teknologi.
Dari berbagai pengertian pengembangan produk tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pengembangan produk adalah suatu usaha yang dilakukan perusahaan melalui perbaikan bentuk, penyederhanaan, pembentukan kembali, menambah desain atau model dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan konsumen atau pelanggan.
2.2  Strategi Pengembangan Produk
Strategi pengembangan produk adalah bagian dari strategi korporasi (corporate strategy). Dalam strategi pengembangan produk terdapat potensi keuntungan maupun risiko dari aktifitas pengembangan produk, dan banyak faktor yang   menyebabkan suatu organisasi mempertimbangkan melakukan pengembangan produk baru. Hampir semua organisasi menemukan bahwa pendekatan strategi managerial  pada aktifitas pengembangan produk baru akan meningkatkan peluang keberhasilan dan juga meminimasi biaya dan risiko.
A.    Strategi Proaktif (proaktive strategy)
Strategi pengembangan produk yang dilakukan untuk mengantisipasi kondisi di masa depan. Pengembangan produk dimulai dari perusahaan sendiri. Beberapa bentuk dari strategi proaktif

B.     Strategi reaktif (reaktive strategy)
Strategi pengembangan produk yang dilakukan sebagai respon dari kondisi pasar atau pesaingnya. Beberapa bentuk dari strategi reaktif









2.3  Tujuan dari Pengembangan Produk
Menurut Buchari Alma (2000:101) tujuan pengembangan produk adalah



2.4  Tahap – Tahap Pengembangan Produk
Menurut Kotler (2002: 382) tahap-tahap pengembangan produk terbagi menjadi delapan tahap.
A.    Idea Generation (Pemunculan Gagasan)

Tahapan ini merupakan pencarian peluang produk baru secara terus menerus dan sistematik. Tahapan ini dilakukan untuk menemukan gagasan-gagasan baru dan segara mengenai penciptaan produk. Metode untuk menciptakangagasan baru meliputi brain storming (sesi kelompok kecil untuk menstimulasi gagasan), melakukan analisa atas produk yang sudahada, ataupun melalui survei konsumen.

B.     Idea Screening (Penyaringan Gagasan)
Setelah perusahaan mengidentifikasi gagasan produk yang berpotensi, perusahaan harus menyaringnya. Dalam product screening, kekurangan, ketidakcocokan, atau gagasan yang tidak menarik lainnya harus disingkirkan dari tindakan lebih lanjut. Tujuan penyaringan adalah mengurangi banyaknya gagasan dengan mencari dan menghilangkan gagasan buruk sedini mungkin.

C.    Concept Development and Testing (Pengembangan dan Pengujian Konsep)
Menguji konsep adalah menyajikan konsep produk kepada consumer dan mencoba mengukur sikap dan ketertarikan konsumer atas konsep awal pengembangan produk tersebut. Pengujian konsep merupakan cara yang cepat dan tidak mahal untuk mengukur minat konsumer. Pengujian dilakukan dengan meminta konsumer yang potensial untuk berinteraksi terhadap sketsa gambar atau deskripsi tertulis yang menggambarkan produk yang akan dikembangkan.

D.    Marketing Strategy Development (Pengembangan Strategi Pemasaran)
Pernyataan strategi pemasaran terdiri dari tiga bagian untuk memperkenalkan produk ke pasar. Bagian pertama menjelaskan ukuran, struktur, dan tingkah laku pasar sasaran, penempatan produk yang telah direncanakan, penjualan, bagian pasar, serta sasaran keuntungan yang hendak dicari pada beberapa tahun pertama.

E.     Business Analysis (Analisis Bisnis)
Analisis Bisnis dan finansial dilakukan untuk menguji kelayakan finasialdan bisnis dari konsep pengembangan produk baru. Disini dilakukan analisa terhadap sejumlah aspek, seperti proyeksi permintaan pasar,perkiraan biaya produksi dan peta persaingan.

F.     Product Development (Pengembangan Produk)
Pengembangan produk mengkonversi ide produk baru menjadi bentukfisik dan sekaligus mengidentifikasi pola strategi pemasaran yang akanditerapkan. Fase ini mencakup konstruksi produk, packaging, pemilihan brand, brand positioing, dan usage testing.

G.    Test Marketing (Pengujian Pasar)
Fase ini mencakup konstruksi produk, packaging, pemilihan brand,brand positioing, dan usage testing. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi kinerja produk dan efektivitas program pemasaran secara terbatas sebelum a full-scale introduction. Melalui ujipemasaran ini, perusahaan dapat melakukan observasi perilaku pelanggan secara aktual. Perusahaan juga dapat melihat reaksi yang dilakukan pesaing, dan juga respon dari para distribution channelmembers.

H.    Commercialization (Komersialisasi)
Setelah pengujian selesai, perusahaan siap untuk mengenalkan produknya ke pasar yang ditargetkan secara full scale. Sejumlah aspek yang perlu dicermati dalam tahap commercialization adalah kecepatan penerimaan konsumen dan para distributor, intensitas distribusi (berapa banyak toko penyalur), kemampuan produksi, serta efektivitas promosi, strategi harga, dan reaksi persaingan.
BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa pengembangan produk adalah suatu kegiatan perusahaan guna untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang selalu berubah – ubah. Perusahaan harus memadukan keputusan – keputusan pemasarannya dengan fungsi pemasaran yang lain diantaranya pengembangan produk baru. Biasanya bagian pemasaran mengkoordinasikan tugas – tugas pada bagian dalam perusahaan secara informal. Hal ini menyebabkan semakin pentingnya strategi pengembangan produk bagi pemasaran suatu perusahaan



Daftar Pustaka: