Sabtu, April 27

Kaitan Antara Motivasi Kepemimpinan Dan Komunikasi


ABSTRAK
Kepemimpinan (leadership) adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam melakukan berbagai aktivitas di suatu organisasi, sedangkan komunikasi adalah proses penyampaian dan pertukaran informasi sekurang-kurangnya antara 2 pihak yang berperan sebagai pengirim (sender) dan penerima (receiver) dengan menggunakkan berbagai media yang ada.  Tipe kepemimpinan dalam mempengaruhi para anggotanya dapat berbeda-beda. Hal ini disebabkan latar belakang pemimpin,budaya, organisasi, pengikut dan lingkungan.Bentuk komunikasi yang dilakukan pemimpin antar individu yang memiliki perbedaan budaya akanmenimbulkan perbedaan karakter, sehingga membutuhkan penyesuaian agar kegiatan komunikasi dapat berjalan secara efektif.
A.   Kepemimpinan
Kepemimpinan (leadership) adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam melakukan berbagai aktivitas di suatu organisasi. Proses disini, bagaimana pemimpin menggunakan pengaruhnya untuk memperjelas tujuan organisasi pada bawahannya, memotivasi mereka untuk memcapai tujuan organisasi dan membantu menciptakan suasana kerja agar para karyawan bisa produktif dalam bekerja. Kepemimpinan merupakan hal yang penting untuk dimiliki seorang pemimpin, kemampuan untuk dapat mempengaruhi orang lain tanpa menggunakan kekuatan, sehingga orang yang dipimpinnya menerima sebagai sosok yang layak untuk memimpin.
Hal-hal yang menyebabkan seseorang menjadi pemimpin :
1.     Tradisi, menjadi pemimpin karena warisan/keturunan
2.     Kekuatan pribadi, menjadi pemimpin karena memiliki kemampuan, baik fisik maupun kecakapannya.
3.     Pengangkatan atasan, menjadi pemimpin karena diangkat oleh atasannya.
4.     Pemilihan, menjadi pemimpin berdasarkan hasil pemilihan yang sudah dilakukan Seorang pemimpin yang sukses adalah seseorang yang dapat menciptakan kerjasama antara internal environment, yakni keseluruhan perusahaan seperti karyawan, kegiatan produksi, pemasaran, administrasi, finansial, dan lainnya dengan external environment, yakni hal-hal luar yang dapat mempengaruhi perusahaan seperti perekonomian, teknologi, politik, kebijakan pemeritah, konsumen, kompetitor dan lainnya. 
B.  Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian dan pertukaran informasi sekurang-kurangnya antara 2 pihak yang berperan sebagai pengirim (sender) dan penerima (receiver) dengan menggunakkan berbagai media yang ada. Komunikasi memiliki beberapa elemen penting, yaitu :
1.     Komunikasi melibatkan orang-orang, sehingga komunikasi yang efektif terkait dengan bagaimana orang-orang dapat berinteraksi satu sama lain dengan lebih efektif.
2.     Dalam komunikasi terjadi penyampaian dan pertukaran informasi dan pengertian, sehingga agar proses ini dapat terjadi dan dapat dipahami, maka pihak-pihak yang berkomunikasi perlu meyadari dan mengerti berbagai istilah dalam berkomunikasi.
3.     Komunikasi dapat berupa bentuk-bentuk simbolis seperti suara, huruf, angka, bahasa tubuh, dan lainnya.
 Komunikasi
1. Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian dan pertukaran informasi sekurang-kurangnya antara 2 pihak yang berperan sebagai pengirim (sender) dan penerima (receiver) dengan menggunakkan berbagai media yang ada. Komunikasi memiliki beberapa elemen penting, yaitu :
a.   Komunikasi melibatkan orang-orang, sehingga komunikasi yang efektif terkait dengan bagaimana orang-orang dapatberinteraksi satu sama lain dengan lebih efektif.
b.   Dalam komunikasi terjadi penyampaian dan pertukaran informasi dan pengertian, sehingga agar proses ini dapat terjadi dan dapat dipahami, maka pihak-pihak yang berkomunikasi perlu meyadari dan mengerti berbagai istilah dalam berkomunikasi.
c.     Komunikasi dapat berupa bentuk-bentuk simbolis seperti suara, huruf, angka, bahasa tubuh, dan lainnya.
2. Proses Terjadinya Komunikasi
Komunikasi berawal dari adanya pesan atau informasi yang ingin disampaikan dari pengirim kepada penerima. Pesan tersebut kemudian akan mengalami proses encoding, dimana pesan tersebut mengalami transformasi dalam bentuk simbol yang menjadi representasi pengirim pesan. Misalnya ungkapan persetujuan direprentasikan dengan anggukan kepala atau bentuk kalimat “Ya”. Dapat pula juga menggunakan mediator, menggunakan media elektronik ataupun melalui perantara orang lain.
Setelah diterima, pesan akan mengalami proses decoding, dimana pesan akan ditransformasi maknanya agar dapat dimengerti penerima pesan. Lalu penerima akan memberikan respon balasan dengan melakukan pengiriman pesan kembali sehingga posisinya saling berganti, penerima pesan menjadi pengirim pesan dan pengirim pesan menjadi penerima pesan dan begitu seterusnya.
3. Bentuk-Bentuk Komunikasi
a.           Komunikasi Interpersonal
 Bentuk komunikasi yang dilakukan suatu individu kepada individu lain. Bisa komunikasi secara lisan, yakni komunikasi dengan menggunakkan lisan secara langsung bersamaan dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya, seperti emosi, situasi dan lain hal lainnya. Komunikasi lisan dapat berupa komunikasi formal, misalnya pembicaraan di pertemuan atau rapat, maupun informal, misalnya berbicara di lift atau cafetaria.
 Komunikasi secara tertulis, yakni komunikasi yang menggunakan mediator sebagai penyampai pesan. Dilakukan karena komunikasi lisan tidak dapat dilakukan, untuk mengingatkan sesuatu atau untuk memperkuat komunikasi lisan.
b.       Komunikasi Lintas Budaya ( cross-cultural communication )
Bentuk komunikasi yang dilakukan antar individu yang memiliki perbedaan budaya. Sehingga agar pesan dapat dapat disampaikan, diterima, dan dimengerti. Perbedaan ini menimbulkan perbedaan karakter antar individu, sehingga membutuhkan penyesuaian agar kegiatan komunikasi dapat berjalan efektif.
4. Membangun Komunikasi Yang Efektif
    Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar komunikasi yang     dilakukan dapat berjalan dengan efektif dalam pencapaian organisasi.
    a.Meminimalkan hambatan komunikasi
Kadangkala, terdapat berbagai hambatan dalam berkomunikasi sehingga pesan atau informasi yang ingin disampaikan mengalami kesalahan penerimaan, penafsiran dan pemahaman. Akibatnya reaksi yang diharapkan tidak terjadi.
Hambatan tersebut dapat bersifat individual yang berupa kesalahpahaman dalam memahami pesan kesulitan berkomunikasi, kemampuan mendengar dan menyimak yang buruk dan lainnya. Ataupun hambatan yang bersifat organisasional yang terjadi adalah kata-kata yang dipahami berbeda-oleh orang orang yang berbeda, sehingga terjadi perbedaan persepsi.
    b.Meningkatkan keefektifan dalam berkomunikasi
Setelah hambatan dalam berkomunikasi dapat diidentifikasi, perlu adanya upaya untuk meningkatkan efektivitas komunikasi. Peningkatan keahlian komunikasi individu dengan dapat melalui cara: banyak melakukan komunikasi, mendorong komunikasi yang bersifat dua arah, peningkatan kesadaran dalam memahami pesan yang disampaikan dan pemeliharaan kredibilitas individu dengan membangun karakter dan moralnya. Peningkatan keahlian komunikasi organisasional dapat melalui cara: pengaturan cara berkomunikasi diantara berbagai pihak dalam organisasi dan peningkatan kesadaran dan pemanfaatan berbagai media sdalam berkomunikasi. 

Kesimpulan
Kepemimpinan (leadership) adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam melakukan berbagai aktivitas di suatu organisasiTipe kepemimpinan dalam mempengaruhi para bawahannya dapat berbeda-beda seperti; kepemimpinan otoriter, keepemimpinan partisipatif dan kepemimpinan delegatif. Sedangkan komunikasi adalah proses penyampaian dan pertukaran informasi sekurang-kurangnya antara 2 pihak yang berperan sebagai pengirim (sender) dan penerima (receiver) dengan menggunakkan berbagai media yang ada.  Tipe kepemimpinan dalam mempengaruhi para anggotanya dapat berbeda-beda. Hal ini disebabkan latar belakang pemimpin,budaya, organisasi, pengikut dan lingkungan.Bentuk komunikasi yang dilakukan pemimpin antar individu yang memiliki perbedaan budaya akanmenimbulkan perbedaan karakter, sehingga membutuhkan penyesuaian agar kegiatan komunikasi dapat berjalan secara efektif.Faktor yang memengaruhi pola komunikasi dalam organisasi karena adanya komunikasi vertikal yaitu berdasar struktur jabatan dan komunikasi harisontal yaitu antar anggota dalam organisasi. 

Daftar Pustaka
  Arief, Sritua, John Westerman, dan Pauline Donoghue, (1997) Managing The Human Resource – Pengelolaan    Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara,
         Deborah Tannen, (1996), Seni komunikasi Efektif: membangun relasi dengan membina gaya percakapan, (alih     bahasa dra. Amitya Komara), PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Jumat, April 26

Hubungan Antara Motivasi Kepemimpinan dan Komunikasi

















Komunikasi merupakan aspek yang sangat penting dalam membangun organisasi yang kuat. Dalam suatu organisasi pasti terdapat visi dan misi yang menjadi alasan mengapa organisasi tersebut dibangun.
Agar setiap anggota dapat memiliki satu pemahaman mengenai visi dan misi tersebut, maka dibutuhkan komunikasi untuk menyamakan persepsi.
Tidak hanya itu, ada hal yang lebih dalam apabila satu sama lain memiliki komunikasi yang baik, yaitu tertanam rasa saling memiliki, saling percaya, dan saling mendukung.
Itulah mengapa peran komunikasi dalam organisasi sangat besar dan merupakan hal yang sangat diperhatikan dalam suatu organisasi. Bahkan, apabila kita melihat organisasi mahasiswa saat ini, dilakukan banyak kegiatan untuk mendorong satu sama lain agar mau berkomunikasi dan bekerja sama.
Namun, ada faktor yang sangat berperan dalam mencapai tujuan penerapan komunikasi dalam organisasi, yaitu komunikasi kepemimpinann. Komunikasi kepemimpinan adalah komunikasi yang dilakukan seorang pemimpin kepada anggota dalam organisasi.
Kita tahu bahwa pemimpin memiliki kuasa dan wewenang yang luas, sehingga hal-hal yang terjadi dalam organisasi tersebut sangat dipengaruhi oleh aturan dan suasana yang dibuat pemimpin.
Hal ini bisa secara tidak langsung, misalnya bagaimana pemimpin mengajarkan moral, pandangan pemimpin terhadap suatu kasus, atau dengan kata lain nilai-nilai yang ditanamkan pemimpin kepada setiap anggota.
Secara tidak langsung pemimpin memberikan arahan dan mengajarkan sikap untuk menghadapi setiap masalah dalam organisasi.
Lebih singkatnya, keberhasilan dalam suatu organisasi sangat dipengaruhi strategi komunikasi organisasi, dan keberhasilan komunikasi organisasi dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan seorang pemimpin, yang salah satunya memuat motivasi kepemimpinan yang dimiliki pemimpin tersebut.
Dan dalam artikel ini akan dibahas mengenai hubungan antara motivasi kepemimpinan dan komunikasi dalam organisasi, yaitu sebagai berikut :
  1. Mempengaruhi aktivitas dalam organisasi
Setiap pemimpin yang memiliki motivasi yang kuat dan memiliki tujuan yang jelas, ia akan fokus kepada tujuannya. Ia akan membuat berbagai rencana yang dapat mengantarkan organisasi kepada tujuan dengan cepat dan hasil yang maksimal.
Sehingga, ia akan berusaha membuat hal-hal yang dilakukan dalam organisasi dapat terorganisir dan terstruktur.
Walaupun tidak sepenuhnya keputusan berada di tangan pemimpin, namun pemimpin tetap memiliki peran yang besar yang menentukan kegiatan yang akan dilakukan dalam organisasi tersebut.
Oleh sebab itulah, memilih pemimpin yang memiliki pemahaman yang baik akan tujuan merupakan hal yang sangat penting.
  1. Efisiensi kegiatan
Memilih pemimpin yang cakap merupakan hal yang harus diperhatikan. Jalannya suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan. Pemimpin harus tahu strategi yang tepat untuk mencapai tujuan dengan cara yang efisien.

Apabila pemimpin tidak memiliki motivasi yang kuat, ia akan sulit terdorong menemukan cara yang tepat dalam membidik sasaran.
Kesalahan dalam memilih pemimpin akan sangat merugikan banyak pihak dalam organisasi, tidak hanya membuang waktu dan menghabiskan tenaga, kemungkinan besar tujuan tidak akan tercapai.
  1. Produktifitas organisasi
Hubungan antara motivasi kepemimpinan dan komunikasi organisasi selanjutnya terkait dengan produktifitas organisasi.
Semakin paham pemimpin akan tujuannya, maka semakin jelas arahan yang diberikan kepada anggota dalam organisasi. Seorang pemimpin harus tegas dan sadar terhadap setiap langkah yang ia ambil.
Setiap keputusan harus memiliki faedah dan memberikan dampak yang positif. Yang lebih penting lagi, keputusan tersebut harus menimbulkan peningkatan untuk mencapai tujuan dari organisasi sehingga organisasi semakin progresif dari hari ke hari. Peningkatan ini menjadi indikator bagaimana produktifitas  organisasi, apakah bekerja maksimal atau tidak.
  1. Menumbuhkan semangat kerja
Tidak dapat dipungkiri bahwa suasana dalam organisasi sangat dipengaruhi oleh tokoh pemimpin, yaitu tokoh yang mendominasi dan menjadi citra dari organisasi tersebut.
Walau tidak sepenuhnya, namun umumnya pemimpin menjadi sosok yang paling diperhatikan dan banyak anggota bergantung pada pemimpin. Bergantung yang dimaksud adalah dalam hal kekuatan mental.

Apabila pemimpin kuat, maka ia bisa menguatkan anggotanya. Namun apabila pemimpin lemah, maka anggota akan kehilangan semangat karena tokoh yang dirasa paling kuat menjadi lemah. Maka dari itu, pemimpin sangat berpengaruh terhadap suasana organisasi.
Pemimpin yang baik harus memiliki motivasi yang tinggi, memberi teladan yang baik kepada anggota, kuat, independen, namun tetap menerima masukan dengan bijaksana.
  1. Respect anggota
Terlepas dari keempat poin di atas, penghargaan dari anggota adalah salah satu aspek yang tidak dapat diabaikan.
Tanpa adanya penghargaan, maka semua keputusan yang diberikan pemimpin tidak akan membuat anggota merasa terlibat. Dan setiap dorongan yang diberikan pemimpin tidak akan berpengaruh bagi anggota.
Artinya, di dalam organisasi ini pemimpin tidak memiliki ikatan yang kuat dengan anggota, yang membuat anggota acuh tak acuh dengan jalannya organisasi. Tanpa respect, maka tidak akan tercapai efisiensi kegiatan, produktifitas dalam organisasi, dan semangat kerja.