Jumat, September 22

Mengkaji Secara Lengkap Rencanna Bisnis

@Startup H08 - 


1.   Pendahuluan
Rencana bisnis adalah suatu tujuan dan susunan langkah yang dilakukan oleh entrepeunership atau wirausahawan yang akan dilalui melewati suatu proses dengan pertimbangan masa kini dan masa mendatang untuk mencapai kesuksesan dalam membuka usaha.
Membangun bisnis bukan hanya untuk mencoba kemungkinan kesuksesan baru dan membawa dampak positif bagi kita, namun juga membawa dampak positif bagi orang banyak. Dengan membuka peluang usaha, berarti kita mampu menampung beberapa karyawan dan mengurangi pengangguran. Sebelum membuat rancangan bisnis kita harus memiliki semangat dalam berbisnis dan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

2.   Konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
1.    Perilaku Konsumen Rasional
Suatu konsumsi dapat dikatakan rasional jika memerhatikan hal-hal berikut:
·      barang tersebut dapat memberikan kegunaan optimal bagi konsumen;
·      barang tersebut benar-benar diperlukan konsumen;
·      mutu barang terjamin;
·      harga sesuai dengan kemampuan konsumen.
Berikut ini beberapa ciri-ciri dari Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional:
1.    Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan
2.    Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen
3.    Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin
4.    Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen

2.    Perilaku Konsumen Irasional
Suatu perilaku dalam mengonsumsi dapat dikatakan tidak rasional jika konsumen tersebut membeli barang tanpa dipikirkan kegunaannya terlebih dahulu. Contohnya, yaitu:
·      tertarik dengan promosi atau iklan baik di media cetak maupun elektronik;
·      memiliki merek yang sudah dikenal banyak konsumen;
·      ada bursa obral atau bonus-bonus dan banjir diskon;
·      prestise atau gengsi.
Beberapa ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional:
1.    Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik
2.    Konsumen memilih barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas
3.    Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise

3.    Hak dan kewajiban konsumen diatur dalam pasal 4 dan 5 UU No. 8 / 1999, sebagai berikut:

Hak konsumen antara lain:

1)    hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;

2)    hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;

3)    hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;

4)    hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;

5)    hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;

6)    hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;

7)    hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;

8)    hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau  jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;

9)    hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Kewajiban konsumen adalah:
1)    membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;

2)    beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;

3)    membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;

4)    mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen.


4.    Proses pembentukan perilaku konsumen

1. Pengenalan Masalah.

Biasanya seorang konsumen melakukan pembelian atas dasar kebutuhan atau untuk menyelesaikan keperluan, masalah dan kepentingan yang dihadapi. Jika tidak ada pengenalan masalah terlebih dahulu, maka konsumen juga tidak akan tahu produk mana yang harus dibeli.

2. Pencarian Informasi.

Setelah mengetahui permasalahan yang dialami, maka pada saat itu seorang konsumen akan aktif mencari tahu tentang bagaimana cara penyelesaian masalahnya tersebut. Dalam mencari sumber atau informasi, seseorang dapat melakukannya dari diri sendiri (internal) maupun dari orang lain (eksternal) seperti masukan, sharingpengalaman, dan lain sebagainya.

3. Mengevaluasi Alternatif.

Setelah konsumen mendapatkan berbagai macam informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan, maka hal selanjutnya yang dilakukan oleh konsumen tersebut adalah mengevaluasi segala alternatif keputusan maupun informasi yang diperoleh.  Hal itu lah yang menjadi landasan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi.

4. Keputusan Pembelian.

Proses selanjutnya setelah melakukan evaluasi pada alternatif-alternatif keputusan yang ada adalah konsumen tersebut akan melalui proses yang disebut dengan keputusan pembelian. Waktu yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan ini tidak sama, yaitu tergantung dari hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam proses pembelian atau pengambilan keputusan tersebut.

5. Evaluasi Pasca-Pembelian.

Proses lanjutan yang biasanya dilakukan seorang konsumen setelah melakukan proses dan keputusan pembelian adalah mengevaluasi pembeliannya tersebut. Evaluasi yang dilakukan mencakup pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti apakah barang tersebut sudah sesuai dengan harapan, sudah tepat guna, tidak mengecewakan, dan lain sebagainya. Hal ini akan menimbulkan sikap kepuasan dan ketidakpuasan barang oleh konsumen, mengecewakan dan tidak mengecewakan. Hal tersebut akan berdampak pada pengulangan pembelian barang atau tidak. Jika barang memuaskan dan tidak mengecewakan, maka konsumen akan mengingat merk produk tersebut sehingga akan terjadi pengulangan pembelian di masa mendatang.  Namun jika barang tidak memuasakan dan mengecewakan, maka konsumen juga akan mengingat merk barang tersebut dengan tujuan agar tidak mengulang kembali membeli barang tersebut di masa yang akan datang.

5.    Mengenali masalah konsumen:

·         jadilah pelanggan
·         amati sekeliling konsumen dan competitor
·         menambah kenalan dan membuka pikiran
·         bertanya langsung masalah yang dihadapi konsumen
·         interaksi langsung dengan konsumen
·         berkomunikasi dan memperkenalkan diri

3.   Memulai Bisnis
Memulai suatu usaha memerlukan beberapa pertimbangan yang utama yaitu sebagai berikut:
1.    Tentukan Ide usaha, hal ini yang perlu dicari apa minat dan bakat kita. Cari informasi tentang usaha yang yang sedang nge-tren.
2.    Menciptakan visi dan misi, tujuan yang ingin dicapai sangatlah penting untuk memotivasi kita sehingga tidak menjalankan usaha setengah-setengah
3.    Siapkan Modal, Membangun usaha butuh  modal. Jika tidak memiliki cukup modal, anda dapat mengajukan pinjaman ke koprasi dan bank. Tentu lengkapi persyaratannya juga. Serta tunjukkan wibawa anda.
4.    Perluas koneksi, usaha tanpa koneksi akan bejalan lambat. Anda butuh banatuan orang lain yang memerlukan produk atau jasa yang anda tawarkan.
5.    Legalkan usaha anda, hal ini sangat penting. Jika anda yang mencetuskan namun tidak melegalkan, ide anda dapat diambil orang dan malah yang disebut plagiat adalah anda, karena anda tidak melegalkan usaha anda sebelum orang lain mengambilnya.

4.   Keuntungan Bisnis
Berbisnis sendiri adalah salah satu sekian banyak cara untuk membangun karir. Bahkan membangun bisnis sendiri kini menjadi  impian banyak orang. Ada banyak orang yang memiliki berbagai ide untuk membangun sebuah usaha. Dan ketika memulai usahanya, setidaknya entrepreneur telah menguraikan tujuan dan sasaran usahanya dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
            Membuat usaha sendiri banyak keuntungan yang tidak dapat ditemukan ketika anda menjadi karyawan. Memulai usaha sendiri memang memerlukan modal yanag cukup besar serta memiliki resiko kegagalan ang tinggi daripada sekedar menjadi pegawai. Namun hal tersebut akan terbayar lunas dengan beberapa keuntungan antara lain:
1.    Kita adalah bos
Membuka bisnis tidak lagi dibatasi oleh usia. Baik orang tua, karyawan, ataupun seorang mahasiswa bisa menjaankan bisnis sendiri. Disini kita jugalah yang bertindak sebagai bos. Tidak ada seorang pun yang berani menyuruh ini dan itu, apalagi membentak kita arena bos adalah posisi tertinggi dalam berbisnis. Semua keputusaan dan kendali ada ditangan kita. Tergantung bagaimana kita mengelola bisnis tersebut mengelola bisnis tersebut untuk menggapai kesuksesan atau bahkan mengalami kegagalan.

2.    Melatih jiwa entrepeunership
Dengan membuka usaha sendiri, tentu saaja skill atau kemampuan kita akan terlatih secara otomatis dan terasah seiring berjalannya waktu. Jika bisnis yang dijalankan sukses, tidak menutup kemungkinan kelak anda bisa menjadi seorang entrepreneurship yang sukses, bahkan bisa diundang sebagai pembicara pada acara seminar nasional atau talkshow.

3.    Melatih kemandirian
Apapun katanya, kita bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri ketika membuka usaha sendiri. Kita tidak lagi bergantung pada orang lain. Suskses atau tidaknya bisnis, sepenuhnya berada ditangan kita. Disini kita akan bersaha memproduksi produk yang memiliki niali jual dan mampu menarik perhatian masyarakat. Hal iniah yang akan mendorong kita untuk selalu memiliki ide-ide kreatif dan senantiasa melakukan inovasi.

4.    Membuka lapangan pekerjaan
Agar bisnis bisa berjalan sesuai dengan apa yanag diharapkan, kita kerap kali membutuhkan seorang karyawan. Entah itu karyawan bagian pemasaran, promosi, pegepakan dan lain sebagainya. Pada awalnya jmlah karyawan yang dibutuhkan memang sedikit, apalagi jika bisnis masih kecil. Naun apa jadinya jika bisnis telah berkembang menjadi bisnis yang memiliki cabang dimana-mana? Ini tandanya semakin banyak karyawan yang dibutuhan, bukan? Kalau sudah begini, anda sudah berjasa mengrangi angka pengangguran dinegeri ini.

5.    Semua kentungan mutlak menjadi milik kita
Pembagian keuntungan kerap kali dilakukan saat menjalankan bisnis dengan partner. Hal ini juga kerap kali mengundang konflik apabila pembagiannya berat sebelah. Namun, ha linin tidaklah terjadi bagi kita yang membuka bisnis sendiri. Berbisnis tunggal membuat kita bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar, terutama jika bisnis tersebut sudah berskala besar.

6.    Memiliki banyak wakt bersama keluarga
Family is number one. Ya, perkataan ini benar adanya. Tanpa keluarga hidup ini tidaklah berarti apa-apa. Rutinitas di kantor membuat kita kerap kali tidak memiliki waktu untuk berkumpul bersama keluarga tercinta. Inilak alasan mengapa kita terdorong untuk membuka bisnis sendiri. Banyak waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan bisa menambah kebahagiaan dalam hidup kita.

5.   Kendala Bisnis
Kendala bisnis dalam pengembangan dan pertumbuhan usaha keil secaraa rata-rata lenih majemuk daripada perusahaan besar dengan jenjang bisnis yang nasional atau internasional. Karena strategi bisnis perusahaan besar telah melampaui masa-masa kedewasaan, baik didapatkan secara alami dalam proses, improvisasi atau menggnakaan jaa konsultan bisnis sebagai arahan konsultan utama.
Dalam sebuah penelitian oleh A McKinsky & Company, terdapat 10 kendala bisnis utama dalam pertumbuhan dan pengembangan bisnis antara lain:

1.    Tidak terjadinya penjualan
Banyak UKM yan mencoba bangkit dari usaha yang minim menuju level yang lebih baik, namun terhambat oleh tidak terjadinya penjualan, atau dengan kata lain penjualan masih tidak menentu dan tidak dapat menyimbangkan dengan potensi produksi. Sedangkan biaya produksi baik bahan baku, SDM, operasional, biaya teknis (listrik, telp) tetap harus terbayar.

2.    Biaya awal yang tinggi
Ketika baru mendirikan usaha pada awalnya tentu menguras dana untuk membeli semua bahan dan pendukungnya, sehingga terkadang wirausahawan bar membeli bahan baru tanpa prediksi untuk jangka waktu yang efektif, karena dalam tahap awal belum tentu ada lonjakan penjualan yang tinggi.

3.    Kurangnya keterampilan

Bisnis sebagai roh dari usaha kecil dann menengah. Seringkali melupakan asek rekrutmen dan kualifikasi SDM yang jelas dan lebih kepada merekrut teman sendiri, tetangga, saudara, dll. Sehingga kualifikasi perekrutan SDM tanpa standar minimal hanya sebagai batas hanya “mau” dan “kenal”. Keterampilan dibutuhkan dari semua lini. Mulai dari produksi, efektifitas keuangan, pemasaran, SDM, namun dari unsur tersebut kebanyakan lebih kepada keteampilan produksi yang standar, berkualitas nasional / dunia.

4.    Tidak adanya produk baru
Produk baru dari sisi teknis adalah produk sebagai penyempurna dan inovasi. Produk baru bisa diartikan bahwa perubahan teknologi dan tingkat kemapanan ekonomi mempengaruhi permintaan peningkatan nilai dari sebah produk. Bisa mengkostum produk lama menjadi produk baru, bia menciptakan produk yang berbasis pengembangan produk lama atau prodk benar-benar baru namun lahir dari tingginya permintaan pasar.

5.    Akses ke pendanaan
Akses pendanaan menjadi kendala dari tingginya permintaan namun kecilnya modal atau modal produksi / modal kerja. Sehingga pengusaha kecil sebaiknya menggunakaan rantai distribusi yang pendek dengan jangka pembayaran yang pendek, agar optimalisasi akses pendanaan cepat terpenuhi.

6.    Keuntungan yang tidak mencukupi
Demi menarik peminat, terkadang harus menyertakan diskon tinggi atau dengan kata lain diskon rate menjadi penentu dari factor terjualnya barang, padahal biaya produksi justru semakin meningkat.ini yan terkadang melemahkan usaha menengah dan kecil. Faktor lain tidak dikuasainya strategi bisnis berbasis pemasaran efektif, sehingga banyak pengusaha frustasi karena tempo penjualan yang panjang. Hal yang dimaksud adalah kekawatiran dari pedagang atau produsen yaitu akan menumpuknya stok karena pemasaran yang tidak baik memacu untuk mengobral stok yang ada, ini mungkin sering terjadi diusaha pemodal terbatas, sehingga dengan harga – harga diskon tersebut menyebabkan keuntungan yang minim.

7.    Tidak adanya kepercayaan diri
Ternyata ketidakpercayaan diri ini juga mempengaruhi pelaku uKM untuk tidak berani mengembangkan diri dalam produknya, takut gagal, takut tidak laku. Termasuk bahwa merasa tidak mempunyai strategi bisnis yang baik sehingga untuk mengajukan kredit ke BPR atau Bamk tidak berani untuk melakukannya, walaupun peluang sudah ada didepan mata.

8.    Pemasok yang berbiaya tinggi
Dalam memacu produksi terkadang pengusaha melibatkan banyak upaya dalam penguatan alat, penguatan koneksi dll. Namun lupa membangun relationship yang baik dengan pemasok. Dalam rumusaan bisnis dan strategi bisnisnya tidak tersirat dengan baik alur strateginya, sehingga terkadang pemasok lebih suka berelasi dengan pengusaha besar yang lebih peduli kepada pemasok, termasuk pembayaran yang lebih jelas waktunya.

9.    Hambatan Birokrasi
Birokasi mampu menghambat pelaku UKM. Terutama karena ketidaktahuannya, dirasa semua perizinan benar-benar sosok yang menakutkan dan menyulitkan. Secara budaaya di Indonesia memang birokrasi aparatur pemerintahan terkadang dibuat rumit oleh pelaku bawahannya, agar menimbulkan peluanag kolusi yang mengandung rupiah.

10.  Suku bunga yang tinggi
Pemerinta menaikkan suku bunganya, walau dalam koma-koma persen yang kecil. Karena selama ini ketika suku bunga bank tinggi dibarengi dengan kenaikan BBM, tarif listrik dll, pengsahaa semakin kesusahan dengan proses cicilan. Begitu juga pelaku UKM yang sedang mengajukan kredit kendaraan bermotornya. Ini yang harus disikapi pemerintah bersama dengan masyarakat.

6.   Sistem Pemasaran
Sistem adalah sekolompok item atau bagian-bagia yang saling berhubungan dan saling berkaitan secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya..
Dalam pemasaran kelompok item yang saling berhubungan dan saling berkaitan itu mencakup :
1. Gabungan organisasi yang melaksanakan kerja pemasaran.
2. Produk, jasa, gagasan atau manusia yang dipasarkan.
3. Target pasar.
4. Perantara (pengecer, grosir, agen transportasi, lembaga keuangan).
5. Kendala lingkungan (environmental constraints).
Sistem pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan, yaitu organisasi pemasaran dan target pasarnmya. Unsur-unsur dalam sebuah sistem pemasaran serupa dengan unsur-unsur yang ada pada sistem radio stereo. Bekerja secara terpisah, tetapi pada waktu dipertemukan secara tepat.
Macam – Macam Sistem Pemasaran
a)    Sistem pemasaran dengan saluran vertikal
Pada sistem ini produsen, grosir, dan pengecer bertindak dalam satu keterpaduan.
Tujuan :
·      Mengendalikan perilaku saluran
·      Mencegah perselisihan antara anggota saluran

b)     Sistem pemasaran dengan saluran horizontal
Pada sistem ini, ada suatu kerjasama antara dua atau lebih perusahaan yang bergabung untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang muncul.
c)     Sistem pemasaran dengan saluran ganda
Pada sistem ini beberapa gaya pengeceran dengan pengaturan fungsi distribusi dan manajemen digabungkan, kemudian dari belakang dipimpin secara sentral.

Lingkungan Sebuah Sistem Pemasaran
a.      Lingkungan makro ekstern. Lingkungan makro tersebut ialah:
·         Demografi (kependudukan).
·         Kondisi ekonomi.
·         Teknologi.
·         Kekuatan sosial dan budaya.
·         Kekuatan politik dan legal.
·         Persaingan.
b.      Lingkungan mikro eksternal
·         Pasar (market)
·         Pemasok
·         Pialang (marketing intermediaries)
c.      Lingkungan Non- – Pemasaran Intern
Kekuatan non – pemasaran lainnya adalah lokasi perusahaan, ketangguhan bagian penelitian dan pengembangan. Kekuatan intern bersifat menyatu (interest) dalam organisasi dan dikendalikan oleh manajemen.

7.   Kunci Sukses
Sukses adalah suatu impian atau tujuan yang kita inginkan telah tercapai dengan usaha dan kerja keras yang dijalani dalam hidupnya dalam mencapai kesuksesan dan keinginan tersebut berupa hal yang positif baik untuk diri sendiri dan orang lain, dan disebut sukses apabila kesuksesan itu bermanfaat bagi orang lain disekitar kita,Kunci Sukses dalam bisnis dan kehidupan bukan hanya masalah keberuntungan. Namun ada berbagai strategi atau perencanaan yang dapat Anda lakukan. Bisnis plan atau strategi tersebut nantinya bisa meningkatkan peluang Anda untuk sukses dalam hidup maupun karir yang telah Anda pilih. Berikut adalah beberapa langkah untuk membantu Anda menggapai kesuksesan dalam bisnis maupun kehidupan.
1. Goal
Pastikan bahwa Anda paham untuk apa Anda bekerja dan apa tujuan Anda. Selain itu, pertimbangkan juga kekuatan dan kelemahan Anda, serta ketertarikan atau passion Anda ketika Anda mencoba untuk menentukan tujuan dalam hidup Anda. Mengetahui kekuatan dan kelemahan menjadi kunci untuk menentukan tujuan yang realistis dan dapat Anda capai.
2. Planning
Menetapkan tujuan saja tidaklah cukup. Namun Anda juga perlu memastikan bahwa Anda merencanakan langkah-langkah spesifik yang dapat Anda ambil untuk dapat mencapai tujuan serta sumber daya yang Anda butuhkan dan semua keterampilan yang Anda butuhkan untuk belajar agar dapat mencapai tujuan Anda.
3. Ketekunan
Kerja keras adalah salah satu kunci kesuksesan. Anda mungkin memiliki bakat dan keterampilan, tetapi jika Anda tidak mau untuk bekerja keras, Anda tidak akan berhasil. Ingatlah bahwa tidak ada yang mudah di dunia ini. Anda harus total dalam meraih keberhasilan dalam kehidupan dan karir.
4. Optimisme
Untuk meraih kesuksesan, Anda harus memiliki rasa optimisme yang tinggi. Jangan mudah menyerah pada kegagalan dan kekecewaan yang menyerang Anda bertubi-tubi. Disaat Anda down, cepatlah bangkit dan evaluasi kesalahan Anda sehingga bisa menentukan tindakan atau langkah selanjutnya.
5. Belajar
Jangan menutup diri terhadap hal-hal baru. Berfikirlah terbuka dan merdeka untuk menerima keterampilan dan pengetahuan baru. Disaat Anda gagal, Anda bisa saja kehilangan modal, usaha maupun asset Anda. Namun Anda tidak pernah kehilangan isi kepala Anda. Anda akan belajar dari kegagalan Anda.
Inilah sebabnya mengapa belajar terus-menerus adalah suatu keharusan. Tidak hanya akan meningkatkan intelektualitas Anda, tetapi juga akan memperluas visi dan cara Anda melihat dunia, yang akan memungkinkan Anda untuk membuat keputusan yang lebih baik di masa depan.

8.   Analisa Ekonomi
Analisis ekonomi adalah proses pemeriksaan statistik dan indikator pasar untuk menentukan kemungkinan rencana untuk alokasi sumber daya. Analisis dapat diarahkan untuk mengembangkan rencana ekonomi tertentu atau kebijakan, atau dapat digunakan untuk benar-benar memahami status ekonomi. Dalam rangka untuk melakukan analisis ekonomi dasar, adalah penting untuk memahami hubungan antara sumber daya dan kebutuhan, sejarah baru-baru ini ekonomi yang bersangkutan, dan tujuan atau prakiraan dalam waktu dekat.
Jenis-Jenis Analisis Ekonomi
Analisis ekonomi dapt dibedkn menjadi tiga golongn yaitu: ekonomi deskriptif, teori ekonomi dan ekonomi terapan (applied economics).
1.    Ekonomi Deskriptif
Bidang ilmu ekonomi ini adalah ekonomi yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dalam perekonomian. Analisis mengenai keadaan petani di Jawa Tengah adalah tergolong sebagai ilmu ekonomi deskriptif.

2.    Teori Ekonomi
Teori ekonomi adalah pandangan-pandangan yang menggambarkan sifat hubungan yang wujud dalam kegiatan ekonomi, dan ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila suatu kedaan yang mempengaruhinya mengalami perubahan.

3.    Ekonomi Terapan
Bidang ini lazim untuk disebut juga sebagai teori kebijakan ekonomi, yaitu cabang ilmu ekonomi yang menelaah tentang kebijakan yang perlu dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi. Salah satu peranan teori ekonomi adalah: berfungsi sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi. Dalam perekonomian tujuan-tujuan yang ingin dicapai adalah:
   Mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat.
   Menciptakan kestbiln harga-harga.
   Mengatasi masalah pengangguran.
   Mewujudkan distribusi pendaptan yang merata.

9.   Penutup
Rencana bisnis memerlukan beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan, mulai dari konsumen yang dituju, memulai bisnis, mencari tujuan (keuntungan) dari berbisnis, bagaaimana system pemasarannya, apa kiat-kiat kunci sukses, dan menganalisa perekonomian mulai dari untung dan rugi yang akan dialami dimasa mendatang.

Referensi :
Anonim. 2016. Empat Tips Jitu Memulai Bisnis. Ayopreneur.com . dikutip : http://www.ayopreneur.com/memulai-bisnis/empat-tips-jitu-memulai-bisnis (diakses 21 september 2017)
Anonim. 2017. 5 Kunci Skses dalam Karir dan Hidup. succuss.id . dikutip : http://www.success.id/5-rahasia-kunci-sukses-dalam-karir-dan-hidup/ (diakses 21 september 2017)
Anonim. 2011. Pengertian Sukses. Tioalvin.blogspot.co.id . dikutip : http://tioalvin.blogspot.co.id/2011/03/pengertian-sukses.html (diakses 21 september 2017)
Arum. 2013. Kompetensi – Faktor Kunci Keberhasilan. Blj.co.id . dikutip : http://blj.co.id/2013/10/28/kompetensi-faktor-kunci-keberhasilan/ (diakses 21 september  2017)
Anonim. 2017. Apa itu Analisis Ekonomi? . Bisnispemaaran.info . dikutip : http://bisnispemasaran.info/anggaran-keuangan/apa-itu-analisis-ekonomi (diakses 21 september 2017)
Muhammad, Fahni. 2011. Jenis-Jenis Analisis Ekonomi. F-sharing.blogspot.co.id .dikutip: http://f-sharing.blogspot.co.id/2011/06/jenis-jenis-analisis-ekonomi.html  (diakses 21 septemer 2017)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar