Kamis, September 30

Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil Oleh : PUTRI AULIYA (@S18-PUTRI)

Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil

Oleh : PUTRI AULIYA (@S18-PUTRI)


I.  PENDAHULUAN

Peranan UMKM dalam perekonomian nasional dari berbagai aspek melibatkan pihak pemerintah dalam menyusun Program Pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). RPJMN tahun 2004-2009 menekankan program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM dan program pengembangan kewirausahaan dan kemampuan bersaing. Hal ini menyangkut pembentukan perilaku usaha untuk mencapai kinerja dan struktur usaha mikro kecil menengah yang lebih berhasil atau sukses. Program Pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004- 2009 menekankan program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM dan program pengembangan kewirausahaan dan kemampuan berdaya saing (RPJMN, 2005). Pemerintah memberikan perhatian terhadap UMKM disebabkan karena UMKM memiliki peranan dalam perekonomian nasional. Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia sangat besar dan telah terbukti menyelamatkan perekonomian bangsa pada saat krisis ekonomi tahun 1997. Scarborough & Zimmerer (2005) menyatakan bahwa pemulihan krisis ekonomi berjalan selama tujuh tahun dan beberapa studi telah menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tidak hanya mengandalkan peranan usaha besar, tetapi UMKM terbukti mempunyai ketahanan relatif lebih baik dibandingkan dengan usaha skala lebih besar. Tidak mengherankan bahwa baik pada masa krisis dan masa pemulihan perekonomian Indonesia saat ini, UMKM memiliki peranan yang sangat strategis dan penting ditinjau dari berbagai aspek. Pertama, jumlah industrinya yang besar dan terdapat dalam setiap sektor ekonomi. Kedua, potensinya yang besar dalam menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bila dibandingkan dengan investasi yang sama pada usaha dengan skala lebih besar. Ketiga, kontribusi UMKM dalam pembentukkan PDB cukup signifikan. Keempat, memiliki sumbangan kepada devisa negara dengan nilai ekspor yang cukup stabil. Stel, Carree, Thurik & Zoetermeer (2004) menyatakan bahwa Peranan UMKM dapat dikatakan sangat penting dalam perekonomian nasional. Peranan tersebut terutama dalam aspek-aspek seperti peningkatan kesempatan kerja, pemerataan pendapatan, pembangunan ekonomi pedesaan, dan peningkatan ekspor nonmigas. Hadiyati (2010) menyatakan bahwa, survey dari BPS mengidentifikasikan berbagai kelemahan dan permasalahan yang dihadapi UMKM berdasarkan prioritasnya, yaitu meliputi: (a) kurangnya permodalan (b) kesulitan dalam pemasaran, (c) per-saingan usaha yang ketat, (d) kesulitan bahan baku, (e) kurang teknis produksi dan keahlian, (f) kurangnya keterampilan manajerial (SDM) dan (g) kurangnya pengetahuan dalam masalah manajemen khususnya bidang keuangan dan akuntansi. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 menjelaskan bahwa tujuan dari pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah:

a)       Mewujudkan stuktur ekonomi perekonomian nasional yang seimbang, berkembang, dan berkeadilan.

b)      Menumbuh dan mengembangkan kemampuan usaha mikro, kecil dan menengah menjadi usaha yang tangguh dan mandiri, dan;

c)       Meningkatkan peran mikro, kecil dan menengah dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan pekerjaan, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi dan pengentasan rakyat dari kemiskinan.

Sekretaris Kementrian Negara Koperasi dan UMKM (2006), menjelaskan bahwa upaya pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari tahun ke tahun selalu dimonitor dan dievaluasi perkembangannya baik dalam hal kontribusinya terhadap penciptaan produk domestik bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, ekspor dan perkembangan pelaku usahanya serta keberadaan investasi usaha kecil dan menengah melalui pembentukan modal tetap bruto (investasi). Keseluruhan indikator ekonomi makro di atas selalu dijadikan acuan dalam penyusunan kebijakan pemberdayaan UKM serta menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan kebijakan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Perkembangan jumlah UKM periode 2006-2007 mengalami peningkatan sebesar 2,18% yaitu dari 48.779.151 unit pada tahun 2006 menjadi 49.840.489 unit pada tahun 2007. Pada tahun 2006, peran UKM terhadap penciptaan PDB nasional menurut harga berlaku tercatat sebesar Rp. 1.786,22 triliun atau 53,49%, kontribusi Usaha Kecil tercatat sebesar Rp. 1.253,36 triliun atau 37,53% dan Usaha Menengah sebesar Rp. 532,86 triliun atau 15,96% dari total PDB nasional, selebihnya adalah Usaha Besar (UB) yaitu Rp. 1.553,26 triliun atau 46,51%. Sedangkan pada tahun 2007, peran UKM terhadap penciptaan PDB nasional menurut harga berlaku tercatat sebesar Rp. 2.121,31 triliun atau 53,60% dari total PDB nasional, mengalami perkembangan sebesar Rp. 335,09 triliun atau 18,76% dibanding tahun 2006. Kontribusi UK tercatat sebesar Rp. 1.496,25 triliun atau 37,81% dan UM sebesar Rp. 625,06 triliun atau 15,79%, selebihnya sebesar Rp. 1.836,09 triliun atau 46,40% merupakan kontribusi UB. Disisi lain, pada tahun 2006 nilai PDB nasional atas harga konstan tahun 2000 sebesar Rp. 1.847,29 triliun, peran UKM tercatat sebesar Rp. 1.035,61 triliun atau 56,06% dari total PDB nasional, kontribusi UK tercatat sebesar Rp. 726,01 triliun atau 39,30% dan UM sebesar Rp. 309,61 triliun atau 16,76%, UB berkontribusi sebesar Rp. 811,68 triliun atau 43,94%. Upaya pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan UMKM telah menghasilkan dua program strategis, yakni program kewirausahaan dan program kemitraan. Program kewirausahaan akan menjadi basis dalam pengembangan sumber daya manusia. Hal ini dipandang penting dan strategis karena sumber daya manusia adalah elemen dasar yang menjadi subyek atau pelaku pembangunan. Semakin langkanya sumber daya alam dapat diatasi bila sumber daya manusia berkualitas. Ternyata dalam kalkulus pembangunan ekonomi, kewirausahaan menjadi faktor penting yang selama ini agak terlupakan. Kewirausahaan merupakan karekteristik kemanusiaan yang berfungsi besar dalam mengelola suatu bisnis, karena pengusaha yang memiliki jiwa kewirausahaan akan memperlihatkan sifat pembaharu yang dinamis, inovatif dan adaptif terhadap perubahan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan kewirausahaan yang tinggi maka manajemen akan dapat diperbaiki secara terus menerus. Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan pengaruh kreativitas dan inovasi baik secara parsial maupun simultan terhadap kewirausahaan.


II.  PEMBAHASAN

a.  Kewirausahaan

Kata entrepreneurship yang dahulunya sering diterjemahkan dengan kata kewiraswastaan akhirakhir ini diterjemahkan dengan kata kewirausahaan. Entrepreneur berasal dari bahasa Perancis yaitu entreprendre yang artinya memulai atau melaksanakan. Wiraswasta/wirausaha berasal dari kata: Wira: utama, gagah berani, luhur; swa: sendiri; sta: berdiri; usaha: kegiatan produktif Dari asal kata tersebut, wiraswasta pada mulanya ditujukan pada orang-orang yang dapat berdiri sendiri. Di Indonesia kata wiraswasta sering diartikan sebagai orang-orang yang tidak bekerja pada sektor pemerintah yaitu; para pedagang, pengusaha, dan orang-orang yang bekerja di perusahaan swasta, sedangkan wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai usaha sendiri. Yaghoobi, Salarzehi, Aramesh dan Akbari (2010) menyatakan bahwa wirausahawan adalah orang yang berani membuka kegiatan produktif yang mandiri. Jong and Wennekers (2008) menyatakan bahwa kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai pengambilan risiko untuk menjalankan usaha sendiri dengan memanfaatkan peluang-peluang untuk menciptakan usaha baru atau dengan pendekatan yang inovatif sehingga usaha yang dikelola berkembang menjadi besar dan mandiri dalam menghadapi tantangantantangan persaingan. Kata kunci dari kewirausahaan adalah: pengambilan resiko, menjalankan usaha sendiri, memanfaatkan peluang-peluang, menciptakan usaha baru, pendekatan yang inovatif, mandiri (misal;tidak bergantung pada bantuan pemerintah). Secara umum posisi wirausahawan adalah menempatkan dirinya terhadap risiko atas guncanganguncangan dari perusahaan yang dibangunnya (venture). Wirausahawan memiliki risiko atas finansialnya sendiri atau finansial orang lain yang dipercayakan kepadanya dalam memulai suatu. Ia juga berisiko atas keteledoran dan kegagalan usahanya. Sebaliknya manajer lebih termotivasi oleh tujuan yang dibebankan dan kompensasi (gaji dan benefit lainnya) yang akan diterimanya. Seorang manajer tidak toleran terhadap sesuatu yang tidak pasti dan membingungkan dan kurang berorientasi terhadap resiko dibandingkan dengan wirausahawan. Manajer lebih memilih gaji dan posisi yang relatif aman dalam bekerja. Wirausahawan lebih memiliki keahlian intuisi dalam mempertimbangkan suatu kemungkinan atau kelayakan dan perasaan dalam mengajukan sesuatu kepada orang lain. Dilain pihak, manajer memiliki keahlian yang rational dan orientasi yag terperinci (rational and detailed-oriented skills). Wirausaha merupakan pengambilan resiko untuk menjalankan sendiri dengan memanfaatkan peluang-peluang untuk menciptakan usaha baru atau dengan pendekatan yang inovatif sehingga usaha yang dikelola berkembang menjadi besar dan mandiri tidak bergantung kepada pemerintah atau pihak-pihak lain dalam menghadapi segala tantangan persaingan. Inti dari kewirausahaan adalah pengambilan resiko, menjalankan sendiri, memanfaatkan peluang-peluang, menciptakan baru, pendekatan yang inovatif, dan mandiri. Baldacchino (2009) menyatakan bahwa kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang. Kreativitas: kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang. Intinya kreativitas adalah memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda. Sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang. Intinya inovasi adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda. Seorang wirausahawan harus memiliki ide-ide baru yang dihasilkan dari suatu kreativitas. Kreativitas inilah yang akan membawa wirausahawan untuk berinovasi terhadap usahanya.


b.  Kreativitas

Kreativitas adalah inisiatif terhadap suatu produk atau proses yang bermanfaat, benar, tepat, dan bernilai terhadap suatu tugas yang lebih bersifat heuristic yaitu sesuatu yang merupakan pedoman, petunjuk, atau panduan yang tidak lengkap yang akan menuntun kita untuk mengerti, mempelajari, atau menemukan sesuatu yang baru. Atribut orang yang kreatif adalah : terbuka terhadap pengalaman, suka memperhatikan melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan, menerima dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan, toleransi terhadap sesuatu yang tidak jelas, independen dalam mengambil keputusan, berpikir dan bertindak, memerlukan dan mengasumsikan otonomi, percaya diri, tidak menjadi subjek dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil resiko yang diperhitungkan, gigih, sensitif terhadap permasalahan, lancar-kemampuan untuk men-generik ide-ide yang banyak, fleksibel keaslian, responsif terhadap perasaan, terbuka terhadap fenomena yang belum jelas, motivasi, bebas dari rasa takut gagal, berpikir dalam imajinasi, selektif. Memahami kreativitas (daya cipta) akan memberikan dasar yang kuat untuk membuat modul atau perangkat tentang kewirausahaan. Peran sentral dalam kewirausahaan adalah adanya kemampuan yang kuat untuk menciptakan (to create or to innovate) sesuatu yang baru, misalnya: sebuah organisasi baru, pandangan baru tentang pasar, nilai-nilai corporate baru, proses-proses manufacture yang baru, produkproduk dan jasa-jasa baru, cara-cara baru dalam mengelola sesuatu, cara-cara baru dalam pengambilan keputusan. Suryana (2003) menyatakan bahwa kreativitas adalah: “Berpikir sesuatu yang baru”. “Kreativitas sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dalam menghadapi peluang”. Kreativitas merupakan suatu topik yang relevan tidak hanya bagi wirausaha yang baru memulai, tetapi juga bagi bisnis dan kegiatan bisnis pada umumnya.

Kretivitas merupakan sumber penting dalam penciptaan daya saing untuk semua organisasi yang peduli terhadap growth (pertumbuhan) dan change (perubahan). A. Roe dalam Frinces (2004) menyatakan bahwa syarat-syarat orang yang kreatif yaitu: a. Keterbukaan terhadap pengalaman (openness to experience). b. Pengamatan melihat dengan cara yang biasa dilakukan (observanvce seeing things in unusual ways). c. Keinginan (curiosity) Toleransi terhadap ambiguitas (tolerance of apporites) d. Kemandirian dalam penilaian, pikiran dan tindakan (independence in judgement, thought and action) e. Memerlukan dan menerima otonomi (needing and assuming autonomy) f. Kepercayaan terhadap diri sendiri (self-reliance) g. Tidak sedang tunduk pada pengawasan kelompok (not being subject to group standart and control). h. Ketersediaan untuk mengambil resiko yang diperhitungakan (willing to take calculated risks).


c.  Inovasi

Larsen, P and Lewis, A, (2007) menyatakan bahwa salah satu karakter yang sangat penting dari wirausahawan adalah kemampuannya berinovasi. Tanpa adanya inovasi perusahaan tidak akan dapat bertahan lama. Hal ini disebabkan kebutuhan, keinginan, dan permintaan pelanggan berbah-ubah. Pelanggan tidak selamanya akan mengkonsumsi produk yang sama. Pelanggan akan mencari produk lain dari perusahaan lain yang dirasakan dapat memuaskan kebutuha mereka. Untuk itulah diperlukan adanya inovasi terus menerus jika perusahaan akan berlangsung lebih lanjut dan tetap berdiri dengan usahanya. Inovasi adalah sesuatu yang berkenaan dengan barang, jasa atau ide yang dirasakan baru oleh seseorang. Meskipun ide tersebut telah lama ada tetapi ini dapat dikatakan suatu inovasi bagi orang yang baru melihat atau merasakannya. Perusahaan dapat melakukan inovasi dalam bidang: a. Inovasi produk (barang, jasa, ide dan tempat). b. Inovasi manajemen (proses kerja, proses produksi, keuangan pemasaran, dll). Dalam melakukan inovasi perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: a. Menganalisi peluang, b. Apa yang harus dilakukan untuk memuaskan peluang, c. Sederhana dan terarah, d. Dimulai dari yang kecil, dan e. Kepemimpinan.

 

Hills (2008) mendefinisikan inovasi sebagai ide, praktek atau obyek yang dianggap baru oleh seorang individu atau unit pengguna lainnya. Suryana (2003) inovasi yaitu: “sebagai kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan”. Keeh, et.al (2007) menjelaskan inovasi sangat penting karena terdapat alasan berikut:

a)       Teknologi berubah sangat cepat seiring adanya produk baru, proses dan layanan baru dari pesaing, dan ini mendorong usaha entrepreneurial untuk bersaing dan sukses. Yang harus dilakukan adalah menyesuaikan diri dengan inovasi teknologi baru.

b)      Efek perubahan lingkungan terhadap siklus hidup produk semakin pendek, yang artinya bahwa produk atau layanan lama harus digantikan dengan yang baru dalam waktu cepat, dan ini bisa terjadi karena ada pemikiran kreatif yang menimbulkan inovasi.

c)       Konsumen saat ini lebih pintar dan menuntut pemenuhan kebutuhan. Harapan dalam pemenuhan kebutuhan mengharap lebih dalam hal kualitas, pembaruan, dan harga. Oleh karena itu skill inovatif dibutuhkan untuk memuaskan kebutuhan konsumen sekaligus mempertahankan konsumen sebagai pelanggan.

d)      Dengan pasar dan teknologi yang berubah sangat cepat, ide yang bagus dapat semakin mudah ditiru, dan ini membutuhkan metode penggunaan produk, proses yang baru dan lebih baik, dan layanan yang lebih cepat secara kontinyu.

e)      Inovasi bisa menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, meningkatkan segmen pasar, dan menciptakan posisi korporat yang lebih baik. Untuk lebih jelasnya, proses kewirausahaan, inovasi dan kinerja dapat dilihat pada Gambar 1.


3.       Pengertian Usaha Kecil

Pengertian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dijelaskan dalam UU Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) No. 20 tahun 2008 adalah sebagai berikut: 1. Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. 2. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini. 3. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang- Undang ini. Kriteria Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Berdasarkan UU Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) No. 20 Tahun 2008 pada Bab IV pasal 16 menetapkan kriteria UMKM sebagai berikut:

1.       Kriteria Usaha mikro adalah sebagai berikut:

a)       Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

b)      Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,- (Tiga Ratus Juta rupiah).

2.       Kriteria Usaha Kecil adalah sebagai berikut: memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah) sampai paling banyak Rp 500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,- (Tiga ratus juta rupiah) samapi dengan paling banyak Rp 2.500.000.000,- (Dua miliar lima ratus juta rupiah).

3.       Kriteria Usaha Menengah adalah sebagai berikut: memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp.10.000.000,-(sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,- (Dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 50.000.000.000,- (Lima puluh milyar rupiah)

 

Hipotesis Penelitian

Berdasarkan landasan teori dan hasil penelitian terdahulu maka dapat disusun hipotesis sebagai berikut:

1.       Kreativitas dan inovasi berpengaruh secara simultan terhadap kewirausahaan

2.       Kreativitas berpengaruh secara parsial terhadap kewirausahaan

3.       Inovasi berpengaruh secara parsial terhadap variabel kewirausahaan

4.       Kreativitas berpengaruh dominan terhadap kewirausahaan

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: pertama, observasi, yaitu pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung aktivitas obyek (responden) yang akan diteliti. kedua, kuesioner (angket), merupakan bentuk pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau penyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Ketiga, wawancara (interview), merupakan bentuk pengumpulan data berupa wawancara atau tanya jawab (komunikasi) secara langsung dengan responden.

Gambaran Karakteristik Responden

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebarkan kepada 53 responden dalam hal ini adalah pemilik usaha kecil bengkel las, maka dapat diuraikan profil usaha kecil bengkel las di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang meliputi tingkat pendidikan, modal usaha, lama berdirinya usaha, dan usia.

Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan pemilik/pengelola usaha terdiri dari (46,6%) adalah merupakan lulusan pendidikan SMA/STM, (20%) merupakan lulusan SLTP dan (33,4%) adalah merupakan lulusan SD, dengan demikian dapat diketahui bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini adalah merupakan lulusan pendidikan SMA/STM sebesar 46,6%.

Modal Usaha

Jumlah modal usaha yang dimiliki oleh pemilik/ pengelola usaha terdiri: modal usaha antara 15-10 juta berjumlah (13,30%), modal usaha antara 9-5 juta berjumlah (26,7%), dan (60%), modal usaha antara 4- 1 juta berjumlah 21 orang. Jumlah modal usaha antara 1-4 juta dengan persentase yang paling besar sebesar 60%.

Hasil Analisis Data

Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan data hasil penyebaran kuesioner yang telah dilakukan dan kemudian diolah melalui program software application SPSS 14.00 for windows, maka dapat diketahui hasil analisis regresi linier berganda secara parsial dan simultan. Hasil analisis regresi linear berganda dapat di lihat pada Tabel 1.

Dari hasil perhitungan analisis regresi linier berganda pada Tabel 1 menunjukkan bahwa pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent adalah besar, hal tersebut dapat dilihat pada nilai koefisien determinasi (R2 ) yaitu sebesar 0,702. Hasil perhitungan tersebut dapat dijelaskan bahwa pengaruh kreativitas dan inovasi terhadap kewirausahaan dapat dijelaskan sebesar 70,20% sedangkan sisanya sebesar 29,80% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Koefisien korelasi berganda R (multiple correlation) menggambarkan kuatnya hubungan antara variabel independent yang meliputi variabel kreativitas dan inovasi secara bersama-sama terhadap variabel dependent yaitu kewirausahaan sebesar 0,838.


III.  KESIMPULAN

1.  Kreativitas meliputi terbuka terhadap pengalaman, suka memperhatikan melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan, menerima dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan, toleransi terhadap sesuatu yang tidak jelas, independen dalam mengambil keputusan, berpikir dan bertindak, memerlukan dan mengasumsikan otonomi, percaya diri, tidak menjadi subjek dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil resiko yang diperhitungkan, gigih, sensitif terhadap permasalahan, lancar-kemampuan untuk men-generik ide-ide yang banyak, fleksibel keaslian, responsif terhadap perasaan, terbuka terhadap penomena yang belum jelas, motivasi, bebas dari rasa takut gagal, berpikir dalam imajinasi, selektif dan inovasi meliputi: menganalisi peluang, apa yang harus dilakukan untuk memuaskan peluang, sederhana dan terarah dimulai dari yang kecil, berpengaruh secara parsial terhadap variabel kewirausahaan.

2.  Inovasi yang meliputi menganalisi peluang, apa yang harus dilakukan untuk memuaskan peluang, sederhana dan terarah dimulai dari yang kecil, berpengaruh secara parsial terhadap variabel kewirausahaan.

3.  Berdasarkan analisis yang dilakukan, kreatifitas dan inovasi berpengaruh secara simultan terhadap kewirausahaan dengan variabel inovasi memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kewirausahaan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Baldacchino. 2008. “Entrepreneurial Creativity and Innovation”, The First International Conference on Strategic Innovation and Future Creation, University of Malta, Malta.

 

Bjerke, B. 2005. Managing Entrepreneurship on Whose Terms? in Research at the Marketing/ Entrepreneurship Interface, Edited by Hills, G. and Miles, M., Chicago: University of Illinois.

 

Bustami, Bernadien, Sandra Nurlela & Ferry. 2007. Mari Membangun Usaha Mandiri: Pedoman Praktis Bagi UKM, Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.

 

https://jurnalmanajemen.petra.ac.id/index.php/man/article/view/18240

 

Frinces, Heflin. 2004. Kewirausahaan dan Inovasi Bisnis, Cetakan Pertama, Yogyakarta: Penerbit Darusalam.

 

Hadiyati, E. 2010. Pemasaran untuk UMKM (Teori dan Aplikasi), Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Malang: Bayumedia.

 

Hills, Gerald. 2008. “Marketing and Entrepreneurship, Research Ideas and Opportunities”, Journal of Small and Medium Entrepreneurships, page: 27-39.

PERBEDAAN ANTARA KREATIVITAS DAN INOVASI

 PERBEDAAN ANTARA KREATIVITAS DAN INOVASI 

Oleh : Murdiono Deli  (@S03-MURDIONO)


Pendahuluan

Perubahan adalah hukum dasar, yang mengatur seluruh sifat. Di dunia yang serba cepat ini, teknologi berubah dengan cepat, yaitu tidak ada yang dapat meyakinkan Anda bahwa dunia akan sama, lima tahun kemudian, karena semuanya berubah dengan sekejap mata. Jadi, jika seseorang ingin mengikuti dunia, maka satu-satunya syarat adalah menjadi kreatif dan inovatif. Sementara Kreativitas terkait dengan 'imajinasi', tetapi inovasi terkait dengan 'implementasi' .

Perbedaan utama antara kreativitas dan inovasi adalah bahwa yang pertama mengacu pada gagasan segar atau rencana, sedangkan yang kedua menyiratkan memulai sesuatu yang baru ke pasar, yang tidak diperkenalkan sebelumnya. Anda bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dua topik, dan perbedaannya, dengan bantuan artikel yang diberikan.

 

Definisi Kreatifitas

Kreativitas adalah karakteristik seseorang untuk menghasilkan ide-ide baru, alternatif, solusi, dan kemungkinan dengan cara yang unik dan berbeda.

Kreativitas adalah kemampuan untuk memahami sesuatu yang tidak terduga, asli dan unik. Itu harus ekspresif, mengasyikkan, dan imajinatif. Ini adalah cermin betapa indahnya seseorang dapat berpikir dalam keadaan apa pun.

Ini bukan genetik tetapi dapat dikembangkan jika seseorang terus belajar dan memahami hal-hal dengan persepsi langka dan eksklusif. Kreativitas adalah kegiatan brainstorming dan mind-blogging di mana seseorang harus berpikir di luar imajinasinya untuk membawa sesuatu yang berharga. Ini adalah kegiatan mengungkap sesuatu yang sebelumnya disembunyikan.

 

Definisi Inovasi

Inovasi adalah tindakan penerapan ide-ide baru yang menciptakan beberapa nilai bagi organisasi bisnis, pemerintah, dan masyarakat juga. Cara melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih cerdas adalah inovasi. Ini bisa menjadi pengantar dari:

  • Teknologi baru.
  • Lini produk atau segmen baru.
  • Metode produksi baru.
  • Peningkatan pada produk yang ada.

Inovasi terkait erat dengan kreativitas, yaitu menerapkan ide-ide kreatif ke dalam tindakan merupakan inovasi, yang konsekuensinya harus positif. Ini adalah proses melakukan sesuatu yang lebih baik untuk pertama kalinya, yang sebelumnya tidak dilakukan oleh entitas mana pun. Ini juga dapat disebut sebagai perubahan yang dapat membawa keunggulan baru pada kinerja dan produktivitas perusahaan. Ini adalah dua jenis yaitu evolusi dan revolusioner.

Perbedaan kunci antara kreatifitas dan inovasi

Berikut ini adalah perbedaan utama antara Kreativitas dan Inovasi:

  1. Kualitas memikirkan ide-ide baru dan mewujudkannya adalah kreativitas. Tindakan mengeksekusi ide-ide kreatif ke dalam praktik adalah inovasi.
  2. Kreativitas adalah proses imajinatif karena bertentangan dengan inovasi adalah proses yang produktif.
  3. Kreativitas tidak pernah bisa diukur, tetapi Inovasi dapat diukur.
  4. Kreativitas terkait dengan generasi ide yang baru dan unik. Sebaliknya, Inovasi terkait dengan memperkenalkan sesuatu yang lebih baik ke pasar.
  5. Kreativitas tidak membutuhkan uang. Di sisi lain, inovasi membutuhkan uang.
  6. Tidak ada risiko yang terlibat dalam kreativitas, sedangkan risiko selalu melekat pada inovasi.

 

Contoh

Penemuan sepeda motor adalah inovasi terbesar di atas skuter. Pada awal abad, orang biasa bepergian dengan skuter, di mana mereka harus melakukan banyak upaya untuk memulainya seperti mereka harus memukul tendangan dan lutut ke bawah dari kedua sisi jika tidak dimulai. Jadi, bertahun-tahun berlalu, dan tak seorang pun berpikir untuk menemukan sepeda. Penemuan sepeda motor membuat mereka menyadari bahwa mereka juga dapat mengendarai sepeda tanpa melakukan upaya ekstra, mereka hanya perlu mengklik sakelar dan mulai secara otomatis.

Dalam contoh ini, pemikiran penciptaan sepeda motor baru untuk bepergian adalah kreativitas, tetapi penemuan sebenarnya adalah inovasi.

 

Kesimpulan

Selalu ada perselisihan antara kreativitas dan inovasi karena keduanya penting bagi organisasi untuk bertahan lebih lama. Keberadaan keduanya bisa mengarah pada kesuksesan. Setelah diskusi besar, mari kita tahu bagaimana kita bisa kreatif - dengan mengajukan pertanyaan, menarik kesimpulan, bereksperimen & mengeksplorasi ide-ide baru dan memperluas bidang pemikiran. Untuk menjadi inovatif, seseorang harus memiliki kemampuan untuk mengambil risiko, bereksperimen, mengajukan pertanyaan, dan mengamati berbagai hal.

 

Referensi

https://id.gadget-info.com/difference-between-creativity

https://www.linovhr.com/perbedaan-kreatif-dan-inovatif/

KREATIVITAS DAN INOVASI DALAM BERWIRAUSAHA

 KREATIVITAS DAN INOVASI DALAM BERWIRAUSAHA

Oleh : Bayoe Aditya Dwi Prasetya (@S09-BAYOE)

PENDAHULUAN   

Pada awal tahun 2020 ini semua negara di dunia disibukkan oleh pandemi Covid 19.  Hal tersebut menyebabkan banyak negara fokus pada bagaimana caranya  untuk  mengatasi  masalah  tersebut.  Sehingga  masalah  ekonomi  dan masalah lainnya menjadi prioritas kesekian. Pada sektor ekonomi akan mengalami resesi. Ekonomi Indonesia mengalami kontraksi hingga minus 5,3% pada kuartai II -2020, begitu pula negara-negara lainnya.  Di sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) terdampak pula adanya pandemi tersebut. Apalagi setelah diterapkan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Basar) di perbagai kota di Indonesia omzet penjualan mengalami penurunan  yang  sangat  drastis.  Sehingga  hal  ini  menuntut  pelaku  usaha (wirausaha) untuk  membuat cara-cara baru dalam  menjual hasil produknya, seperti penjualan dengan online dan sebagainya. Jadi wirausaha harus lebih kreatif dan inovatif dalam membuat produk dan atau jasanya untuk memenuhi kebutuhan dan keingnan konsumen. Pengusaha dapat bekerja lebih efektif dan efisien berkat adanya kreativitas dan inovasi. Dengan demikian diharapkan akan terus ada pengembangan  produk  dan  jasa  yang  baru.  Sehingga  pengusaha  itu  dapat menemukan peluang baru dalam menjalankan bisnisnya. Terutama dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini dibutuhkan kretavitas dan inovasi untuk menunjang usahanya

A. PENGERTIAN KREATIFITAS

Kreatifitas Rhodes (Munandar:2012), mengatakan kreativitas dapat di definisikan ke dalam empat jenis dimensi sebagai ) yaitu dimensi Person, Proces, Press dan Product sebagai berikut;

a. Definisi kreativitas dalam Dimensi Person. Definisi pada dimensi person adalah upaya mendifinisikan kreativitas yang berfokus pada individu atau person dari individu yang dapat disebut kreatif.

b. Definisi kreativitas dalam Dimensi Proces. Definisi pada dimensi proses adalah upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada proses berfikir sehingga memunculkan ide±ide unik dan kreatif.

c. Definisi kreativitas dalam Dimensi Product. Definisi pada dimensi produk merupakan upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada produk atau apa yang di hasilkan oleh individu baik sesuatu yang baru/original atau sebuah elaborasi atau penggabungan yang inovatif.

d. Definisi kreativitas dalam Dimensi Press. Definisi dan pendekatan kreativitas yang menekankan faktor press atau dorongan, baik dorongan internal (diri sendiri berupa keinginan dan hasrat untuk mencipta atau bersibuk diri secara kreatif), maupun dorongan eksternal dan lingkungan sosial dan psikologis.

A.    PENGERTIAN INOVASI

           Inovasi adalah kreativitas yang diterjemahkan menjadi sesuatu yang dapat di implementasikan dan memberikan nilai tambah atas sumber daya yang kita miliki. Jadi untuk senantiasa dapat berinovasi memerlukan kecerdasan kreatif (Creative Intelligence). Inovasi menurut Goman (Rusdiana, 2014) adalah penerapan secara praktis ide kreatif. Inovasi dapat diwujudkan dengan adanya kreativitas yang cukup tinggi. Kreativitas adalah kemampuan untuk menerapkan sesuatu yang baru ke dalam kehidupan kita. Banyak perusahaan yang maju dan berkembang sampai detik ini karena melakukan kreativitas dan inovasi. Banyak waralaba dari luar negeri yang telah menerapkan hal ini dalam bisnisnya bertahan sampai hari ini,

        


    HASIL DAN PEMBAHASAN

Beberapa dari hasil penelitan menguatkan bahwa kreativitas dan inovasi mempunyai  hubungan  atau  korelasi  yang  kuat  ditunjukan  dengan  beberapa penelitian dibawah:

Kreativitas  menurut  (Rusdiana,  2014)  adalah  sebagai  keahlian  untuk membuat ide-ide baru dan menemukan metode-metode baru dalam melihat suatu masalah  dan  peluang. Jadi  kreativitas  merupakan  keahlian  seseorang  dalam membuat  ide-ide  atau  gagasan-gagasan  dengan  berpikir  kreatif  untuk membuatsesuatu  yang  baru.  Sehingga  ide  yang  ditemukan  tersebut  dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam masyarakat dan menciptakan peluang untuk menghasilkan laba dari usahanya tersebut. Wirausaha yang kreatif akan dapat membuat peluang menjadi sesuatau yang menghasilkan dan juga akan menciptakan lapangan pekerjaan yang baru        

 Inovasi menurut Goman (Rusdiana, 2014) adalah penerapan secara praktis ide kreatif. Inovasi dapat diwujudkan dengan adanya kreativitas yang cukup tinggi. Kreativitas adalah kemampuan untuk menerapkan sesuatu yang baru ke dalam kehidupan kita. Banyak perusahaan yang maju dan berkembang sampai detik ini karena melakukan kreativitas dan inovasi. Banyak waralaba dari luar negeri yang telah menerapkan hal ini dalam bisnisnya bertahan sampai hari ini.

Contoh sederhana adalah seorang wirausaha menjual singkong keju, setelah tes pasar pelanggan begitu menyukainya, sehingga terjual habis.         

Menurut Hadiyati (2011) wirausaha atau entrepreneur adalah berasal dari kata wira dan usaha. Wira artinya kesatria, gagah berani, luhur, sedangkan usaha adalah suatu kegiatan yang produktif.. Umumnya wirausaha tidak bekerja di sektor  pemerintah,  tetapi  bekerja  di  perusahaan  sendiri.  Jadi  wirausaha menciptakan usaha sendiri yang baru yang inovatif dengan risiko yang ada dan memanfaatkan peluang-peluang, serta menghadapi persaingan, sehingga usahanya tumbuh menjadi besar. Untuk mendapatkan peluang wirausaha harus mempunyai berbagai skill  dan ilmu pengetahuan yaitu kemampuan untuk menghasilkan produk dan jasa baru, menghasilkan nilai tambah baru, merintis usaha baru atau teknik baru dan mengembangkan perusahaan baru (Rusdiana, 2014).         

Menurut Saragih, (2017) kewirausahaan adalah merupakan kemampuan kreatif dan inovatif dan teliti melihat peluang serta selalu terbuka untuk menerima setiap masukan dan perubahan yang positif yang mampu membawa usahanya terus berkembang.        

Mustikawati (2014) memberikan kesimpulan bahwa, melalui proses inovasi UKM  (Usaha  Kecil  dan  Menengah)  Sentra  Malang,  terbukti  mampu mengembangkan  produk  baru  serta  melakukan  pengembangan  pada  pasar sehingga  dapat  bertahan  hidup.  Inovasi  yang  telah  dilakukan  dipergunakan sebagai dasar dalam berbisnis untuk meningkatkan keunggulan kompetif dalam jangka panjang.       

Penelitian Hadiyati (2011) menyimpulkan bahwa kreativitas dan inovasi berpengaruh secara simultan terhadap kewirausahaan dengan variabel inovasi yang mempunyai pengaruh yang lebih besar.



Kesimpulan

Dua  kata  yang  selalu  bergandengan  dalam  dunia  bisnis  yaitu  kata kreativitas dan inovasi. Kreativitas yaitu berkaitan dengan ditemukannya ide-ide baru  tentang  suatu  produk  dan  inovasi  adalah  bagaimana  cara mengimplementasikan kreativitas tersebut. Sebuah produk akan di beli oleh pelanggan tergantung dari produk itu  dapat memenuhi selera pelanggannya atau tidak. Misalnya bentuknya, warnanya, ukurannya, fitur-fiturnya juga harga dan pelayanannya disesuaikan dengan selera pelanggannya, Produk harus diciptakan dengan  berbagai  perbedaan  (diferensiasi)  dengan  usaha  sejenis,  sehingga konsumen dapat memilih dan memilah mana produk yang baik menurutnya

 

REFERENSI

Saragih, R. (2017). Membangun Usaha Kreatif, Inovatif dan Bermanfaat melalui Penerapan Kewirausahaan Sosial,. Jurnal Kewirausahaan, 3(2)

Alma, B. (2017). Kewirausahaan untuk mahasiswa dan umum. Bandung: Alfabeta.

Hadiyati, E. (2011). Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 13(1).

Rabu, September 29

JIWA SEORANG KEPEMIMPINAN

 oleh: Ahmad Apip



I.PENDAHULUAN

     karakteristik seorang pemimpin berkaitan dengan kekuasaan yang dimilikinya, bahkan hingga saat ini para ilmuwan juga menekankan kebutuhan akan konsep kepemimpinan sebagai fenomena kekuasaan. Walaupun para ilmuwan tidak sepakat tentang definisi yang tepat dari kekuasaan atau pengaruh, namun kekuasaan mungkin merupakan konsep tunggal yang paling penting di seluruh bidang ilmu sosial. Secara umum kekuasaan didefinisikan sebagai kemampuan untuk memberikan pengaruh pada orang lain atau potensi untuk mempengaruhi orang lain.

 

     Kekuasaan secara fungsional biasanya dikaitkan dengan pemimpin, orang-orang yang dipimpin dan situasi. Kekuasaan adalah kemampuan oleh orang orang yang mempunyai otoritas menggunakan kekuatan dimana suatu kapasitas dimiliki oleh seorang pemimpin. Seorang pengusaha yang suskses tentunya memiliki jiwa kepemimpinan yang baik untuk menjalankan strategi berbisnis seorang pengusaha. Untuk itu setiap orang yang ingin menjadi wirausahawan wajib memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, jiwa kepemimpinan itu sendiri agar kita bisa mengatur strategi dalam berwirausaha, dan mengontrol karayawan yang bekerja untuk kita, sehingga apa yang kita rencanakan sejak awal akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan.

 

II. PEMBAHASAN

     Dengan modal ketrampilan secara akademik bagi seseorang yang diberi amanat untuk memimpin, selanjudnya mereka terjun dilapangan dengan keberanian mengambil resiko atas

kebijakan dan keputusan yang diambilnya. Jika ada tanda-tanda kepada mereka ada kemajuan, maka pemerintah seharusnya memfasilitasi kemampuan wirausaha pemimpin pendidikan tersebut baik berupa peningkatan karier maupun peningkatan bantuan dana dari pemerintah dan masyarakat yang mendorong peningkatan kualitas lembaga pendidikan yang mereka pimpin. Hal ini penting sebagai upaya investasi pembangunan sumberdaya manusia melalui jalur pendidikan. Salah satu penyebab rendahnya mutu pendidikan adalah rendahnya jiwa wirausaha kepala sekolahnya, berbagai penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah belum responsif terhadap tuntutan dinamika  perubahan yang terjadi, banyak

aktivitas sekolah berlangsung by the way bukan by design dengan ciri perencanaan yang memprihatinkan. Kajian dalam artikel ini membahas mengenai wirausaha (entrepreneurship), sifat kepemimpinan, dan kewirausahaan kepemimpinan pendidikan

 

 

 

Wirausaha (entrepreneurship)

     Wirausaha menurut Aldrich, Howard (2005:452) adalah sesorang yang dapat menghasilkan dan sekaligus menantang atas berbagai aturan sosial yang sudah ada. Sementara kewirusahaan merupakan konsep yang mampu menjamin terjadinya proses perbanyakan populasi organisasi, dan sekaligus meletakkan landasan bagi tumbuhnya populasi baru.

Pertumbuhan populasi baru itu, berdasar kajian sosiologis cukup terkait dengan kewirausahaan yang dapat mempengaruhi terjadinya stratifikasi maupun ketidaksamaan

dalam kehidupan masyarakat banyak. Adapun prosesnya adalah dengan cara melalui upaya

mempertajam adanya peluang kehidupan antara pemimpin pendidikan di satu sisi dan kehidupan pendidik dan anggota lain di sisi lainnya.

 

Jiwa Seorang Pemimpinan dalam Kewirausahaan

 

     Agar memiliki tujuan yang jelas untuk dicapai

Suatu perusahaan hendaknya memiliki tujuan yang akan  dicapai agar suatu perusahaan dapat berjalan dengan baik,dengan adanya tujuan yang jelas dalam suatu perusahaan akan berdampak positif terhadap usaha yang sedang dijalankan.

 

     Agar dapat mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan oleh bawahannya

Jika dilihat dari pengertian kepemimpinan merupakan proses mengarahkan  perilaku kepada orang lain ke arah pencapaian tujuan yang hendak dicapai, maka pengarahan yang dimaksud menyebabkan bawahan bertindak tertentu dengan cara mengikuti arahan dari pemimpin, wirausaha yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil  memimpin bawahannya dengan baik dan terorganisir dan tentu saja akan berdampak baik juga terhadap perusahaan.

 

     Agar dapat berkomunikasi dengan karyawan/staff

Komunikasi yang baik antara pemimpin perusahaan dengan bawahan dapat menjadi suatu alasan setiap perusahan yang terus berkembang, maka dari itu apabila kita sebagai pemimpin harus dekat dan mendengarkan masukan dari staff atau bawahan kita di beberapa situasi, yang bertujuan untuk terus bisa bersaing dengan perusahaan lain yang ada saat ini.

 

     Agar memiliki rasa tanggung jawab

Seorang pemimpin yang sukses di bidang kewirausahaan sudah pasti memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, karena tanggung jawab adalah salah satu sifat yang harus dimiliki setiap pemimpin apalagi dalam hal ini kita menyinggung seorang pemimpin yang memimpin sebuah perusahaan. Di dunia wirausaha seorang pemimpin yang tidak mempunyai rasa tanggung jawab, bukan tidak mungkin perusahan yang dia pimpin bisa menjadi bangkrut.

 

    Agar dapat mengambil keputusan kepada perusahaan

Kepemimpinan seorang wirausahawan harus mempunyai insting yang kuat dalam mengambil keputusan, guna untuk tetap mempertahankan yang apa yang sudah dibuatnya dari awal, apabila seorang pemimpin salah mengambil keputusan bukan tidak mungkin perusahaan yang dia pimpin mengalami kebangkrutan.

 

    Agar dalam pelaksanaan berwirausaha dapat teroganisir dengan baik

Seorang pemimpin di sebuah lembaga atau perusahaan pasti tau apa maksud dan tujuan nya menjadi seorang pemimpin, tdak lain adalah ingin perusahan yang dia pimpin terus berkembang seiring dengan berkembangnya zaman, oleh karena itu pemimpin harus mempunyai visi berwirausaha yang baik, karena nanti pada prakteknya pemimpin yang menjadi tanggung jawab atas semua yang terjadi di dalam sebuah perushaan. Maka dari itu seorang wirausahawan harus memegang teguh pendirian nya dari awal pengorganisiran sesuai dengan apa yang dia mau dan berjalan lancar.

 

Keterampilan yang Harus Dimiliki Seorang Pemimpin

Selain tegas dan dapat mengendalikan sebuah perusahaan, sosok pemimpin di dunia wirausaha juga di tuntut untuk mempunyai keterampilan yang tinggi. Ada tiga jenis keterampilan di duunia wirausaha, yaitu:

 

Keterampilan konseptual

Adalah kemampuan mental untuk mengolah dan mengordinir suatu perusahaan/Organisasi. Kemampuan ini mencakup sifat seorang manajer yang bisa melihat peluang sebuah organisasi sebagai suatu kesatuan dan keseluruhannya, memahami antara bagian-bagian yang yyang saling bergantung, kemudian menganalisa dan menginterpretasikan apa yang sudah diterima dari macam-macam sumber.

 

Keterampilan kemanusiaan

Kemampuan untuk bekerja, dituntut untuk memamhami, dan memotivasi orang lain, apa yang harus dilakukan oleh individu atau kelompok. Seorang pemimpin dalam wirausaha harus memiliki keterampilan ini, bertujuan untuk memperoleh partisipasi dan memotivasi sebuah organisasi/kelomppok dalam mencapai satu tujuan.

 

Keterampilan administrative

Keterampilan ini adalah salah satu keterampilan yang bertujuan untuk membuat perencanaan, dimana kita harus bisa mengatur schedule yang jelas. Keterampilan ini juga berfungsi untuk mengikuti kebijaksanaan melakukan prosedur, mengelola perusahaan dengan anggaran yang sanagat terbatas. Keterampilan administrative ini hanya berbeda tipis dengan keterampilan konseptual. Seorang manajer perusahaan mengambil keputusan-keputusan menggunakan keterampilan administrative dan penuh dengan rasa kemanusiaan.

 

Keterampilan teknik

Keterampilan ini berhubungan dengan kemampuan menggunakan alat-alat, prosedur-prosedur, atau teknik-teknik dari suatu bidang, seperti bidang akuntansi, bidang produksi, bidang pemasaran/penjuaalan dan sebagainya.

 

 

KESIMPULANYA

Apabila kita ingin membangun sebuah usaha atau bisa disebut dengan wirausaha, maka kita wajib memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat kuat, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang diluar ekspektasi kita. Seiring dengan berkembangnya jaman dan kemajuan teknologi kita juga harus memiliki segudang pengalaman untuk memulai suatu usaha, guna untuk mengembangkan strategi kita memimpin suatu perusahaan. Didalam karaya diatas juga membahas tentang bagaimana kita bekerjasama dengan bawahan kita, guna untuk menimbulkan kreatifitas dan kerja keras karyawan untuk mencapai suatu tujuan.

 


Senin, September 27

“KURANGNYA PERCAYA DIRI UNTUK MENJADI SEORANG PENGUSAHA.KENAPA BEGITU? YUK KITA CARI TANDA BAHWA ANDA SEBENERNYA TIDAK SIAP MENJADI SEORANG PENGUSAHA”


Oleh: Ahmad apip (@S21-AHMAD)


ABSTRAK

Dalam menjadi bisnismen Seorang pengusaha biasanya akan menjalankan bisnis untuk mendapatkan keuntungan, keuangan yang lebih stabil, dan menjadi sukses. Sedangkan entrepreneur lebih peduli pada perubahan di sekitar dan mengejar passion untuk mencapai tujuan akhir yang memberikan kesenangan dan kepuasan. Entrepreneur kurang tertarik pada keuntungan secara finansial, tapi mereka fokus dalam mengembangkan produk/jasa yang akan mereka tawarkan. Menjadi pengusaha merupakan impian banyak orang saat ini. Bukan hanya kalangan orang biasa, atau karyawan, para artis juga banyak yang akhirnya memulai sebuah bisnis untuk investasinya di masa depan nanti. Sekilas, bisnis-bisnis yang sudah berjalan dari dulu hingga saat ini terlihat baik-baik saja dan stabil.

 Pantang menyerah adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha yang menjalankan bisnisnya, baik dalam skala kecil dan besar. Jika tidak, maka bisnis anda dikhawatirkan akan menjadi beku dan tidak berjalan. Ini juga salah satu alasan untuk sebagian orang, mengapa mereka takut dan tidak siap menjadi seorang pengusaha. Berikut ini adalah 6 tanda bahwa anda sebenarnya tidak siap menjadi seorang pengusaha. Berikut ulasannya, dikutip dari Cermati.com.

 

TIDAK MEMILIKI MOTIVASI DIRI

Seorang pengusaha ini harus siap untuk melakukan segala hal secara sendiri. Para pebisnis yang saat ini sukses, juga mengawali perjuangannya dengan penuh kerja keras. Seorang pengusaha, biasanya secara umum sudah menguasai apa saja yang harus ia lakukan dalam membangun dan menjalankan sebuah bisnis.Apapun yang terjadi, ia akan berusaha mencari jalan keluar untuk menjamin keberlangsungan usahanya. Jika anda adalah tipe orang yang selalu membutuhkan dan bergantung pada seorang pemimpin, mungkin anda memang tidak memiliki motivasi untuk menjadi seorang pengusaha.

TIDAK MEMILIKI TABUNGAN

Untuk membangun sebuah usaha, baik skala kecil apalagi skala besar, keberadaan modal saat diperlukan. Untuk itu, anda yang ingin mulai menjalankan bisnis dan menjadi pengusaha, anda perlu memiliki tabungan yang cukup untuk memulai ini.Bisnis yang pertama kali dijalankan, bukan tidak mungkin akan mengalami kerugian, tetapi usahakan jangan sampai menghabiskan seluruh modal anda. Sebaiknya, persiapkan terlebih dahulu anggaran untuk bisnis anda, perkiraan kerugiannya, sehingga semuanya bisa diprediksikan, dan tidak akan terlalu membuat rugi.

 

MERASA TAKUT BERADA DI BAWAH TEKANAN

Menjadi seorang pengusaha, harus siap menjadi stress. Akan ada banyak hal yang perlu dipikirkan dan secepatnya anda harus mengambil keputusan. Sebuah bisnis harus mengikuti perkembangan zaman agar tetap eksis dan tidak membosankan.Untuk memikirkan hal semacam ini, perlu tekanan, deadline untuk segera menampilkan hal yang baru dan akan disukai pelanggannya. Jika tidak bisa menghadapi tekanan seperti ini, mungkin anda belum siap menjadi pengusaha.

 

RISET YANG DILAKUKAN BELUM SEMPURNA

Apa saja bisnis yang akan anda dirikan, sebaiknya anda dan tim anda melakukan penelitian terlebih dulu. Penelitian ini sangat penting, hasil penelitian ini akan menjadi dasar anda mengapa membuat sebuah produk dan kepada siapa produk itu harus dijual nantinya. Anda bisa melakukan survei langsung ke tempat yang cocok dengan ide bisnis anda. Anda juga bisa mencoba mencari tahu lewat internet.

 

TIDAK MEMILIKI SEMANGAT UNTUK MEMULAI BISNIS

Semangat itu sangat dibutuhkan dalam segala hal bentuk aktivitas. Bagi anda yang bekerja, dengan semangat, anda akan sanggup mengerjakan banyak tugas kantor anda. Dalam Bisnis pun, anda harus memiliki semangat, bahkan lebih semangat dibanding saat bekerja.

Dengan semangat kita akan terus bergerak maju. Sebaliknya, saat sama sekali tidak ada semangat dalam hal apapun, yang terjadi adalah hanya kegagalan dan kerugian besar. Untuk menjadi seorang pengusaha, anda perlu semangat, semangat dan semangat.

 

STRATEGI BISNIS KURANG TEPAT

Seorang pengusaha, perlu memiliki strategi bisnis yang baik. Dengan begitu, usahanya akan berjalan lancar, tanpa hambatan. Namun, harus diperhatikan juga bahwa sebuah strategi yang ada ini, harus cocok dengan orang yang menjalankannya.Sebagai contoh untuk bidang marketing Usaha anda, anda perlu orang yang ahli bernegosiasi dan baik dalam kemampuan komunikasinya, jika anda menempatkan orang yang hanya ahli di salah satu bidang tersebut, mungkin pemasaran usaha anda akan kurang maksimal. Sebaiknya, perhatikan hal ini dengan baik, jika anda sering salah menempatkan orang yang sesuai dengan bidang pekerjaannya.

 

BELAJARLAH DARI PARA PEBISNIS YANG SUDAH SUKSES

Menjadi pengusaha tidak hanya seputar menjual dan mendapat keuntungan. Masih banyak hal yang perlu dipikirkan oleh seorang pengusaha agar usahanya bisa berjalan dalam waktu yang lama. Dengan banyak belajar dari para mentor sukses dalam dunia usaha. Dengan semangat dan pantang menyerah, usaha Anda mungkin akan berjalan. Sebaliknya, jika anda selalu berpikir tidak sanggup menerima resikonya, anda kurang cocok menjadi pengusaha. Semoga bermanfaat.