Kamis, September 21

Bisnis Plan COBOW

@Startup H05 -

Laju pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) diindonesia belakangan ini memang cukup pesat. Hal ini tentunya memberikan dampak yang sangat positif bagi perkembangan ekonomi indonesia pada umumnya. Karna, tidak bisa dipungkiri keberadaan UKM mampu mendongkrak dan mempercepat pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
Meskipun masih ada beberapa pelaku UKM yang sampai saat ini yang mengalami beberapa kendala usaha, seperti permasalahan modal, promosi, jaringan bisnis, dsb. Tetapi, pada dasarnya UKM merupakan salah satu kegiatan industri yang tahan banting dan tidak terpengaruh adanya krisis global yang beberapa waktu lalu sempat menumbangkan beberapa perusahaan besar disekitar kita. Maka ini menjadi motivator bagi sebagian masyarakat sehingga akhirnya mereka memilih peluang usaha kecil dan menengah sebagai alternatif tepat untuk mendatangkan untung besar setiap bulannya.

Konsumen
Target pasar yang bisa di bidik adalah kalangan anak-anak, remaja sampai dewasa. Karna hampir semua orang menyukai coklat. Biasanya para produsen akan tertarik untuk membeli coklat, apalagi coklat yang kami tawarkan ini memiliki bentuk yang unik dan warna yang menarik juga rasanya tidak kalah enak dengan coklat yang lainnya. Bukan hanya itu saja, saat ini coklat banyak digunakan sebagai souvenir atau bingkisan dihari-hari special (contohnya saat perayaan ulang tahun, dll). Melihat banyaknya peminat coklat dan luasnya potensi pasar, maka tak salah lagi bila kami menjadikan coklat sebagai peluang bisnis baru.

Memulai Bisnis COBOW (Coklat Rainbow)
Untuk menjalankan peluang bisnis ini, ada beberapa hal penting yang perlu disiapkan terlebih dahulu, antara lain sebagai berikut :
1.       Modal utama kami adalah skill dan pengetahuan tentang perkembangan Coklat yang sangat laris manis dipasaran. Untuk itu kami harus jeli melihat perubahan minat konsumen melalui koran, majalah, internet (terutama dalam sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, dsb).
2.       Kemauan dan keterampilan dalam mengkreasikan coklat
3.       Menjalin kerjasama dengan supplier bahan baku yang memberikan penawaran harga lebih murah tanpa harus mengesampingkan kualitas bahan yang digunakan
4.       Carilah tenaga kerja yang benar-benar kreatif dan memiliki pengalaman dalam membuat coklat yang unik. Bila perlu lakukan seleksi ketat sebelum akhirnya menentukan tenaga kerja yang akan kami gunakan.
5.       Selalu lakukan pengontrolan (quality control) pada produk coklat rainbow yang telah diproduksi, hal ini penting agar kualitas produk kami tetap terjaga dan tidak kalah bersaing dengan produk coklat lainnya yang ada dipasaran.


Keuntungan Bisnis COBOW (Coklat Rainbow)
Tak bisa dipungkiri bahwa penggemar Coklat sampai kapanpun masih terus memilih coklat sebagai makan favorite mereka. Tidak hanya anak-anak, Remaja sampai dewasa pun masih menyukai coklat. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela menyisihkan uangnya hanya untuk membeli coklat sebagai makanan/cemilai favoritnya. Peluang inilah yang dimanfaatkan sebagian besar pelaku usaha sehingga mereka bisa meraup untung besar setiap bulannya  melalui coklat-coklat unik yang memiliki nilai jual yang relatif, tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal.
Dengan menawarkan produk coklat yang dikreasikan seunik mungkin dan dikemas menggunakan kemasan yang menarik, kami pun bisa bersaing dengan coklat-coklat import yang selama ini menguasai pasar.

Kendala Bisnis COBOW (Coklat Rainbow)
Meski usaha kreasi coklat seperti ini masih terbilang baru, namun persaingan pasarnya sudah sangat ketat. Ditambah lagi banyak produk coklat dari luar negri yang sudah beredar dipasaran, sehingga dibutuhkan inovasi baru untuk memenangkan persaingan pasar. Kendala lainnya yaitu,persediaan bahan baku yang masih sangat kurang.

Strategi Pemasaran
Untuk mengenalkan usaha baru, kami menggunakan strategi pemasaran melalui pameran-pameran yang sering diadakan disekitar kampus, sekolah, dll. Selain itu pemasaran juga bisa dilakukan dengan mempromosikan produk coklat melalui Internet & sosial media (Facebook, Twitter dan Instagram) dan membuat brosur atau pamflet untuk produk coklat kami, serta mencantumkan layanan terima pesanan sesuai keinginan konsumen. Supaya konsumen tertarik dan berminat membeli coklat kami.

Kunci Sukses
Kesuksesan usaha baru ini terletak pada kreativitas dan inovasi produk yang ditawarkan. Dengan menciptakan coklat dengan aneka bentuk dan rasa, maka minat konsumen akan semakin meningkat. Untuk itu tingkatkan kemampuan untuk menciptakan aneka coklat yang unik yang tidak kalah enak dengan coklat impor. Selain itu berikan harga yang bersaing dan dapat dijangkau oleh semua kalangan agar produk kami dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

Analisa Ekonomi

Asumsi
-Produksi Coklat sebanyak 160 batang
-Proses Produksi dilakukan dirumah, tanpa menyewa tempat usaha

Modal Awal
Peralatan Produksi
- Kompor                                                                                                       Rp 150.000
- Panci                                                                                                           Rp 80.000
- Gas                                                                                                              Rp.20.000                             - Cetakan (@ Rp 15.000 x 5)                                                                        Rp 75.000
- Wadah coklat (@ Rp 20.000 x 4 )                                                              Rp 80.000

Bahan Baku
- Coklat batang (@ Rp 60.000 x 2kg)                                                           Rp 120.000
- Plastik (@ 15.000 x 1pak)                                                                          Rp 30.000
- Tangkai Coklat (@20.000 x 2pak)                                                             Rp 40.000
- Kawat hias (@ 10.000 x 2pak)                                                                   Rp 20.000
Total                                                                                                              Rp 615.000

Biaya penyusutan
Peralatan mengalami penyusutan, setelah masa pemakaian sebagai berikut :
Kompor : 1/48 bulan x Rp 150.000                                                             Rp     3.125,00
Gas : 1/4 hari x Rp 20.000                                                                           Rp     5.000,00
Bahan baku : 1/2 hari x 210.000                                                                  Rp 105.000,00
Total Penyusutan                                                                                          Rp 113.125,00




Biaya Produksi per-bulan
Bahan baku (Coklat,kawat hias, plastik, tangkai coklat)                           Rp 210.000,00
Biaya peralatan produksi (Gas)                                                                  Rp    20.000,00
Biaya Transportasi dan pengiriman barang                                                Rp 140.000,00
Biaya promosi                                                                                            Rp    22.650,00
Biaya penyusutan peralatan                                                                        Rp 113.125,00
Total                                                                                                            Rp 505.775,00

Omset per-bulan
Penjualan coklat : @5.000 x 160 tangkai                                                   Rp 800.000,00

Laba bersih per-bulan
Rp 800.000,00 – Rp 505.775,00                                                                 Rp 294.225,00

Return of Investment (ROI)

(modal awal + biaya produksi : laba bersih per-bulan

Penutup
Harapan kami untuk produk "COBOW" (Chocolate Rainbow) ialah supaya produk ini lebih dikenal lagi oleh masyarakat dan masyarakat menyukai produk ini, karena coklat yang kami buat memberikan variasi rasa dan bentuk yang unik. Proses pemasaran pada tahap awal kami lakukan dari mulut ke mulut, lalu tahap selanjutnya dilakukan melalui media sosial seperti blog, instagram, facebook, dll. Harga yang kami tetapkan cukup terjangkau dan kami juga melayani pemesanan coklat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar