April 11, 2024

Beads Lab - ARTIKEL

 

Optimalisasi Kualitas Produksi melalui Pendekatan Mutu Operasional pada Beads Lab : Strategi untuk Keunggulan Bersaing

Nagita Amiliya || 41822010035 || AH07


(Mind Map)


Abstrak:

Beads Lab merupakan bisnis yang berfokus pada pembuatan aksesoris manik-manik yang unik dan berkualitas. Dalam industri yang kompetitif ini, penting untuk mengoptimalkan proses produksi guna memastikan kualitas produk yang konsisten dan memenuhi harapan pelanggan. Oleh karena itu, pendekatan mutu operasional menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional Beads Lab.

Artikel ini menjelaskan bagaimana pendekatan mutu operasional diterapkan pada Beads Lab untuk memperbaiki proses produksi, mengurangi cacat, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Membahas strategi-strategi yang diterapkan. Dengan fokus pada inovasi dan kualitas, Beads Lab bertujuan untuk mempertahankan posisinya dalam industri aksesoris manik-manik.

 

Pendahuluan :

Kualitas menjadi faktor penting dalam penentuan kepuasan yang diperoleh konsumen setelah membeli dan memakai produk, karena dengan kualitas produk yang baik akan dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga sangat penting untuk tetap menjaga kualitas produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan perusahaan lain dalam mempertahankan kepuasan konsumen (Tjiptono, 2012).

Salah satu aspek penting untuk dapat bersaing adalah dengan cara menaikkan mutu dari hasil produksi, berusaha memahami berbagai aspek yang diantaranya adalah pengawasan dan pengendalian kualitas, menjaga agar kualitas produk yang dihasilkan terjamin serta diterima konsumen dan dapat bersaing. Semua konsumen pada umumnya akan mengharapkan produk yang berkualitas. Mutu atau kualitas tersebut adalah suatu susunan dari citra sebuah produk atau jasa dengan patokan yang telah ditetapkan dalam sebuah industri berdasarkan spesifikasi tertentu, keperluan, dan harapan dari pelanggan (Tjiptono, 2012).

 

Pembahasan :

1. Pendekatan Mutu Operasional dalam Konteks Beads Lab : Dalam konteks Beads Lab, pendekatan mutu operasional menjadi landasan untuk mengoptimalkan kualitas produksi. Pendekatan ini mencakup upaya untuk memperbaiki proses produksi, mengurangi cacat, dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. Beads Lab mengadopsi pendekatan ini sebagai strategi utama untuk mencapai keunggulan bersaing di pasar aksesoris manik-manik.

2. Analisis dan Pemahaman Terhadap Proses Produksi : Langkah pertama dalam penerapan pendekatan mutu operasional adalah melakukan analisis mendalam terhadap setiap tahap proses produksi di Beads Lab. Ini melibatkan identifikasi potensi masalah, titik-titik lemah, dan area-area di mana perbaikan dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan.

3. Implementasi Perubahan dan Perbaikan Berkelanjutan : Setelah identifikasi masalah dilakukan, langkah berikutnya adalah mengimplementasikan perubahan dan perbaikan yang diperlukan. Beads Lab menerapkan strategi berkelanjutan untuk memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap kualitas produk.

4. Peningkatan Keterlibatan Karyawan : Keterlibatan karyawan adalah kunci keberhasilan dari pendekatan mutu operasional. Beads Lab memastikan bahwa seluruh timnya terlibat aktif dalam proses perbaikan dan peningkatan kualitas. Ini melibatkan pelatihan reguler, pemantauan kinerja, dan insentif bagi karyawan yang berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kualitas produk.

5. Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Berkelanjutan : Pendekatan mutu operasional membutuhkan pemantauan dan pengendalian kualitas yang terus-menerus. Beads Lab menggunakan metode-metode seperti inspeksi produk, pengukuran kinerja proses, dan umpan balik pelanggan untuk memastikan bahwa standar kualitas terus terjaga dan ditingkatkan dari waktu ke waktu.

6. Pencapaian Keunggulan Bersaing : Melalui penerapan pendekatan mutu operasional, Beads Lab berhasil mencapai keunggulan bersaing di pasar aksesoris manik-manik. Dengan kualitas produk yang konsisten dan reputasi yang baik di antara pelanggan, Beads Lab dapat membedakan dirinya dari pesaingnya dan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar.

 

Kesimpulan :

Secara keseluruhan, pendekatan mutu operasional telah membuktikan nilainya bagi Beads Lab dalam meningkatkan kualitas produksi dan mencapai keunggulan bersaing di pasar aksesoris manik-manik. Melalui analisis proses produksi, implementasi perubahan berkelanjutan, keterlibatan karyawan, dan pemantauan kualitas yang cermat, Beads Lab berhasil memperbaiki efisiensi operasional dan konsistensi produknya. Dengan fokus yang kuat pada pembaruan berkelanjutan dan responsif terhadap umpan balik pelanggan, Beads Lab telah berhasil membedakan dirinya di pasar dengan reputasi yang kuat untuk kualitas produk yang terjamin.

 

Daftar Pustaka :

[1] Elin, H. Faizal, H. Dea, Nuraida. (2021) Analisis Pengendalian Mutu dalam Meningkatkan Proses Produksi. Fokus Manajemen Bisnis

 



 

April 03, 2024

PRESENTASI ARTIKEL BISNIS (PAB) 1 KWH 1

Selasa, 2 April 2024

PRESENTASI ARTIKEL BISNIS (PAB) 1 KWH 1

PRESENTASI EVALUASI PERKEMBANGAN BISNIS (EPB 1 DAN 2 ) SUSULAN KWH 1

Selasa, 2 April 2024

PRESENTASI 

EVALUASI PERKEMBANGAN BISNIS (EPB 1 DAN 2 ) 

SUSULAN 

KWH 1

KAJIAN TEORI BISNIS (KTB) MODUL 4 KWH 1 (3)

Selasa, 2 April 2024

KAJIAN TEORI BISNIS (KTB) MODUL 4 KWH 1


KAJIAN TEORI BISNIS (KTB) MODUL 4 KWH 1 (2)

Selasa, 2 April 2024

KAJIAN TEORI BISNIS (KTB) MODUL 4 KWH 1


KAJIAN TEORI BISNIS (KTB) MODUL 4 KWH 1 (1)

2 April 2024

KAJIAN TEORI BISNIS (KTB) MODUL 4 KWH 1

PRESENTASI ARTIKEL BISNIS 1 KWH2

Selasa, 2 April 2024

PRESENTASI ARTIKEL BISNIS 1 KWH2

KAJIAN TEORI BISNIS (KTB) MODUL 4 KWH 2

Selasa, 2 April 2024

KAJIAN TEORI BISNIS (KTB) MODUL 4 KWH 2

PRESENTASI EVALUASI PERKEMBANGAN BISNIS (EPB) 2 SUSULAN KWH 2

Selasa, 2 April 2024

PRESENTASI 

EVALUASI PERKEMBANGAN BISNIS (EPB) 2 SUSULAN 

KWH 2

April 02, 2024

Artikel & Mind Map YourCup

Nama             : Salwa Aulia Safitri
NIM               : 46123010001
Kode Pebisnis: AG13

YOURCUP




ABSTRAK

    “YourCup” merupakan brand FnB yang memproduksi makanan dan minuman ringan namun, tetap memberikan kepuasan dengan beragam kreativitas setiap produknya. Produk “YourCup” menggunakan bahan makanan yang aman dan komitmen untuk menjaga kebersihan, sehingga menghasilkan makanan dan minuman yang higienis. “YourCup” merupakan manifestasi dari pendekatan Design Thinking. dengan menggunakan konsep Design Thinking, “YourCup” fokus untuk terus berinovasi dengan melibatkan pelanggan dalam proses berkembang. Strategi pemasaran “YourCup” menggunakan strategi bentuk makanan dan minuman yang unik sehingga menggugah selera. Dengan terus mengembangkan strategi pemasaran dan kualits produk membuat “YourCup” meningkat secara kreativitas. Kata kunci: YourCup, makanan dan minuman, Design Thinking, unik, kreativitas.

 

PENDAHULUAN

    Food and Beverages adalah bisnis yang bergerak di bidang penyajian makanan dan minuman. Dengan memasuki dunia FnB tentu akan melibatkan proses kreativitas untuk dapat menjalankan tugas-tugas tersebut. Salah satunya adalah bisnis ini dengan nama brand “YourCup” mengutamakan kreativitas dan inovasi produk setiap langkahnya. Dengan menggunakan pendekatan Design Thinking membantu “YourCup” dalam memecahkan masalah serta menghubungkan produk yang diberikan dengan penggunannya. Tak hanya itu, keunikan bentuk dari produk “YourCup” juga akan menggugah selera, namun tidak menghilangkan rasa kepuasan setelah mengonsumsinya. “YourCup” merupakan bukti bahwa makanan atau minuman unik pun mampu memberikan rasa terenaknya serta kepuasan setelah mengonsumsinya.

 

PERMASALAHAN

    Bagaimana “YourCup” mengatasi persaingan bisnis dan menyesuaikan produk dengan peminatan pasar di tengah maraknya perubahan tren?

 

PEMBAHASAN

    “YourCup” merupakan brand yang bergerak di bidang Food and Beverages yang dibuat untuk memberikan solusi kepada orang-orang yang bermasalah terhadap makanan berat dan ingin mengonsumsi makanan ringan dengan masih memberikan sensasi kenyang. Untuk memahami lebih dalam tentang bagaimana brand ini berkembang dengan pendekatan Design Thinking, maka perlu dipahami 5 tahapan:

·        Empathise.

    Empati dengan orang-orang untuk memahami pengalaman dan motivasi sehingga memperoleh pemahaman pribadi tentang masalah yang terlibat. Sederhananya, Empathise memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan. Begitupun “YourCup” memahami keinginan orang-orang  dengan melakukan riset mendalam demi mengeluarkan produk terbaik sehingga memuaskan orang-orang.

·      Define.

    Di tahap ini pebisnis harus menganalisis pengamatan untuk menentukan masalah inti yang telah diidentifisikasi. “YourCup” menganalisis hasil dari riset untuk mendapatkan pemahaman tentang bagaimana “YourCup” dapat memberikan nilai tambah.

·      Ideate.

    Di tahap ini para pebisnis siap untuk melahirkan ide. Dengan latar belakang yang kuat, pebisnis dapat mulai berpikir di luar kotak untuk mengidentifikasi solusi baru dari pernyataan masalah yang dibuat, dengan begitu akan lebih mudah menemukan cara alternatif untuk melihat masalah.

·       Prototype.

    Pebisnis menguji prototipe produk atau layanan dengan pelanggan untuk mendapatkan umpan balik. “YourCup” memulainya dengan meluncurkan produk makanan ringan berbentuk cup yang diisi dengan beragam isian namun akan tetap memberikan kesan kenyang untuk melihat bagaimana proses selanjutnya.

·       Test.

    Setelah mendapat umpan balik yang cukup, maka pebisnis membuat produk dan layanan final. “YourCup” sendiri melanjutkan untuk memasarkan produk dengan rasa dan bentuk yang sama, namun mengganti kemasan menjadi lebih baik dan ramah lingkungan. “YourCup” terus berevolusi untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan sesuai dengan apa yang konsumen inginkan. Menerima umpan balik secara teratur dari pelanggan akan membantu “YourCup” dalam berevolusi berinovasi menjadi jauh lebih baik lagi.

 

 

KESIMPULAN

 

    “YourCup” tidak hanya sekadar brand Food and Beverages, melainkan sebuah cerminan dari kreativitas serta hubungan yang serat antara pebisnis dengan pelanggan. Pendekatan Design Thinking mampu memberikan “YourCup” beragam ide produk yang tidak hanya sekedar makanan ringan, tetapi juga memberikan sensasi kenyang setelah mengonsumsinya dengan tidak berlebihan. Melalui strategi bentuk makanan dan minuman yang unik, “YourCup” dapat dengan mudah menggugah selera pelanggan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://dailysocial.id/post/hsbc-asean-growth-fund

https://glints.com/id/lowongan/fnb-adalah/#:~:text=%2Ddi%2Drestoran%2F-,Apa%20Itu%20FnB%3F,restoran%20mewah%2C%20serta%20layanan%20katering.

https://sis.binus.ac.id/2020/03/17/design-thinking-pengertian-tahapan-dan-contoh-penerapannya/

Rangkuti, F. (2003). Business Plan. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Pollack, S. (2012, March 21). What, Exactly, Is Business Development? Retrieved September 22, 2014, from http://www.forbes.com/sites/scottpollack/2012/03/21/what-exactly-is-business-development/

 

 






SIMPLE NAIL ART by LynArt

KAYLA ARLYNTHIA

46123010088

AG39-KAYLA


Artikel & Mind Mapping Geara Krafty

Nama : Ramaidah Sembiring

Kode Pebisnis : AG28

                                                                        Geara.krafty






ABSTRAK


“Geara Krafty” merupakan sebuah brand kerajinan tangan yang menunjukan keunikan dan kreativitas dalam setiap produknya. Produk dari geara krafty ini  menggunakan bahan bahan ramah lingkungan dan teknik tradisional yang tidak hanya menghasilkan karya-karya yang estetis namun juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Brand “Geara Krafty” merupakan manifestasi dari pendekatan Design Thinking, dengan fokus pada design thinking brand ini terus berinovasi melalui keterlibatan pelanggan dalam proses design, serta kolaborasi dengan komunitas lokal untuk meningkatkan keberlanjutan dan dampak sosialnya. Strategi pemasaran geara krafty mengimpletasikan strategi pemasaran yang efektif. Dengan memanfaatkan media sosial dan kolabrorasi dengan pengrajin tangan yang lain dengan ini tidak hanya memperluas jangkauan brand, tetapi juga meningkatkan kreativitas.

Kata kunci :Geara krafty, kerajinan tangan, Design thinking, strategi pemasaran, media sosial, kreativitas


PENDAHULUAN


Di tengah modernisasi yang terus mengalir, kerajinan tangan masih menjadi sorotan utama dalam dunia kreativitas. Di antara beragam brand kerajinan tangan, “Geara Krafty” hadir untuk menciptakan kreativitas, keunikan dan pengalaman pelanggan yang tak terlupakan. Brand ini merupakan cerminan dari pendekatan design thinking yang kreatif dan inovatif dalam setiap langkahnya. Pendekatan design thinking berguna dalam bisnis kerajinan tangan, karena ia membantu dalam memecahkan masalah yang kompleks dan menghubungkan kebutuhan pengguna dengan produk yang diberikan. Dengan menggabungkan keindahan, keberlanjutan, inovasi, dan strategi pemasaran yang efektif geara krafty bukan hanya sebuah brand kerajinan tangan. Ia juga merupakan bagaimana kreativitas dan bisnis dapat beriringan.


PERMASALAHAN


Bagaimana geara krafty mengantisipasi dan menyesuaikan desain produknya dengan perubahan tren dan permintaan pasar yang terus berubah? 


PEMBAHASAN


Geara krafty merupakan brand yang bergerak di bidan seni dan kerajinan tangan. Brand ini dibuat untuk membantu para seniman dan pengrajin tangan untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Untuk memahami lebih dalam tentang bagaimana brand ini dapat memperkuat model bisnisnya dengan pendekatan design thinking

 

  1. Empathize : Memahami Kebutuhan Pelanggan  Langkah pertama dalam pendekatan Design Thinking adalah memahami dengan empati kebutuhan dan keinginan pelanggan. Geara Krafty perlu melakukan riset mendalam tentang siapa target pasar mereka, apa yang mereka butuhkan, dan apa yang mereka inginkan dari produk kerajinan tangan. 
  2. Define : Menganalisis Temuan Setelah memahami kebutuhan pelanggan, langkah berikutnya adalah menganalisis temuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana brand Geara Krafty dapat memberikan nilai tambah. Geara Krafty dapat mengidentifikasi segmen pasar yang berbeda dengan kebutuhan yang spesifik. 
  3. Ideate: Menciptakan Solusi Kreatif dengan pemahaman yang mendalam tentang pelanggan dan tren pasar, langkah selanjutnya adalah menghasilkan ide-ide kreatif untuk produk dan layanan baru Geara Krafty. 
  4. Prototype : Menguji Prototipe Langkah selanjutnya adalah menguji prototipe produk atau layanan  dengan pelanggan potensial untuk mendapatkan umpan balik yang lebih lanjut. Geara Krafty dapat memulai dengan meluncurkan produk terbatas atau edisi terbatas untuk melihat bagaimana pasar meresponsnya.
  5. Test : Membuat Produk dan Layanan FinalSetelah mendapatkan umpan balik yang cukup, Geara Krafty dapat melanjutkan untuk mengimplementasikan produk dan layanan mereka ke pasar. Jika prototipe berhasil, mereka dapat memulai produksi massal produk dengan kualitas yang terjamin. Geara Krafty perlu terus mengevaluasi produk dan layanan mereka untuk memastikan bahwa mereka terus relevan dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Menerima umpan balik secara teratur dari pelanggan akan membantu Geara Krafty untuk melakukan perubahan dan penyesuaian yang diperlukan. yang inovatif.   Dengan menggunakan pendekatan Design Thinking, Geara Krafty dapat menghasilkan produk kerajinan tangan yang tidak hanya kreatif dan unik, tetapi juga secara efektif memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan mereka. Hal ini akan memperkuat brand mereka di pasar dan membantu mereka tumbuh secara berkelanjutan.


KESIMPULAN 


"Geara Krafty" bukan hanya sekadar brand kerajinan tangan, melainkan sebuah manifestasi dari kreativitas, keberlanjutan, dan hubungan yang erat dengan pelanggan. Dengan pendekatan Design Thinking ini Geara Krafty mampu menciptakan produk kerajinan tangan yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Melalui strategi pemasaran yang efektif, Geara Krafty tidak hanya memperluas jangkauan bisnisnya, tetapi juga meningkatkan kreativitas dalam industri ini. 


DAFTAR PUSTAKA



Utomo T. N. P., “Konsep Pembelajaran Design Thinking dan Business Model Canvas Pada Perancangan Produk Furnitur,” Dimens. Inter., vol. 13, no. 1, pp. 55–62, 2015, doi: 10.9744/interior.13.1.55-.


Setiyani, Lila; Priatna, Apit; Maulana, Anwar; Tjandra, Evelyn. (2022). "Implementasi Design Thinking dalam Inovasi Membangun Model Bisnis Usaha Furniture Hiasan Dinding." Journal of information system research .Vol.4, No. 1


Juliansyah, Ichsan Averushyd. (2022). “Perancangan User Experience Pada Website Penjualan Kerajinan Tangan Dengan Metodologi Design Thinking” Skripsi. Universitas Islam Indonesia.


Design Thinking: Pengertian, Tahapan dan Contoh Penerapannya. – School of Information Systems


https://futureskills.id/blog/design-thinking-untuk-memulai-bisnis/





RV CHEESE ROLL

Nama: Vairiza Agustin Purbasari

AG-25

 

 

   RV CHEESE ROLL


   ABSTRAK

 

Puji dan Syukur kita panjatkan kepada Allah SWT dengan harapan artikel ini dapatdiselesaikan sesuai harapanDengan memahami jiwa seorang wirausaha kita tau bahwa kitaharus mengenali produk barumenemukan cara membuat produk barumenyusun operasiuntuk pengadaan produksi barumemasarkannyaserta mengatur permodalan operasi. Sejalan dengan perputaran zaman, pengertian wirausaha mengalami perkembangan. Dengankemajuan teknologi sekarang pejualan bukan hanya dapat diakses melalui pasar namun juga berkembang melalui jalur digital seperti memasang iklan melalui radio, televisiataupunhandphone. Maka dari itu saya menggunakan platform di sosial media saya unukmempromosikan cheese roll iniUntuk itu seorang wirausaha harus memiliki pemikiran yang inovatif dan kreatif untuk tetap menjajak pasar.

Kata kunci : Memahamiperkembangan, digital,cheese roll, inovatifkreatif.

 

                                              BAB I PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Banyak orang yang berbondong-bondong ingin menjadi seorang wirausahanamunseorang wirausaha haruslah memiliki Impian dan motivasi yang tinggi untuk berkembang dan berhasil dalam usahanya. Sebagai seorang wirausaha harus mengetahui target pasar dan kebutuhan pasar agar tetap mempertahankan usahanya. Seorang wirausaha juga dapatmemanfaatkan peluang yang adaserta memiliki pikiran yang selalu ini berinovasi dan kreatif. Sebagai seorang wirausaha juga harus tau bagaimana cara untuk memasarkanusahanya, di era digital sekarang banyak orang memanfaatkan sosial media untuk berdagangDengan sosial media orang dari berbagai kalangan dan daerah sangat mudah untukmengakses pasar sehingga jangkauannya lebih luas lagi.

 

                        BAB II “ISI PERMASALAHAN”


A. Rumusan masalah

a. Apa itu seorang wirausaha?

b. Karakteristik yang harus dimiliki seorang wirausaha?

cCara mengembangkan bisnis cheese roll ini di era digital?

 

 

    BAB III “PEMBAHASAN” 

Menurut KBBI makna wirausaha yaitu merupakan gabungan dari dua kata yang masing-masing memiliki arti, wira dapat diartikan sebagai pahlawan atau laki-lakisedangkan kata usaha merupakan sebuah kegiatan dengan mengerahkan tenaga dan pikiranuntuk mencapai suatu maksud tertentu. Kewirausahaan berasal dari bahasa inggris yang artinya enterprende yang berarti petualangpenciptapengelola usaha. 


Beberapa perilaku seorang wirausaha yaitu :

1. Inisiatif

2.Organisasi mekanisme sosial ekonomi untuk mengubah sumber daya menjadi keuangan.

3. Menerima risiko kegagalan


Kewirausahaan merupakan proses dinamis yang melibatkan visiperubahan, dan penciptaanPerilaku yang disepakati sebagai seorang wirausaha

1. inisiatif

2. Organisasi mekanisme sosial ekonomi untuk mengubah sumber daya menjadi keuangan

3. Menerima risiko kegagalan


Karakteristik yang harus saya miliki ketika menjadi seorang wirausaha yaitu:

1. Dream

Saya bermimpi untuk mengembangkan usaha saya agar dapat menjajak pasar.

2. Decisiveness

Saya membuat perencanaan yang matang untuk membuat usaha saya semakin maju

3. Doers

Saya tidak menunda-nunda usaha cheese roll saya.

4. Determination 

Saya berusaha untuk bertanggung jawab agar usaha saya mampu bersaing di lapakpasar.

5. Dedication

Saya berusaha untuk membesarkan nama usaha saya dengan terus menawarkan usahasaya kepada mereka.

6. Devotion

Saya mencintai usaha sayasaya berdagang dengan penuh suka cita.

7. Details

Saya berusaha untuk memperhatikan usaha saya seperti menjaga kebersihan usahamakanan saya.

8.Destiny

Saya bertanggung jawab atas usaha yang saya bangun tanpa bergantung lebih pada orang lain.

9.Dollar’s

Saya berusaha bagaimana caranya agar usaha saya dapat meraup keuntungan dan tidak gulung tikar.

10. Distribute

Seorang wirausaha sangat memperhatikan setiap karakteristik orang-orang di sekitarnya, yang pada akhirnya dapat menyalurkan kepemilikkan bisnis kepada orang yang dipercaya.


Pengertian strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusanmengenai bauran pemasaranbiaya marketing, dan alokasi pemasarandalam kaitannyadengan kondisi persaingan dan keadaan lingkungan yang diharapkan.

Saya melakukan pemasaran melalui media online seperti dariInstagram,tiktok,da whatsapp. Karena dengan melalui media online lebih dapat menjangkaupelanggan yang lebih luas. Dengan menggunakan media online menurut saya dapat lebihmenghemat biaya pemasaran yang dikelurakanhanya memutuhkan poster dan kuota untukmemasarkan produkSebagai contohnya saya menggunakan sistem PO dan untukpemesanannya dapat menghubungi nomor yang sudah disediakan.


Kesimpulan 

Sebagai seorang yang baru berwirausaha saya harus bisa kreatif dan berinovasi agar tetap dapat mempertahankan usaha cheese roll ini tetap berdiri (tidak gulungtikar). Dengan mempromosikan cheese roll di sosial media dapat mempermudah saya untukmenjangkau pembeli

  

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Gramedia,”pengertian kewirausahaan’’https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-kewirausahaan/

Mandra.Denta, Creativity and Design Thinking, 2023

Mandra.Denta, Digital Promotion Champaign Tools,Teori PESO,2023

UNAIR, https://repository.unair.ac.id/69646/1/abstrak.pdf

Ahmad,Sarnianty.” MEMBANGUN SUATU USAHA (BUSINESS) DAN STRATEGI PEMASARAN BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP KEWIRAUSAHAAN”,2017