Selasa, Oktober 15

ANALISA PENGEMBANGAN PRODUK BARU PADA RINTISAN USAHA WALLTS

ANALISA PENGEMBANGAN PRODUK BARU PADA RINTISAN USAHA WALLTS


Oleh : Gayatri Destyarini (@N25-GAYATRI)
41917110012

          Wallts adalah salah satu pemain baru di industri fashion, fokus memproduksi produk berupa dompet. Dompet yang dibuat oleh Wallts berbeda dari dompet lainnya yang menggunakan bahan kulit maupun imitasi, Wallts memproduksi dompet dengan bahan kanvas yang menjadi ciri khasnya. Untuk dapat bertahan di industri fashion, Wallts harus dapat mengembangkan produk baru dengan baik, agar dapat memenangkan persaingan yang ketat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan produk baru pada rintisan usaha Wallts didasarkan pada teori Kotler. Penelitian ini menggunakan metode kualitatatif dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi langsung kepada  informan yang  mengetahui  mengenai proses  pengembangan produk  pada  Wallts.  Hasil  dari penelitian ini didapatkan bahwa Wallts telah melakukan proses pengembangan produk baru sesuai dengan teori Kotler, hanya saja untuk poin pengembangan dan pengujian konsep, Wallts tidak melakukan analisis market ke segi konsumen yang lebih luas, karena pengembangan produk harus mencakup produsen dan keinginan dari konsumen. 
Hasil gambar untuk wallts

           Industri fashion tidak terlepas dari adanya sebuah produk. Dengan semakin banyaknya pelaku bisnis fashion, Wallts harus mampu mengembangkan produk baru yang unik, sehingga memiliki perbedaan dari produk lain yang sejenis. Dengan mengembangkan produk baru, akan terjadi sebuah daur hidup produk, karena usia produk yang semakin menua, jika produk tidak dikembangkan, perusahaan akan merugi karena pelanggan akan bosan dengan produk tersebut. Dalam mengembangkan sebuah produk, ada 8 tahap diantaranya, pemunculan gagasan, penyaringan gagasan, pengembangan dan pengujian konsep, pengembangan strategi pemasaran, analisis bisnis, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi. 




Pencarian gagasan

          Wallts telah melakukan proses pencarian gagasan dengan baik, pencarian gagasan dilakukan dengan teknik brainstorming antara bagian pengembangan produk dengan owner. Gagasanpun datang dari luar seperti dari konsumen maupun dari kompettior 

Penyaringan Gagasan
          Wallts  sudah  cukup  baik  dalam  menyaring  gagasan,  cara  yang  dilakukan  adalah  dengan mendiskusikan bersama dalam bentuk FGD dan membuat skala prioritas dari gagasan tersebut, sehingga gagasan yang mendapatkan nilai paling tinggi akan dipilih, dan paling rendah akan dibuang. 
Pengembangan dan Pengujian Konsep
          Wallts telah melakukan pengembangan dan pengujian konsep, hanya saja pengembangan dan pengujian konsep ini hanya dilakukan kepada teman-teman terdekat dari Wallts, tidak dilakukan kepada konsumen yang potensial seperti konsumen yang sudah pernah membeli,  dan calon konsumen pada social media. 

Hasil gambar untuk wallts     Hasil gambar untuk wallts  
Pengembangan Strategi Pemasaran
          Wallts mampu menjelaskan target marketnya yaitu anak muda umur 16-28 tahun karena cocok dengan produknya yang colourfull. Lalu Wallts juga mampu menerapkan harga jual yang pas kepada target marketnya, dibandingkan pesaingnya yang menjual harga lebih tinggi dari Wallts. Dan Wallts pun mampu membuat rencana penjualan jangka panjang dengan cara menambah titik distribusi dan menambah penjualan langsung ke konsumen dengan online. 
Analisis Bisnis
          Wallts dapat memetakan persaingan dan mengetahui kompetitor mereka mulai dari kompetitor lokal maupun internasional. Wallts mampu bersaing dengan produk yang menggunakan bahan berbeda, dan menjual harga dibawah pesaing dengan fitur-fitur yang lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. 
Pengembangan Produk
          Wallts sudah melakukan tahapan mengkonversi dari hanya ide yang berupa gambar produk menjadi bentuk produk dengan tahapan awal yaitu sample, lalu lanjut ke tahapan produksi. Kemasan pun dipikirkan oleh Wallts dengan sangat baik, dengan memfasilitasi konsumen untuk menggunakan ulang (re-use) kemasan menjadi celengan. Usage testing pun diuji pada saat proses Quality Control dimana di periksa semua kondisi dan kegunaan dari produk tersebut. Pola strategi pemasaranpun dipikirkan dengan terlebih dahulu memfoto produk sebelum menjualnya, sebagai panduan katalog konsumen maupun distributor untuk memilih produk mana yang akan dipilihnya untuk dibeli atau dijual kembali. 

Hasil gambar untuk wallts
Pengujian Pasar
          Wallts juga sudah mampu memberikan informasi mengenai produk yang paling laku terjual dilihat dari tipe dompetnya. Hal ini mengartikan bahwa Wallts sudah dapat mengetahui bagaimana konsumen dan penyalur mengelola, memakai dan membeli ulang produk tersebut dan seberapa luas pasarnya dalam produk tersebut. Sehingga hal ini dapat dijadikan bahan untuk memproduksi produk selanjutnya, dimana Wallts harus memproduksi produk dengan desain yang digemari oleh konsumen. 
Komersialisasi
          Wallts telah mendistribusikan produk ke enam titik distribusi. Wallts juga mengerti dan tahu kapan harus produksi disesuaikan dengan jangka waktu pendistribusian produk baru yang ditetapkan oleh pihak distributor yaitu setiap tiga bulan sekali. Produk yang sudah di distribusikan selama tiga bulan dan belum laku terjual, maka akan Wallts tarik, dan diganti dengan produk baru, sehingga produk yang dijual di titik distribusi akan selalu baru dan berganti, sehingga konsumen akan senang dengan pilihan produk Wallts yang beragam dan berganti secara berkala.

Referensi :
JURNAL ANALISA PENGEMBANGAN PRODUK BARU WALLTS Oleh M. Adzwin dan Grisna Anggadwita, Universitas Telkom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar