Senin, Juni 20

Antara Kewirausahan dan Lingkunagan Sekitar


Kewirausahaan dan Lingkungan Global




Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan di luar perusahaa, baik pada skala nasional, regional, maupun global. Sebagian dari dampak perubahan factor lingkungan yang ditimbulkan terbukti telah mempengaruhi datangnya peluang bisnis, tetapi banyak pula kasus dari faktor eksternal ini yang menjadi kendala dalam berusaha.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wirausahawan Indonesia, baik yang bergerak dalam aktivitas local maupun global, adalah terjadinya berbagai perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi yang mencakup hal-hal sebagai berikut:






1. Produk-produk baru yang dilempar ke pasar oleh pesaing.
2. Perkembangan teknologi dan informasi.
3. Perkembangan teknologi barang subtitusi
4. Berbagai penemuan baru.
5. Adaptasi teknologi yang siap pakai.
6. Strategi perkembangan teknnologi nasional.
7. Biaya penelitian dan perkembangan (research and development –R&D) oleh perusahaan pesaing atau perusahaan-perusahaan dalam satu industry).
8. Siklus hidup produk.
9. Terobosan-terobosan yang dapat meningkatkan produktivitas yang lebih baik di bidang input, pengolahan, dan pemasaran.
10. Berbagai ramalan pengembangan teknologi di masa depan.




Kewirausahaan sebagai pemicu perekonomian Bangsa
Dalam upaya memicu pertumbuhan ekonomi sekaligus mempengaruhi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, wirausahawan melakukan berbagai kegiatan sebagai berikut:
1. Menciptakan lapangan pekerjaan.
2. Meningkatkan kualitas hidup.
3. Meningkatkan pemerataan pendapatan.
4. Memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan produktivitas nasional
5. Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui pajak.




Kebersamaan, Etika, dan Tanggung Jawab Sosial Kewirausahaan
Kebersamaan merupakan keselarasan hubungan dan komunikasi yang baik antara pihak pengusaha dengan pihak internal dan eksternal organisasi dengan prinsip saling menguntungkan. Etika merupakan cara menyampaikan ungkapan-ungkapan yang menyangkut perilaku,perbuatan, dan sikap manusia terhadap peristiwa-peristiwa yang dianggap penting dalam hidupnya. Tanggung jawab sosial merupakan kewajiban perusahaan untuk merumuskan kebijakan, mengambil keputusan, dan melaksanakan tindakan-tindakan yang memberi manfaat kepada masyarakat.


Asas Etika bisnis yang sehat
a. Selalu menjaga kualitas produk dan jasa pada pelanggan melalui kewajaran dan keterbukaan.
b. Kebersamaan dengan unsur internal dan menghindari kesan bahwa perusahaan mengeksploitasi karyawan secara tidak manusiawi.
c. Kebersamaan denga lingkungan dalam menjaga kelestarian dan menghindari polusi yang mengganggu masyarakat.
d. Dalam proses bisnis atau transaksi, selalu didukung dengan upaya penghayatan nilai dan norma bisnis serta kebiasaan atau esensi dunia usaha yang berlaku.
e. Menghindari cara-cara yang tidak etis dalam persaingan bisnis



Secara universal, pendapat Michael Josephson yang dikutip Zimmere (2005) menyatakan bahwa ada sepuluh prinsip etika yang harus menjadi pegangan para pelaku bisnis, sebagai berikut:


1. Kejujuran
2. Integritas
3. Memelihara janji
4. Kesetiaan
5. Keadilan
6. Suka membantu orang lain
7. Hormat kepada orang tua
8. Warga negara yang bertanggung jawab
9. Mengejar keunggulan dalam segala hal
10. Dapat dipertanggungjawabkan


Sebenarnya adakah kaitan antara enterpreneurship dan kelestarian lingkungan?

Semenjak dimulainya revolusi industri, wajah dunia bisnis secara global mengalami perubahan yang sangat signifikan. Banyak aspek yang kemudian menjadi terpengaruh dengan pesatnya perkembangan dunia usaha, termasuk salah satu yang utamanya adalah lingkungan.

Semakin kesini, kita mengalami perkembangan ekonomi yang sangat cepat. Banyak orang mengalami peningkatan kesejahteraan. Namun di lain sisi, hal ini juga menghadirkan banyak dampak yang juga harus diantisipasi, salah satunya perusakan lingkungan akibat pemanfaatan sumber daya maupun dampak dari residu produksi yang tak tertangani.

Memang yang namanya dunia usaha tentu tidak jauh-jauh dari upaya pencarian laba. Namun wirausaha yang baik tidak seharusnya menutup diri hanya di hal tersebut. Peran di bidang ekonomi tersebut boleh dibilang hanyalah sasaran jangka pendek.

Kelestarian sebuah usaha dan keberlanjutan dalam jangka panjang sebuah usaha sangat bergantung pada seberapa peduli si pengusaha terhadap dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh usahanya. Jika tidak, cepat atau lambat usaha tersebut justru akan lebih banyak menghadirkan mudharat ketimbang manfaatnya lalu akan ditinggalkan. Karena itulah perusahaan-perusahaan senantiasa menyediakan Corporate Social Responsibility (CSR).

Dampak lingkungan ini akan sangat terasa bagi beberapa jenis usaha. Seperti contohnya dibidang energi. Beberapa perusahaan energi tingkat dunia, selain sibuk melakukan eksplorasi juga sangat serius melakukan penelitian-penelitian untuk pencarian energi alternatif. Semuanya tentu saja untuk satu tujuan, sustainability.



Sikap terhadap lingkungan adalah demi sustainability usaha juga

Konsep Ecopreneurship yang semakin marak juga menjadi bukti bagaimana para pengusaha menyadari bahwa kebertahanan lingkungan akan memberikan dampak besar bagi usahanya. Ambil contoh misalnya muculnya seruan untuk memboikot Sinar Mas akibat deforestasi yang mereka lakukan. Sedikit banyak hal ini pasti memberikan dampak, minimal dalam brand image perusahaan di mata masyarakat.

Bagaimanapun, keharusan untuk terus melakukan pembangunan membuat kita terus menguras planet bumi ini. Sayangnya selama ini hubungan antara pengusaha dan lingkungan cenderung negatif. Sumber daya alam yang melimpah telah dimanfaatkan oleh para wirausaha. Wirausaha memerlukan alam, sedangkan alam tidak memerlukan wirausaha.

Nah, memasuki era baru ini, kewirausahaan harusnya mengutamakan kepentingan jangka panjang yaitu keberlanjutan sebuah usaha. Salah satu caranya dengan lebih peka terhadap dampak sosial dan lingkungan yang dihadirkan oleh usaha yang dijalaninya. Saya yakin dengan demikian keberadaan bisnis tidak hanya sebagai pengejar laba semata, namun juga memberi manfaat pada masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar