Jumat, Juni 3

Antara Rencana Usaha dan Keraguan










Rencana menurut KBBI definisi rencana adalah/ren·ca·na/ n 1 kl cerita; 2 rancangan; buram (rangka sesuatu yang akan dikerjakan): -- kerja; 3 konsep; naskah (surat dan sebagainya); buram (surat): mana -- surat ini; 4 laporan pemberitaan; catatan mengenai pembicaraan dalam rapat dan sebagainya: penulis dipersilakan membacakan -- rapat anggota yang lalu; 5 acara (pembicaraan); program: usulnya tercantum dalam -- yang akan dibicarakan dalam rapat besar6 artikel; makalah; kertas kerja: ia menulis -- untuk seminar bahasa7 cak maksud; niat;

yeah, font di atas berbeda karena saya copas dari web KBBI

Sebagai manusia kita pasti memunyai rencana dalam hidup. Misal saat ini, setelah anda membaca postingan yang sama sekali tidak bermutu ini, apa yang akan anda lakukan? Apa yang akan anda lakukan dengan masa depan anda? Menjadi pekerjakah? Atau berwirausaha?

Saya akan membagikan sedikit tentang rencana usaha dan keraguan.

Saya sering kali menunda-nunda pekerjaan hingga deadline. im a great procastinator.
Hingga suatu sore saat jalanan sedang macet dijalan, saya berpikir kapan saya akan melaksanakan rencana-rencana saya? Kapan saya akan melakukan apa yang ada diotak saya?

Banyak orang memunyai rencana-rencana yang brilian diotaknya tapi tak kunjung direalisasikan entah itu karena takut, malas, tidak mau repot dan sebagainya. 
Saya pun demikian. Selalu menunda-nunda hal yang harusnya saya kerjakan.

Kadang merasa tidak berguna dan feel like im a loser 

Padahal, menurut orang tua saya, munda-nunda itu sama seperti seorang wanita yang menumpuk pakaian kotor. Mau ditunda sampai lama begitu rupa juga tetap saja wanita yang mencuci.

Rencana usaha memang sulit dieksekusi. Rasa takut pasti ada dalam setiap awal ingin berwirausaha. Rasa canggung, rasa gengsi apalagi jika kita bergelar sarjana lalu bantingn setir jadi tukang gorengan. Tapi jangan salah, tukang gorengan itu penghasilannya lumayan lho! :D

Semua paranoia tiba-tiba muncul saat kita ingin menapaki langkah yang baru seperti "duh, nanti gimana kalo ada yang beli?". "barang jualannya kemahalan gak ya?" Atau sekadar gugup bertatap muka dengan pembeli.

Jika anda terus melakukan hal itu, maka rencana anda tidak akan pernah berhasil. Yang harus anda lakukan adalah bangun. WAKE UP!
Rencana ada untuk dilakukan. Percaya lah jika anda telah mengambil satu langkah Tuhan akan menuntun anda kelangkah-langkah berikutnya :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.