Kamis, Juni 23

Cara Mengelola Keuangan Usaha yang Benar



Inilah cara mengelola keuangan usaha dengan 7 Disiplin Finansial.
  1. Pisahkan Rekening Pribadi dengan Perusahaan. Hal ini Agar terhindar dari penggunaan yang tidak disengaja atau dianggap uang Anda juga. Meskipun perusahaan 100% milik Anda, pemisahan rekening ini akan lebih memudahkan untuk akurasi perhitungan.
  2. Bujetkan Pengeluaran Bulanan. Termasuk gaji Anda. Gajilah diri Anda sesuai dengan jabatan dan ‘angka’ kebutuhan Anda. Jika terpaksa pinjam, hitung sebagai kasbon/utang yang harus dibayar di gajian berikutnya.
  3. Buat Proyeksi Arus Kas. Dengan proyeksi arus kas, Anda tahu, kapan akan menerima duit, keluar duit, dan akan minus/plus duit. Dengan itu bisa diambil langkah antisipasi sebelum terjadi minus.
  4. Buat Laporan Arus Kas. Idealnya adalah laporan keuangan (laba/rugi dan neraca). Tapi, jika belum memungkinkan karena masih usaha baru, buatlah setidaknya laporan keluar masuk duit.
  5. Pisahkan Akunting dengan Kasir. Jika bagian yang pegang duit (kasir) juga membuat laporan keuangan, maka ada potensi manipulasi laporan. Misalnya, kas di laporan ada, ternyata saat diaudit tak ada (terpakai untuk kepentingan pribadi).
  6. Hindari Uang Menginap di Karyawan. Banyak kejadian uang yang dibawa pulang ke rumah cenderung akan dipakai, mulai dari alasan foya-foya, saudara sakit, pulang kampung, sampai kucing cedera.
  7. Lakukan Cek Stok Secara Berkala. Celah manipulasinya adalah stok yang sudah terjual, dilaporkan belum terjual. Alhasilnya, duitnya pun sudah raib.
dan memanfaatkan sumber-sumber modal untuk membiayai usaha. Meski sederhana, para pelaku UKM sangat perlu dan dianjurkan untuk menerapkan prinsip-prinsip manajemen keuangan. Berikut beberapa prinsip dasar manajemen keuangan untuk UKM.

Pisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha (UP vs U2)
Kesalahan yang paling banyak dan sering dilakukan para pelaku UKM adalah mencampurkan uang usaha dengan uang pribadi. Mungkin karena usaha masih kecil, anda berpikir tidak masalah jika mencampur uang usaha dengan uang pribadi. Namun yang sering terjadi, anda akan menghadapi sulit membedakan pengeluaran pribadi dan usaha. Sehingga, keperluan pribadi sedikit demi sedikit menggerogoti saldo uang usaha. Jadi, segera pisahkan uang secara fisik. Jika perlu siapkan dua kotak atau amplop atau dompet penyimpanan uang yang berbeda. Akan lebih baik lagi, jika anda menggunakan jasa perbankan. Buka rekening yang khusus digunakan untuk bisnis. Dan yang paling penting, bersikaplah disiplin dalam menerapkan pemisahan ini. Sekali lagi, kuncinya adalah “disiplin” dan “komitmen”

Rencanakan Penggunaan Uang (RPU)
Anda tetap harus merencanakan penggunaan uang anda sebaik mungkin, bahkan saat anda memiliki modal lebih banyak dari yang anda kira. Jangan hambur-hamburkan uang meski saldo kas anda dalam posisi berlebih. Tanpa perencanaan yang matang, segera saja anda akan menemukan diri anda dalam keadaan kekurangan dana. Sesuaikan rencana pengeluaran dengan target-target penjualan dan penerimaan kas. Tunda rencana-rencana belanja modal jika tidak memberikan manfaat dalam meningkatkan penjualan atau menurunkan biaya-biaya. Lakukan analisa “cost and benefit” untuk meyakinkan bahwa penggunaan uang anda tidak bakal sia-sia dan memberikan return yang menguntungkan atau meningkatkan profit usaha.


SUMBER : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.