Minggu, Juni 5

Kisah Sukses Para Pengusaha Muda



1.      Theresia Deka Putri

Theresia Deka Putri, di usianya yang baru 25 tahun ,saat itu putri tengah menyusuri jalan-jalan di Jawa Timur. Kala itu, di tahun 2002, Putri yang baru berusia sekitar 16 tahun telah bergabung dalam sebuah tim pemasaran dalam satu perusahaan kuliner. Ia berkeliling dari satu warung kopi, pasar dan berbagai tempat lain untuk memasarkan beragam produk kopi dan teh produksi perusahaan tersebut.
Masa lalu yang penuh kerja keras di usia muda ini, ternyata berbuah manis. Kini di usianya yang ke-25 ini,  ia memegang tongkat komando dari perusahaan kopi luwaknya yang beromzet miliaran rupiah, yakni CV Karya Semesta. Bahkan ketiga komoditasnya, yakni Kopi Luwak Lanang, Lanang Landep dan Gajah Hitam, berhasil menembus pasar Taiwan, Cina, Korea, Malaysia, Jepang, hingga Polandia.
Kopi luwak saat ini memang menjadi sangat favorit bagi konsumen yang berkantong tebal. Gaya hidup yang terus berkembang menjadi salah satu pemicu keberhasilan Putri menjalankan usahanya.

Bisnis kecil-kecilannya ini berlanjut hingga SMA, yang kemudian mengantarkannya pada posisi sebagai tenaga marketing di perusahaan kuliner saat usianya masih belasan. Berkat pengalaman keluar masuk pasar dan warung yang rutin ia jalani ditambah dengan kejelian melihat kondisi pasar, Putri berhasil melihat satu peluang usaha yang prospektif, yakni bisnis kopi.
Berbekal keuntungan dari hasil penjualan sebelumnya dan relasinya dengan para pemilik warung, sekitar tahun 2007, Putri kemudian memberanikan diri untuk menjual kopi komoditasnya sendiri. Bermodal Rp 200 juta, ia memulai usahanya. Ia ‘meminjam’ biji kopi yang akan dibayar belakangan, menyangrai biji kopi tersebut dengan wajan kayu dan tanah liat, menggilingnya, kemudian ia edarkan ke warung-warung kopi

Meski kini telah berujung kesuksesan, perjalanan Putri sejatinya tak selalu berjalan mulus, bahkan ia sempat berada di titik nadir. Putri pernah ditipu orang dengan nominal kerugian yang menurutnya, bisa digunakan untuk membeli tiga unit mobil Kijang Innova

pengalaman dalam membangun bisnisnya ini, membuat Putri menarik sebuah pelajaran hidup yang berharga, yaitu terus berusaha meski masalah terus datang silih berganti

2.    Nicholas Kurniawan

Nicholas Kurniawan, pengusaha muda yang lahir dari keluarga sederhana dan biasa biasa saja Di usianya yang masih belia kini ia berhasil menjadi Exportir Ikan Hias Termuda di Indonesia yang bermula dari KASKUS.

Masa kecil Nicholas sangatlah buruk dan tidak baik,penuh dengan kesedihan, dengan kondisi ekonomi keluarganya yang terpuruk membuat keluarganya harus berhutang kemana-mana. sehingga tidak jarang kedua orang tuanya bertengkar dirumah akibat masalah finansial. Nicholas pun sangat sedih ketika melihat keluarganya seperti ini apa lagi sampai memiliki hutang dimna-mana. Tetapi dengan ini Nicholas memiliki niatan dan tekad yang sangat kuat  untuk merubah nasibnya.
Sehingga Beberapa bisnis pun sempat dijalaninya, mulai dari asuransi, MLM, makanan dan mainan pernah dicobanya.

Akan tetapi semua bisnisnya tidak menghasilkan apa - apa alias belum berhasil, hingga sampai titik terendah dalam hidupnya yaitu disaat dia dinyatakan tidak naik kelas saat kelas 2 SMA. Pada saat itu hidupnya sangat hancur, sehingga orang tuanya pun memutuskan untuk pindah sekolah dari SMA unggulan idamannya.

Dan  pada saat ia jatuh bangun dalam hidup dan bisnisnya, ia pun mendekatkan dirinya pada Tuhan dan berdoa berusaha untuk bangkit dan berjuang kembali demi keluarga tercintanya. sehingga ia terus berusaha dan mencoba membuka bisnisnya kembali dengan menjual ikan hias lewat FJB Kaskus.

Pada akhirnya ia pun sempat tidak menyangka bahwa bisnis ikan hiasnya bisa berkembang, dan menghasilkan! Bahkan ikan hiasnya pun dikirim  sampai ke Mancanegara. Hingga pada akhirnya ia pun Sempat ditipu beberapa kali oleh beberapa orang yang ingin berniat curang padanya, demi bisa membayar kuliah di Prasetiya Mulya Business School ia pun berjuang untuk menjadi seorang exportir ikan hias.


Dan Hingga Kini di usianya yang baru beranjak 20 tahun, ia berhasil menjadi exportir ikan hias termuda di Indonesia yang hingga saat ini sedang merambah di bisnis properti yang sedang dijalani bersama rekan rekannya. Kini omzet bisnis Nicholas Kurniawan dalam sebulan dapat mencapai lebih dari 100 juta rupiah sampai saat ini.

  
3. Hamzah Izzulhaq

Pria berumur 20 tahun ini adalah seorang Entrepreneur Muda yang sukses, Pemuda kelahiran Jakarta, 26 April 1993

Hamzah adalah panggilan akrab seorang enterperneur dengan nama lengkap Hamzah Izzulhaq, Hamzah adalah salah satu contoh enterperneur muda yang sukses dengan usaha membangun Franchase, dia juga sebagai Direktur di CV Hamasa yang bergerak dalam bidang kerajinan sofa bed.

Hamzah terlahir dari keluarga menengah sederhana. Sang ayah berprofesi sebagai dosen sementara ibunda adalah guru SMP. Secara ekonomi Hamzah tak kekurangan, dia senantiasa menerima uang saku dari orangtuanya, namun karena terdorong oleh rasa ingin mandiri dan memiliki uang saku yang lebih banyak, maka Hamzah rela menghabiskan waktu senggangnya di masa SMP untuk mencari penghasilan bersama dengan teman-temannya yang secara ekonomi masuk dalam kategori kurang mampu.

Sejak SD hamzah sudah mulsi berbisnis kecil-kecilan mulai dari berjualan kelereng, petasan dan mainan – mainan lainnya, ia pun pernah berjualan koran dan ojek payung sampai pernah menjadi pengamen jalanan.

Mulai beranjak dewasa pada usia 18 tahun atau pada waktu masih di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Hamzah sudah mulai merintis untuk berbisnis secara serius dalam bidang penjualan pulsa dan buku sekolah

Pada pertengahan kelas 2 SMA, ia menangkap peluang bisnis lagi. Ketika sedang mengikuti seminar dan komunitas bisnis pelajar bertajuk Community of Motivator and Entrepreneur (COME), Hamzah bertemu dengan mitra bisnisnya yang menawari usaha franchise bimbingan belajar (bimbel) bernama Bintang Solusi Mandiri.

Hamzah lalu diberi prospektus dan laporan keuangan salah satu cabang bimbel di lokasi Johar Baru, Jakarta Pusat, yang kebetulan ingin di take overdengan harga jual sebesar Rp175 juta. Dengan hanya memegang modal Rp5 juta, pengusaha muda lulusan SMAN 21 Jakarta Timur ini melobi sang ayah untuk meminjam uang sebagai tambahan modal bisnisnya.

Dari situlah usahanya berkembang dengan pesat sehingga Hamzah mempunyai 3 lisensi bimbel. Dia memperoleh omset sebesar Rp360 juta / 6 bulan dari 200 jumlah siswa yang ada dengan keuntungan sekitar Rp180 juta / 6 bulan. Setelah sukses mengelola bisnis tersebut, Hamzah lalu mengembangkan bisnisnya dengan melirik usaha sofabed, hingga sekarang, bisnis Hamzah telah resmi berbadan hukum dengan nama CV Hamasa Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar