Jumat, Juni 24

kwh dan lingkungan global

Beberapa bentuk pertanggungjawaban sosial wirausahawan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:
    1. Tanggung jawab terhadap lingkungan, di mana wirausahawan harus selalu menjaga kelestarian lingkungan.
    2. Tanggung jawab terhadap karyawan, dengan selalu mendengarkan usulan dan pendapat karyawan, mereka diberikan imbalan yang sesuai dan diberikan kepercayaan penuh.
    3. Tanggung jawab terhadap pelanggan, antara lain (a) menyediakan barang dan jasa yang berkualitas; (b) memberikan harga yang wajar; (c) melindungi hak-hak konsumen, yaitu hak mendapatkan produk yang aman, mendapat infbrmasi tentang produk, hak untuk didengar, dan hak untuk memilih barang apa yang hendak dibeli.
    4.. Tanggung jawab terhadap investor, dengan kesanggupan mengembalikan investasi yang cukup menarik, seperti memaksimalkan keuntungan dan melaporkan kinerja keuangan yang akuntabel.
    5. Tanggung jawab terhadap masyarakat sekitar, seperti menyediakan atau membuka lapangan kerja dan menjaga sitiiasi lingkungan yang sehat di sekitar perusahaan tersebut berada.

Asas Etika Bisnis yang Sehat
Penerapan asas etika bisnis yang sehat, terutama tercermin dalam perilaku perusahaan dalam memanfaatkan, mencari, dan menciptakan peluang bisnis yang selalu berorientasi pada kepuasan pelanggan dan pelayanan terbaik (service excellent). Beberapa pedoman sebagai dasar berpikir dan bertindak dalam penerapan etika bisnis yang sehat, antara lain:
    a. Selalu menjaga kualitas produk dan jasa pada pelanggan melalui kewajaran dan keterbukaan. Kepuasan pelanggan terhadap produk dan jasa perusahaan merupakan kunci keberhasilan bagi perusahaan.
    b. Kebersamaan dengan unsur internal dan menghindari kesan bahwa perusahaan mengeksploitasi karyawan secara tidak manusiawi.
    c. Kebersamaan dengan lingkungan dalam menjaga kelestarian dan menghindari polusi yang mengganggu masyarakat.
    d. Dalam proses bisnis atau transaksi usaha, selalu didukung dengan upaya penghayatan nilai dan norma bisnis serta kebiasaan atau esensi dunia usaha yang berlaku.
    e. Menghidari. cara-cara yang tidak etis dalam persaingan bisnis dengan tidak menggunakan isu, fitnah, dan perilaku negatif.

Secara universal, pendapat Michael Josephson yang dikutip Zimmerer (2005) menyatakan ada sepuluh prinsip etika yang hams menjadi pegangan para pelaku bisnis, sebagai berikut:
    1. Kejujuran, yaitu dapat dipercaya dan tidak bohong.
    2. Integritas, yaitu memegang prinsip dan melakukan semua kegiatan secara terhormat.
    3. Memelihara janji, yaitu dengan menaati janji.
    4. Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal pada keluarga, teman, dan negara.
    5. Keadilan, yaitu berlaku wajar dan adil serta bersedia mengakui kesalahan yang pernah diperbuat.
    6. Suka membantu orang lain, yaitu belas kasihan dan tolong-menolong.
    7. Hormat kepada orang lain, yaitu menghormati martabat orang lain dan berperilaku sopan santun.
    8. Sebagai warga negara yang bertanggung jawab, yaitu selalu menaati hukum dan menghargai proses demokrasi dalam proses pengambilan keputusan.
    9-. Mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam pertemuan pribadi atau interpersonal maupun pertanggungjawaban profesional.
    10. Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki dan menerima tanggung jawab atas keputusan dan konsekuensinya serta selalu memberi contoh atau menjadi panutan.

    sumber:
    http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99012-15-660095635701.doc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar