Sabtu, Juni 18

MENGELOLA KEUANGAN USAHA



MENGELOLA KEUANGAN USAHA
Membuat catatan yang lengkap mengenai keuangan, baik itu cash flow (uang masuk / keluar), catatan omzet harian, mingguan dan bulanan, catatan pembelian usaha anda. Tidak perduli seberapa kecil usaha yang telah anda mulai persiapkanlah pencatatannya dengan baik, agar jika suatu hari nanti usaha itu menjadi besar, anda sudah terbiasa.
Sebenarnya, selain untuk alasan di atas pencatatan keuangan sangat diperlukan untuk mengukur kinerja dan target anda apakah sudah tercapai atau belum. Banyak usaha kecil yang bangkrut padahal sebenarnya berpotensi menjadi besar, hanya karena masalah pencatatan keuangan usaha ini.
Salah satu kelemahan UMKM dan usaha kecil menengah sejenis adalah soal manajeman keuangan. Ya, soal mengatur keuangan usaha ini menjadi masalah yang sangat rumit bagi pengusaha pemula dan pemilik UMKM.
Sulitkah melakukan pencatatan dan mengatur keuangan usaha? Bisa ya, bisa tidak. Tapi semua harus dimulai, meski dengan cara paling sederhana sekalipun.
Berikut ini 5 tips sederhana mengatur keuangan bisnis kecil anda:
1.      Pisahkan keuangan hasil usaha ( bisnis ) dengan uang pribadi.
Hal tersebut tidak sedikit yang mengalaminya bahkan sering dilupakan para pengusaha pemula, dengan menganggap usahanya masih kecil dalam tahap berkembang, oleh sebab itu belum saatnya untuk memisahkan uang pribadi dengan uang usaha. Itulah yang menjadi salah satu kesalahan utama yang berakibat terganggunya arus dari kas usaha. Akibat dari menggabungkan kedua keuangan tersebut, akibatnya akan kesulitan dalam mengontrol pemasukan ataupun pengeluaran usaha. Maka dari itu, yang perlu diperhatikan sekecil apapun usaha yang digeluti lebih baik segera pisahkan uang usaha dan uang pribadi. Hal itu dilakukan supaya mempermudah dalam mencatat semua akitivitas transaksi usaha dengan rapi.

2. Tentukan besar prosentasi keuangan yang digunakan dalam kebutuhan usaha.
Tentukan berapa persen uang yang dipergunakan dalam operasional usaha, serta berapa persen laba yang di tetapkan, berapa persen uang yang dianggarkan untuk cadangan kas usaha, serta berapa persen uang yang disiapkan dalam ekspansi pengembangan usaha. Adapun biasanya besar prosentase yang ditentukan tiap-tiap pengusaha tidak sama. Yang lebih utama adalah cara tersebut,  bisa dapat membantu dalam mengelola keuangan usaha sesuai dengan porsi yang sudah ditentukan diawal saat memulai sebuah usaha.

3. Buat pembukuan dengan rapi dalam mencatat semua aktivitas keuangan.
Dengan adanya pembukuan bertujuan untuk mengontrol semua transaksi keuangan, dari segi pemasukan, pengeluaran, serta hutang dan piutang yang dimiliki dalam perusahaan. Selain itu pembukuan yang rapi juga akan mempermudah dalam mengevaluasi dalam perkembangan usaha.

4. Kurangi resiko akan hutang usaha.
Dalam mengembangkan usaha yang diambil dengan cara berhutang, memang diperbolehkan. Tetapi berhati-hatilah dengan hutang, sebab apabila kondisi keuangan usaha kurang sehat. Dengan adanya beban cicilan hutang, maka hanya akan memperburuk keadaan usaha akibat dari terlilit hutang yang kian menggunung. Maka dari itu apabila pemasukan yang ada belum bisa memenuhi dalam kebutuhan usaha, maka patut diperhatikan adalah menghindari hutang sebisa mungkin dalam upaya untuk mengurangi resiko berhutang.

5. Mengontrol arus kas usaha dengan tepat.
Apabila arus keuangan kas sudah lancar, maka semua kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan juga harus segera terpenuhi. Sebagian besar peluang usaha akan terganggu dalam operasionalnya, apabila kas usaha yang ada tidak berjalan dengan lancar. Maka mengontrol dengan tepat arus kas usaha harus terus dipantau dengan seksama dalam upaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam kelangsungan usaha.

Tips cerdas dan tepat yang diambil
mengelola keuangan usaha yang diambil dari beragai sumber. dengan harapan agar tips usaha tersebut diatas dapat memberikan pencerahan dan membantu dalam mengelola keuangan usaha. Mohon maaf apabila ada kekurangan dalam berbagi informasi.

Wirausahawan yang teliti adalah seorang wirausahawan yang mampu mengelola keuangan dengan baik. Dalam pengelolaan keuangan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya:

  • Sumber/asal modal uang yang diperlukan untuk menjalankan usahanya. Hal ini menyangkut permodalan usaha.
  • Penggunaan dan pengaturan keuangan perusahaan dengan sebaik-baiknya.
  • Peningkatan profitabilitas/keuntungan usaha.
Dalam suatu perusahaan terdapat tiga macam modal yang harus dikelola dengan baik.

1. Modal Investasi Awal
Modal investasi awal merupakan jenis modal yang harus dikeluarkan pada awal dimulainya usaha, dan biasanya digunakan untuk jangka panjang. Contohnya kendaraan, komputer, dan peralatan kantor. Nilai dari modal ini sangat besar tetapi akan menyusut dari tahun ke tahun.

2. Modal Kerja
Modal kerja merupakan modal yang harus dikeluarkan untuk membeli atau membuat barang yang akan dijual ke pelanggan. Modal kerja ini dapat dikeluarkan setiap bulan, atau pada waktu-waktu tertentu ketika ada pesanan terhadap barang yang dijual. Tanpa modal kerja, wirausaha tidak dapat menyelesaikan order atau tidak memiliki barang dagangan. Contoh modal kerja adalah bahan baku dan bahan penolong.

3. Modal Operasional
Modal operasional adalah modal yang harus dikeluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari suatu usaha, seperti pembayaran gaji karyawan, PLN, air, bahkan retribusi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar