Kamis, Juni 9

Perencanaan Dan Operasionalisasi Usaha
Perencanaan yang baik akan mendorong rasa percaya diri yang tinggi dan rasa optimis untuk sukses dari usaha yang dikelolanya. Usaha yang sudah direncanakan dengan baik pun kadang kala mengalami kegagalan. Dengan perencanaan yang baik,kita dapat menjawab semua pertanyaan yang munkin timbul di masa datang.
Perencanaan yang baik untuk sebuah usaha baru perlu dirumuskan,dan untuk itu, cobalah untuk berpikir SMART (Spesific, Measurable, Achievable, Reality, Trackble)1.       Spesific, mengandung arti bahwa perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda.
2.       Merasurable, perencanaan yang dibuat harus dapat terukur.
3.       Achivable, perencanaan yang telah dibuat tersebut harus dapat dicapai.
4.       Reasonable, perencanaan yang baik perlu memnuhi persyaratan faktual dan realistis
5.       Trackable atau Timely, setiap perencanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha,harus dapat dilacak untuk mengetahui setiap kemajuan.
Pendekatan Mutu terhadap Proses Operasionalisasi Wirausaha
Wirausaha baru harus memperhatikan masalah mutu dalam proses produksi,pelayanan dan manajemen. Konsep mutu berkembang seiring berkembangnya Manajemen Kualitas Total (Total Quality Management ---TQM)   yaitu adanya kemauan untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus,melibatkan semua karyawan untuk mencapai kualitas yang ‘excellent’ melalui proses manajemen.
Program TQM memiliki dua sisi kualitas yaitu hard side of quality dan soft side of quality. Sisi hard side of quality meliputi upaya semu upaya perbaikan proses produksi mulai dari desain produk sampai dengan penggunaan alay-alat pengendalian seperti Quality Funcation Development,Just In Time and Statistical Prosses Control,dan perubahan organisasional lainnya (Seperi struktur organisasi,budaya organisasi,dan sebagainya), dengan upaya dmeikian diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas produk yang pada gilirannya nanti dapat memuaskan kebutuhan konsumen.
Penekanan “soft slide of quality” lebih terfokus pad aupaya menciptakan kesadaran karyawan akan penting nya kepuasaan konsumen dan meumbuhkan komitmen karyawan untuk slalu memperbaiki kualitas.
Semua upaya ini termasuk dalam kegiatan manajemen sumber daya manusia dan dengan menerapkan TQM akan berakibat pada perubahan struktur organisasi,peran manajer,karyawan,tujuan organisasi dan sebgainya,yang pada gilirannya akan mengubah karakteristik kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar