Senin, Juni 20

perencanaan dan oprasional peluang usaha

Hasil analisis SWOT ( Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman ) dapat dijadikan pedoman untuk memulia merencanakan suatu usaha. Denagn perencanaan yang baik, kita tidak mudah tergoda pada usaha yang kelihatannya menggiurkan, tetapi sebenarnya kita belum mengetahui secara detail. Perencanaan yang detail juga akan membuat kita lebih siap dalam menghadapi resiko, karena segala sisi usaha telah diperhitungkan dengan baik.
Bagi para usahawan baru perncanaan sangan penting, karena usaha apapun akan menghadapi ketidakpastian dan kurangnya informasi. Namun apabila suatu usaha telah dipersiapkan dengan matang, tentu segala hambatan dan ketidakpastian yang ada akan dapat dilalui. Perencanaan yang baik akan mendorong rasa percaya diri yang tinggi dan rasa optimis untuk sukses dalam uasaha yang dikelolanya.
Perencanaan yang baik untuk sebuah usaha baru perlu dirumuskan. Dan untuk itu, cobalah untuk berpikir SMART :
* Spesific yaitu perencanaan yang dibuat tidak bermakna ganda, sehingga pencapain tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih terfokus dan sangat jelas mengenai apa yang diinginkan.
* Measurable yaitu perncanaan yang dibuat harus dapat terukur, sehingga kita akan tahu kapan perencanaan tersebut telah tercapai.
* Achievable yaitu Perencanaan yang telah dibuat harus dapat dicapai, jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal besar, kita harus memecahnya menjadi lebih kecil, karena bilia tidak pikiran bawah sadar kita akan meolak karena merasa tidak mungkin mencapai tujuan yang telah direncanakan tersebut.
* Reasonable yaitu perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan faktual dan realistis.
* Trackable atau timely yaitu perencanaan yang telah dibuat dalam pencapai tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahui setiap kemajuan.


Penentuan Lokasi dan Fasilitas Pendukung

Lokasi sangat menentukan kenerhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi , maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluyasan.
Untuk memilih lokasi perlu mempertimbangkan sesuai keperluan, yaitu antara lain:
1.Lokasi kantor
2. Lokasi Pabrik.
3. Lokasi Gedung.
4. Lokasi Cabang.

Pendekatan  Mutu terhadap Proses Operasional Wirausaha

Pada saat ini, tuntutan konsumen akan mutu produk barang atau jasa semakin tinggi. Oleh sebab itu, bagi wirausahawan baru juga penting memperhatikan masalah mutu dalam proses produksi, pelayanan dan manajemen. Dengan mutu yang baik, maka produk baran dan jasa yang dihasilkan dapat berkompetisi dipasar dan dapat bersaing dengan produk sejenis.

Kepemnimpinan Wirausaha
Kepemimpinan dalam wirausaha atau bidang apapun, menjadi faktor penting agar dapat memengaruhi kinerja orang lain, memberikan arahan yang jelas, demi tercapainya suatu tujuan.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam kepemimpinan wirausaha, antara lain :
  • 1.   Pemimpin yang baik harus mampu memengaruhi orang lain dengan memberikan teladan, member pandangan masa depan, memberikan bimbingan atau konsultasi dan memberikan motivasi
  • 2.   Seorang pemimpin usaha, selain harus pandai memotivasi karyawan juga pandai membangun system yang mendorong karyawan untuk terus menerus mau bekerja keras demi tercapainya tujuan perusahaan.
  • 3.   Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan, sehingga para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada karyawan atau seorang karyawan yang diangkat menjadi seorang pemimpn pada posisi tertentu yang bisa saja mewakili dan bertindak untuk dan atas nama dia.

Perizinan dan Pendirian Badan Usaha.
 
Beberapa perizinan yang harus diurus sesuai dengan bidang usahanya,antara lain :
  • Surat Ijin Pengusaha (SIUP), Didapat melalui Departemen Perdagangan
  • Surat Ijin Usaha Industri (SIUI), diperoleh dari Departemen Perindustrian
  • Ijin Domisili, didapat melalui kelurahan setempat
  • Ijin Gangguan,, didapat dari Kelurahan Setempat
  • Ijin mendirikan bangunan (IMB), didapat melalui pemerintah daerah setempat
  • Ijin dari instansi atau departemen teknis yang terkait sesuai dengan bidang usaha yang dijalan kan



Strategi (Strategy) menjelaskan arah yang akan dituju perusahaan dan menuntun pengalokasian sumber daya dan upaya. Dari sudut pendang lain, strategi menjelaskan bisnis di mana kita berada dan bisnis di mana kita akan berada. Strategi menyediakan logika yang mengintegrasikan perspektif departemen fungsional dan unit operasional serta mengarahkan mereka semua pada arah yang sama. Pernyataan strategi untuk unit bisnis terdiri dari elemen sebagai berikut:
  1. Suatu definisi bisnis yang merinci bidang di mana perusahaan tersebut akan bersaing 
  2. Arahan strategis yang menjelaskan di mana keunggulan bersing akan diperoleh. 
  3. Strategi fungsional pendukung.
Taktik (tactics) adalah tindakan jangka pendek yang dilakukan untuk menerapkan strategi yang lebih luas. Strategi pemasaran (marketing strategy) adalah suatu pernyataan bagaimana caranya suatu merek atau lini produk akan mencapai tujuannya. Strategi memberikan keputusan dan arahan sehubungan dengan variabel-variabel seperti segmentasi pasar, identifikasi pasar sasaran, pemosisian, elemen bauran pemasaran, dan pengeluaran.

Tampilan 1 menunjukkan perusahaan gaya lama di mana tidak banyak perhatian yang diberikan pda strategi oleh setiap tingkatan manajemen. Pada perusahaan ini, manajemen tingkat bawah tidak dilibatkan sama sekali, dalam perumusan strategi, sementara manajemen senior dan dewan direksi menggunakan sebagian besar waktu mereka pada isu-isu operasional dan taktis.

Tampilan 2 menggambarkan suatu perusahaan yang menyadari pentingnya strategi dan mendesain agar semua tingkatan manajemen terlibat dalam perumusan strategi.

Aturannya adalah sebagai berikut:
  1. Pertama-tama kembangkan rencana pemasaran strategis. Hal ini menuntut penekanan pada penelitian lingkungan eksternal dan identifikasi awal kekuatan yang keluar darinya dan pengembangan tanggapan strategis yang tepat yang melibatkan semua tingkat manajemen dalam proses. 
  2. Suatu rencana strategis harus berisi rencana untuk lima tahun. Hanya ketika rencana tersebut telah dikembangkan dan disetujui barulah rencana pemasaran tahunan dapat dikembangkan. Jangan pernah menulis rencana tahunan terlebih dahulu dan kemudian mengekstrapolasinya.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar