Sabtu, Agustus 6

Pentingnya Motivasi bagi Pengusaha Muda




Berjumpa lagi ya teman-teman, semoga sahabat pembaca semua dapat menikmati artikel kali ini.
Kali ini kita akan membahas tentang “Pentingnya Motivasi bagi Pengusaha Muda
Tertarik ? Tentu saja kan J
Mari kita bahas dibawah ini ! cekidot

Motivasi adalah suatu proses, alasan, sugesti atau dorongan bagi seseorang  yang diberikan seseorang untuk bertindak untuk mencapai tujuannya. Dalam memulai sebuah bisnis atau saat berjalannya sebuah usaha, anda atau siapapun pasti pernah merasakan hidupnya down. Merasa bosan, merasa kalah, merasa capek dan tidak sanggup berdiri. Sementara kesuksesan masih jauh didepan mata. Bahkan saat usahanya sudah mencapai kesuksesan, motivasi-motivasi tentang kehidupan sangat diperlukan. Karena kita bukan manusia yang selalu mempunyai jawaban akan setiap permasalahan, baik dalam kehidupan sehari-hari atau bisnis. Khususya pada pengusaha muda yang pola hidupnya bisa dikatakan masih labil. Kadang semangatnya tinggi, tapi tiba-tiba mundur karena salah satu masalah kecil saja.

Hal ini dapat menyebabkan efek fatal jikalau seorang pengusaha muda sampai terpengaruh oleh lemahnya motivasi dalam menjalankan bisnisnya. Sejatinya motivasi kadang bisa muncul dari apa yang telah kita lewati, sehingga pengalaman yang berlalu akan menjadi sebuah pelajaran berharga untuk hidup kita. Hingga karena efek dari nilai pengalaman ini, kita mampu menjadikannya motivasi bagi diri kita sendiri untuk lebih baik lagi. Hal ini sangat berlaku bagi seorang pengusaha. Motivasi merupakan tonggak dari kesuksesan.

Pengusaha tentu ingin sukses. Iya, terserah anda menilai tentang kesuksesan yang anda harapkan. Seperti mempunyai banyak harta benda dan lainnya. Ada juga yang beranggapan sukses itu dinilai dari banyaknya materi yang dimiliki, dan kontribusi kepada masyarakat luas. Sehingga motivasi untuk sukses bagi pengusaha muda perlu ditanamkan sejak usia dini. Mereka harus diajarkan bahwa setiap mencapai sesuatu harus melalui proses, tidak ada yang bisa didapatkan secara instan.

Tidak semua orang memiliki motivasi yang sama untuk menjadi pengusaha. Jadi belum tentu motivasi yang dipunyai Jack Ma atau Steve Jobs akan berhasil pada anda sendiri.

Setidaknya terdapat 4 dasar dalam pengembangan motivasi dalam diri seorang pengusaha yaitu :

1.      Bertekad Kuat
Semua orang memiliki keinginan untuk menjadi sukses. Tapi belum tentu semua orang bertekad kuat dalam mewujudkannya. Artinya harus pantang menyerah, tidak berhenti untuk mencoba sebelum mendapatkan tujuan dan impian anda.

2.      Mengalahkan Mitos
Saat pertama kali kita ingin keluar dari zona aman, kita merasa takut untuk melakukan hal-hal yang berlum pernah dilakukannya. Jangan percaya pada mitos-mitos yang sebenarnya hal itu tidak pernah terbukti. Seperti mitos menjadi pengusaha harus mempunyai bakat. Hanya orang kaya yang dapat menjadi pebisnis sukses, yang lain akan gagal.

3.      Tetapkan Target
Dalam kisah sukses mereka selalu berkata bahwa harus ada target pencapaian. Misalnya dalam sebulan harus mendapat penghasilan Rp 1 juta. Itu bisa juga menjadi mitovasi untuk terus bekerja sampai target itu tercapai, bahkan untuk lebih besar lagi.

4.      Belajar dari Pengalaman Orang Lain
Pengalaman orang lain memang belum tentu berguna untuk kita. Tapi hal itu dapat dijadikan sebagai pelajaran, bahwa beberapa pengalaman pengusaha yang telah dilaluinya bisa menjadi jalan baik bagi kita atau malah sebaliknya. 

Jadi motivasi sangat berpengaruh dalam kelangsungan jalannya sebuah proses wirausaha.

Untuk kisah sukses kali ini, kita akan melihat kesuksesan motivato muda, Bong Chandra. Cekidot !




Kisah Sukses Bong Chandra
“Kesuksesan yang melekat pada dirinya tidak diraih dengan mudah. Bong Chandra harus menempa dirinya dengan kerja keras sejak usianya masih 18 tahun. Saat itu, Bong memilih berjibaku membangun bisnis ketimbang bersenang-senang seperti remaja seusianya. Kerja keras Bong dimulai sejak krisis ekonomi 1998. Bencana itu membuat bisnis ayahnya, Aditya, terempas. Pabrik kuenya terancam gulung tikar. “Rumah sampai nyaris dijual,” katanya saat ditemui di salah satu tempat usahanya, Free Car Wash Serpong, Tangerang Selatan, Kamis lalu.

Bong, yang saat itu masih berusia sebelas tahun, berempati atas kondisi keterpurukan ekonomi keluarganya. Kebutuhan sekolah akhirnya pun ia usahakan sendiri. Contohnya ia lebih memilih kertas bekas dan memfotokopi buku pelajaran milik temannya ketimbang membeli baru. Beberapa alat tulis juga dibuatnya sendiri. “Saya menggunakan karet (gelang) untuk penghapus,” tuturnya.

Bong kecil juga sering menjual sisa potongan kue di pabrik ayahnya ke sekolah. Semula ia gengsi. Apalagi dia minder karena penyakit asma yang dideritanya telah membuat tubuhnya ringkih, sehingga kerap dicemooh oleh rekan-rekannya. Namun motivasi dia bertahan hidup lebih besar daripada gengsinya. Bong malah makin giat mengembangkan usaha. “Saya menjual parfum dan VCD (cakram padat).”

Saat ia beranjak SMA, ia bersama seorang temannya pernah nekat berbelanja pakaian ke Bandung meskipun tak memiliki duit. “Modalnya kepercayaan,” katanya. Pagi hari mereka berangkat, sore kembali lagi ke Jakarta dengan membawa setumpuk baju yang siap dijual. Bong membuka lapaknya di Senayan dan Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan. Ia juga menjual pakaian seragam kepada rekan dan adik kelasnya.

Bong Chandra sadar bahwasannya motivasi hidup perlu dipertahankan karena cemoohan kadang-kadang malah berpotensi mengendurkan semangatnya. Apalagi rekannya kerap menyindir Bong. “Seumuran kita harusnya bersenang-senang,” ujar Bong menirukan rekannya. Tapi ia berkukuh. Beruntung, orang tuanya rajin memberi nasihat. Bong pun gemar membaca buku motivator dunia, seperti Donald Trump. “Keinginan sukses makin besar,” katanya. Kegemaran ini memudahkannya memotivasi diri. Ia pun mulai menasihati temannya yang patah semangat.



Jalan menjadi motivator
Waktu demi waktu berlalu, Bong makin yakin akan kualitas bakatnya memotivasi orang dari kegiatan membaca bukunya. Bersama lima rekannya, Bong membuat event organizer untuk pelatihan motivasi. Sasarannya orang-orang dekat. “Saya diminta beberapa rekan satu jemaat di gereja,” ujarnya. Bong awalnya memotivasi para karyawan pemasaran. Selama dua tahun pertama, ia hanya memungut biaya operasional. “Ini investasi saya,” katanya. Apalagi tujuan bisnis ini tidak untuk mencari uang. “Saya memperluas pertemanan,” katanya.

Tak terlalu sulit bagi lulusan SMA Kalam Kudus Jakarta ini untuk mendapatkan teman dari 90 ribu peserta pelatihannya, yang kebanyakannya ternyata adalah pelaku bisnis. “Kalau teman kita sukses, kita akan kecipratan sukses,” katanya. Keyakinan Bong yang kerap mengisi pelatihan di kalangan pebisnis properti ini benar. Hingga pada suatu waktu ia mulai diajak oleh sesama pembicara saat memberikan pelatihan di Real Estate Jawa Timur.

Awalnya Bong hanya diminta mencarikan investor bagi pembangunan properti seluas 5,1 hektare di Ciledug, Tangerang. Meski gagal, rekannya tak kecewa. Ia justru diminta bergabung menjalankan bisnis ini. Akhirnya Bong dan dua temannya menjalankan perusahaan properti senilai Rp 180 miliar sejak Januari lalu. “Ini modal networking,” katanya.

Keberuntungannya pun terus bergulir seiring waktu. Pelan-pelan banyak tawaran yang mengajaknya menjadi partner bisnis. Selain dalam bidang properti properti, Bong mendirikan bisnis pencucian mobil. Usaha ini dibangun di Buah Batu, Bandung dan Serpong. Kini ia menjalankan tiga usaha dengan karyawan mencapai 100 orang. Menjadi pembicara motivasi membuat Bong memutuskan berhenti kuliah di Jurusan Desain Grafis Universitas Bina Nusantara. Setelah tidak kuliah, satu-satunya pilihan Bong adalah menjadi motivator yang sukses.

Meski dia sudah berbicara di hadapan 15 ribu orang per tahun, mulai mahasiswa, ibu rumah tangga, dosen, ahli hukum, dokter, pengusaha, hingga CEO, Bong menyebut dirinya sebagai pribadi yang tertutup. “Saya tidak mudah akrab,” katanya. Bong juga mengenali dirinya sebagai orang yang lambat bertindak. “Saya menuntut sempurna jadi kerap lama berpikir.”



Demikian,
Semoga apa isi yang terkandung dari artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Ditulis oleh : Willy Chandra
NIM            : 41615110076
Fakultas      : Teknik Industri 

Daftar Pusaka & Referensi :


3.      Suharyadi, Arissetyanto Nugroho, Purwanto S.K dan Maman Faturohman. 2012. Kewirausahaan “Membangun Usaha Sukses Sejak Muda”. Jakarta. Salemba Empat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar