Jumat, September 30

Kesuksesan Garuda Indonesia




Sepanjang tahun 1980-an, PT Garuda Indonesia (Persero) tbk. melakukan revitalisasi dan restrukturisasi berskala besar untuk operasi dan armadanya.
Hal ini mendorong perusahaan untuk mengembangkan program pelatihan yang komprehensif untuk awak kabin dan awak darat Garuda Indonesia dan mendirikan fasilitas pelatihan khusus di Jakarta Barat dengan nama Garuda Indonesia Training Center. Pada tahun 1990 Armada Garuda Indonesia dan kegiatan operasionalnya mengalami revitalisasidan restrukturisasi besar-besarandi sepanjang tahun 1980-an. Hal ini menuntut Perusahaan merancang pelatihan yang menyeluruh bagi karyawannya dan mendorong Perusahaan mendirikan Pusat Pelatihan Karyawan, Garuda Indonesia Training Center di Jakarta Barat. Seiring dengan upaya pengembangan usaha, di awal tahun 2005, Garuda Indonesia memiliki tim manajemen baru, yang kemudian membuat perencanaan baru bagi masa depan Perusahaan. Manajemen baru Garuda Indonesia melakukan evaluasi ulang dan restrukturisasi Perusahaan secara menyeluruh dengan tujuan meningkatkan efisiensi kegiatan operasional, membangun kembali kekuatan keuangan yang mencakup keberhasilan Perusahaan dalam menyelesaikan restrukturisasi utang, menambah tingkat kesadaran para karyawan dalam memahami pelanggan, dan yang terpenting memperbarui dan membangkitkan semangat karyawan Garuda Indonesia. Penyelesaian seluruh restrukturisasi utang Perusahaan mengantarkan Garuda Indonesia siap untuk mencatatkan sahamnya ke publik pada 11 Februari 2011. Perusahaan resmi menjadi perusahaan publik setelah penawaran umum perdana atas 6.335.738.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 11 Februari 2011 dengan kode GIAA. Salah satu tonggak sejarah penting ini dilakukan setelah Perusahaan menyelesaikan transformasi bisnisnya melalu kerja keras serta dedikasi berbagai pihak. Per 31 Desember 2013, struktur kepemilikan saham Garuda Indonesia sebagai emiten dan Perusahaan publik adalah Negara Republik Indonesia (69,14%), karyawan (0,4%), investor domestik (24,34%), dan investor internasional (6,12%). Untuk mendukung kegiatan operasionalnya, Garuda Indonesia memiliki 5 (lima) Entitas Anak yang fokus pada produk/jasa pendukung bisnis Perusahaan induk, yaitu PT Abacus Distribution Systems Indonesia, PT Aero Wisata, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, PT Aero Systems Indonesia, dan PT Citilink Indonesia.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk semakin berkibar dalam bisnis penerbangan Tanah Air dan mancanegara. Perusahaan yang dikendalikan oleh Emirsyah Satar itu pernah mengalami keterpurukan, bahkan nyaris bangkrut. Pada tahun 2005, Emir Satar berhasil mengembalikan kejayaan garuda indonesia. Kunci sukses Garuda Indonesia ternyata bukan hanya  berkat kepiawaian Emir dan manajemen baru dalam memutarbalikan keadaan, tapi terlebih karena faktor kepercayaan(trust factor) dari banyak pihak sehingga perusahaan yang berdiri pada 1949 ini menjelma dari one dollar to billion dollars company. Trust factor itu terjalin dari di antara orang-orang kunci yang menyelamatkan dan membangun fondasi bagi Garuda untuk dapat bangkit dan terus berkembang. Mereka, antara lain,Tanri Abeng (mantan Menteri BUMN), Robby Djohan (mantan Direktur Utama Garuda), Abdul Gani (mantan Direktur Utama Garuda), dan Emirsyah Satar (Presiden Direktur Garuda).
Berdasarkan beberapa sumber, proses kesuksesan garuda indonesia ada beberapa faktor yaitu yang pertama membenahi pelayanan dan kenyamanan penumpang itu merupakan tujuan utama dari garuda indonesia. "Dari awal Garuda punya visi misi sebagai full service carrier, perusahaan penerbangan yang tidak berpatok pada low cost service, tapi full service," ucap Agus, Kamis (16/12/2010), dalam acara Markplus Conference, di Pacific Place, Jakarta. Kemudian menambah pesawat dan menganti pesawat yang sudah tua, ini membutuhkan waktu yang lumayan lama yakni satu tahun. Tidak hanya itu garuda indonesia pun mengubah semua desain interior pesawat terutama pada kabin pesawat (Kabin pesawat diubah dengan nuansa Indonesia, kursi dengan tekstur batik, partisi dibuat seperti anyaman bambu, seragam juga tampilkan seperti budaya Indonesi), kemudia menambahkan jargon "Garuda Indonesia Experience Indonesia". Garuda Indonesia yang kini menomorsatukan pelayanan tidak akan pernah melupakan hal-hal yang detail. "Kunci keberhasilan pelayanan adalah perhatikan hal-hal detail. Satu contohnya, dua hari lalu satu armada kami ada bangku yang punggungnya biru, tapi bawahnya warna merah. Bagi orang lain mungkin ini masalah sepele, tapi bagi orang servis ini luar biasa," ucap Agus. Dengan transformasi di bidang pelayanan, kepercayaan publik kembali dan nama Garuda Indonesia mulai dikenal di bidang penerbangan internasional. "Mulai dari 2007 sampai sekarang mendapatkan profit yang terus meningkat.


Sumber link :
http://swa.co.id/swa/ceo-interview/trust-kunci-sukses-garuda-indonesia-dari-one-dollar-company-menjadi-billion-dollars-company.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/12/16/1701483/rahasia.sukses.garuda.indonesia.
http://m.detik.com/news/advertorial-news-block/1561895/sukses-bangkit-dari-keterpurukan-garuda-indonesia-menuju-go-public#
www.garuda-indonesia.com
http://m.news.viva.co.id/news/read/572657-kisah-sukses-terbangkan-garuda-indonesia-lebig-tinggi#

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. A48-NITA
    Menurut saya artikel ini sudah bagus namun akan lebih baik jika mind map nya dibuat lebih menarik sehingga pembaca tertarik untuk membuka artikel ini.

    BalasHapus
  3. @a33_amalia

    jangan dikecilin gambarnya, harus diperbesar tulisan yang ada digambar tersebut agar menarik banyak orang

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.