Minggu, Oktober 30

Salim Ivomas Pratama

Sejarah & Tahapan Pencapaian

Beberapa anggota dari Grup SIMP memiliki sejarah operasional yang dimulai sejak awal tahun 1970-an (dalam hal ini divisi minyak goreng dan lemak nabati) dan awal tahun 1980-an (dalam hal ini divisi perkebunan).
Pada tahun 1997, PT ISM mengakuisisi kepemilikan saham beberapa perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Sejak tahun 1997, Grup SIMP telah mengembangkan bisnisnya menjadi salah satu perusahaan yang memproduksi minyak goreng dan lemak nabati yang terintegrasi secara vertikal di Indonesia melalui dua divisi utama, yaitu divisi perkebunan dan divisi minyak goreng dan lemak nabati. Beberapa tahapan pencapaian Grup SiMP adalah sebagai beriku



Year 2011
9 Juni

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (Grup SIMP) dicatat di Bursa Efek Indonesia dan mulai memperdangkan sahamnya secara perdana. Saham baru yang ditawarkan adalah 3.163.260.000 dengan harga Rp 1.100 per saham.



Year 2010
 15 Mei

PT SIMP memasuki perjanjian dengan beberapa anggota dari Grup Salim untuk mengkonsolidasi semua usaha patungan dibawah satu perusahaan induk investasi yaitu IndoInternational Green Energy Resources Pte. Ltd. (“IGER”). Sesudah restrukturisasi internal, seluruh kepemilikan efektif saham oleh PT SIMP dan Grup Salim di usaha patungan masih tetap sama.

Dengan transaksi tersebut, IGER diposisikan sebagai grup agribisnis yang memiliki perkebunan kelapa sawit dan tebu untuk menjelajah potensi bisnis dikemudian hari, jika ada.

8 Desember

IndoAgri menjual 8% atau 109.521.000 saham kepemilikannya di Lonsum dan meraup dana kas sebesar Rp1,3 triliun, dimana sekitar 3,1% dijual kepada PT SIMP (90% dimiliki oleh IndoAgri) dan 4,9% dijual melalui penempatan pribadi kepada investor eksternal tertentu.

Sesudah IndoAgri menjual saham Lonsum kepada investor eksternal, kepemilikan Grup terhadap Lonsum berkurang dari sekitar 64,4% menjadi 59,5%. Hal ini menghasilkan pengkatan saham publik di Lonsum dari sekitar 35,6% menjadi 40,5%. Peningkatan likuiditas saham Lonsum pada Bursa Efek Indonesia memberikan kesempatan Lonsum untuk menikmati pajak perusahaan yang lebih rendah yaitu 20% dari standar pajak perusahaan sebesar 25% berdasarkan peraturan pajak yang berlaku di Indonesia.







Strategi & Rencana



Grup SIMP menjalankan strategi usaha sebagai berikut:



a. Melakukan ekspansi melalui penanaman baru kelapa sawit dan tebu
Pada tanggal 30Juni 2011, Grup berencana untuk meningkatkan tanaman kelapa sawit sekitar 15 ribu hingga 20 ribu hektar per tahun di masa yang akan datang. Pada umumnya pengembangan lahan perkebunan kelapa sawit mulai dari tanah mentah menjadi tanaman menghasilkan memerlukan waktu sekitar empat tahun. Grup memperkirakan bahwa permintaan minyak kelapa sawit akan dipicu antara lain oleh peningkatan konsumsi India dan Cina. Grup juga mendiversifikasi usahanya dalam penanaman tebu dan produksi gula guna mengantisipasi kekurangan pasokan gula domestik, peningkatan pertumbuhan populasi dan perkembangan industri makanan dan minuman olahan di Indonesia. Grup juga akan terus mengembangkan penanaman tebu untuk mencapai target area tertanam seluas sekitar 18 ribu hektar pada akhir tahun 2012.



b. Meningkatkan kapasitas produksi
Grup telah meningkatkan kapasitas produksi CPO dengan dioperasikannya dua pabrik pengolahan kelapa sawit di Kalimantan pada tahun 2009 dengan kapasitas masing-masing sebesar 45 ton perjam. Grup akan terus mengembangkan kapasitas produksinya melalui pembangunan dua pabrik pengolahan kelapa sawit dengan masing-masing kapasitas produksi sebesar 40 ton per jam di Kalimantan Barat dan Sumatra Selatan, yang diharapkan dapat selesai pada tahun 2012.Dua pabrik pengolahan kelapa sawit tersebut akan digunakan untuk kebun di area tersebut, sehingga dapat menjaga kesegaran TBS dan mengurangi biaya transportasi. Grup telah menyelesaikan pembangunan pabrik penyulingan di Jakarta yang diperkirakan akan meningkatkan kapasitas penyulingan tahunan sebesar 420 ribu ton dan kapabilitas untuk menghasilkan kualitas lemak nabati tertentu, serta mengurangi biaya produksi, dan saat ini Grup sedang merencanakan ekspansi untuk menambah fasilitas pengemasan minyak goreng dan fasilitas produksi margarin, dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2011. Pada bulan Februari 2011, Grup telah menyelesaikan ekspansi pabrik fraksinasi di Surabaya untuk kapasitas tambahan sekitar 90 ribu ton CPO per tahun. Penyelesaian pabrik penyulingan gula berkapasitas sekitar 8 ribu ton tebu per hari pada tahun 2011 diperkirakan akan meningkatkan kapasitas produksi sehingga kegiatan usahag ula Grup dapatterintegrasi secara vertikal.

c. Meningkatkan praktik agronomi secara berkelanjutan
Grup senantiasa berupaya untuk meningkatkan usaha-usaha di bidang agronomi dan perlindungan terhadap tanaman agar dapat mengembangkan sistem manajemen yang kuat dan komprehensif yang dapat merealisasikan potensi genetik benih di lingkungan pembibitan yang berbeda-beda. Usaha-usaha tersebut meliputi:

  1. analisa terperinci yang dapat memberikan rekomendasi optimal mengenai pengelolaan perkebunan dan jarak tanam, penggunaan pupuk dan herbisida, serta perkiraan tingkat ekstraksi dan hasil produksi,
  2. menciptakan prosedur pengelolaan tanaman dan panen yang optimal dalam rangka memaksimalkan pengumpulan TBS,
  3. mengoptimalkan metode biologis dalam rangka pengendalian hama dan penyakit tanaman,

d. Mengimplementasikan strategi pemasaran yang komprehensif untuk memperkuat brand recognition and loyalty untuk produk minyak goreng, margarin dan lemak nabati
Grup memfokuskan pada penguatan brand identity atas produk-produknya serta brand loyalty dari konsumennya melalui peningkatan kualitas dan kemasan produk. Saat ini Grup sedang melakukan rebranding dan re-launching merek-merek utamaya itu
"Bimoli" dan "Bimoli Spesial".

e. Memenuhi kebutuhan CPO dari internal guna menjamin stabilitas pasokan untuk pabrik penyulingan
Dalam beberapa tahun terakhir, Grup telah meningkatkan proporsi penggunaan CPO yang diproduksi sendiri, yang dibutuhkan untuk memproduksi minyak goreng, margarin dan lemak nabati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar