Kamis, Januari 12

bussiness plan



Siti Purwati
46114010142
BAB I
PENDAHULUAN


1.1.Latar Belakang
Coklat adalah makanan favorit semua orang. Jarang sekali yang tidak suka dengan coklat. Coklat merupakan salah satu jenis makanan yang cocok dihidangkan dan disantap dalam setiap kondisi. Dengan mengkonsumsi coklat, tubuh mampu menghasilkan antioksi dan yang dapat membantu mencegah serangan jatung dan mempertahankan daya tahan tubuh. Selain itu, karbohidrat yang dibentuk senyawa kimia dalam coklat menghasilkan serotonin, yang membantu stimulasi otak sehingga kita merasa santai dan juga tenang, sangat cocok dimakan oleh seseorang yang sedang stres. Intinya, coklat adalah makanan yang tidak lekang oleh zaman dan selalu menjadi favorit. Konsumen coklat berasal dari berbagai usia. Anak-anak, remaja, bahkan orang tua, semua menyukai coklat.
Saya membuat usaha coklat yang bernama “Laziz Chocolate” bertujuan untuk menyalurkan kegemaran saya saja terhadap coklat karena saya merasa coklat sangatlah enak. Kemudian saya berfikir untuk membuat coklat dengan karya tangan saya sendiri sampai saya puas dengan rasa coklat yang dihasilkan dari tangan saya sendiri, selain itu orang-orang pun ikut menikmatinya pula dari kreasi yang sata buat karena dengan itu saya merasakan kepuasan karena apa yang saya buat bisa memanjakan pula lidah para orang-orang di sekitar rumah saya.

1.2.Tujuan
Tujuan dari “Laziz Chocolate”:
a.       Usaha coklat dengan berbagai varian dan topping yang akan memanjakan lidah masyarakat.
b.      Untuk mengurangi tingkat pengangguran masyarakat.
c.       Untuk meningkatkan pendapatan.

1.3.Sasaran
Sasarannya adalah untuk masyarakat agar mengkonsumsi cemilan yang bergizi dan sehat, dapat menikmatinya tanpa mengeluarkan uang yang banyak karena harganya sangat terjangkau.





BAB II
RINGKASAN BISNIS

2.1. PROFIL USAHA
            Nama Usaha    : Laziz Chocolate
            Jenis Usaha     : Cemilan
            Yang Dijual     : Berbagai macam jenis coklat
2.2. GAMBARAN AWAL USAHA
            Usaha coklat saya dimulai dari modal 200.00 saja yang iseng dan hanya coba-coba dan uang tersebut saya kumpulkan untuk memulai usaha saya, yang awalnya iseng menjadi ketagihan karena saya mendapatkan untung yang lumayan sehingga saya melanjutkannya dari 2009 sampai saat ini 2017 dan perkembangannya sangat pesat banyak peminat untuk memesan coklat saya secara online ataupun secara langsung.

2.3. GAMBARAN PRODUK
            Coklat yang saya buat tidak perlu membutuhkan banyak hal karena semua hal yang di butuhkan harganya sangatlah terjangkau dan mudah dicari karena sebelumnya saya sudah memiliki pelanggan di daerah pasar lama. Jadi tidak terlalu sulit untuk memulai usaha “Laziz Chocolate” ini. Usaha ini hanya memerlukan (cetakan, coklat, topping, gagang permen, pita, tooples, dll)

2.4. GAMBARAN PERSAINGAN
            Bisnis coklat dengan berbagai varian dan topping jangat jarang di kalangan rumah saya sehingga saya beranggapan bahwa jarangnya saingan dengan demikian pendapatan akan cepat karena banyaknya peminat dan hampir tidak adanya saingan. Dan coklat saya ini tiap minggunya aka nada topping yang baru sehingga para konsumen tidak akan bosen karena banyak cetakan-cetakan baru tiap minggunya.

2.5. GAMBARAN PENJUALAN
            Coklat ini akan saya jual melalui tetangga, anak-anak serta secara online sehingga pendapatan tidak hanya di sekitar rumah saja melaikan dari media online juga. Sehingga keuntungan semakin banyak di capai dengan demikian.
           
           
BAB III
ANGGARAN
     3.1. Modal Awal
Peralatan :
Cetakan coklat                       Rp.   500.000,00
Panci                                       Rp.   100.000,00
Kompor Gas                           Rp.   250.000,00
Tabung Gas                            Rp.   160.000,00 +
Jumlah                                  Rp. 1.010.000,00
Peralatan akan mengalami penyusutan selama 2 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp. 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp. 1.010.000,00 – Rp. 1.000,00)/2 = Rp. 252.250,00 per tahun atau sama dengan Rp. 21.021,00 per bulan.
Perlengkapan :
Kantong plastic                       Rp.    70.000,00
Kemasan                                  Rp.  125.000,00
Label                                       Rp.    75.000,00
Alat tulis                                  Rp.     30.000,00
Jumlah                                    Rp.  300.000,00
Bahan Baku :
Bahan baku coklat (original dan warna)                     Rp.   1.000.000,00
Pewarna makanan dan buah-buahan                           Rp.        50.000,00 +
Jumlah                                                                        Rp.    1.050.000,00
3.2. PERHITUNGAN LABA/RUGI PER BULAN
Pendapatan (2.500 buah x Rp. 1.000,00)  = Rp. 2.500.000,00
Biaya-biaya :
Biaya bahan baku                                            Rp.  1.050.000,00
Biaya perlengkapan                                         Rp.     300.000,00
Biaya listrik, air dan telepon                           Rp.     100.000,00
Biaya penyusutan peralatan                            Rp.       21.021,00
Biaya lain-lain                                                Rp.     100.000,00 +
Jumlah biaya                                                 Rp.   1.571.021,00
Laba bersih                                                    Rp. 928.979,00

BAB IV
PENUTUP
4.1. ANTISIPASI MASA DEPAN
            Sebagai pebisnis pemula saya harus selalu mengantisipasi hal-hal yang tudak diinginkan terjadi nantinya seperti penjual-penjual coklat musiman. Saya harus memiliki strategi yang inovatif dan berbeda dari yang lainnya. Saya akan selalu mengembangkan keahlian saya dan memperbaiki cita rasa coklat saya agar para konsumen selalu puas dengan coklat saya setiap minggunya. Saya juga akan selalu memperhatikan saran dan  kritik yang konsumen berikan.

4.2. KESIMPULAN
Dari apa yang tertuang di atas pada usaha pengolahan coklat memiliki prospek yang cukup baik dan menguntungkan serta dapat memberikan peningkatan pendapatan masyarakat terutama remaja putri dan ibu-ibu yang pada akhirnya kesejahteraan keluarga dapat meningkat.
Demikian proposal ini dibuat semoga dapat bermanfaat dan dapat menginspirasi pembaca untuk membuka usaha-usaha baru dan tidak ada kata menyerah sebelum mencobanya.
Atas perhatiannya saya ucapkan Terimakasih.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar