Jumat, Januari 6

Bisnis Plan Jamu Sehat


BAB I
KONSEP RENCANA BISNIS

1.     Ringkasan Eksekutif
1.1                         Konsep Bisnis
“Back To Nature”, istilah ini yang sering digunakan para ahli guna menyelamatkan kehidupan di bumi. Banyak metode alamiah yang ditawarkan kepada maasyarakat tentang pola hidup alamiah. Pola hidup yang diklaim sebagai pola hidup terbaik guna menghindari penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh gaya hidup modern saat ini, juga sebagai penyeimbang terhadap alam yang saat ini dikaitkan dengan isu pemanasan global (Abdul Ghofar, 2012).
          Seiring berkembangnya zaman, saat ini banyak sekali makanan dan minuman modern cepat saji diminati oleh banyak orang, seperti makanan ringan, minuman kaleng maupun botol, baik minuman itu untuk kesehatan maupun minuman berbahaya sekalipun.
Pada dasarnya minuman yang sudah masuk pabrik dan dikemas kedalam kaleng, sudah mengandung pengawet dan zat zat berbahaya lainnya, banyak minuman minuman seperti minuman isotonik, minuman penyegar badan, minuman penambah tenaga atau semacamnya, minuman semacam itu bukannya membuat tubuh kita sehat, sebaliknya berpotensi menyebabkan timbulnya penyakit baru sedikit demi sedikit
Indonesia terkenal sebagai daerah yang sangat kaya akan sumber daya alam, baik dari jumlah maupun keanekaragamannya. Mengingat hal tersebut, pemerintah mulai membuat program-program guna meningkatkan dan menggalakkan penggunaan obat-obat herbal alami asli Indonesia. Pengobatan herbal adalah pengobatan masa kini. Cara pengobatannya adalah dengan mengkonsumsi ramuan herbal yang terbuat dari bagian-bagaian tumbuhan yang terdapat dialam ini, seperti bagian akar, batan, daun, buah, bunga maupun biji dengan mengambil ekstrak dari bahan herbal tersebut untuk dijadikan minuman berupa jamu yang sudah diproduksi oleh pabrik dan tanpa bahan pengawet. Kelebihan ramuan herbal ini adalah memiliki efek samping yang relatif lebih kecil (bahkan biasa tidak ada) jika dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan kimia

     
            Berdasarkan fenomena yang terjadi di tengah masyarakat tersebut, akhirnya saya mengusung sebuah konsep wirausaha mengenai minuman instan dan menyehatkan, yakni Jamu Sehat. Jamu sendiri merupakan minuman tradisional Indonesia yang komposisinya terdiri dari bahan-bahan herbal dan menyehatkan. Melihat sisi positif serta manfaat yang didapatkan ketika mengkonsumsi jamu tersebut, saya sangat optimis untuk mengembalikan jamu sebagai minuman sehat pilihan utama masyarakat dan produk yang kemudian akan kami tawarkan ini akan mendapatkan positioning di tengah masyarakat

1.2                         Tujuan Usaha
Tujuan Usaha Jamu Beneran antara lain :
a.       Menciptakan sebuah usaha yang unggul dengan kualitas yang terbaik
b.      Meningkatkan mutu pelayanan dibidang herbal.
c.       Membudayakan pola hidup sehat.
d.      Ikut mendorong pemerintah/instansi resmi agar lebih berperan dalam pengembangan pengobatan tradisional

1.3                         Produk
Menggunakan bahan alami akan memberikan kualitas yang alami juga, dan menggunakan design produk yang menarik dan berkualitas agar konsumen percaya bahwa produk ini adalah produk yang berkualitas






1.4                         Pesaing
Pesaing yang ada di sekitar berdirinya Jamu Sehat sangat banyak khususnya untuk wisata kuliner yang menjual berbagai aneka makanan, bahkan tempat nongkrong anak-anak muda yaitu hanya menjual kopi biasa.


1.5                          Target dan Sistem Pemasaran
Segmen pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah remaja. Karena menurut pandangan kami sebagian besar remaja sudah melupakan kesehatannya sendiri. Dalam memasarkan produk kami, kami menggunakan pemasaran hutan rimba, yaitu bagaimana agar produk yang kami jual bisa terdistribusi dengan sangat luas layaknya hutan rimba.

1.6                          Strategi Pemasaran
Beberapa Strategi Pemasaran yang dilakukan produk “Jamu Sehat”, yaitu :
a.       Menggunakan Desain Produk yang menarik dan berkualitas
b.      Promosi tak langsung melalui penyebaran dari mulut ke mulut
c.       Promosi melalui surat kabar/koran








BAB II
INFORMASI PERUSAHAAN

2.     Deskriptif Bisnis
2.1                         Identitas Perusahaan
Nama usaha saya yaitu Jamu Sehat, usaha ini bergerak dibidang usaha minuman tradisional dengan bahan baku rempah rempah pilihan yang alami tanpa menggunakan zat zat berbahaya yanng kemudian dibuat dalam bentuk kemasan lalu di pasarkan secara luas
Berdirinya usaha ini bermula dari ide untuk memperkenalkan tradisi minum jamu di indonesia kepada para remaja, karena menurut pandangan saya sebagian besar remaja tidak terlalu memperdulikan kesehatan mereka dengan meminum minuman jaman sekarang yang kurang menyehatkan. Maka didirikanlah usaha ini dengan harapan para remaja tertarik dan sadar akan pentingnya kesehatan dengan meminum jamu.

2.2                         Visi dan Misi Perusahaan
Visi
Menjadi industri jamu yang dapat memberikan manfaat pada masyarakat terutama remaja dan lingkungan.
Misi
a.       Menciptakan sebuah usaha yang unggul dengan kualitas yang terbaik
b.      Meningkatkan mutu pelayanan dibidang herbal.
c.       Membudayakan pola hidup sehat.
d.      Ikut mendorong pemerintah/instansi resmi agar lebih berperan dalam pengembangan pengobatan




2.3                         Gambaran Sekilas Tentang Produk
Usaha Jamu Sehat adalah penjualan produk jamu dengan bahan dan kualitas alami yang mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh, harga yang terjangkau dan juga memiliki cita rasa Indonesia

2.4                         Perkembangan Saat Ini
Menurut survey yang telah dilakukan untuk usaha ini cukup banyak yang memberikan pendapat dari pemikiran dan pandangan masyarakat, baik segi positif maupun negatif
Berikut pendapat masyarakat dari segi Positif :
-          Kemasan menarik
-          Minuman herbal modern yang baik untuk kesehatan
-          Memiliki rasa yang variatif dan tetap terjaga alamiahnya
Berikut pendapat masyarakat dari segi Negatif :
-          Tidak menarik, lebih baik meminum minuman kaleng/instant
-          Rasanya pahit
-          Aromanya tidak enak
-          Untuk mengguguri kandungan
-          Jamu sangat jadul, tidak modern
Dan tanggapan kami tentang survey dari usaha kami adalah akan membuat jamu yang berdampak negatif menjadi positif untuk meluruskan pemikiran negatif masyarakat tentang jamu

2.5                         Status Hukum
Berikut hal - hal yang harus diperhatikan untuk usaha ini :
-          Sample Halal dari MUI
-          Dinas Kesehatan
-          Hygienis
-          Izin Usaha

BAB III
 METODE PELAKSANAAN

3.     Strategi Pemasaran
3.1                         Riset Pasar
            Sebelum melakukan usaha baik produksi ataupun kegiatan lain, terlebih dahulu melakukan pengamatan pasar. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui keadaan pasar yang berkaitan dengan produk, harga produk, dan pesaing disekitar lingkungan

3.2                         Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan yang dilakukan ialah dengan mencatat segala jenis aktifitas dan kendala-kendala apa saja yang dapat menghambat kelancaran usaha jamu ini. Kritik dan saran dari pelanggan akan sangat mendukung kemajuan usaha ini.

3.3                         Survei Bahan Baku
Bahan baku sangat penting dalam jamu, karena tanpa tersedianya bahan baku, sudah pasti usaha ini tidak akan berjalan lancar, salah satu faktor yang mendukung usaha jamu ini ialah bahan baku seperti rempah rempah,jahe,kunyit dsb, maka dari itu kami membagi tugas untuk survei dan menjalin kerja sama dengan salah satu pasar maupun minimarket yang menjual bahan baku tersebut.

3.4                         Lokasi Pelaksanaan
Pelaksanaan lokasi kami pertama kali adalah mencakup kecamatan ciledug dan sekitarnya dikabupaten tangerang

3.5                         Pemasaran
Dalam pemasaran awal, kami akan memasarkan produk kami kekios kios jamu, tukang jamu keliling, koran, dan radio dan Mengikuti berbagai macam event yang dikunjungi banyak orang juga bisa sebagai ajang promosi jamu yang efektif untuk mengenalkan produk
4.     Rencana Pengembangan
4.1                         Usaha Jangka Panjang
Adapun usaha jangka panjang untuk usaha ini adalah mendistribusikan produk keberbagai kota besar khususnya daerah Jawa Timur yang sering dijadikan tempat wisata domestic maupun wisata asing

4.2                         Strategi
Strategi yang digunakan untuk pengembangan hampir sama dengan strategi awal, yaitu :
-          Menggunakan Desain Produk yang menarik dan berkualitas
-          Promosi tak langsung melalui penyebaran dari mulut ke mulut
-          Promosi melalui surat kabar/koran
-          Promosi melalui media massa seperti : televisi, radio dan media social
-          Memberikan diskon pada konsumen
-          Membuat rasa baru yang sesuai untuk kalangan remaja

4.3                         Sasaran dan Pencapaian
Sasaran dalam usaha ini adalah siswa, mahasiswa/mahasiswi, masyarakat setempat dari golongan menengah kebawah karena harga yang begiru terjangkau. Pencapaian dari pengembangan usaha ini diharapkan meningkat 10% dari berbagai cabang yang ada diberbagai kota.
Pencapaian yang menjadi target usaha ini adalah :
Fase
Tanggal
Kegiatan
Perencanaan
1 November 2016
Ekplorasi dan penyiapan menu

7 November 2016 s/d 13 November 2016
Pembelian asset seperti tempat, alat masak, alat makan dll

1 Oktober 2016
Pencarian tenaga kerja

10 Oktober 2016
Percobaan menu final

13 Oktober 2016
Pembuatan media promosi
Pelaksanaan
17 Oktober 2016
Pembukaan perdana Jamu Beneran

17 Oktober 2016 s/d 17 Desember 2016
Promosi
Kontrol
17 Desember 2016 s/d seterusnya

Monitoring kegiatan usaha

4.4                         Evaluasi Resiko
Untuk mengantisipasi dari hal yang tidak diinginkan khususnya liburan dan bulan ramadhan, pihak manajemen akan merubah waktu operasional. Untuk di bulan puasa memfasilitasi untuk buka bareng dan mengurangi jumlah order ke perusahaan.

4.5                         Exit Plan
Tujuan Jangka Pendek :
Dalam tiga bulan ada pengembalian modal dan mendapatkan keuntungan pada bulan ke empat
Tujuan Jangka Menengah :
Setelah mendapatkan kembali modal, menambah peralatan serta perlengkapan untuk penyajian minuman
Tujuan Jangka Panjang :
Dari keuntungan yang didapat usaha Jamu Beneran ini, akan diinvestasikan ke bisnis lain

5.     Rencana Operasi dan Manajemen
5.1                         Fasilitas
Fasilitas yang ada dalam usaha warung sehat sejahtera adalah terpasangnya Wi-Fi yang disediakan untuk memenjakan pengunjung dan dinikmati secara gratis.

5.2                         Proses Produksi
Proses produksi usaha warung sehat sejahtera sangat simple dikarenakan hanya menyediakan minuman herbal saja. Tahapannya mulai dari memasak air dan bias langsung dibuar minuman the/kopi herbal yang sudah tersedia dalam kemasan sachset.



5.3                         Pengendalian Persediaan
Pengendalian persediaan tidak mempengaruhi jumlah pesanan atau pelanggan karena kemasan dalam kotak tidak mudah basi melainkan hanya koreksi tanggal kadaluarsanya saja.

5.4                         Pesaing dan Distribusi
Pesaing sangat jelas hanya terletak di sekitar berdirinya usaha warung sehat sejahtera dan pendistribusiannya dikota yang menjadi senter seluruh cabang di profinsi Jawa Timur.

5.5                         Pengembangan Produksi
Pengembangan yang direncanakan pada jangka panjang yaitu penambahan makanan vegetarian sehingga tidak monoton daari tahun ke tahun dan dapat menambah minat pengunjung pecinta menu masakan vegetarian dan minuman herbal.

5.6                         Kontrol Keuangan
Pengontrolan keuangan diatur oleh pihak manajemen yang sekaligus menjadi manager di usaha warung sehat sejahtera.











BAB IV
BIAYA DAN PELAKSANA KEGIATAN

Adapun perincian langkah-langkah pengembangan distributor jamu adalah sebagai berikut :
1.      Membuat desain kemasan yang menarik dan berbeda beda sesuai target pasar
2.      Menjalin hubungan dengan pelanggan
3.      Memberikan penyuluhan tentang sehatnya minum jamu
4.      Merubah main set orang orang tentang negatifnya jamu
A. Anggaran Biaya
Modal awal
Nilai
Sewa tempat
2.000.000
Etalase jamu
1.000.000
Daftar ke BPOM
1.500.000
Daftar ke MUI
1.000.000
Alat masak
1200.000
Banner dan selebaran
800.000
 Total                                                                  7.500.000

Biaya operasional perbulan
Nilai
Bahan baku(kencur,jahe, susu,telur,dll)
4800.000
Sewa tempat
2000.000
Gaji karyawan
2x1000.000
Listrik
500.000
Biaya tak terduga
200.000
 Total                                                                   9.500.000
Total Modal :
-          Modal Awal                : Rp 7.500.000,-
-          Modal Perbulan           : Rp 9.500.000,-
Jumlah                         : Rp 17.000.000,-


Omset perbulan
Nilai
Harga jual jamu
Rp 8.000
Penjualan rata rata dalam satu bulan
Rp 8.000 x 100 x 30 hari = 24.000.000
Laba bersih perbulan
24.000.000- 9.500.000 = 14.500.000

4.2 Jadwal Kegiatan
            Berikut timeline pelaksanaan kegiatan :
NO
Tahapan Kegiatan
Bulan Ke-
1
2
3
4
1
Riset Pasar
















2
Menyiapkan Bahan Baku
















3
Produksi, pemasaran & penjualan
















4
Evaluasi


















1 komentar: