Sabtu, Agustus 5

Ide Kreatif untuk Berwirausaha


Contoh sukses Wirausaha Makaroni Ngehe asal Tasikmalaya


Kreasi dan Inovasi dalam Berwirausaha
Contoh sukses Wirausaha
Begini Ceritanya.
Berawal dari ide yang cukup aneh, Ali Muharam justru berhasil menciptakan bisnis yang sangat menguntungkan baginya. Pria asal Tasikmalaya ini menjadi pemilik usaha makanan yang diberi nama Makaroni Ngehe.

Ali yang masih berstatus sebagai mahasiswa ini sudah menjalankan bisnis Makaroni Ngehe selama dua tahun. Kini, Ali patut berbangga diri atas usaha yang dirintisnya itu. Pasalnya, Ali telah membuka delapan cabang di kawasan Jakarta. “Jadi sampai sekarang berarti sudah berjalan dua tahun dan telah ada delapan cabang sekarang,â?? kata Ali,
Hebatnya, bisnis itu berhasil meraup untung sebesar Rp 40 juta hanya dalam sehari saja. Apabila dijabarkan, bisnis Makaroni Ngehe di tiap cabangnya beromset Rp 3 hingga 5 juta per hari.

Bukan tanpa alasan Ali memberi nama unik untuk usaha makanannya. Diakui Ali, awal ide memberi nama Ngehe berasal dari kekesalan dengan pengalaman hidup yang pernah dia alami.

â??Kehidupan saya ngehe banget dulu, saya kan dari Tasik, kota kecil, lalu pindah ke Jakarta. Di Jakarta, saya sempat kerja di warteg, motong-motong sayur, dari jam tujuh pagi sampai jam tujuh malam, cuma dibayar lima ribu. Saya juga pernah terlunta-lunta tidak punya tempat tinggal, menumpang di rumah temen, tidur di emper toko, lalu tidur di masjid juga pernah dan untuk makan saja pernah hanya bertahan dengan jambu biji ibu kosan, karena memang tidak punya uang waktu itu,â? urainya.

Jika sebagian orang menilai kata ngehe sebagai ungkapan kekesalan, maka berbeda dengan Ali. Menurutnya, kata Ngehe merupakan motivasi yang bisa memberikan semangat untuknya.
â??Saya berpikir, jangan sampai hidup saya berbalik ke fase â??ngeheâ?? itu, dan akhirnya saya pakai nama â??ngeheâ?? itu untuk usaha saya, agar saya selalu terpacu untuk hardwork dansmartwork. Jadi, â??ngeheâ?? itu adalah sebuah motivasi bagi saya, meskipun agak nyeleneh,â?Â tandasnya.
Ali juga mengatakan bahwa kata ngehe menunjukkan level kepedasan dari produk makaroninya. Walaupun makaroni yang ia buat rasanya pedas, banyak pembeli yang tertarik mencobanya.

â??Respons pembeli itu pertama kali, mereka aneh melihat namanya, ini apa sih, namanya tengil banget gitu kan, ngehe gitu. Awalnya, merekanggak beli, Cuma berhenti lalu foto, berhenti lalu foto. Begitu kan. Saya menjualnya dulu cukup murah, harganya mulai dari Rp1.000 – 5.000. Tak lama, dari situlah mahasiswa Binus mulai datang,” ungkap Ali
Rasa pedas yang dihadirkan Makaroni Ngehe terbagi dari beberapa level yakni level sedikit pedas dengan jargon #ciwitbutina, level menengah, #kepretpakendang, dan level sangat pedas yaitu #pitnahbulilis.

Saat ingin memulai usahanya, Ali kerap dihadapkan dengan kendala yang cukup berat. Adapun kendala itu berasal dari modal dan lapak berjualan. â??Modal awal saya pinjam ke teman, jadi modal itu minus Rp20 juta, karena saya benar-benar nggak ada uang waktu itu, tetapi saya ingin menantang zona aman saya,â? imbuhnya
“Kendala mungkin nyari tempat ya, agak sulit. Tetapi, setelah beberapa hari saya nyari dikasih jalan, dapat tempat dan sewanya itu murah Rp1 juta per bulan. Jadi, saya itu modal awalnya meminjam ke teman sekitar Rp15-20 jutaan. Dengan modal minim, saya dapat juga tempat yang bayarnya nggak cukup besar juga,” sambungnya
Ternyata, ide usaha Makaroni Ngehe berasal dari makaroni yang sering dibuat oleh ibunya saat Lebaran. â??Sempat kepikiran mau usaha yang lain, kayak dagang gorengan, atau nggak pecel ayam, atau pecel lele gitu. Tetapi, saya lebih terinspirasi dari ibu saya. Jadi, makaroni ini dulunya ibu saya selalu goreng setiap Lebaran, dan tetangga itu nggak ada yang bikin. Terus ada tamu yangnyoba dan suka, lalu dua hingga tiga tahun, saudara juga mulai pada bikin. Tahun 2000-an, mulai ada yang jualan makaroni. Terus ibu saya bilang, coba kita ada insting bisnis, mungkin kita bisa bikin dagangan ini, sepertinya bisa lebih laris karena kita pelopor. Jadi, kalau saya sihpengen bikin bangga ibu,â? cetus Ali.
Harapan Ali di masa mendatang adalah ia berniat menambah 10 cabang di kota-kota lain di Indonesia. “Rencana tahun ini tambah 10 cabang, mudah-mudahan bisa terwujud. Jujur secara personal saya puas, tetapi saya ingin bertahan, semakin baik, cabangnya semakin banyak dan saya ingin mengatur strategi lebih ke pemberdayaan karyawan saya. Saya usahakan mereka itu, nggakada beban dalam bekerja. Saya usahakan hatinya senang, jadi dalam melayani pun mereka senang, mungkin saya membiasakan budaya keterbukaanlah dalam usaha, welcome, open minded,” tutup Ali.
Tuntutan Kreasi dalam berbisnis.
Contoh kasus diatas telah disebutkan sebelumnya dan memberikan pelajaran kepada kita dalam berkreasi dan inovasi dalam berwirausaha

Begitu hambatan dalam meningkatkan :
1. Hambatan-hambatan kreativitas  
Seorang pakar mengartikan hambatan kreativitas sebagai ” mental walls which block the problem solver from correctly perceiving a problem or conceiving its solution, ” yaitu dinding atau bangunan mental yang menghambat kita untuk memahami atau menemukan pemecahan atas suatu masalah. Bangunan mental yang bersifat menghambat ini terdapat pada setiap orang dalam kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda. 

  • Hambatan Psikologis
  • Hambatan Budaya
  • Hambatan Lingkungan sosial maupun fisik,
  • Hambatan Bahasa Berpikir,
  • Hambatan Keterpakuan Fungsional
  •  Perumusan masalah secara kreatif
  • Bertanya dan bertanya,
  • Curah gagasan
  • Orang aneh
  • Iklim kreatif

2.meningkatkan kreativitas dalam menjalankan usaha :
Cara umum yang dipakai adalah dengan mengubah cara berpikir dan proses bertindak, yaitu :

KREATIVITAS WIRAUSAHA
Kreativitas merupakan daya menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Menurut Sulaiman Sahlan dan Maswan, kreativitas adalah ide atau gagasan dan kemampuan berpikir kreatif. Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan kreativitas ialah kemampuan untuk mencipta daya cipta.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan seseorang dalam menuangkan ide atau gagasan melalui proses berpikir kreatif untuk menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan, perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Sedangkan yang dimaksud dengan wirausaha adalah pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausaha. Wirausaha adalah pionir dalam bisnis, inovator, penanggung resiko yang mempunyai penglihatan visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha. Sementara itu menurut Prawirokusumo wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup. Senada dengan  pendapat di atas, menurut Suryana, enterpreneur atau wirausaha adalah  seseorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur(elemen-elemen) internal yang meliputi kombinasi motivasi diri, visi,komunikasi, optimisme, dorongan semangat, dan kemampuan untukmemanfaatkan peluang usaha.
Dalam konteks manajemen, peran fungsi kreativitas dalam proses inovasi merupakan pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektivitas dan efisiensi pada suatu sistem. Aspek penting dalam kreativitas adalah proses dan manusia. Proses berorientasi pada tujuan yang di desain untuk mencapai solusi suatu problem. Manusia merupakan sumber daya yang menetukan solusi.
Ada 2 sumber kreatifitas diantaranya :
1.         Imajinasi dan ide
Berdasarkan fungsinya, kapasitas mental manusia dapat di kelompokkan menjadi empat bagian, yaitu absortive, retentive,reasoning, creative. Imajinasi yang kreatif merupakan kekuatan yang tidak terbatas, misalnya meskipun seseorang yang hampir tidak pernah keluar rumah tetapi dengan menggunakan imajinasinya ia dapat melalang buana ke dunia sekitar. Imajinasi jauh lebih penting dari pada ilmu pengetahuan dan kekuatan murni dari pikiran manusia.

2.         Sifat Proses kreatif
Kreativitas adalah suatu proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Setiap orang Kreatif pada tingkat tertentu. Orang mempunyai kemampuan dan bakat dalam bidang tertentu dapat lebih kreatif dari pada orang lain. Hal yang sama juga dialami oleh orang yang dilatih dan dikembangkan dalam suatu lingkungan yang mendukung pengembangan kreativitas, mereka diajari untuk berfikir dan bertindak secara kreatif . Bagi pihak lain proses kreatif lebih sukar karena tidak dikembangkan secara positif dan jika mereka inginmenjadi kreatif, mereka harus belajar cara mengimplementasikan proses kreatif.

Inovasi Berwirausaha
Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing)inovasi merupakan fungsi utama dalam proses kewirausahaan. Peter Druckermengatakan inovasi memiliki fungsi yang khas bagi wirausahawan. Dengan inovasi wirausahawan menciptakan baik sumberdaya produksi baru maupun pengelolahan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Meskipun demikian, terdapat perbedaan yangsignifikan antara sebuah ide yang timbul semata dari spekulasi dan ide yang merupakan hasil pemikiran riset pengalaman dan kerja yang sempurna hal yang lebih penting, Wirausahawan yang prospektif harus mempunyai keberanian untuk memberikan sebuah ide melalui tahapan pengembangan. Dengan demikian inovasi adalah suatu kombinasi visi untuk menciptakan suatu gagasan yang lebih baik dan keteguhan serta dedikasi untuk mempertahankan konsep melalui implementasi.
Proses inovasi di mulai dengan analisis sumberdaya kesempatan yang menjadi obyek. Inovasi beresifat konseptual dan perseptual, dapat di pahami dan dilihat inovator harus maelihat bertanya dan mendengar orang lain dalam mencari inovasi. Mereka berfikir keras dengan segenap kemampuan otaknya, mereka melakukan perhitungan dengan cermat dan mendengarkan pendapat orang lain, serta memperhatikan potensi pengguna inovasi yang di carinya untuk memenuhi harapan nilai dan kebutuhan.Inovasi yang berhasil pada umumnya sederhan dan terfokus dan di tujukan pada aplikasi yang di desain khas, jelas dan cermat. Inovasi lebih banyak melibatkan kerja fisik dari pada pemikiran. Thomas Alfa Edison mengatakan ”jenius merupakan perpaduan yang terdiri dari 1% inspirasi dan 99% kerja keras” lebih dari itu inovator pada umumnya bekerja dalam suatu bidang, edison bekerja dalam hanya dalam bidang listrik dan menemukan inovasi baru yang berupa bola lampu
Inovasi terdiri dari empat jenis, diantaranya penemuan, pengembangan, duplikasi dan sintesis.
1.  Penemuan.
Kreasi suatu produk, jasa, atau proses baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Konsep ini cenderung disebut revolisioner. Ex, penemuan pesawat terbang oleh wright bersaudara, telepon oleh alexander graham bell dll.
2.  Pengembangan.
Pengembangan suatu produk, jasa, atau proses yang sudah ada. Konsep seperti ini menjadi aplikasi ide yang telah ada berbeda. Misalnya, pengembangan McD oleh Ray Kroc.
3.  Duplikasi.
Peniruan suatu produk, jasa, atau proses yang telah ada. Meskipun demikian duplikasi bukan semata meniru melainkan menambah sentuhan kreatif untuk memperbaiki konsep agar lebih mampu memenangkan persaingan. Misalnya, duplikasi perawatan gigi oleh Dentaland.
4.  Sintesis.
Perpaduan konsep dan faktor-faktor yang sudah ada menjadi formulasi baru. Proses ini meliputi engambilan sejumlah ide atau produk yang sudah ditemukan dan dibentuk sehingga menjadi produk yang dapat diaplikasikan dengan cara baru. Misal, sintesis pada arloji oleh Casio.

Cara Mengembangkan Kreativitas
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kreativitas. Berikut ini adalah hal yang dapat membantu mengembangkan kemampuan pribadi dalam program peningkatan kreativitas sebagaimana dikemukakan oleh James L.Adams (1986).
1.    Mengenali hubungan
Banyak penemuan dan inovasi lahir sebagai cara pandang terhadap suatu hubungan yang baru dan berbeda antar obyek, proses, bahan, teknologi dan orang. Seperti mencampurkan aroma bunga melati dengan air the kemudian dibotolkan menjadi the botol yang harum dan segar rasanya.
Untuk membantu meningkatkan kreativitas, kita dapat melakukan cara pandang kita yang statis terhadap hubungan orang dan lingkungan yang telah ada. Di sini kita coba melihat mereka dengan cara pandang yang baru dan berbeda. Orang yang kreatif akan memiliki hubungan intuisi tertentu untuk dapat mengembangkan dan mengenali hubungan yang baru dan berbeda dari fenomena tersebut. Hubungan ini nantinya dapat memperlihatkan ide produk dan jasa yang baru. Sebagai contoh kita melakukan latihan dengan melihat hubungan antara kue coklat dan es krim vanili, atlet dan pelatih serta manajer dengan buruh.

2.  Mengembangkan perspektif fungsional.
Jika dikembangkan lebih lanjut, kita dapat melihat adanya suatu perspektif yang fungsional dari benda dan orang.
Seorang yang kreatif akan dapat melihat orang lain sebagai alat untuk memenuhi keinginannya dan membantu menyelesaikan suatu pekerjaan. Misalnya sering secara tidak sadar kita menggunakan pisau dapur untuk memasang baut gara-gara palu yang kita cari tidak ditemukan. Cara lain kita harus memulainya dari cara pandang yang non konvenional dan dari perspektif yang berbeda. Sebagai contoh: cobalah sebutkan fungsi lain dari sebuah kursi, buku yang kita pegang dan lain-lain.

3.  Gunakan akal
Penelitian terhadap penggunaan fungsi otak pada bagian yang terpisah antara kiri dan kanan telah dilakukan sejak tahun 1950-an dan tahun 1960-an.
Otak bagian kanan dipakai untuk hal seperti analogi, imajinasi dan lain-lain. Sedangkan otak bagian kiri dipakai untuk kerja seperti analisis, melakukan pendekatan yang rasional terhadap pemecahan masalah dan lain-lain. Meski secara fungsi ia berbeda, tetapi dalam pekerjaannya ia harus saling berhubungan. Proses kreativitas meliputi pemikiran logis dan analitis terhadap pengetahuan, evaluasi dan tahap implementasi. Jadi bila kita ingin lebih kreatif, kita harus melatih dan mengembangkan kemampuan kedua otak kita tersebut. Contoh latihan dapat kita buat sesuai dengan fungsi belahan otak.

4.  Hapus perasaan ragu-ragu
Banyak kebiaaan mental yang membatasi dan menghambat pemikiran kreatif. Sebuah studi menemukan bahwa orang dewasa hanya menggunakan 2-10 persen potensi kreativitas yang dimilikinya. Contoh : banyak orang memiliki kecenderungan membuat penilaian yang cepat terhadap sesuatu orang ataupun ide-ide.


Daftar Pustaka :
Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana) 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar