Selasa, April 3

Manakah yang lebih Baik Konvensional atau E-Commerce?


MUHAMMAD RAMDHAN DINATA PUTRA
@K02-Ramdhan
INDRA PRASTYO PAMBUDI
@K16-Indra 
DIMAS NOVAL MUSSLIMIN
@K27-Dimas

Abstrak
Menurut pendapat Raymond E. Glos dalam bukunya “Business : Its Nature and Environment: An Introduction” Bisnis adalah seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang yang berkecimpung di dalam bidang perindustrian dimana sebuah perusahaan atau organisasi melakukan perbaikan-perbaikan standar serta kualitas produk mereka.

Kata kunci : Konvensional , E-Commerce

Pendahuluan
Bisnis Konvensional atau yang lebih sering dikenal dengan bisnis offline adalah kegiatan atau transaksi jual-beli yang dilakukan secara langsung, bertatap muka antara penjual dengan pembeli.  Sedangkan Bisnis E-Commerce atau perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-Commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Rumusan Masalah
·         Apa saja keunggulan dan kelemahan bisnis konvensional?
·         Apa perbedaan nya Konvensional dengan E-commerce ?

Pembahasan
1.      Apa saja kelemahan dan kelebihan berbisnis Konvensional ?
 “Bisnis Konvensional atau yang lebih sering dikenal dengan bisnis offline adalah kegiatan atau transaksi jual-beli yang dilakukan secara langsung, bertatap muka antara penjual dengan pembeli.  Bisnis konvesional melakukan promosi melalui media berupa spanduk, majalah, iklan koran, brosur, sales dari pintu ke pintu, televisi dan radio.
Kelebihan bekerja atau berbisnis secara konvensional:
-Tahu dengan jelas apa yang dikerjakannya
-Tahu dari mana pemasukannya berasal
-Sesama partner kerja/bisnis harus sama-sama senang dan sama-sama diuntungkan
-Bebas menentukan pekerjaan yang terbaik untuknya
Kekurangan bekerja atau berbisnis secara konvensional:
-Untuk bisa mencapai puncak kesuskesan, dibutuhkan waktu yang relatif lama
-Harus terus bekerja untuk mendapatkan penghasilan
-Dibutuhkan keahlian atau keterampilan khusus untuk bekerja
-Bekerja berdasarkan waktu tertentu

2. apa perbedaan antara konvensional dengan E-commerce ?
Bisnis Online atau Bisnis Oflline? Yang mana yang menarik menurut anda untuk di kerjakan? Sebelum anda memutuskan untuk memilih ingin fokus dan menjalankan bisnis online atau bisnis offline, ada baiknya anda mengetahui dulu apa perbedaan bisnis online dan bisnis offline ini. Berikut adalah beberapa perbedaan diantaranya:
1. Modal
Bisnis Online membutuhkan modal yang bisa dikatakan lebih murah, karena biaya awal yang dibutuhkan untuk membuka toko online hampir bisa dikatakan gratis, jika anda hanya membuat website gratisan. Namun jika anda memilih untuk membuat website berbayarpun harganya masih lebih murah dibanding bisnis offline.
Bisnis Offline jelas membutuhkan persiapan yang matang untuk modal. Anda harus menyiapkan modal untuk sewa gedung yang semakin hari semakin mahal. Harus sapkan modal untuk beli barang yang akan anda jual di bisnis offline anda.
2. Jangkauan Pemasaran
Bisnis Online mempunyai jangkauan yang sangat luas. Anda berkesempatan mendapatkan pembeli dari seluruh Indonesia bahkan dunia. Karena anda menggunakan media internet yang online ke seluruh dunia dan mampu dilihat oleh seluruh orang dari berbagai kota/wilayah/daerah/negara yang ada.
Bisnis Offline, jangkauannya lebih sempit, mungkin hanya pada orang-orang disekitar toko atau daerah tersebut saja.
3. Waktu
Bisnis Online tidak terikat oleh waktu. Buka 24 jam. Bahkan saat anda sedang tidurpun bisa saja anda akan mendapatkan orderan di website bisnis onlineanda
Bisnis Offline hanya bisa buka dengan waktu-waktu yang terbatas, mungkin sekitar 8 jam sehari, dan akan tutup pada tanggal merah dan hari libur.
4. Sistem Pemasaran
Bisnis online tidak membutuhkan sistem pemasaran yang rumit sepetrti harus mengeluarkan modal untuk cetak brosur dan menyebarkannya ke masyarakat, anda cukup melakukan promosi dengan memanfaatkan social media seperti facebook, twitter, instagram, pinterest, dll
Bisnis Offline masih membutuhkan dan memakai sistem cetak brosur yang membutuhkan modal tidak sedikit dan anda juga harus repot membagikan brosur tersebut agar banyak orang yang melihatnya.
5. Jenis Produk
Bisnis Online bisa menjual berbagai jenis produk. Namun akan lebih murah menjual jenis barang yang lebih spesifik, karena orang mencarinya sesuai dengan barang yang sedang dibutuhkannya di internet.
Bisnis Offline bisa menjual berbagai jenis barang dalam satu toko, namun tentunya akan terbatas pada tempat dan penyediaan stock barangnya.
6. Jumlah Produk
Bisnis Online tidak harus stock produk, anda bisa memilih sistem dropship. Jumlah barangnya juga bisa disesuaikan dengan permintaan dari pembeli anda
Bisnis Offline, anda harus mempunyai stock barang yang akan dipasarkan dan anda perlu mencermati barang apa yang sebaiknya anda stock, dan hal itu tergantung pada permintaan pasar terhadap produk tersebut, karena jika tidak anda bisa saja membuat pemumpukan barang digudang sementara permintaan sedikit atau sebaliknya.
7. Cara Pembelian
Bisnis Online melakukan cara pembeliannya dengan online saja, tidak perlu terjadi tatap muka, semua dilakukan di depan komputer, dengan mengetikkan kata yang mewakili nama barang yang sedang anda cari di mesin pencari seperti google, yahoo, dll. Kemudian melakukan transaksi pada website yang anda temukan.
Bisnis Offline melakukan cara pembeliannya dengan tatap muka langsung dengan pembelinya. Anda akan langsung berbicara dan barter barang dengan pembeli anda.
8. Sistem Pembayaran
Bisnis Online melakukan sistem pembayaran secara online, yaitu berupa transfer bank ke rekening penjual. Setelah penjual menerima uang di rekeningnya sejumlah dengan orderan anda, maka barang akan dikirimkan ke alamat anda.
Bisnis Offline melakukan sistem pembayaran langsung saat pembeli datang memilih barang yang diinginkan, kemudian membayarkannya secara tunai/langsung kepada pembeli, kemudian bisa membawa barang yang di belinya secara langsung.
9. Tenaga Kerja
Bisnis Online tidak membutuhkan banyak tenaga kerja untuk mengerjakannya, bahkan jika anda pemula, anda hampir tidak membutuhkan karyawan sama sekali, anda bisa menghandlenya sendiri
Bisnis Offline sangat membutuhkan tenaga kerja bantuan, apalagi anda baru awal buka toko, anda pasti akan membutuhkan bantuan orang lain untuk membereskan barang dan menyiapkan segala sesuatunya ditoko offline anda sebelum anda mulai menjual barang dagangan anda di toko offline anda.
10. Cara Mencari Barang
Bisnis Online lebih mudah untuk mencari barang yang anda butuhkan, cukup dengan cara mengetikkan kata/kalimat sesuai nama barang yang anda sedang cari di google, yahoo, bing, dll, setelahnya mesin pencari akan menampilkan yang anda minta.
Bisnis Offline akan lebih sulit untuk mencari barang yang sedang anda butuhkan. Anda perlu tahu toko yang menyediakannya atau anda harus mengunjungi beberapa tempat bahkan mencari di etalase mana dia ada atau butuh bertanya-tanya dulu kepada orang lain yang mungkin mengetahuinya.
11. Buka Cabang
Bisnis Online bisa punya cabang banyak hanya dengan cara buat banyak website, atau buat toko secara gratis di sebanyak market place yang ada atau di merchant-merchant yang ada, biasanya banyak yang menyediakan buka akun toko secara gratis maupun berbayar.
Bisnis Offline anda bisa buka cabang di wilayah yang berbeda yang pasarnya cukup menyakinkan, namun untuk ini anda pastinya harus menyiapkan modal yang juga tidak sedikit tentunya untuk setiap cabang yang akan anda buka ini.

Contoh kasus
Kenapa Orang Indonesia Suka Belanja Online?
Belanja online kini tak asing lagi di Indonesia. Tahun 2014, nilai transaksi orang Indonesia berbelanja di toko online mencapai Rp 21 trilliun. Angka ini diproyeksi akan melonjak hingga dua kali lipat pada tahun 2015. Fantastis! Kami melakukan riset kecil-kecilan untuk mengetahui penyebab fenomena ini. Ternyata bukan sekedar harga murah saja yang menyebabkan toko online lebih disukai oleh banyak orang. Mau tahu alasan lainnya? Ini dia ulasannya.
Praktis
Alasan utama banyak orang memilih belanja online adalah karena praktis dan tidak ribet! Tak perlu berdandan rapi, tak perlu keluar rumah, dan tak perlu menghadapi panas serta macet. Cukup dengan koneksi internet dan alat pembayaran online, seperti token dan  kartu kredit, Anda sudah dapat membeli barang incaran. Bayangkan berapa banyak waktu, tenaga, dan biaya yang bisa dihemat.
Lebih Banyak Pilihan
Di pusat perbelanjaan, Anda hanya dapat melihat dan memilih barang–barang yang dipajang di etalase. Meski ada pramuniaga, tapi sering timbul rasa sungkan untuk meminta bantuan. Apalagi kalau si mbak/mas sudah bermuka masam. Iya kan? Hal ini tak akan Anda alami saat belanja online. Karena tidak ada batasan ruang, toko online dapat menjual seluruh stok yang ada. Anda sebagai calon pembeli pun bisa melihat dan memilih barang sesuai keinginan. Tidak perlu sungkan dan tak perlu menunggu lama.

Mudah Membandingkan Harga
Setiap pembeli, apalagi wanita, selalu ingin mendapatkan barang dengan harga termurah. Mereka rela berkeliling mal dan berpindah-pindah toko untuk mencari harga terendah. Konsekuensinya, banyak waktu terbuang dan fisik menjadi sangat lelah. Di jagat online, perbandingan harga dapat dilakukan dalam satu waktu dengan membuka beberapa situs toko online pada tab yang berbeda di browser Anda. Cara lain yang lebih mudah adalah menggunakan situs perbandingan harga seperti telunjuk.com, priceare.co.id atau PricePanda.
Asyik kan? Tinggal klik sana-sini, Anda bisa menentukan situs yang memberikan harga termurah untuk barang incaran.
Komentar Pelanggan
Belanja di toko online juga memiliki resiko, misalnya kualitas barang tidak sesuai dengan gambar, barang yang dikirim rusak di perjalanan, atau resiko terberat, toko online ternyata fiktif.
Untuk mencegahnya hal ini, pastikan Anda selalu membaca komentar pembeli lain yang sudah pernah bertransaksi di toko tersebut. Anda bisa tahu kualitas produk incaran serta tingkat kepercayaan dan kredibilitas toko online.
Harga Lebih Murah
Poin ini sebenarnya masih menjadi perdebatan karena harga barang di toko online belum tentu lebih murah daripada di toko offline, tergantung jenis barangnya.
Misalnya baju anak, Anda masih dapat menemukan baju anak dengan harga yang lebih murah di Tanah Abang atau Pasar Cipulir. Tapi, untuk barang fashion bermerek, tentu saja harga di toko online bisa jauh lebih murah dibandingkan di mal.

Jangan khawatir, harga lebih murah bukan karena barang yang dijual palsu atau barang kw lho. Harganya bisa lebih murah karena biaya operasional yang lebih rendah. Kan tidak perlu membayar sewa toko dan gaji karyawan.
Banyak promo
Berbagai situs toko online juga gemar mengadakan promo untuk menggaet pelanggan baru dan meningkatkan transaksi, seperti: diskon mulai dari 30% hingga 70%, promo gratis ongkos kirim, atau cashback bagi pengguna kartu kredit. Sangat menggoda bukan?


Kesimpulan
Mungkin pada awalnya bisnis konvensional adalah bisnis yang menjanjikan namun sekarang sejak berkembangnya internet yang sangat luas bisnis ini mulai ditinggalkan dan beralihke E-Commerce bisnis ini cukup banyak di gemari karena praktis namun tetapi jikalau kita ingin melihat kualitas dari produk yang ingin kita cari sebaiknya kita menggunakan jenis bisnis konvensional. 

Daftar pustaka
MODUL PERKULIAHAN Kewirausahaan 1 Model Bisnis Konvensional, Waralaba dan E-Commerce

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.