Kamis, Maret 14

Belajar Menjadi Pengusaha Sukses : Pengalaman Hidup "Sunny Kamengmau"

Oleh : Aprilia Wahyuni (@M23-APRILIA/ @STRATUP-M09)


Abstrak
Penciptaan wirausaha (baru) adalah sebuah kebutuhan mutlak yang harus segera diwujudkan. Kondisi ini disebabkan oleh kapasitas unit usaha yang ada sudah tidak seimbang dengan jumlah penduduk pencari kerja dan mengakibatkan tingginya angka pengangguran. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan bahwa jumlah pengangguran secara keseluruhan mencapai 40 juta orang; dengan pengangguran terbuka diperkirakan mencapai 10,3 juta orang (Kompas, 12/2/2005).    
     
Pada saat yang sama Bappenas memprediksi bahwa tiap tahun lahir angkatan kerja baru sebesar 2,5 juta jiwa. Jika pertumbuhan ekonomi mencapai 5,5% per tahun, akan
tercipta lapangan pekerjaan bagi 1,5 juta jiwa. Jadi, ketika pertumbuhan ekonomi mencapai 5,5%, per tahun, tiap tahun akan lahir pengangguran baru sebesar 1 juta orang. Semua ini menunjukkan belum berhasilnya kebijaksanaan pembangunan ekonomi kita. Karenanya, pencetakan wirausaha baru diharapkan akan membuka lapangan kerja dan secara tidak langsung mengurangi angka pengangguran.

Definisi
Kewirausahaan (entrepreneurhip) merupakan persoalan penting di dalam perekonomian suatu bangsa yang sedang berkembang. Kemajuan atau kemunduran ekonomi suatu bangsa sangat ditentukan oleh keberadaan dan peranan dari kelompok wirausahawan ini (Rachbini,2002). Peter Drucker (1993) menyatakan bahwa seluruh proses perubahan ekonomi pada akhirnya tergantung dari orang yang menyebabkan timbulnya perubahan  tersebut yakni sang “entrepreneur”. Kebanyakan perusahaan yang sedang tumbuh dan yang bersifat inovatif menunjukan suatu jiwa (spirit) entrepreneur. Korporasi-korporasi berupaya untuk mendorong para manajer mereka menjadi orang-orang yang berjiwa entrepreneur, universitas-universitas sedang mengembangkan program-program entrepreneurhip, dan para entrepreneur individual menimbulkan perubahanperubahan dramatik dalam masyarakat. Keberhasilan pembangunan yang dicapai oleh negara Jepang ternyata disponsori oleh para entrepreneur yang berjumlah 2 % tingkat sedang, berwirausaha kecil sebanyak 20% dari jumlah penduduknya. Inilah kunci keberhasilan pembangunan negara Jepang (Heidjrachman Ranu, 1982). Sayangnya, jumlah entrepreneur di Indonesia masih sedikit dan mutunya belum bisa dikatakan hebat untuk menopang perekonomian, sehingga persoalan wirausaha ini menjadi persoalan yang mendesak bagi suksesnya pembangunan perekonomian di Indonesia.
Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam diri seseorang yang mendorong orang tersebut untuk melakukan sesuatu, termasuk menjadi young entrepreneur (Sarosa, 2005). Kebanyakan orang yang berhasil di dunia ini mempunyai motivasi yang kuat yang mendorong tindakan-tindakan mereka. Mereka mengetahui dengan baik yang menjadi motivasinya dan memelihara motivasi tersebut dalam setiap tindakannya. Baum, Frese, and Baron (2007) menjelaskan bahwa motivasi dalam kewirausahaan meliputi motivasi yang diarahkan untuk mencapai tujuan kewirausahaan, seperti tujuan yang melibatkan pengenalan dan eksploitasi terhadap peluang bisnis. Motivasi untuk mengembangkan usaha baru diperlukan bukan hanya oleh rasa percaya diri dalam hal kemampuannya untuk berhasil, namun juga oleh kemampuannya dalam mengakses informasi mengenai peluang kewirausahaan.

Belajar dari pengusaha yang telah sukses adalah salah satu cara yang baik untuk kita contoh. Memiliki seorang mentor adalah berkah yang luar biasa bagi seorang wirausahawan, tetapi tidak semua orang dapat menemukan mentor pribadi untuk dirinya.
1.    Memotivasi diri sendiri.
2.    Lakukan pekerjaan yang dikuasai.
3.    Berani mengambil resiko.
4.    Memiliki visi
5.    Percaya diri.
6.    Bekerja keras dan tekun.
7.    Disiplin.
8.    Membangun tim yang hebat.
9.    Memberi lebih dari yang diharapkan.

Sebagai contoh pengusaha muda Sunny Kamengmau – Sukses menjadi seorang pengusaha adalah hak bagi siapa saja yang bekerja keras dan pantang menyerah. Apapun latar belakangnya, ketika memiliki kemauan keras untuk maju dan berkembang, maka kesuksesan akan semakin dekat pada Anda.
Tampaknya Sunny Kamengmau sudah membukitakannya, meskipun dengan latar belakang yang bisa dikatakan terpuruk, namun dengan kemauan keras ia berhasil mendapatkan kesuksesan dalam berbisnis.
Sunny Kamengmau adalah seorang pengusaha sukses yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Awal kisah perjalanannya bermula ketika Sunny Kamengmau kabur dari rumah. Entah apa alasannya, namun kala itu ia masih sangat muda, ia lari dari rumah dan tentu saja tidak melanjutkan pendidikannya yang saat itu masih SMA. Pelariannya dari rumah membawanya sampai di Kuta, Bali. Di situ ia kemudian bekerja sebagai tukang kebun di sebuah Hotel. Setelah satu tahun kemudian, ia naik pangkat menjadi satpam hotel, profesi ini dijalaninya cukup lama yaitu selama empat tahun. Tak disangka minat belajar Sunny Kamengmau sangatlah tinggi, terutama pada bahasa asing. Keinginan tersebut sudah ada bahkan ketika ia masih menjadi tukang kebun hotel. Bahkan begitu semangatnya menguasai bahasa asing, sampai gajinya sebagai tukang kebun yang saat itu Rp 50 ribu digunakan untuk membeli kamus bahasa Inggris.
            Berbekal kemampuannya berbahasa Jepang ini, mempertemukan Sunny dengan seorang tamu dari Jepang yang bernama Nobuyuki Kakizaki pada tahun 1995. Karena Sunny fasih berbahasa Jepang, menjadikannya berteman akrab dengan tamu dari Jepang tersebut. Tak disangka, ternyata tamu dari Jepang tersebut adalah seorang pengusaha yang memiliki perusahaan Real Point Inc.
Setelah lima tahun berteman akrab, Sunny pun mendapatkan tawaran yang sangat menjanjikan dari Nobuyuki. Ia ditawari menjadi pemasok tas kulit untuk Nobuyuki, karena perusahaan yang ia kelola akan melebarkan bisnis baru di Jepang. Meskipun belum mempunyai modal pengetahuan yang mumpuni pada bisnis ini, namun dengan keberanian dan tekad kuat Sunny pun menyanggupinya.
            Membuat sebuah produk yang berkualitas ternyata tidak semudah yang ia bayangkan. Apalagi dengan pengalaman yang sama sekali tidak ia punyai, bahkan saat itu ia membutuhkan waktu enam bulan hanya untuk membuat sebuah sampel tas. Meskipun berulangkali gagal, dengan tekad yang bulat membuat Sunny tak mau mundur barang sejengkal. Dengan tekad dan keyakinan yang luar biasa, lambat laun akhirnya tas yang ia buat bisa diterima oleh orang Jepang tersebut. Pesanan pun mulai datang, meski pada awalnya masih sangat minim. Pada tahun 2003 Sunny mampu memproduksi 100-200 tas perbulan yang ia kirim ke Jepang.
Pada tahun 2006 tas Robita yang digawangi Sunny, mampu menyuplai kebutuhan pasar di Jepang sampai 5000 tas perbulannya. Tas merek Robita sendiri bukanlah tas murahan di Jepang, tas ini termasuk yang digemari bagi kalanagan sosialita. Harga yang ditawarkan kisaran Rp 2 juta sampai Rp 4 juta. Jika dihitung secara kasar, dengan harga minimal per biji adalah Rp 2 juta, maka tas Robita mampu meraup Rp 10 miliar tiap bulannya.
Pengertian motivasi adalah suatu proses yang mendorong atau mempengaruhi seseorang untuk mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya baik itu secara positif maupun negatif. Motivasi akan memberikan perubahan pada seseorang yang muncul akibat dari perasaan, jiwa dan emosi sehingga mendorong untuk melakukan tindakan sesuatu yang disebabkan karena kebutuhan, keinginan dan tujuan tersebut.
Daftar Pustaka

Mamnun, Tashibul. Sunny Kamengmau: Dari Tukang Kebun Kini Sukses Produksi Tas Sosialita Jepang. https://www.maxmanroe.com/sunny-kamengmau.html


Anonym. 2016. Pengertian Motivasi. https://www.kanalinfo.web.id/pengertian-motivasi

Anonym. 2012. 12 Tips Sukses untuk Pengusaha Muda dan Berambisi. https://voffice.co.id/jakarta-virtual-office/business-tips/tips-pengusaha-muda/


Mahesa, Aditya Dion. 2012. Analisis faktor-faktor motivasi yang mempengaruhi minat berusaha.  Diponegoro Journal Of Management. Vol.1. No.4. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/djom/article/view/787

Rosmiati, Donny Teguh Santosa Junias, Munawar Munawar. 2015. Sikap, Motivasi, dan Minat Berwirausaha Mahasiswa. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. Vol. 17. No. 1. ISSN 1411-1438 print / ISSN 2338-8234 online. http://jurnalmanajemen.petra.ac.id/index.php/man/article/view/19227

Koesworo, Yulius, Siprianus Sina, Diana Nugeraheni. 2007. Motivasi Berwirausaha di Kalangan Mahasiswa: Aplikasi Theory Of Planned Behavior. Vol. 11. No. 2. ISSN 1411-0393. https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=motivasi+berwirausaha+dikalangan+mahasiswa&oq=motivasi+berw#d=gs_qabs&u=%23p%3DpwUysK7g1rwJ





Tidak ada komentar:

Posting Komentar