Selasa, Maret 10

Penerapan Jiwa Kewirausahaan



Di buat Oleh : Siska Amida

Implementasi Jiwa Wirausaha dalam Pekerjaan sehari-hari

Sampai saat ini konsep kewirausahaan masih terus berkembang. Kewirausahan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya.
Kewirausahaan tidak selalu  identik dengan karakter wirausaha semata, karena karakter wirausaha kemungkinan juga dimiliki oleh seorang yang bukan wirausaha. Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan, baik karyawan swasta maupun pemerintahan (Soeparman Soemahamidjaja, 1980). untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas. 2010.  Pengenbangan Pendidikan Kewirausahaan; Bahan Pelatihan  Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Jakarta.
Seorang wirausaha harus mempunyai komitmen tinggi , Saya bekerja di suatu instansi pemerintah daerah kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kewirausahaan dalam pemerintah atau disebut juga (entrepreneurship) sangat diperlukan dalam lembaga/institusi/organisasi pemerintah. Penanaman sikap yang diperlukan antara lain:
1. Kreatif dan inovatif : kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang.
2. Keinginan untuk bertanggung jawab : menanggung segala sesuatu yang telah atau sudah terjadi dan dialami.
3. Mandiri : sikap untuk tidak menggantungkan keputusan kepada orang lain. Seorang yang menjalankan wirausaha harus mampu hidup mandiri tidak bergantung dengan orang lain, mampu memberikan keputusan terhadap suatu masalah dalam usahanya.
4. Keterampilan dalam berorganisasi : suatu kemampuanan untuk menerjemahkan pengetahuan ke dalam praktek sehingga tercapai tujuan yang diinginkan kemudian mengorganisasikan diri dengan bekerja bersama-sama dan merealisasikan tujuanya.
5. Kemampuan perencanaan realistis : memusatkan apa yang ingin dikerjakan, tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang untuk organisasi serta memutuskan alat apa yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
6. Komitmen : Seorang wirausha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat di dalam mencurahkan semua perhatiannya pada usaha yang di jalani.
7. Displin : Salah satu penerapan di siplin adalah dengan tepat waktu., seorang wirausaha yang berhasil harus dapat memanfaatkan waktu dan memandang waktu sebaik mungkin.
Menerapkan Kepedulian Mental Dalam Bentuk Hasil Kerja, Penampilan Dan Kinerja lainnya. Wirausaha harus selalu memperhatikan mutu (kualitas) hasil kerja. Karena erat dengan masalah keputusan konsumen / atasan kita. Menerapkan kepedulian terhadap mutu dalam bentuk hasil kerja dapat diterapkan baik di lingkungan kerja, masyarakat, sekolah dan keluarga yang berupa penampilan. Contoh lain dalam impelentasi jiwa kewirausahaan dalam pekerjaan saya adalah dengan Penerapan perilaku tepat waktu dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari seperti tepat waktu dalam masuk jam kantor sesuai SOP, tidak telat ketika ada meeting.

Daftar pustaka
Daftar Pustaka Asdar, Muhammad. Peranan kewirausahaan dalam masyarakat. 2012. STIM/YAPIM Maros.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar