Senin, April 20

5 tahap design Thinking

DESIGN THINKING
Design thinking adalah metodologi desain yang memberikan pendekatan berbasis solusi untuk memecahkan masalah. Design thinking ini sangat berguna dalam mengatasi masalah kompleks dengan memahami kebutuhan manusia yang terlibat, dengan membingkai ulang masalah, dengan cara yang berpusat pada manusia, dengan menciptakan banyak ide dalam sesi brainstorming, dan dengan mengadopsi pendekatan langsung dalam pembuatan ide prototipe dan pengujian. 5 Tahap Design Thinking :
123
1. Emphatize
Pada tahap ini dilakukan pendekatan terhadap customer kita. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh mereka. Hal ini dapat dilakukan terjun langsung ke lapangan bertemu dengan mereka melakukan wawancara dan dapat juga bertindak seolah menjadi mereka. Empati memungkinkan pemikir desain untuk mengesampingkan asumsi sendiri tentang dunia untuk mendapatkan pemahaman pengguna dan kebutuhan mereka.
Aplikasi pada ide bisnis :
Siapa yang tidak ingin menikah? Moment sekali seumur hidup, siapa pun pasti menginginkannya. Disini dilakukan design thinking tahap pertama yaitu empathy, yaitu :
Ø  Melakukan pendekatan kepada beberapa calon pasangan menikah dan mengumpulkan apa yang menjadi masalah mereka, diantaranya
Untuk mereka yang memiliki budget terbatas mungkin akan sedikit kesulitan mewujudkan pernikahan impian karena dizaman sekarang, resesepsi pernikahan seolah-olah menjadi hal wajib yang harus di selenggarakan. Untuk mengadakan acara resepsi pernikahan membutuhkan biaya yang tidak sedikit,  mulai dari biaya untuk Gedung, Baju pengantin, catering dll
 Ø  Untuk merencanakan pernikahan membutuhkan ektra waktu dan kadang melibatkan emosi. Karena inilah dibutuhkan nya tim perencanaan sehingga calon pengantin dan keluarga tidak merasa terbebani untuk mengurusi semua acara.

2. Define
Kumpulkan informasi yang telah Anda buat dan kumpulkan selama tahap empati. Menganalisis pengamatan dan mensintesisnya untuk mendefinisikan masalah inti. Munculkan pernyataan masalah yang dinyatakan dalam hal kebutuhan manusia dengan memanfaatkan bahasa emosional. Tahap define ini akan sangat membantu untuk menyelesaikan masalah customer karena telah dilakukan penetapan masalah.
Aplikasi pada ide Bisnis :
Pada tahap Define, kita mendefinisikan apa yang menjadi masalah utama dari Business plan kita. Mengumpulkan informasi yang telah dibuat dan kumpulkan selama tahap emphaty. Menganalisis pengamatan dan mensintesisnya untuk mendefinisikan masalah inti.
Yang menjadi masalah utama dalam bisnis WO :
1.    Modal, meskipun dengan modal yang tidak terlalu besar, kami optimis akan mampu  
menjalankan bisnis ini, karena untuk WO biasanya customer besedia membayar
DP untuk mengadakan suatu event.
2.    Menemukan vendor-vendor yang mau diajak kerjasama, untuk itu kami memanfaatkan
social networking, dari orang-orang terdekat terlebih dahulu misalnya rekan kerja.
kerabat dan teman disosial media.

 3. Ideate
Tahap ini merupakan tahap untuk menghasilkan ide. Semua ide-ide akan ditampung guna penyelesain masalah yang telah ditetapkan pada tahap define. Selama tahap ini diharuskan berpikir out of the box. Tidak ada ide yang terlalu keterlaluan. Bahkan, solusinya mungkin berasal dari ide yang paling tidak mungkin. Adalah penting untuk menghasilkan teknik ideasi yang akan membantu menghasilkan ide sebanyak mungkin.
Aplikasi pada ide bisnis :
Pada tahap pemilihan ide bisnis kami memutuskan menggunakan metode Brainstorming. Brainstorming adalah salah satu metode utama yang digunakan selama tahap Ideation dari proses Berpikir Desain khas.Brainstorming adalah cara yang bagus untuk menghasilkan banyak ide dengan memanfaatkan pemikiran kolektif kelompok, dengan terlibat satu sama lain, mendengarkan, dan membangun ide-ide lain. 
Metode ini melibatkan fokus pada satu masalah atau tantangan pada satu waktu, sementara anggota tim membangun tanggapan dan ide masing-masing dengan tujuan menghasilkan sebanyak mungkin solusi potensial. Ini kemudian dapat disempurnakan dan dipersempit ke solusi terbaik. 
1.     Ajukan pertanyaan yang tepat dan berinovasi.
        Siapa yang tidak ingin menikah? Pasti aka nada orang yang menikah setiap tahunnya.
2.     Satukan perspektif dan kekuatan anggota tim.
        Setelah kami berdiskusi mengenai bisnis apa yang tidak terlalu banyak mengeluarkan
        modal, namun selalu continue dan tidak lekang oleh musim.
3.     Temukan bidang inovasi yang tidak terduga.

Sebuah resepsi pernikahan yang sukses pasti harus ada yang membantu mengaturnya, mempelai pengantin bahkan keluarganya sekalipun tidak akan sanggup untuk mewujudkannya tanpa bantuan wedding organizer. Akhirnya setelah sepakat kami memutuskan untuk membuat ide bisnis Jasa Wedding Organizer

4. Prototype
Ide-ide terbaik yang dihasilkan selama ideasi diubah menjadi sesuatu yang konkret. Di sini desainer membuat versi produk yang diperkecil, atau fitur-fitur produk. Prototype ini dapat diuji dalam tim sendiri, atau ke beberapa orang lain. Ketika ada masukan maka dilakukan pebaikan lagi pada prototype ini, sehingga dihasilkan prototype yang benar-benar bagus. Prototipe tidak final. Berantakan. Tidak sempurna. Melainkan eksplorasi ide.
 Aplikasi pada Ide Bisnis :
Merk bisnis : Jingga wedding organizer, melayani :
1.     Konsep perencanaan
2.    Perlengkapan tenda dan pelaminan dekorasi
3.    Rias dan baju pengantin
4.    Catering
5.    Dokumentasi foto pernikahan dan video shooting
6.    Additional : Souvenir, kartu undangan & Hiburan
5. Test
Dilakukannya pengujian dan evaluasi terhadap produk kepada masyarakat dan hasilnya akan dilakukan perubahan dan penyempurnaan untuk menyingkirkan solusi masalah dan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang produk dan penggunanya. Dengarkan apa yang mereka katakan akan menjadikannya lebih baik. Gunakan hasil yang dihasilkan dalam fase ini untuk mendefinisikan kembali satu atau lebih masalah. Mengubah dan memperbaiki prototipe, mengesampingkan masalah kemudian keluar dan mengujinya lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar