Rabu, September 15

Pariwisata Medunia Dengan Teknologi (Mia Lestari (@S01-MIA)

 Pariwisata Mendunia Dengan Teknologi

 

Oleh : Mia Lestari (@S01-MIA)

 

 

Pendahuluan

Dunia pariwisata merupakan salah satu sektor penghasil devisa yang memiliki potensi sangat besar untuk terus dikembangkan.Sektor pariwisata saat ini semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia akan berwisata, pariwisata sangat berhubungan dengan pola kehidupan masyarakat modern. Semakin tinggi tingkat ekonomi dan tingkat pendidikan seseorang maka kebutuhan dirinya untuk berwisata akan semakin besar.

Sektor pariwisata sudah menjadi sektor ekonomi yang akan ikut berkembang seiring dengan kemajuan dan dinamika masyarakat duniasehingga tidak mengherankan jika berbagai Negara salah satunya Negara Indonesia menjadikan Pariwisata sebagai tumpuan sumber penggerak ekonomi negaranya. Keberhasil pengembangan sektor pariwisata tidak hanya bergantung dari seberapa banyak destinasi yang dimiliki,keindahan alam, kealamian, keunikan tradisi atau budaya saja namun yang jauh lebih penting adalah kualitas sumber daya manusia yang berperan dalam manajemen kepengelolaannya dan informasi pariwisata yang dikelola dengan teknologi informasi yang sesuai.

 

Pembahasan

A.                 Teknopreneurship & Sociopreneurship

Technopreneurship adalah konsep kewirausahaan yang lebih memfokuskan usahanya dalam aspek teknologi. Teknologi tersebut biasanya diciptakan atau diperbarui sajian serta tampilan dari bentuk sebelumnya agar bisa dimanfaatkan sebagai produk yang bisa memudahkan segala pekerjaan manusia. Dengan konsep kewirausahaan seperti ini, maka dibutuhkan beberapa keterampilan atau kemampuan pendukung untuk bisa menjadi seorang technopreneur, diantaranya kreatif, inovatif, mampu menuangkan ide secara benar, paham akan segala jenis risiko yang mungkin dihadapi, dan sebagainya.

Sociopreneurship adalah kewirausahaan yang mengusung konsep berwirausaha namun di sisi lain bergerak dalam bidang sosial. Jadi, bisa dikatakan jika tujuan utama dari sociopreneurship tidak hanya berfokus pada pencarian keuntungan, tetapi mengejar tujuan dalam hal perwujudan serangkaian kegiatan sosial pula. Makna dari kegiatan sosial di sini adalah bagaimana wirausaha mampu menciptakan ide dan inovasi bisnis untuk menciptakan suatu usaha, di mana tujuan untuk bisa mencapai keuntungan bisa berjalan beriringan dengan serangkaian usaha dalam meningkatkan kesejahteraan sosial.

 

B.                  Pemanfaatan Dalam Pariwisata

Penerapan yang dapat dilakukan dalam pariwisata yaitu sangat membantu dalam membuka informasi atau memperkenalkan destinasi-destinasi baik yang telah terkenal ataupun masih sangat baru terhadap calon atau wisatawan yang telah tiba, memperkenalkan keunikan kebudayaan , kearifan lokal masyarakat di sekitar destinasi. Pergerakan informasi yang sangat luwes juga berdampak pada menyeluruhnya pergerakan wisatawan.

Sebagai contoh,kemudahan informasi yang didapatkan wisatawan atau calon wisatawan dari media sosial seperti Facebook,Twitter,Path, Instagram dan tulisan-tulisan berupa artikel lepas atau informasi resmi di sosial media dan Internet mengenai  Wisata Derah Istimewa  Yogyakarta (DIY) sangat membantu dalam penyebaran wisatawan ke segala penjuru destinasi yang ada di DIY.

Dengan pemahaman yang diperoleh wisatawan atas lokasi-lokasi wisata di kota Jogjakarta secara lebih luas, wisatawan tidak akan terpaku pada destinasi-destinasi terkenal atau yang telah di beri label secara umum sebagai Destinasi Ikonik Kota Jogja seperti Prambanan,Borodudur, Malioboro,Keraton dan lain-lain.

Wisatawan dapat bergerak menuju destinasi destinasi selain destinasi “Ikonik” tersebut menuju destinasi yang awalnya tidak tersentuh karena kurangnya informasi. Dampak dari itu semua, menciptakan pengalaman baru dari wisatawan, yang akan disenangi dan menanamkan sugesti untuk kembali lagi membawa sanak saudara atau kerabat yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

 

Kesimpulan

Sektor pariwisata  pada dasarnya merupakan sektor yang memiliki potensi yang sangat besar untuk peningkatan pendapatan Negara atau daerah serta peningkatan pendapatan masyarakat ketika mampu dikelola dengan baik. Salah satu faktor yang menyebabkan kurang berkembangnya sektor pariwisata nasional saat ini adalah karena pengelolaan informasi yang bersifat promosi dan belum mampu memaksimalkan ketersediaan teknologi informasi yang tersedia. Karena itu dalam mengembangkan sektor pariwisata maka perlu adanya pengembangan sistem informasi pariwisata yang berfungsi sebagai media informasi dan panduan bagi wisatawan yang berkunjung dan yang akan berkunjung.

Pemanfaatan hubungan Teknopreneurship & Sociopreneurship dapat saling berhubungan antara lingkungan social masyarakat pariwitasa tersebut dengan kemajuan teknologi yang ada.

 

Referensi

https://emiten.com/info/perbedaan-technopreneurship-sociopreneurship-ecopreneurship/

http://blog.ub.ac.id/kharismanif/mengenal-pariwisata-berbasis-teknologi-informasi-dan-komunikasi-e-tourismn/

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.