Kamis, November 4

PERANAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

 

    PERANAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

Oleh : Bayoe Aditya Dwi Prasetya (@S09-BAYOE)

PENDAHULUAN   

Di dalam mengurangi jumlah pengangguran terlepas dari kualitasnya yang rendah, minimal para pengangguran tersebut harus diberi lapangan pekerjaan sesuai dengan masing-masing bidang. Dengan demikian, status pengangguran yang tadinya merupakan manusia yang konsumtif, akan bergeser menjadi manusia yang produktif. Hal itu akan mempunyai dampak yang sangat positif bagi pemba ngunanMengingat pentingnya masalah tersebut kiranya perlu diadakan cara penanggulangan terutama dalam mengurangi jumlah pengangguran. Pemecahan masalah ini cukup mudah yaitu asal diberikan pekerjaan selesailah masalah pengangguran tersebut. Akan tetapi di dalam pelaksanaannya tidaklah semudah itu. Untuk membuka lapangan pekerjaan baru memerlukan dana yang cukup besar, selain dana perlu diberikan pelatihan kewirausahaan pada pengangguran agar para pengangguran mempunyai modal keterampilan dalam dunia kerja yang akan digeluti. Sebagai suatu disiplin ilmu, maka ilmu kewirausahaan dapat dipelajari dan diajarkan, sehingga setiap individu memiliki peluang untuk tampil sebagai seorang wirausahawan (entrepreneur). Bahkan untuk menjadi wirausahawan sukses, memiliki bakat saja tidak cukup, tetapi juga harus memiliki pengetahuan segala aspek usaha yang akan ditekuninya. Tugas dari wirausaha sangat banyak, antara lain tugas mengambil keputusan, kepemimpinan teknis, dan kepemimpinan, oleh karena itu dibutuhkan sarana dan prasarana, salah satunya pendidikan.    

PEMBAHASAN

A. Keterkaitan antara Perkembangan Kewirausahaan dengan Perekonomian

Kondisi Indonesia di berbagai bidang tidak menunjukkan perubahan berarti. Kebijakan pemerintah masih simpang siur, hukum semakin tidak jelas, musibah di mana-mana, dan kondisi sosial kian tidak menentu. Di bidang ekonomi, tidak ada perubahan kearah yang lebih baik. PHK tetap berlangsung karena banyak wirausahawan tidak lagi berminat memulai atau mengembangkan usahanya, dan para investor asing sudah banyak yang memutuskan untuk memindahkan usahanya ke negara lain yang lebih menjanjikan.

Di sisi lain, jumlah populasi dengan usia produktif tidak bisa begitu saja menganggur. Hidup tetap harus berjalan dan penghasilan tetap mesti dicari untuk menutupi biaya hidup yang kian mahal. Berbagai ide bisnis bermunculan dan di diskusikan dalam berbagai forum pertemuan baik formal maupun informal. Sebagian ide tersebut memang hanya merupakan ―mimpi yang indah‖ tetapi sebagian lagi ditanggapi dengan antusiasme yang tinggi.Dari hal ini terlihat bahwa masyarakat kita justru merasa terpacu ketika dihadapkan pada suatu krisis yang berkepanjangan.Hal ini senada dengan pendapat yang dikemukakan David Fagin (dalam buku Crouch, tahun 2002), yang mengatakan bahwa sebagian besar tantangan dapat dihadapi dengan kreativitas. Tanpa kreativitas, problem jarang menjelma menjadi kesempatan.

Sumbangan kewirausahaan terhadap pembangunan ekonomi suatu negara tidaklah disangsikan lagi.Suatu negara agar dapat berkembang dan dapat membangun secara ideal, harus memiliki wirausahawan sebesar 2% dari jumlah penduduk (PBB).Wirausahawan yang dimaksud adalah yang sesuai dengan kriteria memiliki keahlian profesional, memiliki karakter entrepreneur yang kuat, memiliki motivasi berprestasi tinggi (McClelland) dan kemampuan berinovasi (Drucker) serta kemampuan dalam berafiliasi atau membangun aliansi.

B. Pengaruh Positif Kewirausahaan

Dampak positif sosio-ekonomis dengan adanya wirausaha yaitu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan pemerataan pendapatan, memanfaatkan dan memobilisasi sumberdaya untuk meningkatkan produktivitas nasional, serta meningkatkan kesejahteraan pemerintahan melalui program pemerintahan, seperti pajak dan lain-lain.

Hendra Esmara mengemukakan gagasan pengukuran pembangunan Indonesia yang terdiri dari tiga komponen.Ketiga komponen tersebut adalah penduduk dan kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi, serta pemerataan dan kesejahteraan masyarakat.Berdasarkan gagasan tersebut maka kewirausahaan dapat meningkatkan pembangunan Indonesia karena kewirausahaan dapat menyediakan lapangan pekerjaan sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya dampak positif wirausaha tersebut, maka pencari lapangan kerja yang semula hanya berminat pada sektor formal diharapkan merubah pandangannya dan beralih pada sektor informal. Menurut Stephen R. Covey, perubahan tersebut seringkali merupakan proses yang menyakitkan. Ia merupakan perubahan yang harus dimotivasi oleh suatu tujuan yang lebih tinggi, oleh kesediaan untuk menomorduakan apa yang anda pikir anda inginkan sekarang untuk apa yang anda inginkan di kemudian hari.

C.  Indikator kewirausahaan dalam peningkatatan pertumbuhan ekonomi

Storey (1991) mengungkapkan bahwa dalam mengoperasionalkan kewirausahaan untuk pengukuran empiris pun sangat sulit untuk dilakukan. Derajat kesulitan atau kerumitan tersebut secara eksponensial akan meningkat manakala perbandingan dilakukan secara lintas negara.

Dengan karakteristiknya yang seperti demikian, ternyata banyak analis maupun pakar ekonomi yang telah mengakui bahwa kewirausahaan merupakan penggerak penting dalam pertumbuhan ekonomi, inovasi, penyerapan angkatan kerja, dan produktivitas. Sejak pertengahan 1990-an pengakuan para pakar ekonomi dan para analis atas konsep kewirausahaan cenderung semakin meningkat. Hal ini diindikasikan oleh adanya kesepakatan dan komitmen mereka untuk lebih meningkatkan kewirausahaan, atau paling tidak, menyempurnakan lingkungan yang berkenaan dengan wirausaha melalui pembentukan berbagai kebijakan yang dapat memperbaiki lingkungan yang berkenaan dengan kegiatan wirausaha

Kebijakan tersebut diantaranya adalah menghilangkan hambatan-hambatan perkembangannya, atau melalui tindakan-tindakan yang diarahkan langsung pada subyeknya, seperti subsidi.Namun demikian, untuk merumuskan dan membentuk kebijakan-kebijakan tersebut masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Secara umum, rujukan mengenai kewirausahaan lebih cenderung untuk perusahaan berskala kecil dan menengah, atau bahkan untuk sejumlah besar pekerja mandiri atau self-employed.



D. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi

Faktor utama dari pertumbuhan ekonomi adalah (1) akumulasi modal (2) pertumbuhan penduduk, dan (3) kemajuan-kemajuan di bidang tekhnologi (Todaro, 2000:158). Pertumbuhan ekonomi dihasilkan dari interaksi-interaksi faktor-faktor produksi. Output barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu perekonomian bergantung pada kuantitas input yang tersedia seperti kapital dan tenaga kerja, dan produktifitas dari input tersebut.

Sukirno (2005:448) mengemukakan mengenai faktor-faktor yang akan menimbulkan pertumbuhan ekonomi:

1.      Peranan sistem pasaran bebas.

Sistem mekanisme pasar akan mewujudkan kegiatan ekonomi yang efesien dan pertumbuhan ekonomi yang teguh. Oleh sebab itu pemerintah tidak perlu melakukan kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa. Fungsi pemerintah perlulah dibatasi kepada menyedikan fasilitasfasilitas yang menggalakkan perkembangan kegiatan pihak swasta, menyediakan infrastruktur, mengembangkan pendidikan dan menyediakan pemerintah yang efesien adalah beberapa langkah yang akan membantu pihak swasta.

 

 

2.      Perluasan Pasar

Perusahaan-perusahaan melakukan kegiatan produksi dengan tujuan untuk menjualnya kepada masyarakat dan mencari untung. Semakin luas pasaran barang dan jasa, semakin tinggi tingkat produksi dan tingkat kegiatan ekonomi. Spesialisasi dan kemajuan tekhnologi Perluasan pasar, dan perluasan kegiatan ekonomi yang digalakkannya, akan memungkinkan spesialisasi dalam kegiatan ekonomi. Seterusnya spesialisasi dan perluasan kegiatan ekonomi akan menggalakkan perkembangan tekhnologi dan produktivitas meningkat. Kenaikan produktivitas akan menaikkan pendapatan pekerja dan kenaikan ini akan memperluas pasaran. Keadaan ini akan mengembangkan spesialisasi. Siklus ini akan mengakibatkan perekonomian terus berkembang.

 

Kesimpulan

Kontribusi pengaruh variable kewirausahaan terhadap pertumbuhan ekonomi  menunjukkan nilai koefisien determinasi yang berada pada rentang yang ―kuat sehingga dapat dikatakan bahwa kewirausaahan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Pada umumnya masyarakat menghadapl percepatan perubahan sosial dan perkembangan zaman tersebut memicu untukmelakukanInovaslsebagai pendorong perubahan sosial dalam pembangunan bangsa. Masyarakat yang terjelma adalah Sumber Daya Manusia Wirausaha (SDMW) yang memlliki kepribadian menjadi warganegara yang slap memahami bela negara/identitas bangsa/nasionalisme dalam pembangunan bangsa. Transformasl semangat SDMW yang dimillkl oleh setlap warganegara membentuk character building yang merupakan suatu etos bercirikan:  Berorientasl ke masa depan bukan hanya ke masa lalu, BeranI mengambll resiko dengan penuh perhltungan, Berani bertanggung jawab terbadap keputusanyang telah diambii, tanpa berupaya mellmpahkan kesalahan kepada plhak lain, Memegang teguh janjl, Penuh daya kreatlvitas dan Inovasl, Cenderung berplkir posltif, dan Sangat menghargal waktu, Semangat bekerja yang tidak mengenal waktu ulet, tangguh, percaya dirl, jujur,silahturohmi, networking, rasional dan mampu menangkap peluang ke depan

 

 

 

REFERENSI

Rahmat, R. (2005). Nasionalisme Sumber Daya Manusia Wirausaha Dalam Pembangunan Bangsa. Jurnal Fakultas Hukum UII28(57), 277-289.

Suryana. 2013. Kewirausahaan (Kiat dan Proses Menuju Sukses). Salemba Empat..Jakarta Selatan

Usman, Marsuki 1997. Kewirausahaan dalam birokrasi salah satu langkah antisipatif menghadapi globalisasi. Makalah seminar jatinangor : IKOPIN. Ex . 2dan ex 4


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.