Senin, November 8

SEBAGAI SEORANG ENTREPRENEUR SANGATLAH PENTING MENGIMPLETASIKAN ETIKA, TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

 OLEH DIRAN (@S06-DIRAN)


Abstrak

Pentingnya memahami dan mengimpletasikan hubungan etika, tanggung jawab kewirausahaan sosial dengan tanggung jawab social perusahaan dalam menjalnkan bisnis. Pada saat  ini, penggunaan terminology kewirausahaan social tumbuh pesat tidak hanya dalam lingkaran dunia bisnis, tetapi hal ini telah menciptakan model efisiensi melalui kombinasi sumber-sumber kewirausahaan tradisional dengan misi untuk merubah kondisi social masyarakat. Di sisi lain,tanggung jawab sosial perusahaan menyediakan kesempatan untuk perusahaan beraksi layaknya seorang wirausahawan sosial daripada seorang wirausahawan komersial. Etika dalam berbisnis harus di terapkan agar dalam pengelolaan dan tanggung jawab social perusahaan bisa menumbuhkan citra yang baik dari bisnis yang akan di jalankan.

Kata Kunci: Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Kewirausahaan Sosial, Etika berwirausaha

PENDAHULUAN

        Seiring dengan perubahan zaman tentunya semakin banyak tantangan baru yang muncul dan akan di hadapi akibat dari perubahan pola pikir, kebijakan, dan evaluasi terhadap masa-masa sebelumnya, secara langsung maupun tidak langsung perubahan zaman akan membawa perubahan yang mendasar pada system manajerial yang dikembangkan. Peter Drucker dalam bukunya Innovation and Entrepreneurship (1985) menyimpulkan bahwa telah terjadi pergeseran dari kondisi ekonomi yang dikendalikan oleh semangat. manajemen yang biasanya hanya diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar dengan modal yang kuat dan terstruktur secara sitematis, ke arah sistem ekonomi yang lebih banyak digerakkan oleh semangat kewirausahaan yang mengedepankan inovasi dan kreativitas meskipun dengan sumberdaya yang minim. Dengan kondisi seperti sekarang ini, para Entrepreneur tentunya akan semakin berpacu dengan antar para pelaku usaha sehingga perekonomian akan saling menguntungkan. Namun perlu kita pertanyakan, bagaimana jadinya jika pelaku bisnis dihinggapi kehendak saling menindas agar memperoleh tingkat keuntungan yang berlipat ganda. Inilah yang merupakan tantangan bagi etika dan tanggung jawab sosial bisnis.

        Etika dan Tanggung Jawab Sosial dunia bisnis tidak saja berorientasi pada komitmen sosial yang menekankan pada pendekatan kemanusiaan, belas kasihan, panggilan religi atau panggilan moral dan semacamnya, tetapi menjadi kewajiban yang sepantasnya dilaksanakan oleh pelaku bisnis dalam ikut serta mengatasi permasalahan sosial yang menimpa masyarakat. Dalam perkembangannya praktik tanggung jawab sosial pelaku bisnis telah banyak dilakukan secara sadar, artinya menerapakan tanggung jawab pelaku bisnis adalah investasi untuk pertumbuhan dan keterlanjutan bisnis sehingga tak lagi dilirik sebagai pusat biaya.

    Kemudian seiring perubahan zaman ini juga, konsep implementasi Tanggungjawab Sosial perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility) juga mengalami perubahan paradigma, dari kegiatan yang bersifat derma, menjadi kegiatan yang lebih produktif. Mohr et al. (2001) membedakan CSR dalam dua kategori; pertama, membahas relasi CSR dengan pemangku kepentingan perusahaan dan; kedua, membahas CSR dalam kaitannya dengan pemasaran sosial. Mendukung kategori kedua, Sellos dan Mair (2005) dalam studinya menyimpulkan bahwa keterkaitan antara kewirausahaan sosial dengan upaya implementasi CSR dapat menjadi model yang menjanjikan dalam kerangka pencapaian dampak untuk mewujudkan tujuan-tujuan dari Millenium Development Goals.

PEMBAHASAN

  • Etika Bisnis

        Etika bisnis adalah kode etik yang diterapkan dalam perusahaan untuk melakukan kegiatan bisnisnya. Etika bisnis ini sangat penting diterapkan dalam perusahaan agar perusahaan memiliki pondasi yang kuat dan menciptakan value yang tinggi. Menurut Muslich, etika bisnis adalah suatu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal (2004:9). Sedangkan Gulcan (2011) menyimpulkan bahwa secara garis besar terdapat dua teori etika, yaitu teori Teologi dan teori Deontologi.

        Tujuan menjalankan etika bisnis adalah untuk memberikan dorongan bagi kesadaran moral dan memberikan batasan bagi para pengusaha atau pebisnis untuk dapat menjalankan bisnis secara jujur ​​dan adil serta menjauhi bisnis penipuan yang merugikan banyak orang atau pihak yang memiliki keterikatan. Selain itu, etika bisnis mempunyai tujuan agar bisnis dapat dijalankan dan dicetuskan seadil-adilnya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang telah disepakati. Jadi setiap perusahaan hendaknyabmemiliki tanggung jawab sosial yang merupakan bagian dari etika bisnis, yaitu adanya kesadaran perusahaan bahwa keputusan bisnisnya dapat mempengaruhi masyarakat. Tanggung jawab sosial perusahaan adalah wujud kepedulian suatu usaha pada masyarakat dan lingkungan disekitar dimana usaha tersebut berada. Arti yang lebih luas dari istilah ini adalah tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan, karyawan, dan kreditor.

Beberapa manfaat etika bisnis adalah:

1.     Menciptakan kepercayaan terhadap konsumen, kepercayaan dari konsumen adalah suatu hal yang sangat penting bagi perusahaan agar menghasilkan profit atau keuntungan.

2.     Menjadikan Brand kita citranya akan di lihat baik oleh konsumen, brand yang memiliki citra baik dimata konsumen merupakan suatu usaha yang tidak mudah dan dapat dikatakan suatu prestasi suatu pemasaran produk suatu perusahaan.

3.     Membuat karyawan lebih nyaman, loyal, dengan loyalitas karyawan etika bisnis dapat mengedepankan etika dalam menjalankan roda perusahaan dengan baik sehingga bisa meningkatkan produktivitas.

4.     Memberikan profit bagi perusahaan, dengan mendapatkan prioritas utama dari investor, maka akan menjadikan perusahaan berpotensi untuk mendapatkan keuntungan atau profit semakin besar bagi perusahaan.


  • Tanggung jawab Sosial Perusahaan

Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya perusahaan memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan (sumber: Wikipedia). Menurut Dougherty (2003), tanggung jawab sosial merupakan perkembangan proses untuk mengevaluasi stakeholders dan tuntutan lingkungan serta implementasi program-program untuk menangani isu-isu sosial. Tanggung jawab sosial berkaitan dengan kode-kode etik, sumbangan perusahaan program-program community relations dan tindakan mematuhi hukum. Sedangkan menurut Goyder, CSR adalah ekspresi dari tujuan perusahaan dan nilai-nilai dalam seluruh hubungan yang telah dibangun oleh seluruh perusahaan. CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang. Etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan.merupakan dua permasalahan yang seringkali kurang diperhatikan oleh para pelaku bisnis karena itu dalam artikel ini akan dibahas bagaimana hubungan etika bisnis dengan tanggung jawab sosial perusahaan

Tujuan dari penerapan tanggung jawab sosial adalah untuk memberikan kenyamanan dan keuntungan dalam jangka panjang. Berikut beberapa bentuk tanggung jawab sosial wirausahawan :

1.     Tanggung jawab terhadap lingkungan, dimana wirausahawan harus selalu menjaga kelestarian lingkungan. Misalnya pada rumah makan sebagai wirausahawan,tanggung jawab terhadap lingkungan ini bisa berbentuk tidak membuang sampah sembarangan.

2.     Tanggung jawab terhadap pelanggan, antara lain :

a)     Menyediakan barang atau jasa yang berkualitas

b)     Memberikan harga yang wajar.

c)     Melindungi hak-hak konsumen, yaitu hak mendapatkan produk yang aman, mendapat informasi tentang produk, hak untuk didengar dan hak untuk memilih barang apa yang hendak dibeli.

        CSR akan memberikan hasil baik langsung maupun tidak langsung pada keuangan perusahaan di masa mendatang. Perusahaan melakukan program-program CSR diharapkan keberlanjutan perusahaan akan terjamin dengan baik. Oleh karena itu, program-program CSR lebih tepat apabila digolongkan sebagai investasi dan harus menjadi strategi bisnis dari suatu perusahaan.

Contoh bentuk dari CSR adalah bantuan perbaikan fasilitas sekolah, infrastruktur, tempat beribadah, bantuan kredit untuk pengusaha di pedesaan 

(Dikutip dari: fitriafrilinda.wordpress.com/2012/10/17/tanggung-jawab-sosial-dalam-kewirausahaan)

 

KESIMPULAN

Pelaku usaha harus menjalankan usahanya dengan sebaik-baiknya agar semua pihak yang terlibat dapat memperoleh keuntungan. Seperti halnya asas keadilan, asas memberi manfaat juga bertujuan untuk mencegah hanya satu pihak yang memperoleh manfaat, dan Dalam menjalankan sebuah bisnis, setiap pemilik usaha harus menjadi panutan bagi orang lain yaitu mampu menangani tanggung jawab dan menyadari peluang sesuai dengan tanggung jawab jabatannya, salah satunya dengan memastikan bisnis dapat berjalan dengan baik.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) sejatinya bukan membebani perusahaan sebagai biaya transaksi yang berlebih yang tidak sesuai dengan bisnis inti perusahaan. CSR seharusnya dapat dioptimalkan sesuai dengan peruntukannya untuk melanggengkan bisnis perusahaan melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas lingkungan sekitar perusahaan. Dengan kata lain CSR dapat dijadikan sebagai model investasi sosial perusahaan yang terintegrasi kedalam sistem manajerial perusahaan.

REFERENSI

https://media.neliti.com/media/publications/77596-ID-kewirausahaan-sosial-dan-tanggung-jawab.pdf

https://jurnalekonomi.lipi.go.id/index.php/JEP/article/view/68

https://makalah-xyz.blogspot.com/2020/09/etika-bisnis-dan-tanggung-jawab-sosial.html

https://bangazul.com/definisi-tanggungjawab-sosial-atau-corporate-social-responsibility/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.