Maret 21, 2022

 

Sosiopreneurship perlu ada dan dikembangkan dalam dunia usaha

 
Oleh : Muhammad Azfar Anas

(@T06-Azfat)


 

Sosiopreneurship berasal dari dua kata yaitu social dan entrepreneur, yang jika diartikan sociopreneur adalah seseorang yang menjalankan kegiatan bisnis atau wirausaha sembari berfokus untuk melahirkan dampak sosial di masyarakat. Dalam praktiknya, pebisnis ini memiliki 2 fokus utama yaitu cara untuk mendapatkan keuntungan dan bagaimana keuntungan tersebut dapat menciptakan dampak positif di masyarakat dengan cara membantu dalam mencari solusi dari setiap permasalahan di masyarakat. Di Indonesia sendiri, terdapat berbagai contoh usaha sociopreneur yang pastinya sudah sering Anda temui. Contoh dari usaha tersebut antara lain usaha kerajinan tangan, badan penggalangan dana seperti Kitabisa.com, atau organisasi energi dan lingkungan seperti Waste4Change.

Selain bermanfaat bagi banyak orang, menjadi seorang sociopreneur dapat menjadikan sosok inspiratif bagi banyak orang. Hal ini disebabkan karena kegiatan yang dijalankan memiliki dampak positif bagi keberlangsungan hidup orang banyak. Sociopreneur tidak semata-mata hanya mementingkan bisnisnya, tapi juga punya tujuan untuk memberikan dampak sosial. Tidak hanya pelaku bisnis, orang lain juga bisa jadi lebih melek terhadap masalah sosial yang ada di dekatnya dari sociopreneurship ini.  

Keuntungan menjadi sociopreneur

Dapat Bermanfaat Bagi Orang Banyak

Bisnis yang dibangun ini tidak hanya semata untuk mencari keuntungan pribadi. Sebagai pemilik bisnis, pastinya akan memutar otaknya untuk menciptakan keuntungan agar dapat memenuhi kebutuhan orang banyak dan menciptakan nilai yang baik di masyarakat. Sehingga, sociopreneur tentunya dapat bermanfaat atau berguna bagi banyak orang.

Meningkatkan Kepedulian Konsumen

Saat ini tingkat kepedulian masyarakat tentang kesejahteraan sosial sangatlah tinggi, apalagi hal tersebut diiringi dengan pandemi virus korona yang belum usai. Dengan adanya sociopreneur, konsumen akan merasa bahwa uang yang mereka belanjakan pastinya akan disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Sehingga hal ini dapat meningkatkan kepedulian konsumen serta meningkatkan penjualan produk.

Menciptakan Hubungan di Luar Tujuan Ekonomi

Bisnis yang bergerak di bidang sosial akan meningkatkan hubungan yang kuat antara individu dalam bidang sosial dan ekonomi. Selain itu, bisnis ini dapat membangun hubungan yang melebihi batas geografis dan menciptakan peluang untuk membentuk hubungan baik antar dua negara dengan membantu orang-orang yang terpinggirkan, serta tentu akan meningkatkan aktivitas kegiatan ekonomi di dua negara.

-        Dunia Ekonomi Dalam Perputaran Bisnis Sociopreneur

Perputaran ekonomi dalam bisnis sosial berbeda dengan bisnis pada umumnya. Perputaran ekonomi dalam bisnis sosial memposisikan sumber daya modal sebagai tools dalam mengelola bisnis sosial agar berkelanjutan. Adanya permasalahan sosial yang dirasakan bagi kaum disabilitas membuat orang-orang seperti Sheila, sociopreneur muda yang membangun bisnis sosial ‘Osiris’ dan bekerjasama dengan kelompok disabilitas. 

Adanya social engagement yang dibangun antara pengusaha (sociopreneur) dengan masyarakat disabilitas menjadi penentu bagaimana sistem bisnis sosial itu berjalan. Jika sociopreneur dapat intens bertemu dan dipercaya oleh masyarakat mitra binaan, maka akan semakin mudah dalam membangun social engagement. Social engagement menjadi sangat penting karena menjadi pengikat komitmen binaan.

Bagaimana intensitas interaksi dan komunikasi di antara mereka mempengaruhi tingkat loyalitas dan kepercayaan mitra binaan terhadap sociopreneur. Sering berada di tempat produksi misalnya, menjadi alternatif dari sociopreneur dengan mitra binaan untuk tujuan sosial. Ketika masyarakat miskin melihat adanya bisnis, keuntungan tersebut akan digunakan untuk mengangkat mereka dari kemiskinan. Keuntungan yang dimiliki oleh sociopreneur akan terus diputar untuk membangun keberlangsungan bisnis sosial, terutama di sektor kebutuhan produksi sesuai kesepakatan antara sociopreneur dengan mitra binaan. Mitra binaan dalam dunia sociopreneurship diposisikan sebagai rekan kerja (ironisnya sebagian sociopreneur menjadikannya sebagai objek peningkatan nilai produk saja). Bisnis yang dijalani dewasa ini melewati berbagai cakupan kekuasaan dan keterlibatan pengaruh berbagai pihak. Sebagian besar bisnis berada pada dasar piramida ekonomi dan bekerja dalam bentuk kemitraan dengan model bisnis yang melibatkan beberapa bisnis lainnya. Dalam konteks sociopreneurship, interaksi bisnis dengan lingkungannya menjadi dogma yang patut dipatuhi agar dapat mendefinisikan strategi, menarik sumber daya, serta membangun kapabilitas yang diperlukan dalam melakukan strategi dan menciptakan nilai bagi seluruh individu dan juga kelompok.

Penutup

Dapat dikatakan bahwa aktivitas bisnis sosial merupakan pilihan lain bagi berbagai kelas social dalam menciptakan peluang ekonomi. Kesenjangan distribusi ekonomi dimasyarakat akibat kesejahteraan yang selalu berkorelasi pada pemenuhan kebutuhan material nyatanya dapat disubstitusi pada pilihan menjadi agen sociopreneur muda. Bonus demografi yang akan dirasakan oleh Indonesia pada tahun 2030-2045 menjadi momentum dalam pengembangan sociopreneurship. Adanya peluang yang dimiliki kaum muda untuk berkreasi di berbagai bidang sekaligus mengurangi ketimpangan ekonomi antar masyarakat merupakan sebuah tantangan serius yang dapat diwujudkan dalam memanfaatkan momentum bonus demografi.

 

Referensi

https://qwords.com/blog/sociopreneur/

https://commercial.acerid.com/support/articles/pengertian-sociopreneur-dan-karakteristiknya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.