September 30, 2022

Product Developement, Untuk Pengembangan Wirausaha

Oleh: Abiel Wira Pramana (@V20-ABIEL)

Pendahuluan

Zaman kini merupakan zaman dimana product baru sangat banyak bermunculan. Hal tersebut  dikarenakan mudahnya akses informasi dan berkembangnya mesin produksi yang mengakibatkan siapa saja dapat memproduksi suatu product.

Kemudahan dalam melakukan produksi mengakibatkan persaingan yang semakin tinggi pada product yang memiliki konsep sejenis. Hal ini mengharuskan pelaku bisnis dapat memanfaatkan peluang  untuk menciptakan suatu ide yang orisinil dan belum banyak di pasaran. Selain itu, peluang ide product juga dapat kita temukan dari permasalahan yang timbul pada aktivitas sehari-hari. Dengan keahlian membaca peluang ide product, pelaku usaha dapat mengembangkan bisnis nya menjadi lebih besar.

Dalam merencanakan ide product maka mengimplementasikan strategi product development merupakan solusi yang tepat bagi pelaku usaha untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen akan suatu product. Strategi yang tepat dalam product development akan dapat menciptakan value bagi perusahaan dimata konsumen. Selain itu, dengan menerapkan strategi product development yang baik, maka perusahaan secara tidak langsung akan mampu bersaing dengan perusahaan yang sejenis maupun yang tidak sejenis. Inovasi dan pengembangan produk baru yang terus menerus dapat membawa perusahaan menjadi pelaku tunggal penentu harga sebuah produk. Hal ini dikarenakan, dengan melakukan inovasi dan pengembangan produk, akan muncul produk baru, produk varian baru dan produk yang memiliki kualitas tinggi.

 

Permasalahan

1.      Apa pengertian Product Development?

2.      Apa proses Product Development?

3.      Apa Faktor Pendorong Keberhasilan Product Development?


Pembahasan

Pengertian Product Development

Product development adalah proses lengkap yang dilakukan untuk menghasilkan produk baru kepada pelanggan atau pasar. Proses ini mencakup beberapa tahap mulai dari menghasilkan ide, mengumpulkan informasi tentang kebutuhan dan keinginan target pasar, merancang produk, dan mengujinya. Sebuah produk dianggap baru ketika memenuhi beberapa kriteria, seperti berikut:

·         produk yang sepenuhnya baru di pasaran

·         produk baru bagi perusahaan yang mengembangkannya

·         adanya modifikasi pada produk lama yang sudah ada

Produk yang dimaksud di atas dapat berupa perangkat keras, perangkat lunak, barang, atau bahkan layanan. Tujuan dari product development ini adalah untuk memastikan bahwa produk baru atau yang disempurnakan memenuhi kebutuhan pelanggan dan membantu perusahaan mencapai tujuan bisnisnya.

Selain itu, berikut merupakan beberapa definisi mengenai product development menurut para ahli:

1. Assaury (1996) mengatakan bahwa product development adalah suatu kegiatan atau aktifitas yang dilakukan dalam menghadapi kemungkinan perubahan suatu produk ke arah yang lebih baik sehingga dapat memberikan daya guna maupun daya pemuas yang lebih besar.

2. Stanton (1996) mengatakan bahwa product development adalah suatu istilah yang terbatas meliputi kegiatan teknis, seperti riset produk, rekayasa dan disain.

3. Guiltinan (1991) mengatakan bahwa product develpoment adalah suatu kebutuhan dan keinginan yang selalu berubah mengakibatkan adanya segmen baru atau adanya persaingan dan perubahan teknologi.

Proses Product Development

Pengembangan produk baru dimulai dengan penciptaan ide. Perusahaan menemukan dan mengembangkan ide produk baru dari berbagai sumber. Banyak ide produk baru berasal dari sumber internal. Perusahaan mengadakan riset dan pengembangan resmi, memilih ide dari karyawan mereka, dan mengadakan tukar pikiran dalam rapat eksekutif. Ide lain datang dari sumber eksternal. Dengan mengadakan survei dan kelompok fokus serta mengalisis pertanyaan dan keluhan pelanggan, perusahaan dapat menghasilkan ide produk baru yang akan memenuhi kebutuhan spesifik konsumen. Menurut Kotler, langkah-langkah penting dalam pengembangan produk dapat dibaca sebagai berikut :

1. Pemunculan gagasan (idea generation)

Pengembangan baru dimulai dengan penelitian terhadap berbagai gagasan produk baru. Pemunculan gagasan baru harus sesuai dengan jenis usaha perusahaan dan konsumen sebagai salah satu sumber yang paling logis untuk mencari gagasan-gagasan produk baru.

2. Penyaringan gagasan (idea screening)

Tujuan penyaringan adalah mengurangi banyaknya gagasan dengan mencari dan menghilangkan gagasan buruk sedini mungkin.

3. Pengembangan dan pengujian konsep (concept development and testing)

Suatu ide atau gagasan yang lolos penyaringan selanjutnya dikembangkan menjadi beberapa alternatif konsep produk. Dalam hal ini, konsep produk berbeda dengan gagasan produk dan citra produk. Suatu gagasan produk adalah gagasan bagi kemungkinan produk yang oleh perusahaan dianggap bisa ditawarkan ke pasar. Suatu konsep produk adalah versi terinci dari ide yang diungkapkan dalam istilah konsumen yang punya arti. Sedangkan suatu citra produk (image) adalah gambaran khusus yang diperoleh dari produk nyata atau calon produk.

4. Pengembangan strategi pemasaran (marketing strategy development)

Pernyataan strategi pemasaran terdiri dari tiga bagian untuk memperkenalkan produk ke pasar. Bagian pertama menjelaskan ukuran, struktur, dan tingkah laku pasar sasaran, penempatan produk yang telah direncanakan, penjualan, bagian pasar, serta sasaran keuntungan yang hendak dicari pada beberapa tahun pertama. Bagian kedua dari pernyataan strategi pemasaran menguraikan harga produk yang direncanakan, strategi distribusi, dan biaya pemasaran selama tahun pertama. Bagian ketiga menjelaskan penjualan jangka panjang yang direncanakan, serta sasaran keuntungan dan strategi bauran pemasaran selama ini.

5. Analisis usaha (business analysis)

Bila manajemen telah menentukan konsep produk dan strategi pemasaran, perusahaan bisa mengevaluasi daya tarik usulan usaha itu. Manajemen harus menilai penjualan, biaya, dan perkiraan laba untuk menentukan apakah mereka telah memenuhi tujuan perusahaan. Jika telah memenuhi, produk bisa bergerak maju ke langkah pengembangan produk.

6. Pengembangan produk (product development)

Bila konsep produk lolos dari uji analisis usaha, konsep itu lalu menuju riset dan pengembangan dan/atau rekayasa untuk dikembangkan menjadi produk fisik. Bagian riset dan pengembangan membuat satu atau beberapa versi bentuk fisik dari konsep produk agar bisa menemukan sebuah prototipe yang memenuhi konsep produk dan dapat diproduksi dengan biaya produksi yang telah dianggarkan.

7. Pengujian pasar (market testing)

Pengujian pasar ialah keadaan dimana produk dan program pemasaran diperkenalkan kepada kalangan konsumen yang lebih otentik untuk mengetahui bagaimana konsumen dan penyalur mengelola, memakai, dan membeli-ulang produk itu dan seberapa luas pasar yang dimilikinya.

8. Komersialisasi (Commercialization)

Tahap komersialisasi menyangkut perencanaan dan pelaksanaan strategi peluncuran (launching strategy) produk baru ke pasar. Dalam melemparkan suatu produk, perusahaan harus memutuskan: kapan, dimana, pada siapa, dan bagaimana produk baru tersebut akan diluncurkan ke pasar.

Selain hal – hal diatas. Point penting lainnya adalah Diferensiasi menjadi suatu  strategi yang baik. Adanya diferensiasi menjadikan suatu produk memilki identitas yang khas dan unik. Sehingga menjadi pembeda bagi produk pesaing dan memungkinkan untuk sulit ditiru. Terkadang pula, perilaku konsumen yang sangat sensitif terhadap sesuatu yang baru dan beda, menjadikan suatu produk yang memiliki diferensiasi dengan produk pesaingnya sangat dicari konsumen.

Faktor Pendorong Keberhasilan Product Development

Banyak hal yang dapat menjadi sumber pendorong diperlukannya suatu pengembangan produk baru. Pendorong ini berasal dari dalam organisasi perusahaan atau dari lingkungan eksternal perusahaan. Adapun faktor-faktor perusahaan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Financial goals

Tekanan untuk mencapai tujuan keuangan seperti laba, pangsa pasar, penerimaan, kebuutuhan investasi dan lain-lain menjadi pendorong dilakukannya pengembangan produk baru.

2. Sales & Market Share Growth

Pertumbuhan penjualan merupakan tujuan penting bagi sebagian perusahaan. Begitu juga dengan kekuatan yang dimiliki dipasar melalui penguasa pasar yang ada juga merupakan sesuatu pendorong diperlakukannya pertumbuhan penjualan. Produk baru merupakan salah satu cara untuk mencapai dan mempertahankannya.

3. Competitive action

Motivasi untuk bersaing merupakan salah satu pendorong perusahaan memikirkan produk baru sehingga memiliki kekuatan dan perbedaan dipasar.

4. Life cycle

Setiap produk yang ditawarkan sekarang oleh perusahaan memiliki keterbatasan didalam waktu pemasarannya. Mereka memiliki batasan waktu sebelum produk tersebut mengalami penurunan dalam penjualan karena beralihnya konsumen pada produk yang lain. Untuk menjaga hal tersebut diperlukan pengembangan produk baru.

Kesimpulan

Product development merupakan suatu proses lengkap yang dilakukan dengan tujuan membentuk produk baru yang akan di pasarakan kepada pelanggan. Proses ini mencakup beberapa tahap mulai dari menghasilkan ide, mengumpulkan informasi tentang kebutuhan dan keinginan target pasar, merancang produk, dan mengujinya. Product development terbagi atas delapan tahapan yaitu, pemunculan gagasan, penyaringan gagasan, Pengembangan dan pengujian konsep, pengembangan strategi pemasaran, analisis usaha, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi. Selain itu, product development juga mempunyai faktor pendorong diantaranya yaitu, Financial goals, Sales & Market Share Growth, Competitive action, dan juga Life cycle. Product development sangat berguna bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan usahanya dengan membuat suatu produk baru yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas.

Daftar Pustaka

·         Cravens, W, David. 1996. Pemasaran Strategis. Edisi Empat. Jilid 1. Erlangga.

Jakarta.

·         Tjiptono, Fandy, Ph. D dan Chandra, Gregorius. 2012. Pemasaran Strategik. Edisi 2.

Andi: Yogyakarta.

·         https://manajement.info/2015/11/01/pengembangan-produk-baru-kotler/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.