November 02, 2022

Investor Dalam Berbisnis

 


Oleh: Abiel Wira Pramana (@V20-ABIEL)

Pendahuluan

            Dalam dunia wirausaha, modal merupakan salah satu aspek dalam bediri serta berjalannya suatu usaha.  Salah satu modal yang dapat kita ketahui dalam kewirausahaan adalah investasi. Secara umum investasi bisa diartikan sebagai langkah untuk menanamkan sejumlah uang dengan tujuan memperoleh keuntungan atau imbal hasil di masa depan. Investasi terdiri dari berbagai jenis instrumen dan pelakunya berbeda-beda. Ada investasi yang dilakukan oleh individu dan ada juga investasi bisnis yang dilakukan oleh perusahaan. Dana investasi memberikan kelangsungan operasi dan juga pengembangan dalam berwirausaha. Hal ini sangat di perlukan bila suatu usaha ingin tetap bisa mengembangkan size bisnisnya menjadi lebih masiv.

            Adapun mereka yang melakukan investasi dikenal dengan istilah investor. Investor adalah istilah bagi mereka yang menanamkan modal pada sebuah bisnis dan berharap nominal yang diberikan dapat berkembang. Umumnya, di setiap industri tentu ada yang mengisi posisi ini, baik itu perseorangan maupun secara kelompok. Investor ini sudah seharusnya menjadi sasaran fokus para pelaku usaha. Hal tersebut dikarenakan investor tidak hanya dapat membantu pelaku usaha untuk memperbesar skala bisnisnya, tetapi investor juga dapat memberikan saran dan masukan selama bisnis tersebut sedang berjalan. Selain itu, investor terkadang juga bisa memberikan dukungan lain selain suntikan dana, seperti contohnya yaitu dukungan relasi yang dapat mempermudah bisnis tersebut dalam mencapai tujuannya ketika sedang pada fase berkembang.

Permasalahan

1. Apa itu pengertian investor?

2. Apa saja jenis – jenis investor?

3. Bagaimana cara mencari investor?

Pembahasan

Pengertian Investor

            Secara singkat investor adalah individu, sekelompok orang, lembaga, atau bahkan perusahaan yang melakukan sebuah investasi. Atau di sisi lain, dapat diartikan pula bahwa investor adalah seseorang atau perseroan yang menanamkan sejumlah modal dan mengharapkan sebuah keuntungan atau imbal hasil dari investasi yang sudah dilakukan.

            Tidak berhenti di situ saja mengenai makna investor, pengertian investor ini juga bisa diartikan dari jangka waktu penyimpanan investasinya. Seorang investor adalah mereka yang berorientasi pada pendanaan berperiode panjang, sedangkan jika berfokus pada investasi jangka pendek, disebut sebagai trader.

Jenis – jenis Investor

1. Investor Ritel

Makna dari investor ritel adalah orang-orang yang bisa melakukan pendanaan dengan akun milik pribadi. Untuk bisa berinvestasi, investor ritel ini harus melakukan penjualan dan pembelian dengan perantara broker-dealer. Dalam prosesnya, investor ritel terbagi dalam beberapa jenis. Berikut beberapa macamnya:

·         Investor pertumbuhan, berfokus pada perkembangan nilai suatu perusahaan dalam jangka waktu panjang.

·         Investor pendapatan, mereka yang memilih saham berdasarkan perusahaan yang paling sering membagikan dividen. Arti investor saham pendapatan juga merujuk pada mereka yang memfokuskan untuk memperoleh pendapatan secara terus-menerus dari saham tersebut.

·         Investor nilai, mereka yang memilih saham dengan nilai intrinsik yang tinggi jika dibandingkan dengan nilai kapitalisasinya.

2. Investor Moderat

Tidak hanya itu, makna investor juga bisa muncul berdasarkan pada risk appetite atau profil risikonya. Salah satunya adalah investor moderat. Dapat diartikan, investor ini sudah tahu dengan produk investasi, tetapi masih belum berani untuk melakukan pendanaan dalam jumlah yang besar. Selain itu, pengetahuannya juga belum begitu banyak soal berinvestasi. Biasanya, investor moderat menanamkan modalnya pada sektor yang memiliki return sekitar lima persen hingga 10% per tahunnya.

3. Investor Agresif

Istilah investor agresif muncul dari mereka yang sudah memiliki risk appetite serta pemahaman produk cukup tinggi dan banyak. Selain itu, dilihat juga dari usianya, para investor agresif rata-rata masih muda dan memiliki tujuan keuangan dalam jangka panjang. Biasanya, mereka mencari investasi yang bisa menghasilkan return sekitar 10% hingga 15% per tahunnya.

4. Investor Konservatif

Dengan sifat dan tingkat risk appetite rendah, sesuai namanya, arti konservatif dalam investor adalah mereka yang belum begitu memahami produk tanam modal selain bentuk investasi konvensional. Pada umumnya, investor jenis ini mengharapkan pendanaan yang dilakukannya bisa menghasilkan return tiga hingga lima persen per tahun.

5. Investor Intuisi

Berikutnya adalah investor intuisi. Investor jenis ini adalah pemilik modal yang mengatasnamakan sebuah perusahaan saat menginvestasikan uangnya ke suatu instrumen pendanaan. Pada umumnya, uang yang dikumpulkan ini berasal dari perorangan yang memiliki modal untuk berinvestasi. Misal dari investasi institusi ini adalah para manajer pendanaan, perusahaan pengelola dana pensiun, dan perusahaan lain yang bergerak di bidang penanaman modal.

 

Cara Mencari Investor

Mengajukan Proposal

Proposal merupakan sebuah jembatan bagi perusahaan untuk mencari tambahan modal usaha baik untuk mencari investor ataupun untuk meminjam dana. Proposal yang menarik dan sesuai dengan situasi usaha akan memberikan dampak yang besar terhadap penilaian perusahaan. Oleh karena itu, buatlah proposal semenarik mungkin untuk menarik hati calon investor. Proposal ini harus berisi secara detail terkait visi dan misi perusahaan yang kita jalani, mencantumkan posisi arus kas perusahaan, dan rencana usaha yang akan datang.

Presentasi yang Menarik

Untuk mencari seorang investor, kita juga perlu mempresentasikan proposal yang telah dibuat. Meskipun calon investor telah membaca proposal tersebut, presentasi yang tepat memberikan pengaruh yang sangat besar. Buatlah slide presentasi yang simpel, tidak terlalu banyak tulisan, dan tambahkan sedikit animasi, sehingga calon investor akan memperhatikan dengan seksama penjelasannya. Jelaskan secara detail tentang manajemen keuangan, prospek usaha, dan tim kerja perusahaaan.

Jelaskan Risiko Usaha

Setiap usaha pasti akan mengalami sebuah risiko, untuk itu kita juga perlu menjelaskan risiko yang akan dialami pada calon investor. Jangan menyembunyikan risiko tersebut pada calon investor jika ingin mendapatkan tambahan modal usaha. Investor perlu tahu hambatan apa yangakan dialami perusahaan dan mungkin saja bisa memberikan solusi untuk mengurangi risiko usaha tesebut. Investor juga lebih memilih pengusaha yang jujur dan bisa dipercaya untuk diajak bekerja sama.

Mengikuti Pameran dan Kompetisi

Mengikuti pameran dan kompetisi dalam bidang bisnis, juga termasuk salah satu jalan untuk mencari investor dan mendapatkan modal. kita yang sudah memiliki usaha, bisa mengikuti pameran dan kompetisi karena di tempat itu akan ada banyak investor yang melihat. Mereka akan datang untuk melihat konsep bisnis yang menarik dan bersedia menanamkan modal untuk usaha tersebut.

Membuat Strategi Usaha

Setiap pengusaha pasti menginginkan bisnis yang berkembang sehingga diperlukan tambahan modal usaha dalam mencapainya. Ketika mencari seorang investor, kita perlu membuat strategi usaha yang tepat dalam mengembangkan bisnis. Calon investor selalu menanyakan strategi apa yang akan kita gunakan, sehingga kita perlu menyiapkannya dengan sempurna. Strategi usaha yang baik akan mencerminkan prospek usaha yang besar di kemudian hari.

Merapikan Laporan Neraca

Ketika seorang investor telah setuju untuk menanamkan modalnya pada perusahaan kita, investor tersebut berharap bisa mendapatkan profit dari usaha tersebut. Sebelum memutuskan hal tersebut tentunya mereka sudah mempertimbangkan dengan matang kerugian apa yang akan mereka dapat. Mereka akan mengamati perjalanan arus kas perusahaan melalui neraca keuangan. Oleh karena itu, sebelum mencari investor, kita perlu merapikan neraca tersebut. Oleh karena itu kita perlu membuat neraca yang rapi dengan perhitungan kas, utang, aktiva lancar, dan aktiva tetap secara terpisah dan detail.

Kesimpulan

            investor adalah individu, sekelompok orang, lembaga, atau bahkan perusahaan yang melakukan sebuah investasi. Atau di sisi lain, dapat diartikan pula bahwa investor adalah seseorang atau perseroan yang menanamkan sejumlah modal dan mengharapkan sebuah keuntungan atau imbal hasil dari investasi yang sudah dilakukan. Investor terbagi menjadi beberapa jenis seperti investor ritel, investor moderat, investor agresif, dll. Untukmendapatkan investor, terdapat berbagaicara yang dapat diaplikasikan seperti mengajuakn proposal, membuat presentasi yang menarik, menjelaskan resiko usaha, dll.

Daftar Pustaka

·         Memahami Pengertian Investor dan Jenis-Jenisnya. (2022). Diakses pada 1 november 2022, dari https://podomorouniversity.ac.id/pengertian-investor/

·         Ada 4 Tipe Investor. (2021). Diakses pada 1 november 2022, dari https://investor.id/market-and-corporate/287154/ada-4-tipeinvestor-kamu-yang-mana-nih

·         Investor Adalah Pelaku Investasi Usaha, Berikut Arti dan Jenisnya. (2022). Diakses pada 1 november 2022, dari https://katadata.co.id/safrezi/berita/6201d23a8b3eb/investor-adalah-pelaku-investasi-usaha-berikut-arti-dan-jenisnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.