September 21, 2023

Pelatihan dan Pengembangan dalam Kewirausahaan

 Nama: Diky Arianto Tarihoran

NIM: 41521010091

Kode Pebisnis: @AD02-Diky


        Pelatihan dan pengembangan dalam wirausaha adalah proses penting untuk membantu pengusaha mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan kapasitas mereka dalam mengelola bisnis mereka. Ini dapat membantu meningkatkan peluang kesuksesan, mengurangi risiko kegagalan, dan memungkinkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Berikut adalah beberapa langkah penting dalam pelatihan dan pengembangan dalam wirausaha:

Evaluasi Kebutuhan Pelatihan:

        Langkah pertama adalah menilai kebutuhan pelatihan dan pengembangan. Ini dapat melibatkan identifikasi area kelemahan atau kekurangan dalam keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman yang diperlukan untuk menjalankan bisnis.

1. Rencana Pelatihan:

Setelah kebutuhan pelatihan diidentifikasi, buat rencana pelatihan yang mencakup tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Rencana ini harus mempertimbangkan sumber daya yang tersedia, seperti waktu dan anggaran.


2. Pelatihan Dasar:

Pelatihan dasar dapat melibatkan kursus, seminar, atau pelatihan online yang membantu pengusaha memahami konsep dasar wirausaha, seperti perencanaan bisnis, manajemen keuangan, pemasaran, dan hukum bisnis.


3. Pelatihan Keterampilan Khusus:

Selanjutnya, fokus pada pelatihan keterampilan khusus yang relevan dengan jenis bisnis yang dijalankan. Misalnya, jika bisnis berfokus pada teknologi, pelatihan dalam pengembangan perangkat lunak atau keterampilan teknis lainnya mungkin diperlukan.


4. Mentor dan Konsultan:

Mendapatkan mentor atau konsultan yang berpengalaman dalam industri yang sama atau serupa dapat membantu pengusaha mengatasi hambatan dan mendapatkan pandangan berharga. Mentoring dapat memberikan wawasan langsung tentang bagaimana menjalankan bisnis dengan sukses.


5. Networking:

Memperluas jaringan bisnis adalah langkah penting dalam pengembangan wirausaha. Berpartisipasi dalam acara, konferensi, atau komunitas bisnis dapat membantu pengusaha terhubung dengan orang-orang yang dapat memberikan dukungan, peluang kolaborasi, atau sumber daya tambahan.


6. Pembinaan Kemandirian:

Pengusaha juga perlu mengembangkan kemampuan untuk mengambil inisiatif dan mengatasi tantangan dengan mandiri. Ini termasuk pengembangan keterampilan kepemimpinan, manajemen waktu, dan kemampuan pemecahan masalah.


7. Evaluasi Terus-Menerus:

Proses pelatihan dan pengembangan dalam wirausaha harus dievaluasi secara berkala. Hal ini akan membantu memastikan bahwa pengusaha terus mengembangkan diri mereka dan dapat menyesuaikan rencana pelatihan jika diperlukan.


8. Pelatihan Karyawan (jika berlaku):

Jika bisnis memiliki karyawan, penting untuk memberikan pelatihan kepada mereka juga. Ini dapat meningkatkan produktivitas, retensi karyawan, dan kemampuan bisnis untuk bersaing.


9. Pertumbuhan dan Pengembangan Berkelanjutan:

Pelatihan dan pengembangan dalam wirausaha adalah proses berkelanjutan. Pengusaha harus terus mencari peluang untuk meningkatkan diri mereka, mengikuti tren industri, dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis.

        Sejatinya  kegiatan  usaha  adalah sebuah  kemampuan  diri  di  dalam  menjalani aktivitas  kehidupan,  namun berbentuk kegiatan  niaga(Novaria, et,  al., 2020).  Yaitu, kegiatan  jual  dan  beli  barang  atau  jasa.  Sebagai  pelau  usaha,  tentu  harus  memiliki kemampuan menjual. Keahlian tersebut, tentu tidak didapat secara tiba-tiba atau datang dengan  sendirinya.  Diperlukan  pengetahuan  dan  pengalaman  berwirausahaan.  Semakin intens  kegiatan  usaha  dilakukan,  umumnya  akan  membentuk  suatu  keahlian  dalam berniaga,   seperti   kemampuan   berkomunikasi   yang   ramah   sehingga   memikat   hati pelanggan, kemampuan menghadirkan produk berkualitas sehingga diminati konsumen, kemampuan  menggunakan  fasilitas  tekonologi  sehingga  dapat  menjangkau  konsumen dari berbagai tempat, dan sebagainya.Salah  satu  upaya  yang  dapat  dilakukan  untuk  menumbuhkan  jiwa  kewirausahaan sebagaimana   tersebut   di   atas,   salah   satunya   dapat   mengikuti   kegiatan   pelatihan kewirausahaan. Sejatinya, kegiatan ini membantu para peserta di  dalam  mengenal usaha, hal-hal apa saja yang diperlukan dalam membangun usaha, bagaimana sikap dan perilaku berwirausaha, termasuk biaya dan fasilitas yang diperlukan. Bagi pemula, tentu semua itu adalah tahap awal di dalam membangun minat, atau dikenal dengan semangat berwirausaha (jiwa). Tentu   dengan   mengikuti   kegiatan   pelatihan, akan   didapat gambaran sederhana   tentang   usaha,   khususnya   mendapatkan   pengetahuan   tentang pengalaman  berwirausaha  dari  para  pelatih(Rante&  Ratang,  2020).  Sehingga,  para peserta memiliki persiapan diri jika suatu saathendak menjalankan sebuah bisnis.


Pengertan Pelatihan

Pelatihan  adalah  kegiatan  latih  berlatih,  dalam  konteks  bisnis  pelatihan  berarti belajar praktek usaha. Kata praktek bisa berarti formal atau tidak formal.

1.Praktek formal Yaitu Pelatihan usaha yang dilakukan secara formal umumnya berupa seminar, workshop, diklat, dan magang yang diselenggarakan oleh suatu lembaga, dan setelah mengikui kegiatan  akan  mendapatkan  sertifikat.  Selain  itu,  dalam  praktek  formal  terdapat tindakan sistematis dan terukur, sehingga hasil dari mengikuti pelatihan akan lebih jelas.

2.Praktek tidak formal Yaitu belajar  usaha  secara  tidak  terprogram,  misalnya  ikut  dagang  orang  tua, belajar dengan teman atau orang lain yang sudah menjalankan usaha, dan atau ikut bekerja pada orang lain. Setelah mendapatkan ilmu dan cara menjalankannya, maka akan  membuka  usaha  sendiri.  Umumnya,  jenis  praktek  ini  lebih  umum  dilakukan oleh banyak orang.


        Chandler (dalam Anoraga. 2004 : 339) strategi adalah sasaran dan tujuan jangka panjang sebuah perusahaan ,  dan  arah  tindakan  serta  alokasi  sumber  daya  yang  di  perlukan untuk  mencapai  sasaran  dan  tujuan  itu.  Strategi adalah kekuatan-kekuatan sumber daya, kapabilitas dan kompetensi inti internal untuk mencapai tujuan perusahaan dalam  lingkungan  persaingan.  Berkaitan  dengan  memenangkan  medan  tempur  persaingan  dan  mendapatkan kepemimpinan global, tujuan strategi secara tidak langsung berarti bentang sumber daya, kapabilitas, dan kompetisi inti  organisasi. Sehubungan  dengan  pengembangan  usaha,  hal  ini  tergantung  pada  kemampuan  pengusaha  dan pengelolanya dalam usahanya setiap hari. Hal ini seperti apa yang di kemukakan oleh Scumpeter (dalam Jhingan, 1993 : 3) bahwa pengembangan adalah perubahan spontan dan terputus-putus senintiasa mengubah dan mengganti situasi keseimbangan untuk waktu sebelumnya. dan dikemukakan oleh Kellog (dalam Moekijat, 2001 : 20) bahwa pengembangan sebagai suatu perubahan dalam diri orang yang memungkinkan yang bersangkutan bekerja efektif.

Sedangkan menurut Mangkuprawira (2004  :  135)  menyatakan  bahwa  pengembangan  merupakan  upaya  meningkatkan  pengetahuan  yang  mungkin  10 digunakan  segera  atau  sering  untuk  kepentingan  di  masa  depan.  Selanjutnya  Yoder  (dalam  Moekijat,  2001  :  20) menjelaskan bahwa pengembangan adalah setiap usaha memperbaiki pelaksanaan pekerjaan yang sekarang maupun yang akan datang, dengan memberikan informasi mempengaruhi sikap-sikap atau menambah kecakapan.Disisi lain Bone  (dalam  Jhingan,  1993:4)  mengatakan  bahwa  pengembangan  adalah  memerlukan  dan  melibatkan  semacam pengarahan,    pengaturan,    dan    pedoman    dalam    rangka    menciptakan    kekuatan-kekuatan    bagi    perluasabn pemeliharaan.

        Menurut Hornby (Enskplodiya 2000 : 402) effort is a particular activity that a group of  people  organize  in  order  to  achive  something.  Yaitu,  usaha  adalah  aktivitas  khusus  yang  diorganisir  oleh sekelompok  orang  untuk  mencapai  tujuan  atau  sesuatu.Menurut  Saparudin  (2003  :  1)  menyatakan  bahwa  usaha adalah  suatu  kegiatan  yang  dilakukan  oleh  perorangan  atau  kelompok  untuk  mendapatkan  penghasilan dengan tujuan  memperoleh  keuntungan,  sedangakan  usaha  menurut  kamus  umum  bahasa  indonesia  (1994  :  1661)  adalah kegiatan dengan menggunakan tenaga pikiran atau badan untuk menyatakan suatu maksud.

        Penelitian Terdahulu Jusohet al(2011), Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tingkat keterampilan kewirausahaan pengusaha yang   disurvei   cukup   terampil,   dan   mereka   merasa   bahwa   mereka   membutuhkan   pelatihan   keterampilan kewirausahaan di berbagai bidang seperti untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi, keterampilan untuk membuat akun  bisnis,  menciptakan  promosi  iklan  dan  keterampilan,  keterampilan  menetapkan  harga  yang  tepat  dan keterampilan  menjual. 

 



Daftar Pustaka

http://repository.ikopin.ac.id/801/

https://journal.ikopin.ac.id/index.php/ecoopsday/article/download/395/186

https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jnfc/article/view/15151



Tidak ada komentar:

Posting Komentar