Maret 31, 2024

Strategi Pemasaran Lupici Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Bisnis Dalam Pasar Jajanan

Nama: Salsa Nurul Laeli

Kode Pebisnis: AH15

                





ABSTRAK

    Produk baru bernama "Lupici", sebuah inovasi dari jajanan Cibay. Lupici adalah camilan yang menggabungkan tekstur isian aci yang kenyal dengan kulit lumpia yang krispi, dengan rasio isian yang disesuaikan untuk mengurangi sensasi cepat kenyang yang sering terjadi pada Cibay. Dalam analisisnya, makalah ini mengevaluasi keberhasilan inovasi Lupici, merumuskan strategi pemasaran, dan menganalisis dampaknya terhadap citra merek dan daya saing produk di pasar jajanan. Melalui pendekatan BMC (Business Model Canvas), makalah ini menjelaskan elemen-elemen penting dalam model bisnis Lupici, termasuk proposisi nilai, segmen pelanggan, saluran distribusi, hubungan pelanggan, sumber pendapatan, mitra kunci, kegiatan utama, sumber daya kunci, struktur biaya, dan proses bisnis. Strategi pemasaran Lupici difokuskan pada dua segmen utama, yaitu anak-anak dan kelompok muda dewasa, dengan penekanan pada penggunaan saluran distribusi Offline dan Online. Analisis keuangan menunjukkan proyeksi pendapatan, biaya, dan keuntungan yang dihasilkan oleh usaha Lupici. Kesimpulannya, Lupici menjanjikan sebagai alternatif camilan yang lebih ringan dan menarik bagi konsumen di pasar jajanan, dengan potensi untuk memperkuat citra merek dan memperluas pangsa pasar.

Kata kunci: Cibay, camilan, inovasi, rasio isian, strategi pemasaran, BMC, segmen pelanggan, saluran distribusi, analisis keuangan.

 

PENDAHULUAN

Evolusi produk bernama Lupici, yang merupakan buah dari inovasi yang dilakukan terhadap Cibay, sebuah jajanan khas Jawa Barat yang dikenal dengan tekstur isian aci yang kenyal, dilapisi oleh kulit pangsit atau lumpia, dan digoreng hingga mencapai tingkat krispi yang optimal. Dalam perjalanan perkembangannya, penjual produk jajanan Cibay secara aktif menerima masukan dari para konsumennya yang menjadi sorotan serius. Salah satu keluhan yang menonjol adalah perasaan cepat kenyang yang muncul setelah mengonsumsi Cibay, kendati produk ini seharusnya hanya dianggap sebagai camilan dan bukan makanan pokok. Konsumen, sebagai pemangku kepentingan utama, memberikan saran agar penjual menyesuaikan komposisi isian aci agar tidak menimbulkan perasaan kenyang yang terlalu cepat. Oleh karena itu, tantangan utama yang dihadapi oleh produk ini adalah terletak pada komposisi isian aci dalam Cibay yang dapat menyebabkan sensasi cepat kenyang, mendorong adanya kebutuhan untuk mencari solusi yang dapat memuaskan keinginan konsumen.

Dalam merespons tantangan ini, muncul inisiatif untuk menciptakan Lupici sebagai solusi yang tidak hanya menangani masalah, tetapi juga memberikan nilai tambah kepada produk tersebut. Sejalan dengan saran konsumen, Lupici dikembangkan dengan mengurangi rasio isian aci dari 1:3 menjadi 1:1 untuk lumpia dan aci. Proses inovasi ini mempertahankan esensi produk Cibay namun dengan sentuhan yang lebih ringan, menciptakan camilan yang tetap lezat tanpa mengakibatkan perasaan cepat kenyang yang tidak diinginkan. Saya melihat permasalahan ini sebagai peluang untuk menghadirkan ide jualan yang potensial di pasar jajanan, dengan mempertimbangkan preferensi konsumen dan menawarkan solusi yang berkelanjutan. Dengan demikian, Lupici bukan hanya menjadi alternatif yang lebih ringan bagi konsumen, tetapi juga menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan dalam pengembangan dan peningkatan citra merek.

 

PERMASALAHAN

Untuk memperkenalkan Lupici sebagai alternatif yang lebih ringan dan menarik bagi konsumen di pasar jajanan, perlu diterapkan strategi pemasaran yang cerdas dan terfokus. Salah satu pendekatan yang efektif adalah melalui kampanye pemasaran yang mempertegas keunggulan produk, seperti keringanan dan daya tariknya. Ini dapat dicapai melalui penggunaan media sosial, konten yang menarik, dan kemitraan dengan influencer kuliner untuk memperluas jangkauan. Selain itu, kehadiran di acara atau festival makanan juga dapat menjadi platform yang baik untuk memperkenalkan Lupici kepada konsumen potensial secara langsung, menciptakan kesan yang kuat dan menggugah selera.

Dalam konteks pasar yang kompetitif, inisiatif pengembangan produk seperti Lupici memiliki potensi besar untuk meningkatkan citra merek dan daya saing perusahaan. Dengan menghadirkan produk yang unik dan berbeda, perusahaan dapat memposisikan dirinya sebagai pelopor inovasi dalam industri jajanan. Produk yang dikembangkan dengan baik dapat menciptakan hubungan emosional dengan konsumen, memperkuat kesetiaan merek, dan menarik perhatian dari pesaing. Dengan demikian, strategi pemasaran yang didukung oleh inisiatif pengembangan produk yang kuat dapat menjadi kunci keberhasilan dalam memperkenalkan Lupici dan meningkatkan citra merek serta daya saingnya di pasar yang kompetitif.

 

PEMABAHASAN

Lupici merupakan hasil inovasi dari Cibay, sebuah jajanan asli Jawa Barat yang memiliki tekstur isian aci yang kenyal, dilapisi oleh kulit pangsit atau lumpia, dan digoreng hingga krispi. Penjual produk jajanan Cibay mendapat berbagai masukan dari konsumen yang memerlukan perhatian serius. Salah satu masukan utama adalah bahwa konsumen merasa cepat kenyang saat mengonsumsi Cibay, meskipun seharusnya Cibay hanya merupakan jajanan dan bukan makanan pokok. Konsumen mengusulkan agar penjual mengurangi komposisi isian aci agar tidak menyebabkan cepat kenyang. Oleh karena itu, tantangan utama yang dihadapi oleh produk ini adalah komposisi isian aci dalam Cibay yang membuat kenyang. Saya memandang masalah ini sebagai peluang ide jualan yang potensial.

Terjadinya inovasi makanan Lupici (Lumpia Aci) berawal dari keluhan konsumen terhadap isian aci pada produk Cibay yang menyebabkan cepat kenyang. Konsumen mengusulkan kemungkinan inovasi dengan membuat Cibay menjadi kopong tanpa adanya isian, sehingga saat digigit, bagian acinya hanya menempel pada permukaan kulit dalam lumpia. Sebagai konsumen awal Cibay, saya memutuskan untuk menginisiasi inovasi ini, mengubah produk menjadi Lupici. Dalam Lupici, rasio isian aci dikurangi dari 1:3(lumpia dan aci) untuk pembuatan Cibay, menjadi 1:1(lumpia dan aci) untuk pembuatan Lupici, di mana lumpia dan aci memiliki perbandingan yang sama. Proses pembuatan Lupici dan Cibay sebenarnya serupa, dengan perbedaan utama hanya terletak pada komposisi isian acinya.

Nama Lupici diadopsi sebagai pengganti Cibay karena perbedaan mendasar dalam komposisi dan karakteristik produk. Cibay berasal dari "Aci Ngambay," sementara Lupici merupakan kulit lumpia yang dioles aci yang sudah dimasak dibentuk seperti risol dengan rasio aci dan lumpia 1:1. Saat digoreng, isian aci dalam Lupici akan menempel pada permukaan kulit dalam lumpia, menciptakan tekstur yang krispi dan kopong, berbeda dengan "Cibay" yang cenderung memiliki isian aci yang meluas di seluruh lumpia dan mengambay ketika si Cibay ini di potong.

Lupici adalah camilan inovasi  dari Cibay yang menggabungkan kulit lumpia dan aci yang dibentuk seperti risol dan digoreng hingga krispi, dengan ditaburi berbagai bumbu agar menciptakan rasa yang unik. Dalam bisnis ini, saya menawarkan berbagai varian rasa yang menarik untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

Varian Rasa:

1.     Original Asin

2.     Pedas Daun Jeruk

3.     Balado

4.     Pedas Manis

5.     Keju

6.     Jagung Bakar

7.     Barbeque

Strategi yang dipakai dalam usaha Lupici ini yang pertama:

1.     Analisis target pasar


Target pasar untuk Lupici dapat difokuskan pada dua segmen utama, yakni anak-anak dan kelompok muda dewasa. Pemilihan target pasar ini didasarkan pada beberapa faktor strategis yang dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi produk ini.

2.     Keunggulan produk

    Lupici mempersembahkan proposisi nilai yang unik dengan menghadirkan inovasi pada rasa dan tekstur. Dengan varian rasa yang kreatif dan pengalaman makan yang istimewa melalui tekstur krispi dan kopong, Lupici menciptakan sensasi kuliner yang tidak hanya memuaskan selera, tetapi juga meninggalkan kesan tak terlupakan bagi pelanggan yang menginginkan jajanan yang lezat. Dengan setiap gigitan, Lupici mengajak pelanggan untuk merasakan perpaduan harmonis antara cita rasa tradisional dan nuansa inovasi, menciptakan pengalaman kuliner yang unik dan memikat.

3.     Saluran distribusi

Lupici akan dijual melalui dua saluran distribusi utama, yaitu membuka stand di area lokal untuk menjangkau konsumen setempat, dan platform Online seperti situs web resmi dan E-commerce untuk mencapai konsumen yang lebih luas di seluruh wilayah.

4.     Hubungan dengan pelanggan

Hubungan dengan pelanggan dibangun melalui interaksi aktif di media sosial, memberikan respons cepat terhadap pertanyaan pelanggan, serta menyediakan layanan pelanggan yang ramah dan informatif. Program loyalitas juga akan diperkenalkan untuk mempertahankan pelanggan setia.

5.     Pemasaran dan promosi

Lupici akan menggunakan berbagai strategi pemasaran dan promosi, termasuk kampanye pemasaran kreatif, media sosial, dan iklan daring.

6.     Analisis keuangan

Analisis keuangan untuk mengevaluasi sumber modal, biaya operasional, pendapatan, dan keuntungan yang diharapkan dari usaha Lupici. Analisis ini membantu dalam merencanakan strategi pemasaran yang sesuai dengan ketersediaan dana dan target keuntungan.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari analisis strategi pemasaran Lupici, dapat disimpulkan bahwa inovasi ini membawa potensi yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan konsumen dan membuka peluang bisnis yang menjanjikan di pasar jajanan. Strategi pemasaran yang diterapkan, termasuk pengidentifikasian target pasar, penawaran proposisi nilai yang unik, pilihan saluran distribusi yang tepat, pembangunan hubungan pelanggan yang kuat, upaya pemasaran dan promosi yang kreatif, serta analisis keuangan yang teliti, semuanya berkontribusi dalam memperkenalkan Lupici secara efektif kepada konsumen dan meningkatkan citra mereknya.

Pengembangan produk seperti Lupici membuktikan bahwa tantangan dalam pasar jajanan dapat diubah menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Dengan menggabungkan inovasi dengan pemahaman yang mendalam tentang preferensi konsumen, perusahaan dapat menghasilkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga menciptakan diferensiasi yang kuat dan memperkuat citra mereknya di tengah persaingan yang ketat.

Sebagai saran, penting bagi wirausahawan untuk terus mengembangkan strategi pemasaran yang kreatif dan adaptif sesuai dengan perubahan tren pasar dan preferensi konsumen. Selain itu, pemeliharaan hubungan yang baik dengan pelanggan dan fokus pada inovasi produk akan menjadi kunci keberhasilan jangka panjang dalam memperkuat posisi Lupici di pasar jajanan yang kompetitif. Dengan memanfaatkan strategi pemasaran yang efektif dan terukur, Lupici memiliki potensi untuk menjadi pemimpin pasar dalam kategori camilan yang ringan dan memikat.

 

DAFTAR PUSTAKA

[1]   Alfarisi, A. (n.d.). Business Model Canva. Perumusan Strategi Business Model Canvas (BMC) pada, 1-14.

[2]    Kartika Zahretta Wijaya, A. D. (2019). Market Segmentation, k-Medoids, , Food Products. SEGMENTASI PELANGGAN BERDASARKAN PRODUK MENGGUNAKAN METODE K- MEDOIDS, vol 3, No 1.

[3]    Kristianto, D. (2012). Ekonomi dan Kewirausahaan. MENYUSUN BUSINESS PLAN DALAM RANGKA, Vol. 12, No. 1, 58 – 66.

[4]    Pilo, R. (2023, Desember 25). 5 Tantangan Bisnis dan Strategi Menghadapinya. Retrieved from Tantangan Bisnis: https://mitracomm.com/tantangan-bisnis/

[5]    Suwarno, H. L. (2006). Marketing Channel Functions, Information, Promotion, Negotiation,. SEMBILAN FUNGSI SALURAN DISTRIBUSI: KUNCI PELAKSANAAN KEGIATAN DISTRIBUSI YANG EFEKTIF, Vol. 6, No. 1.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar