Sabtu, Mei 28

Tips Cerdas Mengelola Keungan Usaha



Dalam mengelola keuangan hasil usaha dari bisnis pribadi, Hal itu kadangkala mengakibatkan para pengusaha klimpungan dalam mengatasinya.
Diperlukan kiat-kiat cerdas dan tepat dalam mengelola keuangan usaha, sementara omset yang diperoleh dirasa sudah cukup menghasilkan keuntungan yang cukup besar, tetapi lantas kenapa laba dari hasil usaha tersebut habis tanpa sisa dalam kas usaha? Siapapun bisa mengalaminya saat memulai usaha-usaha baru. Tidak sedikit para pemula yang membuka usaha yang tidak memperhatikan dalam memisahkan antara uang hasil usaha dan uang pribadi. Hal itu berakibat kepada uang usaha terpakai dalam keperluan sehari-hari, dan tanpa sadar uang dari kantong pribadi-pun ikut digunakan dalam operasional usaha.
Jika Keadaan tersebut dibiarkan terus berlarut-larut maka akibatnya kondisi keuangan makin tidak sehat, maka untuk mengatasinya diperlukan kiat-kiat yang tepat dalam mengelola keuangan hasil usaha bisnis yang tepat. Adapun kejadian tersebut juga dapat menjadi tantangan tersendiri bagi para pengusaha untuk menaklukannya, hal itu berguna supaya bisa mengatur keuangan usaha dengan baik dan mengontrol semua pemasukan ataupun pengeluaran usahanya. Maka dari itu sebelum terjerumus lebih jauh dengan kondisi keuangan yang semakin krodit, langkah-langkah tepat yang perlu diambil dalam menanggulanginya adalah dengan menjalankan beberapa tips cerdas dan tepat menanggulanginya untuk mengelola keuangan hasil usaha dengan bijak dan tepat.

1. Pisahkan keuangan hasil usaha ( bisnis ) dengan uang pribadi.
Hal tersebut tidak sedikit yang mengalaminya bahkan sering dilupakan para pengusaha pemula, dengan menganggap usahanya masih kecil dalam tahap berkembang, oleh sebab itu belum saatnya untuk memisahkan uang pribadi dengan uang usaha. Itulah yang menjadi salah satu kesalahan utama yang berakibat terganggunya arus dari kas usaha. Akibat dari menggabungkan kedua keuangan tersebut, akibatnya akan kesulitan dalam mengontrol pemasukan ataupun pengeluaran usaha. Maka dari itu, yang perlu diperhatikan sekecil apapun usaha yang digeluti lebih baik segera pisahkan uang usaha dan uang pribadi. Hal itu dilakukan supaya mempermudah dalam mencatat semua akitivitas transaksi usaha dengan rapi.

2. Tentukan besar prosentasi keuangan yang digunakan dalam kebutuhan usaha.
Tentukan berapa persen uang yang dipergunakan dalam operasional usaha, serta berapa persen laba yang di tetapkan, berapa persen uang yang dianggarkan untuk cadangan kas usaha, serta berapa persen uang yang disiapkan dalam ekspansi pengembangan usaha. Adapun biasanya besar prosentase yang ditentukan tiap-tiap pengusaha tidak sama. Yang lebih utama adalah cara tersebut,  bisa dapat membantu dalam mengelola keuangan usaha sesuai dengan porsi yang sudah ditentukan diawal saat memulai sebuah usaha.

3. Buat pembukuan dengan rapi dalam mencatat semua aktivitas keuangan.
Dengan adanya pembukuan bertujuan untuk mengontrol semua transaksi keuangan, dari segi pemasukan, pengeluaran, serta hutang dan piutang yang dimiliki dalam perusahaan. Selain itu pembukuan yang rapi juga akan mempermudah dalam mengevaluasi dalam perkembangan usaha.

4. Kurangi resiko akan hutang usaha.
Dalam mengembangkan usaha yang diambil dengan cara berhutang, memang diperbolehkan. Tetapi berhati-hatilah dengan hutang, sebab apabila kondisi keuangan usaha kurang sehat. Dengan adanya beban cicilan hutang, maka hanya akan memperburuk keadaan usaha akibat dari terlilit hutang yang kian menggunung. Maka dari itu apabila pemasukan yang ada belum bisa memenuhi dalam kebutuhan usaha, maka patut diperhatikan adalah menghindari hutang sebisa mungkin dalam upaya untuk mengurangi resiko berhutang.

5. Mengontrol arus kas usaha dengan tepat.
Apabila arus keuangan kas sudah lancar, maka semua kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan juga harus segera terpenuhi. Sebagian besar peluang usaha akan terganggu dalam operasionalnya, apabila kas usaha yang ada tidak berjalan dengan lancar. Maka mengontrol dengan tepat arus kas usaha harus terus dipantau dengan seksama dalam upaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam kelangsungan usaha.

Mengelola Keuangan Usaha


1.Mengetahui Kebutuhan Modal Usaha
·         Modal investasi awal
Adalah Modal yang diperlukan diawal usaha, biasanya dipakai untuk jangka panjang. Contoh modal ini adalah bangunan serta peralatan seperti computer, peralatan kantor, kendaraan.
·         Modal kerja
Adalah modal yang harus kita keluarkan untuk membeli atau membuat barang dan jasa yang kita hasilkan. Modal kerja bisa dikeluarkan setiap bulan atau setiap dating permintaan. Contoh, jika usaha restoran maka modal kerja yang kita butuhkan adalah modal untuk membeli bahan makanan.
·         Modal operasional
Adalah modal yang harus kita keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari usaha kita. Contoh, biaya untuk gaji karyawan, telpon bulanan, listrik, air bahkan retribusi.
2. mengetahui sumber permodalan
  • Modal sendiri
  •  Pinjaman Bank
  • Kredit Konsumsi
  • Kredit Serbaguna

Sumber:
http://coretan-hampa.blogspot.com/2015/03/tips-mengelola-keuangan-usaha.html
http://kampungwirausaha.com/panduan-mengelola-keuangan-sederhana-untuk-usaha-kecil/
http://ekonomibisnis.net/cara-mengatur-keuangan-usaha-kecil/
Suharyadi,dkk. Kewirausahaan membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda.2008.Jakarta : Salemba Empat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar