Senin, Juni 6

Belajar dari si Oriental

Belajar dari Si Oriental

Oriental atau yang lebih dikenal dengan Tionghoa atau Non-Pribumi merupakan bangsa atau ras yang sudah terkenal dengan cara berdagangnya, Sebagian besar orang Cina memulai usahanya dengan cara berdagang. Selalu focus mencapai tujuan, upaya mencapai tujuan tersebut dilakukan secara konsisten melalui peningkatan serta perbaikan secara terus menerus, sehingga ada ungkapan dalam Bahasa Cina, yang dapat diartikan “Jika dahulu bapaknya berjualan air di pinggir jalan, anaknya akan membuka restoran, dan barangkali cucunya akan mendirikan pabrik yang memproduksi air dalam kemasan”.
Orang Cina tentunya tidak jauh dengan filsafah, Filsafah berdagang orang Cina dapat dijadikan pedoman hidup menjadi pengusaha sukses:
1.       Untuk mencapai sukses orang Cina harus berdagang
Berdagang sudah mengalir dalam darah orang Cina. Tidak terpungkiri dari banyaknya barang Made in China diseluruh penjuru dunia. Dapat beradaptasi terhadap keadaan sekitar dan mengerti sasaran target dilingkunan sekitar.
2.       Berdagang adalah hobi yang serius
Berdagang sudah menjadi hobi bagi orang Cina, semakin giat dalam melakukan hobi, maka akan makin bahagia dan sukses dalam hidup. “Bahagia adalah Hobi yang dibayar”.
3.       Pengalaman berdagang sudah menjadi tradisi yang turun-temurun di keluarga
4.       Keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk modal kembali.
5.       Orang Cina suka perdagangan yang memberikan keuntungan jangka panjang
6.       Jatuh merasa sakit, jatuh yang membuatnya bangkit
“Jika anda terjatuh 99 kali, anda harus bangkit selama 100 kali”. Begitulah kata pepatah, sebanyak apapun anda terjatuh, yang anda harus lakukan adalah bangkit dari keterpurukan.
Budaya Orang Cina dalam berdagang juga yang menjadikan Orang Cina sangat sukses dalam berdagang, yaitu:
1.       Bangun pagi dan terus bekerja sampai malam hari untuk mencapai keberhasilan
2.       Tak perlu pikir panjang untuk melakukan usaha
3.       Kegagalan pertama tidak dapat melunturkan semangat. Sebaliknya, akan membuat lebih gigih
4.       Apabila melibatkan diri dalam kegiatan perdagangan, kita harus menetapkan tujuan
5.       “Siapa cepat siapa dapat”.

Budaya ini menunjukkan adanya kesigapan dan dinamisasi usaha orang Cina, dan siapa cepat siapa dapat, menunjukkan bahwa setiap usaha harus diikuti inovasi agar dapat merespons keinginan pasar dengan cepat dan memuaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar