Kamis, Juni 16

Etika berwirausaha dengan Lingkungan

 Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, kegiatan operasional perusahaan di Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari kondisi dan perkembangan perekonomian global. Keunggulan wirausaha dalam mendukung perekonomian negara yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, menciptakan teknologi, produk dan jasa baru, serta menciptakan perubahan dan kompetisi, permasalahan yang terjadi dalam menumbuhkembangkan kewirausahaan, yaitu : pembinaan UKM dan bagi-bagi modal belaskasihan, pribumisasi usahawan yang gagal, usaha-usaha kecil umumnya gagal menjadi usaha besar.

Kebersamaan merupakan keselarasan hubungan dan komunikasi yang baik antara pengusaha dengan pihak internal dan eksternal organisasi dengan prinsip saling menguntungkan. Etika merupakan cara menyampaikan ungkapan-ungkapan yang menyangkut perilaku, perbuatan dan sikap manusia terhadap peristiwa-peristiwa yang dianggap penting dalam hidupnya.
Tanggung Jawab sosial merupakan kewajiban perusahaan untuk merumuskan kebijakan, mengambil keputusan, dan melaksanakan tindakan yang memberikan manfaat kepada masyarakat banyak. Kunci utama keberhasilan usaha adalah kejujuran dan kedermawanan.
Memanfaatkan kebersamaan yaitu kegiatan usaha akan mendapatkan dukungan dan keterlibatan dari berbagai pihak, etika bisnis yang baik dan sehat mencerminkan kualitas dan citra serta hubungan yang sehat dengan pihak eksternal.
Secara universal  pendapat Michael Josephson yang dikutip Zimmerer (2005), prinsip etika antara lain : Kejujuran, Integritas, memelihara janji, kesetiaan, keadilan, Suka membantu orang lain, hormat kepada oranglain, bertanggung jawab, mengejar keunggulan dalam segala hal, dan dapat dipertanggung jawabkan. Dengan menerapkan tanggung jawab sosial maka perusahaan akan mendapat banyak keuntungan jangka panjang. Beberapa bentuk pertanggungjawaban sosial wirausaha dapat dirumuskan :
1.      Tanggung jawab terhadap lingkungan yang harus selalu menjaga kelestarian lingkungan.
2.      Tanggung jawab terhadap karyawan, dengan selalu mendengarkan usulan dan pendapat karyawan, memberikan imbalan dan diberikan kepercayaan.
3.      Tanggung jawab terhadap pelanggan, antara lain : menyediakan barang dan jasa yang berkualitas, memberikan harga yang wajar, melindungi hak-hak konsumen.
4.      Tanggung jawab terhadap investor dengan kesanggupan mengembalikan investasi yang cukup menarik.
5.      Tanggung jawab terhadap masyarakat sekitar, seperti menyediakan atau membuka lapangan kerja dan menjaga situasi lingkungan yang sehat disekitar perusahaan tersebut berada.



Sumber :
Suryahadi,2008. Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda. Jakarta: Salemba Empat
https://riasangjamin.wordpress.com/2013/01/14/kewirausahaan-dan-lingkungan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar