Senin, Juni 6

Hubungan Kewirausahaan dan Lingkungan


Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan di luar perusahaa, baik pada skala nasional, regional, maupun global. Sebagian dari dampak perubahan factor lingkungan yang ditimbulkan terbukti telah mempengaruhi datangnya peluang bisnis, tetapi banyak pula kasus dari faktor eksternal ini yang menjadi kendala dalam berusaha.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wirausahawan Indonesia, baik yang bergerak  dalam aktivitas local maupun global, adalah terjadinya berbagai perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi yang mencakup hal-hal sebagai berikut:
1.      Produk-produk baru yang dilempar ke pasar oleh pesaing.
2.      Perkembangan teknologi dan informasi.
3.      Perkembangan teknologi barang subtitusi
4.      Berbagai penemuan baru.
5.      Adaptasi teknologi yang siap pakai.
6.      Strategi perkembangan teknnologi nasional.
7.      Biaya penelitian dan perkembangan (research and development –R&D) oleh perusahaan pesaing atau perusahaan-perusahaan dalam satu industry).
8.      Siklus hidup produk.
9.      Terobosan-terobosan yang dapat meningkatkan produktivitas yang lebih baik di bidang input, pengolahan, dan pemasaran.
10.  Berbagai ramalan pengembangan teknologi di masa depan.



Kewirausahaan sebagai pemicu perekonomian Bangsa
Dalam upaya memicu pertumbuhan ekonomi sekaligus mempengaruhi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, wirausahawan melakukan berbagai kegiatan sebagai berikut:
1.      Menciptakan lapangan pekerjaan.
2.      Meningkatkan kualitas hidup.
3.      Meningkatkan pemerataan pendapatan.
4.      Memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan produktivitas nasional
5.      Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui pajak.
Kebersamaan, Etika, dan Tanggung Jawab Sosial Kewirausahaan
Kebersamaan merupakan keselarasan hubungan dan komunikasi yang baik antara pihak pengusaha dengan pihak internal dan eksternal organisasi dengan prinsip saling menguntungkan. Etika merupakan cara menyampaikan ungkapan-ungkapan yang menyangkut perilaku,perbuatan, dan sikap manusia terhadap peristiwa-peristiwa yang dianggap penting dalam hidupnya. Tanggung jawab sosial merupakan kewajiban perusahaan untuk merumuskan kebijakan, mengambil keputusan, dan melaksanakan tindakan-tindakan yang memberi manfaat kepada masyarakat.
            Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan factor-faktor lingkungan diluar perusahaan, baik pada skala nasional, regional maupun  global. Kegiatan operasional perusahaan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kondisi dan perkembangan perekonomian global.

                Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wirausahawan Indonesia, baik yang bergerak dalam aktivitas local maupun global, adalah terjadinya berbagai perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

1.       Produk-produk baru yang dilempar ke pasar oleh pesaing.

2.       Perkembangan teknologi da informasi.

3.       Perkembangan teknologi barang substitusi.

4.       Berbagai penemuan baru.adaptasi teknologi yang siap pakai.

5.       Strategi perkembangan teknologi nasional.

6.       Adaptasi teknologi yang siap pakai.

7.       Biaya penelitian dan pengembangan oleh perusahaan pesaing atau perusahaan-perusahaan dalam satu industry.

8.       Siklus hidup produk (product life cycle).

9.       Terobosan- terobosan yang dapat meningkatkan produktivitas yang lebih baik dibidang input, pengolahan dan pemasaran.

10.   Berbagai ramalan pengembangan teknologi di masa depan.

Asas Etika bisnis yang sehat

a.       Selalu menjaga kualitas produk dan jasa pada pelanggan melalui kewajaran dan keterbukaan.
b.      Kebersamaan dengan unsur internal dan menghindari kesan bahwa perusahaan mengeksploitasi karyawan secara tidak manusiawi.
c.       Kebersamaan denga lingkungan dalam menjaga kelestarian dan menghindari polusi yang mengganggu masyarakat.
d.      Dalam proses bisnis atau transaksi, selalu didukung dengan upaya penghayatan nilai dan norma bisnis serta kebiasaan atau esensi dunia usaha yang berlaku.
e.       Menghindari cara-cara yang tidak etis dalam persaingan bisnis



Secara universal, pendapat Michael Josephson yang dikutip Zimmere (2005) menyatakan bahwa ada sepuluh prinsip etika yang harus menjadi pegangan para pelaku bisnis, sebagai berikut:



1.      Kejujuran
2.      Integritas
3.      Memelihara janji
4.      Kesetiaan
5.      Keadilan
6.      Suka membantu orang lain
7.      Hormat kepada orang tua
8.      Warga negara yang bertanggung jawab
9.      Mengejar keunggulan dalam segala hal
10.    Dapat dipertanggungjawabkan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.