Rabu, Juni 15

MENGENALI PELUANG DAN MEMILIH JENIS USAHA

Pada ketiga kasus di atas, banyak pengusaha yang mengawali usahanya dalam situasi yang serba sulit,
menghadapi kondisi yang tidak pasti atau bahkan sering menemukan jalan buntu, dan akhirnya frustasi atau hanya menunggu saja dan tidak melakukan apa pun meskipun memiliki uang yang cukup banyak sebagai modal awal usaha atau modal kerja belum tentu bisa memberikan jaminan akan suksesnya suatu usaha. Terlebih jika modal yang dimiliki pas-pasan, bahkan mungkin tidak punya modal sama sekali. Hal ini tentu akan membuat kondisi semakin sulit.

Dalam kondisi seperti itu, apa yang harus kita lakukan? Berusaha mewujudkan mimpi menjadi orang sukses tanpa persiapan yang matang, hasilnya menjadi tidak jelas.

Untuk memilih usaha yang sesuai dengan kondisi kita sebenarnya juga tidak terlalu sulit. Kita dapat memilih usaha yang sesuai dengan kondisi di sekitar lingkungan kita sendiri. Seperti di lingkungan keluarga, di lingkungan kantor, atau di lingkungan komplek perumahan, di kampus, atau di mana pun kita berada. 
Caranya adalah dengan mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita

Analisis SWOT (strengths, weakness, opportunities and threats)

Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT ;

A.KEKUATAN

Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah di dapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan. Contoh: lokasi di dekat kampus atau mal dapat dikembangkan menjadi kos-kosan, warnet, rental computer, dan masih banyak lagi.

B.KELEMAHAN

Melihat kelemahan yang dimiliki agar tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu. Contoh: sebaiknya jangan membuka usaha rental computer, tetapi tidak mengetahui sama sekali keterampilan dalam mengoperasikan computer.

C.PELUANG

Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan. Contoh: membuka usaha fotokopi di lingkungan dekat kampus, membuka usaha kantin di lingkungan perkantoran, dan lain-lain.

D.ANCAMAN

Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang beresiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita. Contoh: investasi saham, di mana kita tidak memiliki cukup ilmu tentangnya atau bermain di pasar yang pelakunya sudah sangat banyak.

sumber :
ayu wibowo. 2015, mengenali hingga memilih usaha yang tepat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar