Kamis, Juni 9

PENGELOLAAN KEUANGAN DALAM USAHA



Aspek penting dari pengelolaan usaha adalah keuangan. Apabila pengelolaan keuangan amburadul maka bias dipastikan usaha akan mengalami gejolak dan tak jarang hingga gulung tikar. Manajemen keuangan usaha bias anda mulai sejak anda menggagas usaha serta mengumpulkan modal. Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut.
v  Manajemen keuangan persiapan usaha meliputi darimana modal didapat, hutang modal yang nantinya harus dibayar, pengeluaran modal untuk keperluan usaha, serta sisa modal aktif Yng bisa diputar untuk kegiatan usaha.
v  Manajemen keuangan saat usaha dijalankan merupakan factor penting dari berjalannya suatu usaha. Pengelolaan keuangan menjadi lebih rumit karena di dalamnya termasuk transaksi, pengeluaran dan pemasukan, serta hutang-piutan usaha.
Inilah cara mengelola keuangan usaha dengan 7 Disiplin Finansial.
1.      Pisahkan Rekening Pribadi dengan Perusahaan. Hal ini Agar terhindar dari penggunaan yang tidak disengaja atau dianggap uang Anda juga. Meskipun perusahaan 100% milik Anda, pemisahan rekening ini akan lebih memudahkan untuk akurasi perhitungan.
2.      Bujetkan Pengeluaran Bulanan. Termasuk gaji Anda. Gajilah diri Anda sesuai dengan jabatan dan ‘angka’ kebutuhan Anda. Jika terpaksa pinjam, hitung sebagai kasbon/utang yang harus dibayar di gajian berikutnya.
  1. Pisahkan Rekening Pribadi dengan Perusahaan. Hal ini Agar terhindar dari penggunaan yang tidak disengaja atau dianggap uang Anda juga. Meskipun perusahaan 100% milik Anda, pemisahan rekening ini akan lebih memudahkan untuk akurasi perhitungan.
  2. Bujetkan Pengeluaran Bulanan. Termasuk gaji Anda. Gajilah diri Anda sesuai dengan jabatan dan ‘angka’ kebutuhan Anda. Jika terpaksa pinjam, hitung sebagai kasbon/utang yang harus dibayar di gajian berikutnya.
  3. Buat Proyeksi Arus Kas. Dengan proyeksi arus kas, Anda tahu, kapan akan menerima duit, keluar duit, dan akan minus/plus duit. Dengan itu bisa diambil langkah antisipasi sebelum terjadi minus.
  4. Buat Laporan Arus Kas. Idealnya adalah laporan keuangan (laba/rugi dan neraca). Tapi, jika belum memungkinkan karena masih usaha baru, buatlah setidaknya laporan keluar masuk duit.
  5. Pisahkan Akunting dengan Kasir. Jika bagian yang pegang duit (kasir) juga membuat laporan keuangan, maka ada potensi manipulasi laporan. Misalnya, kas di laporan ada, ternyata saat diaudit tak ada (terpakai untuk kepentingan pribadi).
  6. Hindari Uang Menginap di Karyawan. Banyak kejadian uang yang dibawa pulang ke rumah cenderung akan dipakai, mulai dari alasan foya-foya, saudara sakit, pulang kampung, sampai kucing cedera.
  7. Lakukan Cek Stok Secara Berkala. Celah manipulasinya adalah stok yang sudah terjual, dilaporkan belum terjual. Alhasilnya, duitnya pun sudah raib.
Sebenarnya sangat simpel dan mudah kok asal kita mau melakukannya. Hal yang perlu anda siapkan setidaknya buatlah 5 buku akun atau buku rekening atau bahasa mudahnya buku catatan terpisah yang mencatat tiap-tiap transaksinya. Apa saja itu?
Mengelola keuangan bisnis berbeda dengan mengelola keuangan keluarga. Tentunya, mengelola keuangan bisnis membutuhkan keahlian tersendiri. Berikut cara-cara sederhana dalam mengelola keuangan bisnis.
1.      Pertama, pisahkan keuangan usaha dengan uang pribadi kita. Jika kita mencampurnya, tak ayal akan menganggu kelangsungan bisnis Anda. Pasalnya, uang bisnis bisa digunakan untuk keperluan pribadi atau sebaliknya.
2.      Kedua, tentukan besar persentase keuangan yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha.
3.      Ketiga, buat pembukuan dengan rapi guna mengontrol semua transaksi keuangan, baik pemasukan, pengeluaran, serta utang dan piutang. Keempat, kurangi risiko dari utang usaha. Terakhir, kontrol kelancaran arus kas usaha.

Sumber : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar