Jumat, Juni 3

PERANCANGAN DAN OPERASIONALISASI USAHA

Perencanaan yang baik akan mendorong rasa percaya diri yang tinggi dan rasa optimis untuk sukses dari usaha yang dikelolanya. Usaha yang sudah direncanakan dengan baikpun kadang kala mengalami kegagalan. Hal ini bisa terjadi karna kurang jeli dalam melihat peluang dan menentukan jenis usaha yang dikelola.
Perencanaan yang baik untuk sebuah usaha baru perlu dirumuskan secara SMART (specific, measurable, achievable, reality, trackable) perencanaan yang dibuat tidak bermakna ganda, terukur, dapat dicapai, realistis, dapat diketahui perkembangannya.
Suatu rencana kerja yang dibuat secara tertulis dan resmi (formal) merupakan perangkat tepat untuk mengendalikan usaha dan menjaga agarfokus usaha perusahaan tidak menyimpang .

Perencanaan yang baik untuk sebuah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk itu, cobalah berpikir dengan SMART (specific, measurable, achievable, reasonable, trackable), yang dapat diuraikan satu persatu sebagai berikut :
1.       Specific, mengandung arti bahwa perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih terfokus dan sangat jelas mengenai apa yang diinginkan.
2.       Measurable, perencanaan yang dibuat harus dapat terukur, sehingga kita akan tahu kapan perencanaan tersebut telah tercapai.
3.       Achievable, bahwa perencanaa yang telah dibuat tersebut harus dapat dicapai, janganterlalu jauh memikirkan hal-hal yang besar, kita harus memecahnya menjadi lebih kecil. Bila tidak, pikiran bawah sadar kita akan menolak karena merasa tidak mungkin mencapai tujuan yang telah direncanakan tersebut.
4.       Reasonable, dimana perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan factual dan realistis. Artinya, apa yang dirumuskan sangat masuk akal dan rasional. Jika tidak, pikiran alam bawah sadar kita akan menolaknya.
5.       Trackable atau Timely, setiap perencanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahui setiap kemajuan.





Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi, yaitu:
1.       Dekat dengan pasar atau pelanggan
2.       Dekat dengan sarana transportasi
3.       Pasokan tenaga kerja terjamin kesediaannya
4.       Listrik, air, dan sarana prasarana lainnya
5.       Dekat dengan lembaga keuangan
6.       Dekat dengan kawasan industry pendukung
7.       Dekat dengan pusat pemerintahan
8.       Lokasi dapat dikembangkan
9.       Pertimbangan soisal budaya masyarakat lingkungannya
10.   Hukum yang berlaku dilingkungan tersebut
11.   Dekat dengan pelabuhan, bandara, stasiun, dan terminal
12.   Besarnya nilai investasi untuk lokasi
13.   Nilai ekonomis masa datang dari lokasi
14.   Iklim dan tekstur tanah serta pertimbangan lainnya

Hasil analisis SWOT ( Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman ) dapat dijadikan pedoman untuk memulia merencanakan suatu usaha. Denagn perencanaan yang baik, kita tidak mudah tergoda pada usaha yang kelihatannya menggiurkan, tetapi sebenarnya kita belum mengetahui secara detail. Perencanaan yang detail juga akan membuat kita lebih siap dalam menghadapi resiko, karena segala sisi usaha telah diperhitungkan dengan baik.

Perusahaan harus menentukan tujuan yang hendak dicapai dan pertimbangkan lainnya dalam penentuanlayout,yaitu:
a.Perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik lokasi pabrik, gudang, kantor pusat maupun cabang.
b.Mempertimbangkanurutanproduksi.
c.Perusahaan harus menentukan kapasitas atau metode persediaan yang paling baik.
d.Perusahaandapatmenentukantataletak.
e.Kemudahandalamperawatandanfleksibilitas.
f.Dapatmenentukankualitasdankeselamatankerja.
g.Posisisinarmatahari,pendingindankebisingansuara.
h.Dan pertimbangan lainnya yang memberikan efisiensi.





Berikut sumber-sumbernya sebagai berikut :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar