Sabtu, Juni 4

Perencanaan dan Operasionalisasi Usaha

Perencanaan dan Operasionalisasi Usaha
Untuk memulai sebuah usaha baru perlu dibuat perencanaan matang, baik yang menyangkut input, proses, output maupun rencana pemasarannya. Untuk membuat usaha yang baru kita harus benar-benar memahami proses bisnis dari A sampai Z tentang usaha yang akan digeluti seperti bidang usaha, lokasi, perizinan, teknologi, pemasaran, dan risiko-risikonya.
Hasil analisis  SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan) bisa dijadikan pedoman untuk memulai merencanakan suatu usaha. Dengan perencanaan yang baik kita tidak mudah tergoda beralih pada usaha yang kelihatannya lebih menggiurkan, tetapi sebenarnya kita belum mengetahui secara detail. Perencanaan yang detail juga akan membuat kita lebih siap dalam menghadapi risikko, karena segala sisi dari usaha telah diperhitungkan dengan baik. Bagi para pemula atau wirausahawan baru, perencanaan sangatlah penting, karena usaha apapun akan menghadapi ketidakpastian dan kurangnya informasi. Apalagi bagi pemula yang belum pernah bekerja pada dunia usaha dan belum mengerti seluk-beluk dunia bisnis. Namun demikian apabila suatu usaha telah dipersiapkan dengan matang, tentu segala hambatan dan ketidakpastian yang ada akan dapat dilalui. Perencanaan yang baik akan mendorong rasa percaya diri yang tinggi dan rasa optimis untuk sukses dari usaha yang dikelolanya.

Perencanaan yang baik untuk sebuah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk itu cobalah untuk berpikir dengan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Reality, Trackable), yang diuraikan sebagai berikut:
1.      Specific,
mengandung arti bahwa perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih terfokus dan sangat jelas mengenai apa yang diinginkan. Contohnya, ingin membuka usaha membuat makanan ringan berupa produk mie. Produk mie ini belum spesifik, apabila mau spesifik misalnya mie instant atau mie basah. Apabila pilihan mie basah masih dirasakan kurang spesifik, maka mie basah ini dengan mutu A,B,C yang sesuai dengan target pasar.



2.      Measurable
perencanaan yang dibuat harus dapat terukur, sehingga kita akan tahu kapan perencanaan tersebut telah tercapai. Contohnya, direncanakan produk mie basah dengan mutu B untuk target perumahan kelas menengah dengan omzet setiap hari minimal 50 kg. Ukuran 50 kg lebih terukur dibandingkan dengan ingin memenuhi seluruh permintaan konsumen perumahan.

3.      Achievable,
bahwa perencanaan yang telah dibuat tersebut harus dapat dicapai, jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal yang besar, kita harus memecahnya menjadi lebih kecil.

4.      Reasonable,
dimana perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan faktual dan realistis. Artinya apa yang dirumuskan sangat masuk akal dan rasional. Contohnya. produk baru mie basah ingin menguasai pangsa pasar di seluruh perumahan. Hal ini tidak realistis, karena saat ini sudah banyak produsen mie basah. Lebih realistis misalnya sebagai produk baru pada tahap awal dengan target mulai 10%, kemudian 25% dan akhirnya mencapai 50% dari pangsa pasar yang ada.

5.      Trackable atau Timely,
setiap perencanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha harus dapat dilacak untuk mengetahui setiap kemajuan. Contohnya, produsen mie basah ingin memproduksi 50 kg perhari, kapan target ini akan tercapai, apakah butuh waktu 1 bulan, 6 bulan atau satu tahun, setiap target harus mempunyai batas waktu pencapaian untuk melihat apakah usaha kita berhasil atau tidak.
Dari perencanaan SMART ini maka dapat kita contohkan bahwa perencanaan usahanya adalah memproduksi mie basah dengan mutu B sebanyak 50 kg untuk memenuhi kebutuhan perumahan kelas menengah dan target waktu 1 tahun. Perencanaan yang telah dibuat tersebut akan memberikan arah dan standarisasi yang jelas atas semua hal yang dilakukan dalam pencapaian tujuan usaha. Setelah melakukan pengambilan keputusan awal melalu perencanaan tersebut, maka kegiatan selanjutnya adalah mengorganisasi semua sumber daya yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Suharyadi, dkk. 2007. Kewirausahaan Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda. Jakarta : Salemba Empat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.