Kamis, Juni 2

Wirausahawan Yang Pandai Mengelola Keuangannya

Rasa bingung dalam mengelola suatu usaha memang selalu datang. Tak terkecuali dalam mengelola keuangan. Sebagai seorang pengusaha yang cerdas kita tentu harus pandai-pandai dalam mengelola keuangan usaha yang kita jalankan.  Tujuan pengelolaan keuangan tersebut agar usaha tetap dapat berdiri dan dapat berkembang dengan baik. Lain halnya bila seorang pengelola tidak pandai-pandai dalam mengelola usahanya. Tentulah banyak masalah yang akan timbul. Sebut saja misalnya kerugian, dan bahkan berpotensi gulung tikar. Oleh sebab itu sebagai pemilik usaha yang baik ada baiknya anda belajar mengelola keuangan usaha anda sendiri. Saat ini bisnis usaha kecil bila tidak pandai-pandai dalam mengurus keuangannya, maka usaha akan mati. Bila sudah begini tidak ada yang bisa di salahkan lagi karena memang semua berawal dari kita sendiri. Seringkali kita kurang terampil dalam melaksanakan tugas dalam mengelola keuangan tersebut.


Aset dalam suatu bisnis sangat penting untuk di rawat. Karena memang karena uang ini pula yang menentukan seberapa besar usaha dapat berjalan. Untuk itu kita  sebagai seorang pengelola bisnis perlu belajar dalam mengurus keuangan usaha kita.  Supaya bisnis lancar dan berpotensi menguntungkan. Saya akan ajak anda untuk belajar beberapa kiat dan cara mengurus keuangan usaha kecil. Penasaran bagaimana langkah dan kiat dalam mengelola keuangan untuk usaha anda tersebut, berikut caranya....

a) Pisahkan keuangan pribadi dan usaha

Tahap pertama dalam mengurus keuangan bisnis adalah jangan pernah mencampur-adukan antara keuangan rumah dan keuangan bisnis anda. Hal ini menyebabkan kita kesulitan untuk mengetahui berapa pengeluaran modal dan berapa keuntungannya. Anda dapat memisahkannya dengan cara menyimpannya di tas khusus atau pun di laci. Dengan demikian perjalanan keuangan anda dapat di lihat secara pasti. Apakah bisnis anda berjalan atau pun malah sebaliknya.  Kita juga bisa mengetahui dengan pasti bila terjadi slip dalam keuangan bisnis kita. bila sudah terjadi slip seperti ini maka kita juga bisa mencarikan solusi. Untuk itu sebagai seorang pengelola yang baik, maka belajarlah dari sekarang untuk sebisa mungkin agar tidak mencampurkan uang pribadi dan usaha.  Karena bila sistem pengelolaan ini tidak di terapkan, kita akan banyak mengalami hambatan. Masalah itu adalah, tidak tahu-menahunya tentang lalu lintas keuangan usaha. Selain itu jelas juga bahwa kita tidak akan bisa melihat bagaimana perkembangan usaha secara keseluruhan.

b) Catat semua transaksi keuangan

Yang tak kalah penting dalam mengelola suatu usaha kecil adalah mengarsipkan semua lalu lintas keuangan. degan mengarsipkan lalu lintas keuangan, dapat di ketahui jumlah modal yang keluar dan keuntungan yang sudah masuk. Bila sudah begini, akan lebih mudah mengetahui keuntungan yang di dapat. Catat secara rutin aktivitas keuangan bisnis anda. Di mana jangan pernah menunda-nunda untuk menulisnya. Karena bila sudah berangsur-angsur maka akan lupa. Bila sudah lupa maka tidak akan pernah tercatat di dalam buku. Sebab itulah catat langsung jumlah nominal setelah ada aktifitas keuangan. Sediakan buku khusus sebagai alat pribadi dalam mencatat nominal dalam lalu lintas keuangan usaha anda. Jangan pernah campur tulisan daftar keuangan dengan tulisan yang lainnya. Bila hal ini di lakukan maka akan menimbulkan banyak pertanyaan .maka dari itu siapkan buku khusus untuk melaksanakan tugas ini.

c) Sisihkan sebagian laba untuk tabungan

Tak kalah pentingnya dalam mengurus bisnis, adalah mengisi tabungan dengan sebagian sisa pendapatan. Yang berfungsi untuk memperkokoh dasar keuangan dalam bisnis anda. Karena dalam perjalanan suatu usaha tidak akan pernah ada yang di sebut  prediksi kapan terjadi krisis dan kapan usaha akan tutup. Kas sangat berguna dalam bisnis yang kita kelola. Karena dengan adanya tabungan tersebut, bisa di fungsikan untuk keperluan berbagai macam kebutuhan dalam usaha . uang tersebut dapat di gunakan untuk menambah modal sehingga bisnis menjadi besar. Dan dapat pula di jadikan penyelamat ketika krisis melanda. Biasakan menyisihkan uang hasil keuntungan usaha untuk tabungan. Karena dengan adanya uang ini kebutuhan yang tidak terduga bisa terpenuhi dengan cepat. Tidak perlu banyak yang terpenting rutin . setelah mendapatkan keuntungan , ambil secukupnya sisanya di masukan ke dalam tabungan. 

d) Gaji diri anda sendiri

Ada baiknya, selagi masih bisa di kerjakan sendiri jangan pernah menyuruh orang lain untuk mengerjakannya. Karena tentu itu semua memakai modal. Dan sebagai wirausahawan yang menginginkan omset yang besar kurangi memakai jasa karyawan. Karena hal tersebut membuat omzet berkurang . Hasil bisnis dapat terlihat perbedaannya bila sistem ini sudah di jalankan . karena minimnya tugas yang di kerjakan dengan tangan sendiri akan lebih mendatangkan keuntungan yang besar di banding bila orang lain yang mengerjakan. Oleh sebab itu anda sebagai wirausahawan di tuntut untuk bekerja keras untuk diri anda sendiri. Dengan keringat yang menetes akan lebih di pahami apa itu sebuah kesuksesan. Dan demikian pula dengan dengan pekerjaan yang di apresiasi langsung tentu akan jauh berbeda hasil dan kepuasan. Keuntungan dan kepuasan batin yang mungkin hanya bisa di rasakan oleh wirausahawan yang cinta akan kerja keras. 

e) Hanya gunakan gaji yang anda dapat

Selektif dalam membelanjakan keperluan pribadi. Mungkin itu yang harus di miliki semua pengelola usaha. Jangan pernah memakai uang yang di fungsikan sebagai pondasi usaha anda. Karena salah-salah usaha anda bangkrut dan hilangnya sebuah pekerjaan. Maka dari itu, cerdas dalam bertindak terutama dalam masalah keuangan. Karena keungan adalah nyawa dari usaha . tanpa adanya modal maka mustahil usaha bisa berdiri kokoh seperti baja. Tanpa adanya modal pula tdaki akan wirausahawan mempunyai bisnis. Maka dari itu hanya hasil bersih dari bisnis yang anda kelola yang bisa anda belanjakan untuk kesenangan hidup. Karena tujuan kita berusaha hanyalah mencari sisa uang dari modal. Bukan modal awal yang di belanjakan untuk keperluan pribadi. Modal adalah hak mati yang tidak bisa di pergunakan untuk kesenangan pribadi. Maka dari itu pertahankan hak modal agar tetap kokoh seperti bangunan yang menancap di tanah. Sebagai pengelola usaha yang baik, pandailah dalam mengelola keuangan. karena keuangan tersebut ibarat pondasi dalam usaha itu sendiri. Bila pondasi kurang kokoh maka bangunan akan ambruk.  Tak lain halnya bila seorang pengusaha yang kurang pandai dalam mengelola keuangan, maka mustahil usaha bisa sukses. Karena kesuksesan di mulai dari diri sendiri dan bukan dari orang lain. Bekerja keras agar mendapatkan keuntungan yang di inginkan. Sekian terimakasih.

f) Pertahankan agar cash flow tetap positif 
            Dunia usaha tidak terlepas dari hitung-hitungan untung dan rugi. Kalau hasil penjualan dikurangi biaya produksi dan biaya-biaya perusahaan adalah positif maka perusahaan tersebut untung, dan kalau hasil negatif maka rugi. Untuk membuat perencanaan keuangan perusahaan, maka arus kas (cash flow) harus positif, sehingga merencanakan keuangan selanjutnya lebih mudah. Bagaimana kalau cash flow perusahaan tersebut negatif / rugi? Yang harus dilakukan adalah menekan biaya produksi/biaya yang lain lebih kecil dari pemasukan, namun Anda juga harus tetap memperhatikan aspek lain, misalnya kualitas produk atau jasa yang Anda jual.
g) Proteksi pendapatan (asuransi jiwa)
Proteksi terhadap pendapatan atau dengan kata lain proteksi terhadap pengusaha yang menjadi sumber penghasilan keluarga adalah suatu hal yang perlu direncanakan terlebih dahulu, sebelum kita masuk kepada perencanaan kebutuhan keuangan lainnya. Seperti halnya dana darurat, asuransi jiwa adalah merupakan sebuah cara yang perlu dipersiapkan dalam mengantisipasi resiko kehilangan sumber penghasilan yang disebabkan oleh kematian atau terjadinya ketidakmampuan total akibat kecelakaan atau sakit pengusaha tersebut yang menjadi sumber penghasilan utama dalam keluarga. Apalagi kalau pengusaha tersebut mempunyai banyak ide yang berguna dalam usahanya, harus diasuransikan.
Sebenarnya, selain untuk alasan di atas, pencatatan keuangan sangat diperlukan untuk mengukur kinerja dan target anda apakah sudah tercapai atau belum. Banyak usaha kecil yang bangkrut padahal sebenarnya berpotensi menjadi besar, hanya karena masalah pencatatan keuangan usaha ini. Salah satu kelemahan UMKM dan usaha kecil menengah sejenis adalah soal manajeman keuangan. Ya, soal mengatur keuangan usaha ini menjadi masalah yang sangat rumit bagi pengusaha pemula dan pemilik UMKM. Sulitkah melakukan pencatatan dan mengatur keuangan usaha? Bisa ya, bisa tidak. Tapi semua harus dimulai, meski dengan cara paling sederhana sekalipun.
Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat....
Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar